
Arka pun langsung terbangun saat merasakan basah pada wajahnya, baru saja Arka akan marah, tapi setelah melihat wajah Mama Febby amarah tersebut pun ia tahan.
"Kenapa Mama siram Arka pagi-pagi kayak gini?" tanya Arka.
"Kamu masih tanya kenapa, kamu ini ya jadi suami jahat banget," ucap Mama Febby.
"Maksud Mama apa? Arka gak paham," tanya Arka.
"Kamu enak-enakan tidur di kasur terus lihat istri kamu yang tidur di sofa, kamu lupa kalau istri kamu itu lagi hamil anak kamu hem," ucap Mama Febby dan menunjuk ke arah sofa.
Arka pun mengikuti arah tangan Mama Febby dan benar saja ia melihat Aleta yang tertidur di sofa, Arka tentu saja terkejut karena ia tidak pernah membiarkan Aleta tidur di sofa.
"Arka gak tau Ma, kalau Aleta tidur di sofa," ucap Arka.
"Halah, harusnya kamu ngerasa kalau di sebelah kamu gak ada orang, emangnya kamu kalau tidur gak pernah pelik istri kamu?" tanya Mama Febby.
"Ya, peluklah, Ma. Tapi, kemarin itu Arka bener-bener ngantuk jadi gak tau kalau Aleta pindah ke sofa," ucap Arka.
Karena merasa ruangan yang cukup berisik tidur Aleta pun terganggu dan akhirnya Aleta terbangun.
Saat bangun Aleta melihat Arka dan Mama Febby yang tengah mengobrol dengan suara yang cukup keras hingga mampu membangunkannya.
"Sayang," panggil Mama Febby saat melihat Aleta bangun.
"Nama kenapa nangis?" tanya Aleta.
"Ayo sayang sekarang kamu tidurnya di kamar Mama aja biarin aja Arka di sini sendirian," ucap Mama Febby lalu menarik pelan Aleta.
"Maksud Mama apa?" tanya Aleta.
"Udah, pokoknya kamu gak boleh sama Arka. Mama takut kamu kenapa-napa sayang, ayo sekarang ikut Mama ya," ucap Mama Febby.
"Mama gak bisa gitu dong, Arka aja gak tau kalau Aleta pindah ke sana harusnya Mama tanyain ke Aleta dulu," ucap Arka.
"Kamu mau nyalahin menantu Mama, pokonya di sini kamu yang salah tau," ucap Mama Febby dan keluar dengan Aleta.
Aleta dan Mama Febby pun keluar dari kamar tersebut, "Sekarang kamu tidur di sini ya," ucap Mama Febby saat mereka berdua sampai di kamar Mama Febby dan Papa Daffa.
"Kenapa Aleta tidur di sini, Ma?" tanya Aleta.
__ADS_1
"Mama tau kamu pasti sedih banget ya," ucap Mama Febby.
"Maksud Mama apa? emangnya Aleta sedih kenapa?" tanya Aleta.
"Mama tau semuanya sayang, apa selama ini Arka sering memperlakukan kamu dengan gak baik ya," ucap Mama Febby.
"Gak kok, Ma. Mas Arka justru baik banget sama Leta, Mas Arka juga gak pernah gak anggap Aleta kok," ucap Aleta.
"Sayang, kamu gak usah belain Arka. Kamu juga gak perlu takut, kamu bilang aja semuanya ke Mama," ucap Mama Febby.
"Tapi, apa yang Leta bilang tadi emang bener kok, Ma," ucap Aleta.
"Sayang, kamu jangan belain Arka, Mama tau kok kalau Arka emang bersikap gak baik sama kamu bahkan sebelum kalian menikah sikap Arka memang gak baik ke kamu," ucap Mama Febby.
Baru saja Aleta akan menjawab pertanyaan Mama Febby, tapi tiba-tiba saja Audy masuk ke dalam kamar dan mengatakan jika teman Mama Febby datang.
"Ma, ada Tante Lani di depan katanya pengen ketemu sama Mama," ucap Audy.
"Astaga iya Mama lupa kalau Lani mau datang, yaudah sayang kamu tidur di sini dulu ya. Mama mau ke temen Mama dulu," ucap Mama Febby dan pergi meninggalkan Aleta dan Audy di kamar tersebut.
"Kenapa Mama nyuruh Kak Aleta tidur di sini?" tanya Audy.
