
Wajah Ratu Ular menjadi sedikit muram mengingat Kakek Tua Ular yang dianggapnya membuat anaknya Putri Ular pergi meninggalkan dirinya. Lalu dia mendesah sesaat untuk menenangkan dirinya.
“Aku rasa lelaki tua itu pasti memintamu untuk mengambil Mustika Ular dariku kan? Ssshh..” kata Ratu Ular itu pada Xiaozi
“Benar. Aku berasal dari dunia sama dengannya. Dan aku berharap bisa membantunya mengembalikan wujudnya seperti semula” sahut Xiaozi.
Ratu Ular kemudian mengeluarkan Mustika Ular dari cincin penyimpanan miliknya. “Aku akan memberikan Mustika Ular ini padamu, tetapi dengan satu syarat untuk kamu penuhi. Ssshh...” kata Ratu Ular tersebut
Xiaozi merenungkan dirinya setelah mendengarkan perkataan dari Ratu Ular tersebut lalu menjawab, “Asalkan tidak bertentangan dengan hati nuraniku. Aku bersedia” sahutnya
“Hahaha... Ssshh... Kamu sungguh orang yang baik. Baiklah, aku hanya meminta syarat padamu untuk membantuku membalaskan dendam kematian anakku Putri Ular ini pada seorang monster bernama Junme. Ssshh...” kata Ratu Ular
“Junme? Siapa itu?” Wajah Xiaozi tertegun mendengar nama yang tidak diketahuinya.
“Junme adalah seorang jendral monster dari klan monster” tiba-tiba Shan Mui dan teman-teman Xiaozi lainnya datang menemui mereka.
Ratu Ular melihat datangnya teman-teman Xiaozi tersenyum mendengar mereka mengetahui tentang Junme.
“Baik. Aku akan membantumu membalaskan dendam atas kematian anakmu pada Junme. Tapi tolong hentikan membunuh banyak mahluk seperti yang kamu lakukan malam ini” pinta Xiaozi pada Ratu Ular.
“Tentu saja. Ssshh... Aku melakukan ini hanya untuk meningkatkan kekuatanku agar bisa membunuh Junme. Ssshh... Tapi karena kamu bersedia membantuku, aku tidak perlu lagi untuk meningkatkan kekuatanku dengan membunuh mahluk lain. Ssshh...” sahut Ratu Ular.
Xiaozi merasa lega mendengar kata-kata dari Ratu Ular, dia kemudian menyatakan kesepakatan pada Ratu Ular yang kemudian menyerahkan Mustika Ular itu pada Xiaozi.
“Nak, ada yang perlu kamu ketahui. Ssshh... Sebenarnya tubuh bagian bawah lelaki itu telah rusak dan hancur, aku sengaja menggantinya agar dia bisa hidup lebih lama. Ssshh... Jika dia ingin mengembalikan tubuh bawahnya, dia akan segera mati dalam waktu dekat ini. Ssshh...” kata Ratu Ular
Mendengar hal itu wajah Xiaozi menjadi berubah, dia tidak menyangka sesungguhnya Ratu Ular itu sedang membantu Kakek Tua Ular dan menyelamatkan hidupnya.
“Kenapa kamu menyelamatkan hidupnya setelah dia mengajak anakmu pergi?” tanya Xiaozi pada Ratu Ular.
“Agar dia bisa menyesali dirinya dan mengingat rasa bersalah atas kematian anakku di sepanjang hidupnya. Ssshh...” sahut Ratu Ular dengan menundukkan kepalanya.
__ADS_1
“Kejam. Ternyata hukuman itu lebih kejam dari kematian” gumam Xiaozi yang terkejut dalam hatinya
Ratu Ular itu lalu menggeliat dan mengeluarkan sesuatu dari cincin penyimpanannya.”Nak, ini ada buku tentang sihir tingkat tinggi klan binatang. Ssshh... Aku memberikannya padamu sebagai permintaan maaf dariku. Ssshh...” kata Ratu Ular pada He Xian dan menyerahkan buku itu padanya.
Mata He Xian sangat senang menerima buku tentang sihir tingkat tinggi pemberian Ratu Ular tersebut, “Terima kasih Ratu” sahutnya
“Sebelum kalian pergi, maukah kalian aku adakan perjamuan makan-makan untuk kesepakatan kita? Ssshh...” tanya Ratu Ular pada mereka.
Mendengar kata makan, wajah Xiaozi terbayang oleh makanan lezat yang telah diberikan oleh penjaga Ratu Ular pada mereka selama di dalam penjara. Daging itu sungguh lezat dalam benaknya.
“Aku dengar dari penjaga penjara, kalian menyukai daging kadal yang telah kita masak untuk kalian. Ssshh...” lanjut Ratu Ular
Wajah Xiaozi langsung berubah menjadi hijau begitu mendengar perkataan dari Ratu Ular, sementara teman-temannya tertawa geli melihatnya karena mereka tidak satupun memakan daging yang disediakan oleh para penjaga ular itu.
