Pedang Pemburu Roh

Pedang Pemburu Roh
BAB 73 | Lembah Iblis – Memancing lawan


__ADS_3

Wuya menggelengkan kepalanya menjawab pertanyaan Xiaozi,”Sayang, tidak ada lagi batu permata seperti ini” sahutnya


Xiaozi lalu memberikan batu itu kepada teman-temannya, untuk mereka bisa meningkatkan kultivasi dengan menyerap energi spirit dari batu permata iblis itu.


“Tuan, apakah kita akan menunggu disini atau menyerang mereka?” tanya Qiongqi yang tidak sabar untuk segera bergerak.


“Kita tunggu teman-teman agar kultivasi mereka naik satu tingkat lagi, barulah kita menyerang” sahut Xiaozi.


Dia kemudian duduk bersila untuk bermeditasi memulihkan kekuatannya kembali, dia mengambil pil kultivasi tingkat 9 yang dibelinya dari toko obat Chen Yan lalu menelannya.


Xiaozi lalu memurnikan pil kultivasi itu di dalam tubuhnya, dia mengalirkan energi tersebut untuk mengisi kekurangan energi serta memperbesar nadi spiritnya untuk memperlancar aliran energi di dalam tubuhnya. Kekuatan Xiaozi pulih dalam beberapa menit.


Pagi harinya, Xiaozi merasakan ketiga temannya sudah meningkatkan kekuatan kultivasinya ke tahap Emas tingkat 2. Dia merasa sudah saatnya untuk membalas kejadian kemarin pada jendral monster Ermai.


“Qiongqi, Wuya. Selidikilah lembah Iblis ini terlebih dahulu.”perintah Xiaozi pada mereka.


Qiongqi pun segera berangkat menuju ke kedalaman lembah untuk menyelidiki kekuatan dari pasukan monster jendral Ermai. Wuya juga turut menyelidikinya secara terpisah.


Setelah itu, keduanya kembali dan melaporkan pada Xiaozi. Dari laporan mereka, Xiaozi memahami bahwa di dalam lembah Iblis terdapat beberapa desa terpencil yang merupakan tempat para klan binatang yang bekerja di bawah perintah jendral Ermai untuk menyediakan bahan makanan bagi pasukan jendral Ermai.


“Baiklah, kita akan memutus pasokan makanan mereka. Kita serang beberapa desa itu dan membakar persediaan mereka” rencana Xiaozi.


Mereka pun segera pergi ke beberapa desa itu dan merampas persediaan mereka yang akan siap untuk dikirimkan ke kediaman jendral monster Ermai. Setelah itu, pasukan jendral Ermai di kediamannya menjadi marah karena penduduk desa belum menyetorkan bahan makanan mereka pada jendral Ermai.


Pribadi ganda Yu dan Shu pergi ditemani oleh Badak tembaga menyelidiki desa-desa tersebut.


Saat kedua komandan itu tiba di salah satu desa, Xiaozi bersama Qiongqi dan Wuya telah menanti mereka. Sementara Shan Mui, He Xian dan Chen Yan telah kembali ke rumah pos terdepan yang telah mereka kuasai sebelumnya membawa persediaan makanan yang cukup besar.

__ADS_1


“Bukan hanya kalian yang bisa memancing kami, kami pun bisa memancing kalian untuk datang mengantarkan nyawa kalian” gumam Xiaozi dalam hatinya melihat kedatangan kedua komandan pasukan jendral Ermai itu.


Wajah Xiaozi menyeringai pada kedua komandan itu, sementara Qiongqi dan Wuya telah mengelilingi mereka dari arah yang berbeda. Kedua komandan itu terkepung oleh tim pemburu monster.


“Sial aku tidak menyangka mereka yang memancing kita untuk datang kemari” gumam Badak Tembaga kesal.


Melihat mereka telah terkepung, tidak ada jalan lain selain melawan. Mereka pun segera menyerang ke arah Xiaozi yang dianggapnya lebih lemah dari yang lainnya. Xiaozi tetap tenang menghadapi serangan tersebut.


Qiongqi segera menerkam ke arah Badak Tembaga, sementara Wuya menghadapi Yu dan Shu itu. Serangan Yu dan Shu tampak aneh, mereka menyerang bergantian dengan energi yang keras dan lembut. Wuya menyipitkan matanya untuk mempelajari kekuatan lawannya.


Berbeda dengan Qiongqi yang melawan Badak Tembaga, pertempuran mereka berlangsung dengan sengit. Kedua pihak terlihat seimbang, namun Qiongqi belum mengerahkan kekuatan aslinya.


