Pedang Pemburu Roh

Pedang Pemburu Roh
BAB 42 | Bukit Kematian – Memasuki formasi sihir hutan belantara


__ADS_3

Bukit Kematian, di wilayah klan burung gagak dulunya adalah tempat yang indah dan hijau yang disebut dengan Bukit Penyihir, karena didiami oleh para penyihir dari berbagai klan yang belajar di tempat itu. Di kaki bukit terdapat hutan belantara yang luas mengitarinya.


Sejak klan monster mulai menyerang semua wilayah, mereka menghancurkan perguruan penyihir di Bukit Penyihir dan merubah tempat itu menjadi tandus, penuh puing-puing kehancuran dan hawa kematian sehingga saat ini disebut dengan Bukit Kematian


Liu Ba adalah salah seorang dari murid penyihir yang selamat, karena sedang berada di wilayah lain saat terjadinya pertempuran di Bukit Penyihir itu. Dia bersama 5 penyihir klan manusia dan 3 penyihir klan binatang adalah yang kini tersisa dari perguruan Bukit Penyihir termasuk salah satunya adalah Ratu Ular.


Berbeda dengan klan binatang lainnya, penampilan luar klan burung gagak tidak lah sama seperti klan binatang lainnya. Klan Ular yang bagian atasnya bertubuh manusia dan bawahnya ular, klan binatang lainnya bagian bawah manusia berkepala binatang.


Klan burung gagak tetap berwujud burung gagak, namun mereka bisa berbicara seperti manusia. Karena mereka berada di wilayah sihir, mereka juga pernah belajar sihir dan bisa merubah diri mereka menjadi wujud lain, seperti wujud burung gagak raksasa atau bahkan wujud manusia.


Wuya adalah salah satu dari klan burung gagak yang banyak belajar sihir dari Penyihir Hitam Liu Ba, dia bahkan bisa mengubah dirinya menjadi seorang manusia yang selalu membantu Liu Ba mengurus kediamannya.


Kelompok tim pemburu monster Xiaozi tiba di hutan belantara di bawah kaki bukit kematian setelah mereka berjalan selama 5 hari melewati wilayah klan Ular dan juga Klan Kerbau. Hutan belantara tersebut merupakan wilayah dari klan burung gagak dimana Bukit Kematian berada.


Ketika memasuki hutan belantara tersebut, hawa sihir sangat kental terasa, mereka seakan-akan memasuki dunia lain.


“Tetap berada di dekatku! Hutan ini penuh jebakan dan ilusi. Ikuti langkahku!” ujar He Xian pada teman-temannya. Xiaozi dan yang lainnya mengangguk dan berjalan beriringan di dekat He Xian.


Pada langkah kelima mereka memasuki hutan, seakan-akan pepohonan itu bergerak membentuk formasi dan mengelilingi mereka. Langit tertutupi oleh dedaunan pohon dan membuat keadaan menjadi gelap. Mereka tidak bisa menentukan arah ketika keadaan gelap tanpa bisa melihat ke arah langit.


“Hutan ini membuat orang-orang tersesat. Itu ilusi pertama” kata He Xian selanjutnya. He Xian yang memahami ilmu sihir mengetahui keberadaan sihir di hutan belantara tersebut. Lalu dia berjalan sesuai arah yang sebenarnya melewati beberapa pohon dan mengitari lagi berapa pohon yang menjadi kunci dari formasi sihir untuk menemukan jalan keluar.

__ADS_1


Setelah He Xian melihat jalan keluar, dia seakan-akan berjalan menembus sebuah pohon yang ternyata adalah ilusi, namun terlihat sangat nyata jika orang lain tidak mengetahuinya.


“Bersiaplah. Selanjutnya kita akan memasuki formasi sihir lainnya” kata He Xian


Xiaozi dan teman-temannya berjalan lima langkah lagi, kemudian muncul bebatuan yang entah dari mana menghadang jalan mereka sekelilingnya. Mereka tidak bisa melompat ke udara karena tekanan gravitasi yang kuat membuat langkah mereka menjadi berat.


“Jangan gunakan kekuatan, semakin lemas dan ringan tubuh kita akan semakin mudah untuk berjalan” teriak He Xian memberikan petunjuk.