“Ueeekk... “ Xiaozi tiba-tiba memuntahkan isi perutnya setelah mendengar perkataan dari Ratu Ular tentang daging kadal yang disukainya.
“Ke.. Kenapa kalian tidak memberitahuku?... Uueeekkk..” kata Xiaozi kembali
“Kami sudah pernah memberitahumu, bahwa di klan binatang, kami hanya memakan buah-buahan saja. Aku tidak percaya pada daging yang mereka sediakan. Hihihi...” sahut Shan Mui kembali
Dengan lemas dia berjalan pergi dari Istana Ular diikuti oleh teman-temannya.
“Nak, benar kamu tidak menunggu makanan dari kami? Ssshh...” goda Ratu Ular kembali sambil tersenyum.
“UUeeeekkkk....” Xiaozi kembali memuntahkan isi perutnya
Ketika Xiaozi merasakan kondisinya sudah lebih baik, dia berusaha untuk tidak mengingat tentang makanan yang telah di makannya dari dalam penjara. Dia pun berjalan dengan perlahan keluar dari kota wilayah dalam klan ular dengan teman-temannya.
Setibanya di kota wilayah luar klan ular, mereka bertemu dengan sekelompok klan kadal yang sedang berjalan di depan mereka.
“Ueeeekkkk” Xiaozi kembali mengeluarkan isi perutnya dan membuat kaget klan kadal yang berada di depan mereka.
__ADS_1
Dengan wajah tidak senang, para klan kadal itu pergi sambil merenggut melihat wajah Xiaozi yang berubah hijau dan muntah-muntah.
Butuh waktu lama bagi Xiaozi melupakan tentang makanan itu. Dia pun mengajak teman-temannya kembali ke gua di dalam hutan pinus untuk bertemu dengan Kakek Tua Ular dan menyerahkan Mustika Ular tersebut.
Saat bertemu dengan Kakek Tua Ular, dia melihat sesuatu di mulut kakek itu.
“Kadal?” teriak Shan Mui begitu melihat kakek tua ular itu sedang memakan kadal di mulutnya.
“Uueeekkkkk...” Xiaozi kembali muntah karena melihat kejadian itu.
“Hah... hah... haah... hari ini adalah hari tersial dalam hidupku” gumam Xiaozi sambil terduduk lemas. Tubuhnya terasa tidak bertenaga lagi.
“Kakek, ini Mustika Ular nya” Kata Shan Mui yang mengeluarkan Mustika Ular dari cincin penyimpanannya.
Wajah Kakek Tua Ular itu langsung berbinar melihat Mustika Ular tersebut. Dia merasa kutukannya sebentar lagi akan hilang. Dan perasaannya sungguh lega setelah sekian lama hidup dalam tubuh ular kini akan kembali berjalan dengan kakinya.
“Kakek.. ada satu hal yang perlu kakek ketahui... “ kata Xiaozi dengan terbata-bata karena masih lemas.
“Benar kek, Ratu Ular sengaja mengganti tubuh bagian bawah kakek karena telah rusak dan hancur untuk menyelamatkan hidup kakek” timpal Chen Yan.
Mata Kakek Tua Ular berkedut setelah mendengarkan hal itu, dia tidak menyangka bahwa maksud Ratu Ular itu mengubah tubuhnya bukan untuk mengutuknya, melainkan untuk menyelamatkan nyawanya.
“Benar kek, dan jika kakek ingin mengembalikannya. Maka hidup kakek tidak akan lama lagi” lanjut Shan Mui
Wajah Kakek Tua Ular itu pun berubah setelah mendengarkan kata-kata dari Shan Mui. Dia merenungkan tentang hal itu sesaat, lalu dia tersenyum, “Tidak apa-apa. Dengan demikian aku bisa mati dengan tenang dalam kondisi tubuh yang lengkap” sahutnya
Keputusan Kakek Tua Ular itu sudah bulat, dia tidak ingin umur panjang dengan tubuh seperti monster itu. Dia memilih untuk mati dengan tubuh aslinya dan bisa menemui istrinya setelah dia mati nanti.
Meskipun Xiaozi dan teman-temannya enggan untuk melakukan hal itu, tetapi itu keputusan yang dipilih oleh Kakek Tua Ular. Dan mereka tidak berhak untuk melarang keputusan pribadinya.
Kemudian dengan bantuan He Xian, mereka pun mengembalikan tubuh bagian bawah Kakek Tua Ular itu yang telah rusak dan hancur. Mereka lalu mendudukkan Kakek Tua itu yang tidak bisa bergerak karena kakinya sudah hancur.
__ADS_1
“Nak, tolong buatkan aku nisan dan kuburkan aku bersama Mustika Ular ini di dalam gua” pinta Kakek Tua Ular disaat terakhirnya.
Xiaozi lalu mengabulkan permintaan terakhir dari Kakek Tua itu, kemudian setelah kematiannya mereka pun menguburkannya di dalam gua tersebut dengan batu nisan bertuliskan “Wang She, seorang dari dunia lain”