Pedang Pemburu Roh

Pedang Pemburu Roh
BAB 33 | Kerajaan Klan Ular – Acara persembahan yang kacau


__ADS_3

Menjelang sore hari, akhirnya Xiaozi berhasil menembus tahap Perak tingkat 1 setelah bersusah payah menyalurkan energinya ke seluruh titik energi sesuai petunjuk dalam kitab kultivasi pedang langit.


Kali ini dia kehilangan banyak tenaga setelah membangkitkan kekuatan tahap Perak tingkat 1 dalam tubuhnya.


Dia menjadi sangat kelaparan dan kelelahan. Chen Yan yang melihat hal itu segera melakukan jurus pengobatannya untuk memulihkan energi Xaozi dengan cepat.


Sementara Shan Mui memberikan makanan buah-buahan yang sengaja mereka sisakan untuk Xiaozi.


“Selamat saudara Xiaozi, kini kekuatanmu telah seimbang dengan Ratu Ular di tahap Perak tingkat 1. Kamu tinggal melatihnya saja dalam pertarungan” kata He Xian.


“Menang tidaknya dalam pertarungan nanti tergantung pada pengalamanmu, jurus dan juga pedangmu” lanjut He Xian


Xiaozi memahami apa yang dikatakan oleh He Xian, dia pun segera mengisi kembali energi dalam tubuhnya untuk memulihkan kondisinya dan melatih kultivasinya beserta jurus miliknya.


Ketika malam hari tiba, para penjaga ular telah bersiap di sepanjang ruang tahanan dan mengeluarkan 50 tahanan dari dalam ruang tahanan tersebut termasuk Xiaozi dan teman-temannya.


Semuanya dibentuk dalam satu barisan dan mengikat tangan mereka semua dengan tali yang panjang menghubungkan semua tahanan. Xiaozi dan teman-temannya tampak tenang melihat hal itu.


Dia menantikan saat bertemu dengan Ratu Ular untuk melakukan serangan membebaskan semua tahanan tersebut.


Semua tahanan itu digiring menuju halaman Istana Ular yang akan dijadikan tempat untuk persembahan bagi Ratu Ular. Semua tahanan sudah berbaris disana menunggu kehadiran Ratu Ular dari dalam Istananya.


Para penjaga dan pasukan ular telah mengelilingi para tahanan, namun mereka tidak menyadari rencana dari Xiaozi dan teman-temannya.


Kemudian saat Ratu Ular muncul di atas Istana Ular, tampak dia membawa tongkat milik He Xian lalu memandang ke arah He Xian dan menunjuk kepadanya.


“Dia hidangan penutup untukku. Ssshh...” teriak Ratu Ular sambil tersenyum


Kemudian Ratu Ular mengangkat kedua tangannya ke atas. Jendral Ular yang melihat hal itu segera memberikan aba-aba.

__ADS_1


“Persembahan di mulai, bawa para tahanan maju ke tempat eksekusi. Ssshh...” teriak Jendral Ular.


Mendengar hal ini Xiaozi lalu memanggil pedang Pemburu Roh miliknya. “Lingjian keluarlah!” teriak Xiaozi


Pedang Pemburu Roh Lingjian segera muncul lalu melepaskan ikatan Xiaozi dan teman-temannya, lalu seluruh tahanan yang ada dan menyerang para pasukan ular yang dilewatinya.


Keadaan menjadi kacau karena kemunculan Pedang Pembunuh Roh tersebut. Xiaozi kemudian menangkap pedang itu kembali dan menyerang ke arah Ratu Ular.


Chen Yan menggunakan senjata rahasianya menyerang para pasukan ular lalu menyelinap ke dalam Istana Ular untuk mencari Mustika Ular dan barang-barang berharga yang tersimpan disana.


Shan Mui bergerak menyerang menghadapi Jendral Ular, sementara He Xian pergi ke arah Ratu Ular untuk membantu menyerangnya bersama Xiaozi sekaligus merebut kembali tongkat miliknya.


“Kalian sungguh berani melawanku. Ssshh...” teriak Ratu Ular yang matanya merah karena marah acara persembahannya malam ini menjadi kacau oleh Xiaozi dan teman-temannya.


Ratu Ular segera menggunakan tongkat sihir milik He Xian mengeluarkan jurus sihirnya menyerang ke arah Xiaozi. Beruntung Xiaozi telah sigap menangkis serangan itu dengan Pedang Pemburu Rohnya.


