Pedang Pemburu Roh

Pedang Pemburu Roh
BAB 41 | Gunung Wushan – Meledakkan diri


__ADS_3

Luo Shan tampak keluar dengan dua tangan di belakang punggungnya dan menatap kedua jendral itu dengan tatapan yang tenang.


“Rupanya jendral Ermai yang datang berwama Wume. Apa yang ingin kamu bicarakan denganku?” tanya Luo Shan


Jendral Ermai yang disebut namanya oleh Luo Shan menyipitkan matanya mengamati kondisi kakek Luo,”Apa yang terjadi denganmu? Mengapa kekuatanmu melemah?” tanya Jendral Ermai setelah menyadari kekuatan kakek Luo yang turun.


“Aku sudah tua, akhir-akhir ini lukaku semakin parah. Kekuatanku menjadi tambah jauh menurun karenanya” sahut kakek Luo menyembunyikan tentang Xiaozi.


“Sebulan yang lalu kekuatannya masih berada di atasku, tetapi kini jauh di bawahku. Apa yang telah terjadi?” gumam Jendral Wume setelah menyadari hal itu juga.


Kakek Luo lalu menyeduh teh di atas mejanya dan mengundang kedua jendral itu untuk duduk dan berbicara padanya.


Kedua jendral monster itu lalu turun, tetapi dia tidak duduk di bangku kakek Luo karena waspada. Mereka memperhatikan sekelilingnya yang sepi tidak ada orang lain selain kakek Luo disana.


“Kakek Luo, katakan dimana anak-anak pemburu yang telah membunuh serigala peliharaanku?” tanya jendral Wume padanya.


Kakek Luo dengan tenang menyesap tehnya, “Mereka sempat singgah ditempatku saat itu. Kemudian mereka meneruskan perjalanannya menuju wilayah klan binatang untuk berburu monster kembali” sahut kakek Luo


“Jangan membohongiku!” teriak jendral Wume membentak kakek Luo


“Silahkan kalian mencari sendiri jika tidak percaya padaku” sahut kakek Luo dengan tenang menghadapi mereka.


Mata Jendral Ermai berkedut mendengar hal itu, dia datang ke tempat kakek Luo karena Wume mengadukan pada dirinya bahwa kakek Luo telah menyembunyikan anak-anak yang telah membunuh peliharaannya.


Kekuatan Jendral Ermai setara dengan kekuatan kakek Luo sebelumnya, berada di tahap Berlian tingkat 1. Namun saat ini, bahkan Wume tidak memerlukan dirinya lagi untuk mengalahkan kakek Luo.

__ADS_1


“Separah itu kah lukamu Luo Shan?” tanya Jendral Ermai menyelidikinya.


“Aku terluka di beberapa titik pusat energiku, jadi aku tidak pernah bisa meningkatkan kultivasiku karena setiap naik, kekuatanku akan turun kembali karena diserap oleh lukaku tersebut” sahut kakek Luo


Jendral Ermai merasa kesal karena dirinya tidak bisa melawan kakek Luo yang sebelumnya pernah bertarung seimbang dengan Raja Xhame. Kini kekuatan Raja Monster Xhame telah jauh meningkat, namun kakek Luo masih tetap sama bahkan sekarang menurun. Dia ingin membuktikan bahwa kekuatannya saat ini bisa mengalahkan Luo Shan, namun tidak tersampaikan.


“Cih, percuma saja aku datang kemari mengalahkan dirimu yang lemah ini” kata Jendral Ermai yang hendak pergi dari tempat itu.


“Kakak, apakah kita biarkan laki-laki ini hidup?” tanya Wume pada jendral Ermai.


Jendral Ermai menghentikan langkahnya lalu menoleh pada Wume,” Aku tidak mau mengotori tanganku untuk membunuh orang yang lemah” sahutnya yang kemudian pergi meninggalkan tempat tersebut


Melihat kepergian Jendral Ermai, Jendral Wume menyeringai. Meskipun tidak menemukan Xiaozi dan teman-temannya di tempat itu. Tetapi dia ingin melampiaskan sakit hatinya karena peliharaannya mati oleh mereka.


“Luo Shan, saat itu aku kalah darimu karena aku tidak tahu kekuatanmu akan turun sejauh ini” kata jendral Wume sambil tersenyum


Mata kakek Luo menatap tajam pada jendral Wume, “ Kamu adalah jendral yang hanya berani melawan musuh yang lemah. Kamu tidak layak menyandang julukan Jendral Monster” cibir kakek Luo pada jendral Wume.


