Pedang Pemburu Roh

Pedang Pemburu Roh
BAB 72 | Lembah Iblis – Batu Permata Iblis


__ADS_3

Xiaozi lalu memeriksa kondisi dari Shan Mui dan Chen Yan. Dia mengerahkan tenaganya untuk menyadarkan mereka dan mengusir pengaruh dari Yuan Gui di dalam tubuh mereka.


Shan Mui dan Chen Yan lalu terbangun dan melihat Xiaozi. Mereka mengusap mata mereka seakan tidak percaya.”Xiaozi, dimana kita?” tanya Shan Mui setelah melihat sekelilingnya.


“Kalian beristirahat dulu untuk memulihkan kondisi kalian. Nanti aku akan menceritakannya” kata Xiaozi sambil melihat sekeliling rumah tersebut.


Tidak berlangsung lama, semua penjaga, Yuan Gui dan Jiangshi di rumah itu telah mati terbunuh oleh tim pemburu monster Xiaozi. He Xian bersama Qiongqi dan Wuya bernafas lega setelah melihat kondisi Shan Mui dan Chen Yan yang tidak menderita luka.


“Kita beristirahat disini. Gunakan tempat ini untuk beristirahat dan menyusun rencana selanjutnya” kata Xiaozi.


Xiaozi lalu menyuruh He Xian untuk memasang jebakan dan pelacak di sekitar tempat ini agar mereka bisa memantau sesuatu yang datang karena belajar dari pengalaman penculikan Shan Mui dan Chen Yan ini.


Qiongqi dan Wuya berkeliling rumah itu mencari barang-barang berharga yang bisa mereka rampas dan simpan didalam cincin milik Xiaozi dan teman-temannya. Mereka juga menemukan banyak makanan dan buah-buahan di tempat itu.


Rumah itu memang markas depan milik pasukan jendral monster Ermai di dalam Lembah Iblis. dan letaknya berdekatan dengan pintu masuk Lembah Iblis. Sedangkan markas besar jendral monster Ermai berjarak masih cukup jauh dari tempat itu.


Yu Ji dan Yu Shi yang melarikan diri segera menghentikan terbang mereka di sebuah pohon yang cukup jauh dari rumah tadi.


“Yu Shi, sebaiknya kita kembali melapor pada jendral Raja Xhame. Kita tidak bisa menganggap remeh kekuatan anak tadi yang berada di tahap Berlian” kata Yu Ji


“Benar. Kita tidak perlu melapor pada jendral Ermai. Mari kita kembali” sahut Yu Shi


Mereka beralih menuju ke arah selatan untuk menemui Raja Xhame di istana kediaman miliknya.


Sementara itu Yan Gang tidak langsung melapor pada jendral monster Ermai, dia sembunyi dan menyamar menjadi orang lain kembali. Dia lalu berjalan menuju ke sebuah rumah di tengah desa yang ada di Lembah Iblis tersebut.


Di Lembah Iblis, terdapat beberapa desa yang dihuni oleh bangsa monster dan juga beberapa klan binatang yang mengabdi pada pasukan jendral monster Ermai. Sedangkan di markas utamanya yang berupa benteng yang sangat tinggi dan kokoh melindungi kota di Lembah Iblis itu.

__ADS_1


“Tuan, kamu sudah kembali?” sapa seorang wanita berpakaian prajurit saat melihat Yan Gang datang ke rumah itu.


Wajah Yan Gang yang jelek tidak menyahut, dia duduk di kursinya sambil mengambil gelas minuman disana dan meminumnya.


Melihat tuannya kesal, wanita itu tidak berani melanjutkan pertanyaannya, dia berjalan ke arah Yan Gang lalu mengambil botol minuman dan menuangkannya ke gelas Yan Gang.


“Sial, Aku tidak menyangka orang itu kuat sekali” gumam Yan Gang sambil merenungkan sesuatu.


Kemudian tampak dua wanita berpakaian prajurit kembali datang memasuki rumah itu. Mereka terkejut melihat wajah jelek dari Yan Gang yang tampak kesal dan marah. “Tuan, kami sudah kembali” kata salah satu dari dua wanita tersebut.


Yan Gang melihat ke arah dua wanita yang datang itu, “Bagaimana pekerjaan kalian?” tanyanya.