Qiongqi kemudian berubah menjadi wujud aslinya yang semakin ganas dan menyerang ke arah Badak tembaga, “Sialan, mahluk ini kuat sekali” gumam Badak Tembaga saat dirinya merasa kewalahan menerima serangan Qiongqi.


“Sebaiknya aku menyerang anak itu, dia terlihat lebih lemah dari mahluk ini” pikirnya sambil mengarahkan serangannya pada Xiaozi


Melihat hal itu Xiaozi mendesah lalu menerima serangan dari Badak Tembaga dengan telapak tangannya.


“Sial, anak ini jauh lebih kuat dari perkiraanku” gumamnya sambil terkejut lalu memuntahkan darah segar dari mulutnya.


Xiaozi bergerak karena tidak ingin orang itu melarikan diri darinya.


Saat Badak Tembaga hendak mengambil nafas, Xiaozi sudah berada di hadapannya dan bersiap untuk menyerang dirinya. Mata Badak Tembaga melotot dan tubuhnya menggigil ketakutan akan kekuatan yang dipancarkan oleh Xiaozi.


“Maaf, aku membunuh dirimu” kata Xiaozi pelan dengan wajahnya yang pendiam dan dingin langsung menghimpun kekuatan di telapak tangannya dan menghantam dada Badak Tembaga.


BUMMM! Ledakan kembali terdengar dan membuat para pasukan monster sekitarnya menjadi terkejut dan berlarian untuk menyelamatkan diri mereka.

__ADS_1


Tampak tubuh Badak Tembaga telah dihancurkan oleh Xiaozi dengan pukulan telapak tangannya. Xiaozi benar-benar tidak membuang waktu dan tenaganya untuk menghadapi para bawahan monster.


“Kekuatan jendral monster Ermai berada di tahap Berlian, aku harus berhemat tenaga melawan para kroco-kroco ini” batinnya


Sementara itu, pertarungan Yu dan Shu melawan Wuya masih terlihat sengit. Kedua belah pihak sudah sama-sama terluka. Qiongqi yang melihat hal itu ingin membantu namun Wuya menghalanginya,”Tidak perlu. Aku bisa mengalahkannya” kata Wuya sambil mengangkat tangannya untuk menghalangi Qiongqi


Yu dan Shu yang sedang mengambil nafas melihat tubuh Badak Tembaga yang telah tewas mengenaskan dan membuatnya menggigil ketakutan.


“Tenang saja, kamu tidak akan mati mengenaskan seperti itu” Wuya menyeringai melihat Yu dan Shu yang mulai ketakutan.


Yu dan Shu mengeluarkan jurus yang keras dan lembut secara acak saat salah satu pribadi itu menguasai dirinya. Sehingga tampak seperti dua orang yang sedang melawan Wuya.


BUGH! BUGH! DESSH!


Wuya terkena pukulan saat Shu menguasai tubuh namun Wuya juga sempat melayangkan cakarnya mengenai Yu saat berganti kepribadian. Mereka berdua sama-sama terluka oleh pukulan lawan.


“”Cih, jurus yang aneh” batin Wuya kesal


Wuya mengubah serangannya, dia kini menggunakan wujudnya yang terkuat, menjadi burung gagak bayangan yang seperti asap dengan kecepatan tinggi. Yu dan Shu menyeringai melihat serangan dari Wuya. Tubuhnya bergerak dengan lembut dan ringan, namun saat Wuya berada di dekatnya, kembali Yu mengambil alih dengan kekuatan kerasnya.


BUGH!


Kali ini Wuya yang terpental, dia luka dalam oleh serangan keras Yu. Mata Wuya berkedut dan sudut bibirnya mengeluarkan daarah.


“Wuya, istirahatlah. Biarkan aku yang meneruskan” kata Qiongqi menatap pada Yu dan Shu


Qiongqi sudah mempelajari gerakan dari Yu dan Shu menggunakan satu tubuh namun pribadi dan serangan mereka berbeda-beda. Meskipun Wuya masih ingin bertarung, namun dia harus menyembuhkan lukanya lebih dulu dan membiarkan Qiongqi yang meneruskan pertarungan.

__ADS_1


Melihat Qiongqi yang menggantikan Wuya, Yu dan Shu tidak akut, dia bukanlah orang sembarangan yang bisa menjadi komandan pasukan jendral monster Ermai.


Qiongqi tidak membuang waktu, dia juga menggunakan wujud aslinya harimau bersayap Qiongqi dengan wajahnya yang lebih garang bersiap untuk menyerang Yu dan Shu.


__ADS_2