
Kara bergegas masuk ke sebuah rumah sakit, Ia menerima pesan dari Justin yang meminta tolong menemani menemui Jeff.
Kara setengah berlari kecil masuk ke lobby. Ia melayangkan pandangan mencari sosok Justin. Ia menemukan sosok Justin duduk di bangku tunggu. Kara mendekatinya.
"Maaf menunggu lama!"
"Oh, tidak apa apa, aku juga belum lama datang. Maaf merepotkanmu." Ucap Justin.
"Bagaimana keadaanmu?"
"Sedikit lelah saja. Selesai syuting di Las Vegas, membuat tubuhku sering mudah lelah."
Kara melihat wajah Justin pucat.
Di kejauhan tampak Jeff melangkah ke arah Kara dan Justin.
"Maaf menunggu. Bagaimana kabarmu?" Sapa Jeff sambil menyalami Kara dan Justin.
"Jeff kau bisa bantu Justin, periksa kondisi kankernya sudah separah apa? Atau solusi untuk penyembuhan." Tanya Kara.
"Baiklah, mari ke ruanganku! Nanti supaya tes lab dan periksa lanjutan."
Kara dan Justin mengikuti Jeff, mereka masuk ke sebuah ruangan yang tidak begitu besar.
__ADS_1
"Silahkan duduk."
Kara dan Justin duduk berhadapan dengan Jeff.
"Sudah berapa lama sejak diagnosa kanker?"
"Sekitar tiga bulan yang lalu, saat aku tiba tiba tenggorokan terasa sakit dan suara mendadak hilang. Awalnya kupikir batuk, namun selama seminggu tidak sembuh-sembuh. Aku cek di unit darurat rumah sakit, dokter menyarankan aku konsultasi ke ahli paru paru. Ya setelah itu, aku divonis kena kanker stadium awal." Cerita Justin.
"Baiklah, aku akan melakukan pemeriksaan kembali untukmu. Ayo kita ke lab untuk pengecekan dan pengambilan sampel darah!"
Justin dan Kara mengikuti Jeff ke ruangan lain, di sana ada petugas yang menyambut mereka.
"Kara, kamu bisa pulang. Aku bisa sendiri karena pasti lama." Justin menepuk punggung tangan Kara.
Kara berdiri berlalu pada Jeff, "Tolong bantu Justin, kabari aku jika terjadi apa apa! " Pesan Kara pada Jeff.
"Terima kasih, Kara."
Kara pergi berlalu meninggalkan rumah sakit itu, ada perasaan kasihan pada Jeff. Ia pergi ke kedai untuk beristirahat sejenak.
Ia memesan secangkir kopi dan burger set untuk menemaninya beristirahat. Kara mengambil tempat di bagian sudut yang dulu menjadi favorit Josh.
"Apa aku boleh menemani makan siangnya?" Terdengar suara familiar di telinganya, Kara menoleh ke arah suara.
__ADS_1
"Keviiinn..!" Kara setengah berteriak tak percaya melihat Kevin berdiri di hadapannya.
Sejenak ia menepuk wajahnya, meyakinkan bahwa itu bukan mimpi, lalu menyentuh dada Kevin dengan telunjuknya, dan itu nyata.
Kara memeluk kekasihnya itu dengan erat seakan tak akan melepaskan. Kevin mencium rambut Kara lalu menatap kekasihnya.
"Selamat ulang tahun." Ucapnya.
Ami dan Matilda keluar dari dapur membawa kue yang ada lilinnya. Kara melepas pelukannya, dan meniup lilin tersebut.
"Selamat ulang tahun..!!" Seru semua karyawan di kedai itu.
"Terima kasih semuanya. Aku lupa bahwa hari ini ulang tahunku." Kara menepuk dahinya.
Semua tertawa melihat tingkah Kara.
Kevin masih merangkul pundak Kara, lalu membimbingnya duduk ke tempat semula.
Mereka duduk berdampingan menikmati burger dan kopi sambil saling pandang.
"Aku menginap di dekat sini. Besok aku akan menjenguk Nenek. Kau mau menemaniku?" Tanya Kevin. Kara menganguk setuju.
Mereka menyelesaikan makan mereka, lalu meninggalkan kedai menuju hotel tempat Kevin menginap.
__ADS_1
"Bagaimana Kau bisa sampai kemari tanpa mengabariku?" Kara melipat kedua tangan di dadanya.
Kevin mendekati, " Aku ingin memberi kejutan untukmu!" sambil menjawil hidung Kara.