One Night Stand

One Night Stand
Permintaan Maaf


__ADS_3

Saat ini Aleta sedang bersiap-siap untuk pergi ke Rean Grup seperti yang Arka katakan tadi pagi.


Aleta pergi ke kantor Arka hanya ditemani Pak Edy karena ia tidak tega jika harus membawa baby Altha, baby Altha sendiri bersama dengan Mama Febby karena itu Aleta bisa pergi ke kantor untuk menemui sang suami.


Beberapa saat kemudian, Aleta pun sampai di Rean Grup. Aleta keluar dari mobil dan segera masuk ke dalam kantor tersebut.


Namun, sayang Aleta tidak dapat masuk karena tidak mengenakan tanda pengenal dan jika ingin masuk ia harus membuat surat terlebih dahulu.


"Maaf, anda tidak bisa masuk. Jika memang penting, anda harus membuat surat terlebih dahulu agar bisa masuk ke dalam," ucap salah satu penjaga di sana.


'Aduh gimana ini?' tanya aketa dalam hati.


"Tapi, saya sudah ada janji, Pak. Saya janji gak akan lama, Pak," ucap Aleta.


"Maaf tidak bisa," ucap penjaga tersebut.


"Pak, kalau saya tidak ke sana sekarang bisa-bisa suami saya marah Pak," ucap Aleta.


"Maaf, sekali tidak bisa. Anda silahkan kembali lagi jika sudah ada surat," ucapnya.


Namun, baru saja Aleta akan bersuara tiba-tiba suara orang dari belakangnya mengalihkan atensi aketa dan penjaga tersebut.


"Biarkan dia masuk," ucap orang tersebut.


"Pak Kevin," ucap penjaga tersebut dengan hormat.


"Biarkan dia masuk," ucap Kevin lagi.


"Tapi, Pak. perempuan ini tidak punya surat untuk masuk ke dalam," ucap penjaga tersebut.


"Tidak masalah, tapi kalau perempuan ini tidak masuk sekarang bisa-bisa big bos marah besar," ucap Kevin.


"Kenapa begitu, Pak?" tanya penjaga.


"Karena perempuan ini istrinya big bos," ucap Kevin.


Penjaga tersebut pun terkejut mendengarnya, ia langsung meminta maaf karena telah melarang istri dari pemilik Rean Grup untuk masuk ke dalam kantor suaminya sendiri.


"Maafkan saya Nyonya, saya tidak tau kalau Nyonya adakah istri dari Tuan Arka," ucap penjaga tersebut.


"Tidak apa-apa, saya memakluminya kok apalagi kan memang saya tidak pernah ke sini, jadi wajar jika tidak ada yang tau saya," ucap Aleta.


"Kalau begitu, silahkan masuk Nyonya," ucap penjaga.


Aketa pun masuk dengan ditelan Kevin, saat aketa masuk ke dalam perusahaan tersebut banyak pasang mata yang menatapnya dengan tatapan tidak suka, bingung serta bertanya-tanya apalagi saat Aleta samar-samar mendengar Jiak Arka telah beristri.


"Apa jangan-jangan itu istri Tuan Arka ya, berarti yang ada di berita itu bener dong," ucap salah satu karyawan pada karyawan lainnya.


'Maksud mereka apa? apa mereka udah tau kalau Arka udah nikah? tapi kayaknya gak deh, soalnya Mas Arka gak pernah bilang apa-apa ke aku,' ucap Aleta dalam hati.


"Udah gak usah dipikirin tatapan orang-orang, lo kan tau gimana Arka. Cowok kayak dia siapa sih yang gak suka, banyak banget cewek di sini yang rela nyerahin semuanya demi Arka bahkan tubuhnya sekaligus," ucap Kevin.


"Iya, aku tau gak usah dijelasin lagi soal itu," ucap Aleta.


'Gak suaminya, gak istrinya sama aja ternyata,' ucap Kevin dalam hati.

__ADS_1


Akhirnya mereka berdua pun sampai di depan ruang kerja Arka, "Ini ruangannya Arka, lo masuk aja kalau ada apa-apa nanti panggil gue aja. Meja gue ada di depan," ucap Kevin dan menunjuk meja yang ada di depan ruang kerja Arka.


Aleta pun mengetuk pintu dan setelah terdengar suara Arka yang menyuruhnya masuk Aleta langsung masuk.


Baru saja masuk ke dalam ruangan tersebut, Aleta dibuat terkejut karena di dalam sana bukan hanya ada sang suami, tapi juga ada Ayah Abram dan Bunda Dea.


"Ayah, Bunda," lirih Aleta.


"Sayang, kamu udah datang," ucap Arka dan menghampiri sang istri.


Kalau Arka pun menarik pelan tangan Aleta dan mendudukkan Aleta di sofa yang ada di ruangan tersebut.


"Kenapa Ayah sama Bunda ada di sini ah ralat maksud saya kenapa kalian berdua ada di sini?" tanya Aleta.


"Sayang, maafin Bunda. Harusnya Bunda gak boleh egois, semua ini bukan kesalahan kamu. Ini kesalahan Ayah sama Bunda padahal kamu tidak tau apa-apa mengenai masa lalu Ayah sama Bunda, tapi Ayah sama Bunda justru buat kamu sengsara karena masa lalu itu," ucap Bunda Dea.


Aleta segera menoleh ke sembarang arah Agra ia tidak melihat Bunda Dea karena sejujurnya Aleta tidak dapat melihat Bunda Dea saat ini yang tengah menangis.


Aleta hanya takut Ayah Abram dan Bunda menganggapnya lemah dan mereka bisa menyakiti Aleta seperti dulu yang mereka lakukan pada Aleta.


