
Mata Xiaozi berkedut melihat penampilan Chen Yan yang kali ini lebih menggoda dari sebelumnya.
“Hai nona Chen” sapa Shan Mui gembira bertemu dengan temannya itu
“Halo nona Shan” sahut Chen Yan melambaikan tangannya.
Kemudian mereka berdua mendekat dan berpelukan di atas kepala Xiaozi yang duduk di bangku.
*****!
Darah muncrat dari kedua lubang hidung Xiaozi. Matanya terbelalak ingin melompat keluar merasakan dua pasang gundukan lembut menabrak kedua pipinya di sebelah kiri dan kanan membuat jantungnya hampir ikut melompat.
“Kalian berdua benar-benar ingin membunuhku secara perlahan” wajah Xiaozi geram
“Tuan, jangan sia-siakan darahmu yang telah keluar ini. Berikan padaku dan torehkan pada kitabnya” suara pedang Pemburu Roh yang keluar dari cincin penyimpanannya.
Melihat Xiaozi mengeluarkan pedangnya kedua wanita itu terkejut lalu melompat mundur
“Kyaa... kamu mau apa Xiaozi? Mengapa mengeluarkan pedangmu?” teriak Shan Mui terkejut.
“Pedangku tiba-tiba berdiri sendiri dan keluar karena kalian” sahut Xiaozi tanpa sadar akan ucapannya.
“Ahh.. tuan kata-katamu terlalu gimana... ah” Chen Yan menutup wajahnya yang menjadi merah
Xiaozi menjadi pusing melihat tingkah kedua wanita itu yang terlalu berlebihan
“Ah, bodo amat!” gumamnya dalam hati tanpa menghiraukan kedua wanita itu yang tersipu malu
Xiaozi kemudian menorehkan darah mimisan dari hidungnya pada pedangnya, lalu mengeluarkan kitab kosong dan menorehkan darah itu pada kitab tersebut. Dan halaman berikutnya dari kitab tersebut terbuka kembali.
Setelah mimisannya agak reda, Xiaozi mengeluarkan pil penambah darah dari cincin penyimpanannya lalu meminumnya.
“Sialan. Jangan sampai aku mati kehabisan darah di dunia ini karena hal seperti ini” gumamnya dalam hati sambil meletakkan pedangnya kembali di atas meja.
Chen Yan dan Shan Mui yang memperhatikan tindakan Xiaozi menjadi paham mengapa dia tiba-tiba mengeluarkan pedangnya.
“Rupanya pedang dan darah ini berhubungan dengan kitab tersebut” pikir Chen Yan
Kemudian Chen Yan berjalan dan berdiri di depan Xiaozi melihat ke arah pedang tersebut. Dia mengamati pedang itu dan menelitinya.
“Tuan, apakah benar pedangmu berdiri jika aku seperti ini” goda Chen Yan ingin membuktikan dengan pose kedua tangannya diletakkan diatas meja dan mengepit hingga dadanya terbusung kembali.
*****!
Mata Xiaozi kembali berkedut dan hidungnya menyemburkan darah. Pedang Pemburu Roh langsung berdiri kembali menangkap muncratan darah segar dari hidung Xiaozi.
“Tuh kan pedangku berdiri lagi gara-gara kamu” teriak Xiaozi kesal karena mimisan lagi.
__ADS_1
Chen Yan tertawa geli melihat kejadian tersebut. Shan Mui pun tidak bisa menahan dirinya dan ikut tertawa.
“Tertawalah kalian. Suatu saat aku akan membalas kejadian ini” gumam Xiaozi kesal
Tanpa mereka sadari di balik tanaman bunga, ada sepasang kekasih tengah mendengarkan kejadian itu sejak awal. Wajah mereka menjadi merah karenanya.
“Jadi, Chen Yan ini yang akan menjadi anggota tim kita yang ketiga?” tanya Xiaozi setelah dia menenangkan dirinya
“Benar” sahut Shan Mui
“Senang ikut serta dalam tim kalian” sahut Chen Yan dengan tersenyum manis
Xiaozi lalu mendekati Chen Yan dan menengadahkan telapak tangannya
“Kembalikan dulu uangku, dan ambil kembali obat-obatmu ini” kata Xiaozi dingin
“Maaf, barang yang sudah keluar dari toko tidak bisa dikembalikan lagi” sahut Chen Yan tersenyum kemenangan.
“Omong-omong, apakah kamu sudah mencoba obat kuat buatanku? Itu sangat luar biasa loh” godanya lagi pada Xiaozi
Mata Xiaozi berkedut mendengarnya, ingin rasanya dia menggunakan pedangnya untuk memotong lidah wanita itu.
