Pedang Pemburu Roh

Pedang Pemburu Roh
BAB 34 | Kerajaan Klan Ular – Ratu Ular menyerah


__ADS_3

Dengan kedatangan He Xian dan Chen Yan yang membantu, Shan Mui menjadi lebih tenang mereka dengan mudah mengalahkan sebagian besar pasukan ular. Jendral ular terperanjat melihat sebagain besar pasukannya telah terbunuh, dia segera meningkatkan kekuatannya menyerang ke arah Shan Mui.


Melihat serangan Jendral Ular yang berada di alam perunggu tingkat 2 tidak membuat Shan Mui lengah, meskipun dia berada satu tingkat diatasnya. Shan Mui menghadapi serangan Jendral Ular dengan serius, sehingga dia dapat mematahkan setiap serangan Jendral Ular dengan mudah.


Melihat kekuatannya tidak mungkin bisa mengalahkan Shan Mui saat ini, Jendral Ular berharap Ratu Ular mau meningkatkan kekuatan mereka dengan sihirnya. Namun saat dia melihat ke arah Ratu Ular, mata Jendral Ular berkedut.


Dia tidak menyangka Ratu Ular terdesak oleh serangan Xiaozi yang menyerangnya dengan ganas.


“Sialan, anak ini kekuatannya setara denganku, namun pedang dan jurusnya semakin ganas. Aku harus menggunakan cara lain. Ssshh...” gumam Ratu Ular dalam hatinya


Segera Ratu Ular merapalkan mantranya lalu mengeluarkan sihir dengan tongkatnya. Sebuah cahaya keluar dari kepala tongkatnya, lalu menerangi sekitarnya. Xiaozi menangkis cahaya itu dengan pedangnya sambil menutup matanya yang silau.


Ratu Ular kemudian tampak menghilang dari padangannya.


“Sialan, kemana larinya Ratu Ular itu. Gerakannya cepat sekali” gumam Xiaozi dalam hatinya sambil mengejar ke dalam Istana Ular.


“Tolong.. Tolong.. “ Tampak seorang wanita tengah terduduk di sudut ruang dan seperti terkejut melihat sesuatu dan berteriak meminta pertolongan


Xiaozi yang sedang mengejar Ratu Ular melihat wanita itu dan berhenti di depannya.


“Apa kamu melihat seekor ular dari arah sini?” tanya Xiaozi pada wanita itu.


“I.... Iya. Tadi aku melihat Ratu Ular yang sangat besar melewatiku dan membuatku terkejut dan jatuh” sahut wanita itu dengan wajah ketakutan


“Kemana larinya?” tanya Xiaozi kembali


Wanita itu menggigil ketakutan sambil menunjuk ke arah kanannya. Ketika Xiaozi hendak pergi kesana, wanita itu lalu menarik pakaiannya.


“Kakak, jangan tinggalkan aku. Aku takut disini” kata wanita tersebut


Xiaozi melihat wajah wanita itu pucat ketakutan, dia merasa tidak enak hati meninggalkannya. “Baiklah, kamu bisa mengikutiku di belakangku. Berhati-hatilah!” sahut Xiaozi


Kemudian Xiaozi pun berjalan perlahan menuju arah yang ditunjukkan oleh wanita tersebut dengan waspada. Namun dia tidak menyadari mata wanita itu berwarna merah menyala di belakangnya sambil mengeluarkan belatinya.

__ADS_1


Xiaozi memang tidak menyadarinya, tetapi Pedang Pemburu Roh menyadari hal itu. Segera pedang itu bergerak sendiri di tangan Xiaozi dan menangkis belati yang ditujukan ke punggungnya oleh wanita itu.


Xiaozi terkejut tidak menduga wanita itu ternyata bermaksud untuk membunuhnya, untung dia diselamatkan oleh Pedang Pemburu Rohnya yang dengan cepat mengetahui bahaya yang mengancam dirinya.


“Kenapa kamu ingin membunuhku?” tanya Xiaozi ada wanita itu


Wanita itu tidak menjawab tetapi menyeringai lalu menerkam lagi ke arah Xiaozi dengan menggunakan belati ditangannya.


“Tuan, ini bukan wanita sungguhan. Aku telah melihat tubuh aslinya setelah dia mengeluarkan aura tadi. Itu adalah ekor dari Ratu Ular” sahut Pedang Pemburu Roh


“Apa?” teriak Xiaozi yang tidak mengerti


Kemudian Pedang Pemburu Roh bergerak sendiri dan menebas wanita tersebut yang kemudian menghilang.


