
He Xian tersenyum kecut mendengar perkataan dari Gurunya, dia memang tidak terlalu menyukai pelatihan kultivasi yang menurutnya membosankan.
“He Xian, menggunakan kekuatan sihir juga memerlukan energi hasil kultivasimu. Semakin besar energi kultivasimu maka semakin kuat juga kekuatan sihir yang dihasilkan olehnya” kata Guru Liu Ba
He Xian bukannya tidak tahu hal dasar itu, hanya saja dia tidak merasa memerlukan kekuatan yang sangat besar untuk menggunakan kekuatan sihirnya selama ini. Jadi dia memilih untuk memperdalam pengetahuan sihirnya saja.
“Karena kamu telah memutuskan untuk menjadi bagian dari tim pemburu monster, kamu harus menjadi lebih kuat. Musuh yang akan kalian hadapi tidaklah mudah. Nyawamu dan teman-temanmu menjadi taruhannya” lanjut Gurunya kembali
Kali ini wajah He Xian tertegun mendengar kata-kata Gurunya, sebelumnya dia hanya memikirkan dirinya sendiri saja. Sekarang saat dia memutuskan untuk bergabung dengan Xiaozi dan teman-temannya, dia juga harus menjadi lebih kuat lagi.
Dia mengingat beberapa pertarungannya dalam perburuan monster sebelumnya, dia tidak bisa banyak membantu teman-temannya. Bahkan dia hampir terluka jika tidak diselamatkan oleh Shan Mui dan Chen Yan saat mereka bertiga berburu monster di dekat Gunung Wushan.
Dibanding Chen Yan yang kini telah berada di tahap Perunggu tingkat 3, kekuatan kultivasinya satu tingkat lebih kuat, namun dalam pertarungan Chen Yan yang menggunakan senjata rahasia lebih efektif daripada sihir He Xian yang memerlukan lebih banyak waktu untuk merapal mantra dan gerakan tangan, belum lagi tongkat sihirnya juga memerlukan waktu untuk membangkitkan kekuatannya.
Saat di klan Ular, kekuatan kultivasi Shan Mui berada di bawah dirinya namun ketika berada di Gunung Wushan, Shan Mui telah melampauinya dan kini berada di tahap Perak tingkat 1.
Hanya kekuatan kultivasi He Xian yang tidak mengalami peningkatan, karena sejak dari wilayah klan Ular dia hanya sibuk mempelajari buku sihir tingkat tinggi yang diberikan oleh Ratu Ular padanya.
“Guru, terima kasih sudah mengingatkanku. Aku berjanji akan meningkatkan kekuatan kultivasiku” sahut He Xian yang kini telah memutuskan untuk mengejar ketinggalannya dalam berkultivasi.
Guru Liu Ba tersenyum melihat semangat muridnya, anak nakal yang dulu suka bermain-main dan menggunakan sihir hanya untuk bermain dan bersenang-senang kini telah berubah karena teman-temannya.
“Berlatihlah! Saat kamu menembus tahap Perak, aku akan menyiapkan hadiah untukmu” sahut Gurunya makin membuat He Xian bersemangat.
“Baik Guru” He Xian membungkukkan kepalanya memberi hormat pada gurunya.
__ADS_1
Di ruang pelatihan khusus 3 jam telah berlalu, Xiaozi telah meningkatkan gravitasi dalam ruangan itu sebesar 50x, tubuhnya terasa lebih berat dari sebelumnya namun penyesuaian kekuatannya di alam Berlian tingkat 1 menjadi lebih cepat. Kini dia sudah bisa menggunakan kekuatannya sekehendak hatinya.
Xiaozi mencoba bergerak di dalam ruang pelatihan khusus itu dengan mengeluarkan jurus-jurus pedang miliknya. Gerakan yang awalnya terasa berat, semakin lama terlihat semakin ringan dan kecepatannya bertambah.
“Kitab Pernafasan Pedang dari Guru Luo sangat efektif untuk memperkuat jurus pedang dari Kitab Kultivasi Pedang Langit” gumam Xiaozi saat mengatur nafasnya sebelum kembali berlatih.
Kitab Kultivasi Pedang langit saat ini halamannya sudah dibuka hingga tahapan Mutiara. Di dalam buku itu hanya terdapat 3 buah jurus, yaitu Jurus Pedang Awan Api, Jurus Pedang Membelah Bumi dan Langit serta Jurus Pedang Semesta Langit.
