
Semua peserta kelas pemula pemburu monster telah memilih kitab senjatanya masing-masing sesuai senjata favorit mereka. Namun Xiaozi bingung memilih kitab apa yang sesuai untuknya.
Setelah semua peserta lain pergi, kakek Tuo masih melihat Xiaozi yang sibuk memilih-milih kitab jurus senjata untuknya.
“Anak ini auranya berbeda dengan yang lain” gumam kakek Tuo mendekatinya
“Nak, siapa namamu? Perlihatkan senjata yang kamu gunakan?” tanya kakek Tuo padanya
“Namaku Xiaozi kek. Ini senjataku” sahut Xiaozi sambil mengeluarkan Pedang Pemburu Roh miliknya
Kakek Tuo terkejut, matanya berkedut merasakan aura dari Pedang tersebut yang membuat tubuhnya menggigil.
“I...Ini pedang Pusaka Langit” pikirnya dan merasakan tekanan dari pedang tersebut padanya.
“Nak, untuk pedang ini kitabnya tidak ada ditempat ini. Kamu harus ke perpustakaan lantai 3 untuk mendapatkannya. Pedang ini yang akan memilihkannya untukmu” kata kakek Tuo padanya.
Xiaozi tidak mengerti maksud kakek tersebut namun dia mengangguk dan kemudian pergi ke perpustakaan di paviliun sebelah tempat perburuan monster.
“Akhirnya jurus itu akan ada penerusnya” gumam kakek Tuo dengan mata berbinar
Xiaozi telah tiba di depan perpustakaan yang berlantai 3, kemudian dia masuk ke dalamnya dan melihat seorang kakek tua duduk di depan perpustakaan tersebut mencatat setiap kitab yang dipinjam oleh para pengunjung.
“Kakek, aku disuruh ke lantai 3 mencari kitab oleh kakek Tuo” kata Xiaozi
Kakek itu terkejut mendengarnya, lalu menunjuk ke arah tangga yang naik ke lantai atas.
“Kamu naik dari tangga ini lalu naik kembali hingga lantai atas, masuk ke pintu sebelah kanan” sahutnya dan kembali mencatat buku yang dipinjam oleh pengunjung.
“Terima kasih kek” sahut Xiaozi yang kemudian menaiki tangga hingga ke lantai 3 dan membuka pintu ruangan di sebelah kanan.
Tampak beberapa rak kitab yang banyak berada di tempat itu. Xiaozi bingung kembali harus memilih kitab yang mana. Dia pun berjalan berkeliling tempat itu hingga di suatu tempat, pedangnya bergetar dan mendengung.
“Ada apa?” gumam Xiaozi
“Tuan, aku merasakan aura dari rak paling atas ini yang membuatku merasa senang” sahut pedangnya
“Rak paling atas?”Xiaozi lalu mengambil tangga untuk melihat ada apa disana
Sebuah kotak yang disegel dengan rantai berada di atas sana. Lalu Xiaozi mengambilnya dan meletakkannya di meja yang ada disana.
__ADS_1
“Bagaimana membuka segel rantai ini?” pikir Xiaozi
“Tuan, gunakan gagang pedangku untuk membuka segel itu” sahut pedangnya lagi
Xiaozi kemudian mengeluarkan pedangnya dari cincin penyimpanan dan menggunakan gagang pedangnya membuka segel yang mengunci rantai tersebut.
KLIK!
Segel itu terbuka dan rantainya tertarik masuk ke dalam segel tersebut. Kini kotak itu bisa di buka olehnya.
Hati Xiaozi berdebar ketika hendak membukanya, lalu dia melihat sebuah kitab di dalam kotak tersebut. Namun setelah membuka kitab tersebut, dia tidak melihat tulisan maupun gambar di dalam halamannya.
“I... Ini hanya kitab kosong? Mengapa bisa begini?” gumam Xiaozi dalam hatinya
“Tuan, ambilah kitab ini. Aku akan memberitahumu nanti cara untuk membacanya” sahut pedang itu kembali.
Xiaozi kemudian mengambil kitab itu dan membawanya turun untuk dicatat oleh kakek penjaga perpustakaan tersebut
“Kamu mengambil kitab ini? Ini kitab kosong. Apakah kamu yakin?” tanya kakek tersebut
Xiaozi menganggukkan kepalanya tersenyum padanya.