"Apa kamu yang rencanain ini semua?" tanya Aleta pada Arka.


"Gak sayang, aku gak rencanain apa-apa kok, tapi Ayah sama Bunda kamu aja yang tiba-tiba ingin bertemu," ucap Arka.


"Ada masalah apa kalian ke sini?" tanya Aleta.


"Sayang, maafin Ayah sama Bunda, sekarang Ayah sama Bunda sadar kalau apa yang sudah kami berdua lakukan teramat jahat buat kamu. Ayah tidak minta apa-apa selain maaf dari kamu," ucap Ayah Abram.


"Leta udah maafin Ayah sama Bunda dari dulu, tapi aketa belum bisa ngelupain apa yang Ayah sama Bunda lakuin dulu ke Leta," ucap Aleta.


"Tapi, Vanya sama Gladis mana?" tanya Aleta.


Pertanyaan Aleta membuat raut wajah Ayah Abram dan Bunda Dea berubah menjadi sendu.


"Sebenarnya memang ada hal lain yang ingin Ayah sampaikan ke kamu," ucap Ayah Abram.


"Apa, Yah?" tanya Aleta.


"Huh, kejiwaan Vanya sekarang mulai terganggu dan Vanya harus di rawat di rumah sakit jiwa lalu untuk Gladis sendiri memilih untuk tinggal dengan nenek kamu di desa," ucap Ayah Abram.


Pernyataan Ayah Abram mengenai Vanya tentunya membuat Aleta terkejut dan bertanya-tanya.


"Gimana bisa Vanya jadi kayak gitu? bukannya terakhir kali Leta ketemu Vanya, Vanya baik-baik aja?" tanya Aleta.


"Sebenarnya kejiwaan Vanya mulai terganggu sejak keluarga Geo bangkrut apalagi saat ini Geo juga terkena kanker dan mengharuskannya untuk bertobat bukan hanya Geo saja, tapi juga keluarga Geo yang mulai menata kembali bisnis mereka yang hancur apalagi semenjak kematian Ayahnya Geo karena perusahaannya yang bangkrut dan banyaknya utang perusahaan," ucap Ayah Abram.


"Geo sakit?" tanya Aleta.


"Iya, Geo sakit dan menurut perkataan dokter umur Geo tidak akan lama," ucap Ayah Abram.


"Tunggu dulu, untuk apa Ayah ceritain semuanya ke Leta? apa jangan-jangan Ayah masih berharap supaya Leta bujuk Mas Arka ngasih bantuan ke Ayah," ucap Aleta.


"Ayah gak pernah minta bantuan apapun ke kamu atau suami kamu, Ayah dan Bunda ke sini memang tulus untuk meminta maaf sama kamu dan berharap kita bisa mulai semuanya," ucap Ayah Abram.


"Sayang, jangan curiga dulu. Aku udah cari tau semuanya dan sepertinya apa yang dikatakan Ayah dan Bunda kamu bener," ucap Arka.

__ADS_1


"Beneran, Mas?" tanya Aleta.


"Iya, sayang," ucap Arka.


"Maafin Ayah sama Bunda ya sayang," ucap Ayah Abram.


"Perusahaan Ayah lagi ada masalah?" tanya Aleta.


"Iya, tapi Ayah benar-benar tidak sedang meminta bantuan. Ayah hanya ingin menebus semua kesalahan Ayah," ucap Ayah Abram.


"Leta perlu waktu untuk percaya apa yang Ayah dan Bunda katakan," ucap Aleta.


Ya, Aleta tentunya perlu meyakinkan dirinya jika permintaan maaf Ayah Abram dan Bunda Dea benar-benar tulus.


"Iya, sayang. Ayah sama Bunda juga gak akan maksa kamu kok, Ayah sama Bunda cuma pengen kamu tau kalau kita berdua menyesal dan ingin memperbaiki semuanya," ucap Bunda Dea dan diangguki Aleta.


"Kalau begitu, saya permisi dulu Tuan Arka," pamit Ayah Abram.


"Silahkan," ucap Arka.


Setelah Ayah Abram dan Bunda Dea pergi, Arka pun menghampiri sang istri dan menuntun Aleta masuk ke dalam sebuah kamar yang ada di sana dan Arka pun mendudukkan sang istri di tepi ranjang.


"Kenapa?" tanya Aleta saat melihat Arka yang terus menatapnya.


"Kamu kenapa cangik banget sih? pasti banyak laki-laki yang lihat kamu dari tadi?" tanya Arka.


"Bisa aja kamu," ucap Aleta.


Arka pun tersenyum lalu mengecup bibir sang istri, "Kamu beneran cantik banget dan aku rasa aku gak akan biarkan kamu keluar rumah mulai sekarang, aku takutnya banyak yang suka sama kamu," ucap Arka.


"Ini beneran kamu?" tanya Aleta.


"Iya sayang, kalau bukan aku siapa dong," ucap Arka.


"Tapi, kenapa kamu berubah banget," ucap Aleta.


"Berubah gimana?" tanya Arka.


"Ya, kamu berubah lebih perhatian, sayang dan peduli sama aku pokoknya kamu seolah-olah nganggep aku istri yang kamu cintai," ucap Aleta.


Arka lun gemas dengan sang istri lalu mengecup bibir manis tersebut yang sekarang sudah menjadi candu baginya.


"Kamu lupa kata i love you dari aku waktu itu, aku udah jelasin semuanya kan dan aku mau menjadikan kamu ratu di hidupku," ucap Arka.


"Makasih, sayang," ucap Aleta.


"Sama-sama sayang," ucap Arka.


.


.


.


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2