Ketika wanita itu menghilang saat ditebas oleh Pedang Pemburu Roh, tampak kemudian ujung ekor Ratu Ular telah terbelah putus oleh tebasan Pedang Pemburu Roh.


Wajah Ratu Ular menjadi pucat dan kesakitan ketika melihat ujung ekornya terputus.


“Sialan, pedang ini bukan pedang sembarangan. Ssshh... Dia memiliki roh dan bisa merasakan auraku meskipun dalam ilusi buatanku. Ssshh...” gumam Ratu Ular sambil meringis kesakitan


“Anak muda, aku kagum pada kekuatanmu. Ssshh... Sayang kamu harus mati dan pedang tersebut akan menjadi milikku. Ssshh...” kata Ratu Ular yang telah menghimpun kekuatan besar di dalam tongkat sihirnya.


Setelah itu dia menyerang ke arah Xiaozi dengan menggunakan kekuatan maksimal dari tongkat sihirnya tersebut. Xiaozi tidak punya jalan lain selain mengadu kekuatannya dengan menggunakan Pedang Pemburu Rohnya menerjang ke arah cahaya sihir tersebut.


“Lingjian, aku mengandalkanmu!” teriak Xiaozi pada Pedang Pemburu Rohnya.


Xiaozi juga mengeluarkan kekuatan maksimalnya dan mengalirkannya pada Pedang Pemburu Roh yang menyerang secepat kilat menerjang cahaya sihir dari Ratu Ular.


BLAAMM!


Cahaya sihir itu musnah setelah ujung pedang Pemburu Roh menusuknya dan meledak, lalu terpencar ke segala arah.


Mata Ratu Ular bergidik melihat Pedang Pemburu Roh masih terus meluncur ke arahnya, dia tidak bisa menghindari lagi. Lalu dengan menggunakan tongkat sihirnya menangkis pedang tersebut.

__ADS_1


TRANGG!... KRAAK!


Tongkat Sihir Ratu Ular patah menjadi dua bagian setelah terkena tusukan ujung pedang Pemburu Roh. Xiaozi tidak menghentikan pedangnya lalu akan menebas ke arah kepala Ratu Ular.


“Tunggu!” teriak Ratu Ular tiba-tiba kemudian melemparkan tongkat sirihnya.


Mendengar teriakan Ratu Ular, Xiaozi menghentikan serangannya. Dia berdiri melihat ke arah Ratu Ular dengan tatapan tajam dan waspada terhadap tipu muslihat yang akan dilakukannya.


“Aku menyerah! Ssshh...” kata Ratu Ular itu lagi sambil menundukkan kepalanya lalu tubuhnya terkulai lemas tandanya dia tidak bermaksud untuk menyerang lagi.


“Tuan. Niat membunuh dari Ratu Ular ini telah hilang. Aku merasa aura kesedihan dalam dirinya” bisik Pedang Pemburu Roh.


Xiaozi lalu menarik pedangnya dan menggunakan kesempatan ini untuk mengatur nafasnya.


“Jika kamu benar-benar menyerah. Perintahkan anak buahmu untuk berhenti bertarung” kata Xiaozi.


Ratu Ular kemudian bergerak keluar dari dalam Istana dan memerintahkan anak buahnya di halaman.


“Hentikan pertarungan!. Buang senjata kalian!. Aku telah menyerah! Ssshh...” teriak Ratu Ular yang membuat seluruh pasukannya tidak percaya mendengar kata-kata darinya.


Ratu Ular kemudian berbalik dan melihat pada Xiaozi dengan tatapan muramnya karena sedih.


“Ratu Ular, aku tahu kamu masih memiliki hati dalam tubuhmu. Aku mengetahui cerita tentang kematian anakmu Putri Ular” kata Xiaozi


Mendengar nama anaknya, wajah Ratu Ular menjadi berubah. Dia kembali merasakan kemarahan dalam tubuhnya, namun dia berusaha untuk menahannya.


“Darimana kamu mengetahuinya? Ssshh...” tanya Ratu Ular curiga pada Xiaozi


“Aku mendengar cerita itu dari Kakek Tua Ular” sahut Xiaozi apa adanya


“Kakek Tua Ular? Ssshh...” Ratu Ular tidak mengenali siapa yang dimaksud oleh Xiaozi


“Benar, dia orang yang mencintai Putri Ular, anakmu dan yang telah kamu sihir menjadi manusia ular” sahut Xiaozi kembali

__ADS_1


“Hahaha... Ssshh... Ternyata kamu teman lelaki tak berguna itu” sahut Ratu Ular yang mulai reda kemarahannya.


__ADS_2