Xiaozi pun segera pergi dari perpustakaan tersebut, dia bermaksud untuk mencari Shan Mui, namun tidak dijumpainya.
Akhirnya dia mencari tempat untuk menginap yang sekaligus menyediakan tempat untuk makan.
“Aku sudah kangen sekali dengan masakan manusia” gumamnya dalam hati sambil tersenyum
Kemudian dia memesan beberapa makanan yang disukainya dan duduk memakannya dengan lahap saat makanan itu telah disediakan.
Ketika sedang makan, dia tidak menyadari Shan Mui datang dengan 2 orang temannya dan duduk dibelakangnya.
Shan Mui pun tidak menyadari ada Xiaozi yang sama-sama duduk saling membelakangi.
“Nona Shan, aku dengar hari ini kamu tidak membawa hasil perburuan monster. Apa yang terjadi?” tanya seorang temannya
“Aku tidak bertemu dengan monster selama perjalanan hari ini. Tapi aku bertemu dengan seseorang dari dunia lain” sahutnya.
“Ohya? Apakah dia seorang wanita atau laki-laki nona?” tanya temannya yang lain
__ADS_1
“Dia seorang laki-laki” sahut Shan Mui dengan senyuman
“Apakah dia tampan?” tanya temannya itu lagi.
“Shi Shi, kamu jangan menggodanya” sahut teman yang pertama
“Apa hubungannya pertanyaanmu ini? tanya Shan Mui yang wajahnya menjadi merah
“Ah iya aku lupa, kamu sudah dijodohkan dengan Pangeran Shang oleh keluargamu” sahut teman yang bernama Shi Shi itu yang membuat wajah Shan Mui menjadi murung
“Kenapa? Apakah kamu tidak ingin menikahinya?” tanya temannya pertama
“Entahlah Wu Mi, aku merasa belum saatnya untuk memikirkan pernikahan. Karena aku ingin menjadi pemburu monster yang kuat terlebih dahulu” sahut Shan Mui
“Apa benar karena itu? Atau karena laki-laki yang kamu temui kemarin?” tanya teman yang dipanggil Wu Mi itu kembali.
“Apa hubungannya dengan dia? Kami baru bertemu sekali” wajah Shan Mui menjadi merah karena kesal teman-temannya menggoda dirinya.
“Hihihi... Wu Mi, sepertinya ada sesuatu diantara mereka” sahut Shi Shi memanasinya dijawab dengan tertawa geli oleh Wu Mi.
Shan Mui menjadi kesal di goda oleh temannya, dia lalu mengalihkan pembicaraan ke hal lainnya.
“Aku dengar klan Monster semakin ganas akhir-akhir ini. Apakah ada kabar dari kakakmu Shi Shi?” tanya Shan Mui
“Kakak ku Shi Lang dan tim pemburu monsternya sedang memberantas kelompok monster yang menyerang wilayah tengah bagian timur” sahut Shi Shi.
“Mereka belum kembali?” tanya Shan Mui lagi
“Belum. Aku harap kakakku bisa memenangkan pertarungan itu” sahut Shi Shi yang sedikit merasa khawatir
“Aku dengar Pangeran Shang juga akan bergabung untuk memberantas para monster di bagian timur tersebut. Dia akan datang bersama pasukannya ke kota ini pada sore nanti. Kamu pasti akan dipanggil untuk menemuinya oleh keluargamu” kata Wu Mi
“Ah” Shan Mui menghela nafasnya mendengar berita itu.
Shan Mui adalah anak perempuan kedua keluarga Shan dan ayahnya Shan Mong adalah ketua sekte pemburu monster di kota Pelangi.
Kakak Shan Mui, Shan Yuan adalah seorang laki-laki yang kuat yang akan menjadi penerus sekte pemburu monster berikutnya menggantikan ayahnya.
Shan Mong bersahabat dengan Raja Shan Jiang, demikian juga anak-anak mereka Shan Yuan dan Pangeran Shang Ji adalah teman akrab. Dan untuk lebih mempererat kekeluargaan mereka, Pangeran Shang Ji lalu dijodohkan dengan adik Shan Yuan, Shan Mui.
__ADS_1
Raja Shan Jiang merupakan Raja Kerajaan wilayah utara dari dataran ini. Dan setiap keluarga kerajaan hendak berburu monster selalu singgah di kota Pelangi untuk mengunjungi keluarga Shan.