
Setelah pertemuan itu, mereka pun bersiap-siap untuk segera berangkat menuju tambang tua. Perjalanan tidak terlalu jauh dari kota Pasaria menuju tambang tua tersebut. Qiongqi dan Wuya yang biasanya peka tidak mencium adanya bahaya disekitar mereka.
“Aneh, mengapa Qiongqi dan Wuya tenang-tenang saja? Biasanya ketika ada musuh, mereka selalu gelisah. Apakah informasi itu tidak benar?” gumam Xiaozi dalam hatinya.
Meskipun perjalanan menuju tambang tua terlihat lancar dan aman, mereka tidak mengendurkan kewaspadaan mereka. Kemudian mereka tiba di sebuah desa yang sudah terbengkalai.
Di daerah tambang tua, sebelumnya banyak terdapat desa-desa yang menjadi tempat tinggal para penambang. Namun sejak peperangan monster, bagian dalam tambang banyak yang runtuh dan membunuh banyak korban jiwa. Hal ini membuat tambang itu ditutup, sehingga sebagian besar penduduk desa pergi meninggalkan desa-desa tersebut.
“Kita pergi ke desa itu, sementara kita bisa beristirahat disana” kata Xiaozi saat melihat salah satu desa terbengkalai
Ada 3 desa yang terbengkalai di dekat tambang tua itu. Konon disamping daerah tersebut yang gersang, juga banyak terjadi hal-hal aneh tentang hantu dan mahluk gaib yang mengganggu penduduk desa-desa tersebut. Saat ini hanya beberapa penduduk berumur tua yang masih tinggal di desa tersebut, mereka hanya hidup mengandalkan sedekah dari mereka yang lewat dan berladang.
Ketika tim pemburu Xiaozi memasuki salah satu desa di dekat tambang tua, para orang tua penghuni desa itu pada berbondong-bondong menghampiri mereka untuk meminta sedekah.
“Para tetua, mohon untuk jangan berebut, kami akan memberikan beberapa barang untuk kalian semua” kata Xiaozi melihat para orang tua itu berkerumun mendekati mereka.
Xiaozi dan teman-temannya merasa tidak enak hati melihat kondisi para orang tua di desa tersebut. Mereka pun memberikan beberapa harta hasil rampasan dari dua jendral monster sebelumnya pada mereka.
Melihat tim pemburu Xiaozi membagikan banyak barang berharga, para orang tua itu berebut mendekati mereka yang membagikannya. Tampak Shan Mui dan Chen Yan yang menjadi rebutan mereka, disamping untuk mendapatkan barang-barang, mereka juga ingin hanya sekedar melihat wanita cantik itu dari dekat, bahkan hingga menyentuh tangan mereka.
“I... Ini sudah kelewatan” pikir Shan Mui dengan mata terbelalak saat tubuhnya seperti digerayangi oleh mereka
Wajah Shan Mui dan Chen Yan berubah jelek ketika para penduduk desa yang sudah tua itu mulai berani menyentuh tubuh mereka. Mereka pun melempar barang-barang itu dan mundur dari kerumunan tersebut. Namun beberapa dari mereka berusaha untuk mengejar Shan Mui dan Chen Yan.
__ADS_1
Melihat hal itu Qiongqi dan Wuya maju menghalangi mereka dengan menampakkan wajah buas dan garangnya. Para orang tua itu bergidik melihat kedua wajah Qiongqi dan Wuya yang menjadi galak melindungi Shan Mui dan Chen Yan.
“Para tetua, mohon jangan keterlaluan. Kami memberi kalian barang-barang. Jangan dengan seenaknya menyentuh teman-teman wanita kami. Jika tidak, jangan salahkan kami akan memotong tangan kalian yang berani menyentuhnya” Xiaozi menampakkan wajahnya yang mengerikan sehingga para orang tua itu mundur tidak berani melanjutkan untuk mengejar Shan Mui dan Chen Yan.
Xiaozi dan teman-temannya tidak mengetahui yang pertama kali menyulut kejadian itu adalah Yan Gang yang telah menyamar diantara para orang tua itu. Dia tersenyum melihat kecantikan Shan Mui dan Chen Yan.
“Hihihi... kalian berdua harus menjadi milikku. Sedangkan yang lain akan aku bunuh” gumam Yan Gang dalam hatinya
Kelompok tim pemburu Xiaozi tidak menyadari bahaya sedang mengintai kelompoknya. Meskipun mereka telah waspada, namun menghadapi orang yang ahli dalam penyamaran adalah hal yang sulit kecuali dia menampakkan dirinya secara langsung di depan mereka.