"Terus Kakak mau tidur di sini?" tanya Audy.
"Gak lah, ini Kakak mau balik ke kamar takutnya Mas Arka nyariin," ucap Aleta dan diangguki Audy.
Aleta pun keluar dari kamar Mama Febby lalu menuju kamarnya dan Arka, saat Aleta masuk ke dalam kamar tersebut ia dapat melihat Arka yang masih berada di kasur dengan posisi seperti tadi sebelum Mama Febby membawanya keluar.
"Mas Arka kenapa?" tanya Aleta.
Arka pun menatap Aleta dengan tatapan bertanya-tanya, "Mama kemana? kenapa kamu bisa ke sini?" tanya Arka.
"Mama lagi di ruang tamu ngobrol sama Tante Lani," ucap Aleta dan diangguki Arka.
"Kamu duduk di sini, saya ingin bicara sesuatu sama kamu," ucap Arka dengan menepuk tempat kosong yang ada di sebelahnya.
Aleta pun duduk di tempat yang Arka minta lalu ia menatap Arka dengan tatapan bertanya-tanya.
"Kenapa tidur di sofa?" tanya Arka.
__ADS_1
"Kan Mas Arka gak bisa tidur sama Leta, makanya Leta milih tidur di sofa," ucap Aleta.
"Kapan saja bilang kalau saya tidak bisa tidur sama kamu?" tanya Arka dengan tidak terima.
"Kan kemarin malam Mas Arka tidur di sofa terus Leta pikir Mas Arka tidur di sana karena di kasur ada Leta makanya setelah Leta bangunin Mas Arka ya Leta tidur di sofa," ucap Aleta.
"Saya tidak pernah bilang kalau saya tidak mau tidur sama kamu harusnya kamu jangan mikir kayak gitu, kamu tau akibat dari pikiran aneh kamu itu saya yang harus menanggung akibatnya," ucap Arka yang mulai emosi bahkan sedikit meninggikan suaranya.
"Ma-maaf Mas, Leta gak tau," ucap Aleta dengan pelan.
"Saya paham kamu masih belum nyaman sama saya, tapi harusnya kamu jangan berpikir yang gak-gak kayak gitu, selama saya tidak pernah mengatakan itu harusnya jangan pernah melakukannya," ucap Arka.
"Iya Mas, maafin Aleta. Harusnya Aleta gak tidur di sofa," ucap Aleta.
"Gak selain kamu tidur di luar sana atau gak kamu keluar dari rumah ini aja," ucap Arka dengan kesal lalu berdiri dan menuju kamar mandi.
Aleta menatap punggung Arka dengan tatapan sedih, 'Jadi, Mas Arka ngusir aku ya. Aku kira Mas Arka bakal ngusir aku setelah baby-nya lahir, tapi ternyata Mas Arka ngusir aku sekarang bahkan perut aku masih belum buncit banget,' ucap Aleta dalam hati.
Setelah mendengar suara shower, Aleta pun berdiri dan menyiapkan baju untuk sang suami. Saat tengah menyiapkan baju untuk sang suami tiba-tiba saja Aleta meneteskan air mata, ia teringat perkataan Arka tadi dimana tanpa Arka sadari ia telah mengusir Aleta.
"Aku kok jadi cengeng banget sih padahal aku dulu gak kayak gini, apa ini bawaan bayinya ya," gumam Aleta dan mengusap lembut perutnya.
Bertepatan dengan itu, Arka keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk saja sehingga menunjukkan perut sixpack nya. Aleta sendiri memang sudah biasa akan hal itu, tapi tetap saja Aleta masih merasa canggung setiap kali Arka melakukannya.
"Kenapa? ada yang sakit?" tanya Arka, dengan dinginnya sama seperti pertama kali mereka menikah.
"Maksudnya?" tanya Aleta.
"Kenapa pegang perut? perutnya sakit atau anak saya bikin ulah di dalam?" tanya Arka.
Aleta cukup terkejut saat Arka mengatakan anaknya padahal biasanya Arka mengatakan anak kita, tapi kali ini Arka justru mengatakan jika anak itu adalah anak saya.
"Enggak, kok Mas. Leta gak kenapa-napa, ini cuma gatal aja," ucap Aleta dan diangguki Arka.
.
.
.
__ADS_1
Tbc.