“Lidah wanita ini sungguh tajam sekali. Wanita cantik yang sangat berbahaya” gumam Xiaozi dengan wajah kesal namun mengaguminya
Melihat hal itu Shan Mui bermaksud menengahi mereka.
“Baiklah. Tapi apakah kamu bisa menjaga dirimu dari serangan monster?” tanya Xiaozi
Mendengar hal itu Chen Yan pun tersenyum dan tiba-tiba dia melemparkan beberapa pisau terbang sebagai senjata andalannya.
“Dia memiliki beberapa senjata rahasia untuk membela diri. Tingkat kultivasinya juga tidak rendah, dia berada di tahap besi tingkat 5” sahut Shan Mui.
“Baiklah, sekarang untuk nama Tim Pemburu Monster kita. Apakah ada usul?” tanya Shan Mui pada mereka
Chen Yan mengangkat tangannya ingin memberikan usul
“Tim Pawang Monster” sahutnya
Shan Mui dan Xiaozi menggelengkan kepala mereka.
“Tim Pemburu Cantik?”
Shan Mui tersenyum namun Xiaozi menggelengkan kepalanya
“Tim Pelampias Nafsu? Tim Penggoda Dunia? Tiga Bidadari Cantik?”
Mata Xiaozi melotot mendengar semua usul dari Chen Yan
__ADS_1
“Sudahlah, ide mu terlalu diluar alam. Buat nama yang sederhana saja” sahut Xiaozi
“Menurutku nama Bintang Dunia cukup bagus. Tim Bintang Dunia”
Shan Mui dan Chen Yan pun tersenyum mendengarnya.
“Cukup bagus juga. Baiklah. Sekarang mari kita ke tempat perburuan monster untuk mencari tujuan kemana kita berburu” ajak Shan Mui
Mereka pun melanjutkan pergi ke tempat perburuan monster untuk memilih mangsa apa yang mau mereka cari.
Di aula tempat perburuan monster, tampak beberapa tim sedang mencari informasi tempat dan monster yang akan diincar termasuk hadiah uang dari perburuan monster tersebut
Ketika memasuki aula tempat perburuan monster itu, Xiaozi melihat teman-teman dari kelas pemulanya sedang memilih monster sebagai mangsa mereka. Salah satu dari mereka melihat kedatangan Xiaozi lalu berbisik membicarakannya.
Xiaozi tidak mempedulikan pembicaraan mereka, namun Chen Yan mendengarnya.
“Xiaozi, apakah mereka teman sekelasmu di kelas pemula pemburu monster?” tanya Chen Yan sambil berbisik melirik ke arah mereka.
“Iya. Memangnya kenapa?” tanya Xiaozi
“Sepertinya mereka tidak suka padamu” lanjut Chen Yan
Xiaozi melihat ke arah papan pengumuman yang ada di depan atas mereka sambil membacanya tanpa mempedulikan kata-kata Chen Yan
“Aku tidak mengerti nama tempat yang dituliskan di papan ini. Apakah ada monster yang di daerah timur dekat gunung Wushan?” tanya Xiaozi
“Itu ada monster zona emas di kota Lempung di kaki Gunung Wushan” sahut Shan Mui
Xiaozi melihat nilai hadiah dari monster tersebut dan namanya Monster Arwah Serigala harga 100 emas. Mata Xiaozi langsung tertarik begitu melihat angka hadiah tersebut.
“Baiklah. Kita berburu monster ini” kata Xiaozi
“Tapi itu monster yang cukup kuat. Apa kita mampu? tanya Chen Yan.
“Aku rasa kita bisa membunuhnya” sahut Shan Mui yakin.
Chen Yan melihat ke arah Shan Mui yang dengan sungguh-sungguh dengan perkataannya.
“Baiklah. Aku percaya padamu nona Shan” sahut Chen Yan
“Kalau begitu, mari kita bersiap untuk berangkat menuju kota Lempung berburu monster arwah serigala” kata Shan Mui
Kemudian mereka melakukan pendaftaran dan menerima sebuah Token Pemburu sebagai tanda pengenal pemburu yang sekaligus juga sebagai alat otomatis untuk mengirim hasil buruan dan menerima hadiah dari perburuan tersebut tanpa harus kembali ke kota Pelangi.
Token Pemburu juga dapat memberikan informasi dari monster yang ada di dekat tempat mereka berada saat itu.
“Alat ini cukup menarik juga” pikir Xiaozi setelah masing-masing dari mereka menerima token tersebut.
__ADS_1