Xiaozi kemudian mengajak teman-temannya untuk mencari tempat beristirahat di desa tersebut. Mereka mengatur waktu jaga bergantian, sementara Qiongqi dan Wuya meskipun tidur, mereka tetap waspada karena mereka adalah binatang mistik.
Malam itu tidak terjadi apa-apa, keesokan harinya Xiaozi mengajak teman-temannya menuju ke tambang tua. Mereka memasuki gua tempat penambangan tersebut.
Teman-teman Xiaozi juga bisa merasakan hawa spiritual di dalam gua tersebut, mereka lalu mencari tempat masing-masing untuk melakukan peningkatan kultivasi menyerap energi spiritual di dalam gua tambang tersebut.
“Baik. mari kita masing-masing berkultivasi untuk meningkatkan kekuatan kita” kata Xiaozi memberikan petunjuk. Chen Yan juga membagikan kembali pil kultivasi pada mereka untuk memudahkan berkultivasi.
Sekitar 3 jam telah berlalu, tidak memerlukan waktu lama bagi mereka karena hawa spiritual di dalam gua sangat berlimpah, mereka berhasil menaikkan tingkat kultivasi masing-masing. Shan Mui dan He Xian telah berada di tahap Perak tingkat 5 akhir sedangkan Chen Yan masih di tingkat 4 Perak.
“Chen Yan, aku akan membantumu mengejar ketertinggalan dari teman-teman lain, agar kalian bisa sama kuat nantinya” kata Xiaozi yang mendatangi Chen Yan.
Xiaozi lalu kembali mentransfer tenaganya kepada Chen Yan agar bisa sama dengan yang lainnya di tingkat puncak 5 tahap Perak. Dalam 1 jam lebih Chen Yan akhirnya bisa naik menjadi tahap Perak tingkat 5 atas bantuan tenaga dari Xiaozi.
__ADS_1
“Baik, kita akan melanjutkan perjalanan setelah kalian semua berhasil menerobos ke tahap Emas.” lanjut Xiaozi sambil turut bersila untuk meningkatkan tahap Berliannya yang sudah berada di tingkat 2. Namun karena melakukan transfer energi pada Chen Yan, tingkat kekuatannya menjadi turun sedikit ke tingkat 1.
Xiaozi hanya memerlukan penyerapan energi kembali agar dia bisa mengembalikan kekuatan kultivasinya ke tahap Berlian tingkat 2
Dalam waktu 4 jam, akhirnya Shan Mui, He Xian dan Chen Yan berhasil menembus tahap Emas tingkat 1. Namun, kekuatannya masih lemah dan belum stabil, jadi Xiaozi menyarankan mereka untuk melatihnya, kemudian melakukan meditasi penyerapan energi lagi agar bisa menggunakan kekuatan tahap Emas mereka dengan baik.
Saat berlatih dan meditasi, matahari telah tenggelam. Mereka memutuskan untuk beristirahat di dalam gua tambang itu.
“Kalian disinilah dulu, aku akan pergi melihat keadaan sambil mencari buah-buahan untuk makan. Qiongqi dan Wuya tolong jaga mereka” kata Xiaozi
“Siap tuan” sahut Qiongqi
Ketika Xiaozi telah pergi untuk mencari buah-buahan, tiba-tiba asap masuk ke dalam gua tersebut dan membuat pandangan mata tertutupi. Qiongqi dan Wuya menjadi waspada karena hal itu.
Tiba-tiba di luar gua, tampak dua sosok tengah bergerak mendekati gua tersebut.
“Jiangshi” Qiongqi dan Wuya menyipitkan matanya melihat 4 sosok Jiangshi melompat-lompat mendekati mulut gua yang dijaga oleh Qiongqi dan Wuya.
Seorang pemimpin Jiangshi berada paling depan diikuti oleh 3 Jiangshi lagi di belakangnya. Jiangshi adalah mayat hidup seperti vampire yang menghisap darah manusia dan bergerak dengan cara melompat-lompat.
Qiongqi dan Wuya segera berdiri menghadang kedatangan para Jiangshi itu.
GRROOAAAR! Qiongqi mengaum dengan mata berbinar melihat para Jiangshi itu.
__ADS_1