“Sudah saatnya aku mempelajari kedua jurus berikutnya, karena kekuatan kultivasiku sudah berada di tahap Berlian tingkat 1” gumam Xiaozi
Xiaozi pun duduk dan mempelajari kedua jurus pedang itu satu persatu. Dia mengulang-ulang membaca untuk memahaminya, lalu mempraktekkannya dengan menggunakan pedang Pemburu Roh miliknya. Dalam 3 jam berikutnya dia sudah mulai hafal gerakan dari kedua jurus pedang itu.
Xiaozi duduk bersila untuk mengatur nafasnya setelah berlatih jurus pedang, “Aku sudah menghafal gerakan kedua jurus itu. Kini tinggal mendalami lagi untuk lebih menguasainya”
“Aku sudah cukup lama di dalam ruangan ini, sebaiknya aku beristirahat dulu. Besok bisa melanjutkan kembali” gumam Xiaozi yang kemudian berdiri hendak keluar dari ruang pelatihan khusus tersebut.
“Aku sedang menunggu giliran untuk berlatih di dalam” sahut He Xian tersenyum padanya.
Xiaozi bingung melihat wajah He Xian yang tampak bersemangat dari sebelumnya. Dia menatap mata He Xian lebih dekat untuk menyelidikinya, “Kamu sehat kan?” tanya Xiaozi pelan.
Mata He Xian berkedut mendengar pertanyaan Xiaozi bernada sindiran itu, “Apa maksudmu?” sahut He Xian dengan nada lebih tinggi dan melotot ke arah Xiaozi
Xiaozi mundur sedikit melihat temannya itu melototinya, “Ah tidak...tidak. Aku hanya heran, kamu yang biasanya senang membaca buku saat kami berlatih kultivasi, kini tiba-tiba ingin berlatih kultivasi. Apa bukumu sudah tamat dibaca semua?” Xiaozi tersenyum kecut sambil menggaruk kepalanya.
He Xian mendengus mendengar kata-kata Xiaozi, dia tidak menjawabnya sambil pergi menuju ruangan pelatihan khusus untuk berlatih.
__ADS_1
“Sepertinya ada yang salah dengan isi kepalanya” gumam Xiaozi dalam hatinya
Xiaozi hanya mengangkat bahunya lalu pergi meninggalkan ruang pelatihan khusus itu untuk bertemu dengan Shan Mui dan Chen Yan.
Shan Mui dan Chen Yan tampak sedang berlatih jurus di sebuah reruntuhan puing di Bukit Kematian itu. Mereka terlihat bersemangat mengejar ketertinggalan dari Xiaozi karena tidak ingin menjadi beban baginya saat melawan para monster berikutnya.
Kedua wanita cantik itu berlatih dengan serius tanpa menyadari Xiaozi yang telah datang memperhatikan latihan mereka selama beberapa menit.
“Mereka terlihat lebih cantik dan anggun saat berkeringat seperti itu” gumam Xiaozi dalam hatinya.
Shan Mui tiba-tiba menoleh ke arah Xiaozi yang tampak melihatnya dengan mata seolah-olah menelanjangi dirinya. Dia menjadi kesal lalu menyerang Xiaozi dengan jurusnya
“Eh... “Xiaozi terkejut karena Shan Mui tiba-tiba menyerang dirinya. Dia melompat menghindar namun Shan Mui tidak melepaskannya. Gerakannya semakin lama semakin cepat menyerang Xiaozi dengan pedangnya.
“Ka...Kamu ingin membunuhku?” teriak Xiaozi
Namun Shan Mui tidak mendengarkan teriakan Xiaozi, dia terus menyerang ke arah Xiaozi yang tadinya menghindar kini mulai menahan dengan tangannya. Melihat serangannya bisa ditahan dengan tangan kosong oleh Xiaozi, membuat Shan Mui makin meningkatkan serangannya.
Tiba-tiba beberapa pisau terlihat mengarah ke bawah perutnya, membuat Xiaozi menghindar dengan melompat ke belakang. Mata Xiaozi terbelalak melihat tiga pisau tertancap di tanah. Xiaozi menoleh dengan kesal ke arah Chen Yan yang tersenyum padanya.
“Ka...Kalian sudah gila? Kamu ingin memutus keturunanku?” teriak Xiaozi kesal pada Chen Yan.
“Hihihi... toh juga benda itu tidak pernah digunakan” sahut Chen Yan sambil mencibir pada Xiaozi.
“Kamu! Rasakan, Aku akan menggunakannya padamu.” teriak Xiaozi yang langsung menyerang ke arah Chen Yan.
__ADS_1
“Kyaa...!” Chen Yan berteriak melihat Xiaozi hendak menyergap dirinya