Benar saja begitu mereka tidak menggunakan kekuatan untuk melawan gravitasi tersebut, mereka mengatur nafas untuk meringankan tubuh mereka sehingga mereka bisa meneruskan perjalanan dengan lebih mudah.


Batu-batu yang tersusun itu bergerak seperti acak menghalangi jalan di depan mereka sehingga membuat orang-orang berjalan memutar. Sebenarnya batu tersebut mengarahkan orang-orang berjalan memutar-mutar berkeliling hingga orang yang terperangkap kehabisan tenaga mereka.


Batu itu sangat kokoh sehingga sulit untuk di hancurkan dengan tenaga, begitu batu itu hancur, maka akan muncul lagi batu lain yang menggantikan batu tersebut. Begitu seterusnya hingga orang yang terperangkap akan putus asa kehabisan tenaga.


Akhirnya mereka tiba di ujung formasi dengan lega, “Gila, formasi sihir ini benar-benar luar biasa. Jika tanpa He Xian, kita tidak akan bisa melewatinya” kata Xiaozi dengan lega.


“Benar. Aku merasa tenang dengan adanya He Xian dalam tim pemburu monster kita” sahut Shan Mui.


Xiaozi berjalan mendekati Shan Mui lalu berbisik, “Sepertinya waktu itu kamu masih ragu untuk mengajaknya bergabung”. Xiaozi tersenyum membuat wajah Shan Mui menjadi kesal melihat senyum tersebut karena mendengar bisikannya.


“Itu karena kamu yang mendahuluiku” sahut Shan Mui keceplosan lalu menutup mulutnya.

__ADS_1


“Ah... rupanya begitu” sahut Xiaozi yang kemudian menyadarinya. Benar juga, tim pemburu monster ini dibentuk oleh Shan Mui, jadi dialah ketua tim pemburu monster ini. Jadi menurut aturan, dialah yang berhak memutuskan apa yang akan putuskan dalam tim tersebut.


Xiaozi lalu merenungkan mengenai informasi yang dulu pernah didengarnya tentang Shan Mui yang susah bekerja sama dalam tim pemburu lainnya.


“Hmm... Pantas saja. Sepertinya Shan Mui tidak suka dilangkahi oleh anggota tim lainnya saat dia menjadi pemimpin. Dan dia tidak suka jika orang lain yang memimpinnya” gumam Xiaozi dalam hatinya.


“Baiklah. Semua terserah padamu nona ketua” goda Xiaozi kemudian


Wajah Shan Mui menjadi merah mendengar kata-kata Xiaozi. Jika yang berbicara itu adalah orang lain, dia mungkin sudah menamparnya dan pergi meninggalkan tim itu. Apalagi jika orang lain melakukan seperti yang dilakukan oleh Xiaozi saat di penjara dengan mendahului keputusannya, itu akan membuatnya sangat marah.


Shan Mui merasa apa yang di lakukan oleh Xiaozi hanya membuatnya sedikit kesal, tapi dia tidak kuasa untuk meninggalkannya. Dia merasa dirinya telah banyak berubah sejak bertemu dengan Xiaozi.


“Oke, sekarang kita akan memasuki formasi ketiga. Bersiaplah!” kata He Xian selanjutnya.


Kali ini setelah melangkah kembali sebanyak lima langkah lalu hutan belantara itu menghilang, yang tampak sejauh mata memandang hanya hamparan gurun pasir yang sangat luas.


Matahari yang terik membuat mereka kehausan saat berjalan menyusuri gurun pasir tersebut. He Xian tampak melihat sekelilingnya mencari tanda untuk keluar dari gurun pasir tersebut.


Tiba-tiba muncul puluhan kalajengking raksasa dari dalam pasir tersebut yang mengelilingi mereka. Wajah mereka berempat terkejut melihat munculnya binatang kalajengking raksasa itu.


“He Xian? Apakah ini sungguhan?” tanya Xiaozi pada He Xian. Sebelum He Xian menjawab, seekor kalajengking sudah melakukan serangan pada Xiaozi dengan sengatan ekornya. Untung Xiaozi sudah bersiap dan mengeluarkan pedang Pemburu Roh miliknya.

__ADS_1


“Ini nyata” teriak Xiaozi saat dia merasakan benturan antara pedang di tangannya dengan ekor kalajengking tersebut.


Mendengar teriakan Xiaozi, semua orang langsung bersiap mengeluarkan senjata masing-masing.


__ADS_2