Wajah jendral Wume menjadi gelap mendengar kata-kata Luo Shan, kemudian dia mengerahkan kekuatan maksimalnya untuk membunuh kakek Luo dalam sekali pukul.


“Kamu akan mati tanpa rasa sakit. Aku akan langsung memusnahkan tubuhmu dan menyerap rohmu untuk menambah kekuatanku” kata jendral Wume sambil mendekati kakek Luo.


Kakek Luo bukannya tanpa persiapan, dia mengetahui dirinya akan dikalahkan oleh kedua jendral itu. Namun dia tidak ingin mati tanpa perlawanan, dia sudah menyiapkan jebakan pada jendral monster itu jika berani menyerangnya.


Dalam pikiran kakek Luo adalah salah satu jendral itu harus mati bersamanya, atau paling tidak melukainya dengan cukup parah. Melihat jendral Wu Me sudah berjalan mendekatinya, kakek Luo memundurkan langkahnya sebelum dia menekan jebakan untuk jendral Wume.

__ADS_1


Beberapa senjata rahasia berupa panah dan belati terbang menuju ke arah jendral Wume yang membuatnya sibuk menghalau senjata rahasia tersebut. Jendral Wume yang sedang kesal tidak menyangka dirinya akan terkena jebakan dari kakek Luo, dia juga merasakah tubuhnya basah oleh cairan yang juga jatuh mengenainya.


Saat dia mencium baru cairan tersebut, matanya terbelalak karena kakek Luo Shan telah menyerangnya secara tiba-tiba dengan mendekap tubuh jendral Wume. “Bau minyak?” gumamnya terkejut.


Jendral Wume segera ingin melepaskan dekapan dari kakek Luo, namun matanya terkejut ketika melihat titik api di punggung kakek Luo Shan.


BUMMMM!


Ledakan dahsyat terdengar ke seantero tempat di gunung Wu Shan. Jendral Wume meskipun masih sempat melindungi dirinya dengan kekuatannya, namun dia juga terluka parah karena ledakan tersebut. Belum lagi beberapa panah melesat kembali ke arahnya yang tidak bisa bergerak.


“SIALAN!” teriaknya mengetahui aksi bunuh diri dari kakek Luo yang membuatnya terluka parah dan kesal.


Jendral Ermai yang berada tidak terlalu jauh merasakan ledakan dahsyat itu, matanya bergidik memikirkan hal itu,”Sialan. Untung aku tidak meneruskan rencana melawan orang tua itu” gumamnya. Dia menyayangkan tindakan jendral Wume yang pasti telah membuat Luo Shan melakukan ledakan itu.


Sementara Xiaozi dan teman-temannya yang sudah tiba di pinggir sungai Yingze mendengar ledakan itu lalu bersedih karenanya,”Kakek” gumam mereka merasakan kepergian kakek Luo Shan.


“Aku akan membalaskan dendam kakek Luo Shan pada para jendral monster itu” gumam Xiaozi dengan mata berapi-api.


“Xiaozi, kita tahu kekuatan para jendral monster jauh diatas kita. Kita harus meningkatkan kekuatan kita jika ingin membalaskan dendam kakek Luo Shan” sahut He Xian menenangkannya.


“Benar yang dikatakan oleh He Xian, kakek Luo juga berpesan agar kita pergi ke tempat Guru He Xian di klan burung gagak untuk berlatih. Mari kita segera pergi sebelum mereka menyadari jejak kita” sahut Shan Mui menimpalinya.


Xiaozi pun sadar, tidak ada gunanya dia berlama-lama disana. Mereka harus segera mencari tempat untuk berlatih yang aman agar bisa membalas dendam kakek Luo Shan.


Mereka pun menyeberangi sungai YingZe untuk memasuki klan binatang dan meneruskan perjalanan menuju klan burung gagak.

__ADS_1


Klan burung gagak terletak di tempat yang namanya Bukit Kematian. Guru He Xian Liu Ba tinggal disana dengan beberapa temannya dari klan burung gagak, dan salah satu dari burung itu bernama Wuya yang telah mengirimkan berita pada Luo Shan sebelumnya.


__ADS_2