Salah satu dari wanita itu mengeluarkan sebuah kantong dari cincin penyimpanan mereka, lalu dia membuka kantong tersebut dan mengeluarkan sebuah bongkahan batu permata dari dalamnya.


Mata Yan Gang terbelalak melihat batu permata tersebut.”Permata Iblis. Akhirnya aku mendapatkannya” gumam Yan Gang sambil menatap permata itu dengan mata berbinar. Kekesalannya tampak hilang seketika setelah melihat batu permata iblis tersebut.


Wanita yang menuangkan minuman juga turut senang melihat wajah Yan Gang telah kembali ceria.


“Dengan menggunakan permata ini, aku akan bisa menembus ke tahap Berlian dalam waktu dekat” gumamnya dalam hatinya.


“Kalian, temani aku bersenang-senang. Aku membutuhkan kalian untuk mengatasi rasa kesal ku hari ini” lanjut Yan Gang pada mereka.


Ketiga wanita itu tersenyum genit pada Yan Gang lalu mengikutinya masuk ke dalam kamar di rumah itu.


Sementara itu di rumah tempat Xiaozi beristirahat, ketiga temannya melanjutkan pelatihan kultivasi mereka di dalam rumah itu. Sedangkan Xiaozi, Qiongqi dan Wuya sibuk memantau pergerakan di luar rumah itu.


“Mereka seharusnya sudah bergerak untuk merebut rumah ini kembali” gumam Xiaozi dalam hatinya.

__ADS_1


“Tuan, mengapa rasanya mereka belum juga menyerang kita lagi. Apa yang terjadi?” tanya Wuya


“Ada dua hal yang aku pikirkan. Pertama, jendral monster Ermai mungkin belum mengetahui kedatangan kita di Lembah Iblis, karena orang-orang itu memilih bersembunyi daripada melapor padanya” jelas Xiaozi


“Kedua, jendral monster Ermai memang sedang tidak ada di dalam Lembah Iblis ini” lanjut Xiaozi.


Xiaozi lalu masuk ke dalam rumah dan duduk bersama Qiongqi dan Wuya. Wuya mengambil gelas minuman untuk mereka bertiga dan minum bersama mereka.


Setelah meminum minuman yang disediakan oleh Wuya, Xiaozi memutar-mutar gelasnya sambil memikirkan sesuatu. “Teman-teman harus bisa menembus tahap Emas sebelum kita menyerang markas utama jendral monster Ermai” kata Xiaozi.


“Tuan, apakah kita akan menyerang mereka atau langsung menuju pulau Duyung?” tanya Wuya.


“Jika kita menunda serangan kita, kemungkinan di masa depan, kekuatan mereka akan semakin kuat dan tinggi” sahut Xiaozi membuat Wuya menganggukkan kepalanya.


Keesokan harinya, setelah berlatih sekian lama, akhirnya Shan Mui, Chen Yan dan He Xian pun berhasil menerobos ke tahap Emas tingkat 1. Mereka merasa senang dengan peningkatan tersebut.


“Tuan, aku menemukan benda ini di dalam ruang rahasia rumah ini” teriak Wuya sambil membawa bongkahan batu permata berukuran kecil


Xiaozi mengambil batu permata itu dan merasakan aura spiritual yang sangat kuat di dalam batu permata tersebut. He Xian menyipitkan matanya melihat ke arah batu permata itu. Dia merasa pernah melihat jenis itu di dalam buku sihir miliknya.


He Xian lalu membuka-buka buku sihirnya. “Batu Permata Iblis” teriaknya merasa senang.


“Apa itu batu permata iblis?” tanya Xiaozi saat mendengar teriakan He Xian.


“Batu permata iblis sangat berguna untuk para kultivator dalam meningkatkan kekuatan kultivasi mereka melebihi pil kultivasi” sahut He Xian membaca dari buku sihirnya.


Xiaozi memandang batu permata iblis di tangannya, dia memang merasakan aura yang cukup besar di dalam bongkahan batu permata itu. Dia lalu menimang-nimang batu sebesar kepalan tangannya yang berwarna merah darah itu.

__ADS_1


“Wuya, apakah masih ada batu lainnya ditempat itu yang seperti ini?” tanya Xiaozi pada Wuya.


__ADS_2