Pedang Pemburu Roh merupakan senjata yang juga dibuat dengan menggunakan sihir ternyata tidak mempan terhadap serangan sihir dari Ratu Ular. Ratu Ular menggeliat untuk menghindari tebasan dari Xiaozi ke arah tubuhnya


Melihat ekor Ratu Ular yang hendak menyerangnya dari belakangnya, He Xian menghindar, namun saat ujung ekornya tidak mengenai He Xian, Ratu Ular membelokkan ekornya memukul dada He Xian.


“Ugh!” He Xian merasa nyeri saat ekor Ratu Ular berhasil mengenai dadanya. Dan Ratu Ular tidak melepaskan He Xian, dia masih terus menyerang He Xian dengan beberapa kali pukulan dan tusukan ekornya.


“Awas!” teriak Xiaozi sambil menebas ekor Ratu Ular saat He Xian tampak kewalahan dan lengah.


Ketia ujung ekor Ratu Ular hendak menusuk ke tubuh He Xian, energi tebasan Pedang Pemburu Roh dirasakan uleh Ratu Ular, sehingga dia mengurungkan serangannya dan menghindari tebasan pedang Pemburu Roh.


“Sial, pedang di tangan bocah ini bisa menahan serangan sihirku dan sangat berbahaya. Ssshh...” guman Ratu Ular ketika melihat serangan Xiaozi berhasil dia hindari namun hawa panas di dekat pedang itu mengiris sisiknya.


Xiaozi kali ini mengambil inisiatif langsung menyerang ke arah tubuh atas Ratu Ular, dia kemudian mengarahkan pedangnya ke kepala Ratu Ular.

__ADS_1


Ratu Ular menyadari kekuatan Pedang Pemburu Roh, jadi tidak berani berhadapan langsung dengan pedang tersebut.


Ratu Ular terpaksa menangkis serangan Xiaozi dengan menggunakan tongkat sihir milik He Xian.


TRANG!... BUMM!


Ledakan terdengar saat Pedang Pemburu Roh membentur tongkat sihir He Xian. Tongkat di tangan Ratu Ular terpelanting setelah beradu dengan Pedang Pemburu Roh. Energi dari senjata Xiaozi lebih tinggi satu tingkat dari tongkat sihir He Xian.


“Sialan! Ssshh.. Aku akan membunuhmu terlebih dahulu. Ssshh...” Teriak Ratu Ular yang menjadi geram karena hal itu dan menyerang Xiaozi dengan ganasnya.


Ratu Ular segera mengeluarkan tongkat sihir miliknya dan mengerahkan ilmu sihir untuk melawan Xiaozi.


Melihat Ratu Ular meninggalkan tongkat sihir miliknya, He Xian segera bergegas untuk mengambilnya. He Xian yang kini telah mendapatkan kembali tongkat sihirnya, segera melancarkan serangan sihir kepada Ratu Ular.


Ratu Ular tidak bisa menghindari serangan tersebut. Dia hanya bisa menahannya dengan tongkat sihir miliknya. Kedua tongkat kali ini beradu dengan suara keras.


TRANG!


Ratu Ular merasakan tangannya bergetar oleh benturan tersebut, namun He Xian terpental jatuh keluar Istana Ular dan terjatuh di halaman upacara.


He Xian menenteskan darah dari sudut bibirnya, kemudian melihat Shan Mui yang dikeroyok oleh beberapa pasukan Ular dan Jendral Ular.


He Xian lalu merapalkan mantra sihirnya dan mengirimkan Jurus Badai Petir dengan menggunakan tongkat sihirnya. Jurus tersebut mengeluarkan banyak sekali petir dari tongkat sihir He Xian dan menyambar para pasukan ular disekitarnya.


Shan Mui merasa gembira karena He Xian datang membantunya. Kemudian mereka bergabung untuk membunuh pasukan ular di halaman tersebut.


Sementara itu, Chen Yan yang menyusup mencari Mustika Ular tidak menemukan musuh yang kuat, dia dengan mudah memasuki setiap ruangan di dalam Istana Ular.


Chen Yan tidak menemukan Mustika Ular, namun dia banyak menemukan barang-barang berharga termasuk emas di dalam sebuah ruangan. Kemudian dia menyimpannya di cincin penyimpanan miliknya.

__ADS_1


Karena sudah mengambil semua barang berharga dan tidak menemukan Mustika Ular, Chen Yan lalu kembali dan bergabung bersama teman-temannya di halaman.


__ADS_2