
Xiaozi menyipitkan matanya melihat Kristal berwarna merah di langit gua itu. “Benda apa ini sebenarnya?” tanya Xiaozi pada jendral itu.
“Itulah yang dinamakan Kristal Merah” sahut jendral kelelawar itu
Kristal Merah merupakan kumpulan hawa darah yang keluar saat Raja Kelelawar membantai budak yang menjadi makanannya. Ruangan itu adalah ruang makan dari Raja kelelawar.
Di tengah ruang itu terdapat meja yang terbuat dari batu untuk menempatkan “hidangan” bagi Raja Kelelawar. Disaat Raja kelelawar menghisap darah dari korbannya, dan hawa darah keluar juga dari dalam tubuh korbannya itu sebelum kematiannya.
Hawa darah itu diserap oleh kristal di langit-langit gua yang semakin lama menyebabkan kristal itu berubah warna menjadi merah darah. Kristal itu digunakan oleh Raja Kelelawar untuk meningkatkan kultivasinya. Dan juga bisa membuat kelelawar bermutasi menjadi seperti jendral kelelawar itu.
“Jadi ini merupakan sumber dari kekuatan Raja Kelelawar” gumam Xiaozi dalam hatinya.
“Baiklah. Karena kamu telah membantuku. Aku akan membunuhmu tanpa rasa sakit” kata Xiaozi yang membuat wajah jendral kelelawar itu menjadi pucat.
“Tidak...” teriak jendral darah itu saat Xiaozi mengerahkan kekuatannya dan menghantam kepala jendral kelelawar itu hingga pecah.
Kemudian Xiaozi mengambil kristal darah tersebut dan menyimpannya di dalam cincin penyimpanannya. Xiaozi lalu kembali untuk bertemu dengan teman-temannya di ujung lorong semula.
Di lorong lain dalam gua, Qiongqi yang berjalan bersama Chen Yan tiba di ujung lorong yang gelap. Saat mereka tiba dengan membawa obor, segerombolan kelelawar langsung terbang menyerang ke arah mereka, namun menghindari obor di tangan Chen Yan.
“Awas” teriak Qiongqi melihat seekor kelelawar hendak menyerang Chen Yan
Qiongqi yang melihat serangan itu langsung menggigit kelelawar yang datang dan mencakar mereka dengan kedua tangannya. Chen Yan menggunakan obor di tangannya untuk menghalau kelelawar lainnya.
Melihat banyaknya kawanan kelelawar, Qiongqi semakin mengganas, dia mengamuk memusnahkan kawanan kelelawar itu. Sementara Chen Yan memilih untuk membakar mereka dengan api obornya.
“Jumlah mereka ribuan. Aku harus menggunakan senjataku juga” gumam Chen Yan
Saat Qiongqi tengah melawan kawanan kelelawar itu dengan sengit, tiba-tiba dua sosok berkelebat menyerang ke arahnya. Chen Yan yang melihat hal itu segera melepaskan lima senjata rahasianya ke arah bayangan sosok itu.
“Aakh... “ tampak sosok itu berteriak saat pisau Chen Yan menancap di tubuh mereka. Qiongqi yang melihat ke arah dua sosok jendral kelelawar itu langsung menyerang mereka dengan ganas. Dia tidak memberi kesempatan dua jendral itu untuk melawan.
__ADS_1
Hanya dalam tempo 20 menit seluruh kawanan kelelawar di tempat itu telah terkapar di lantai gua dengan darah yang mengalir berbau anyir sekitarnya. Tubuh Qiongqi penuh darah kelelawar itu.
Chen Yan menghela nafas lega setelah melihat tidak ada sisa kelelawar yang masih ada di dalam gua tersebut. Tempat itu juga kelihatan kosong, tidak tampak Kristal Merah berada di dalam lorong gua itu.
“Mari kita kembali. Tidak ada Kristal Merah disini” ajak Chen Yang pada Qiongqi
Mereka pun kembali ke lorong tempat mereka berpisah tadi.
Di lorong lainnya, Wuya dan He Xian tidak menemukan kesulitan, mereka tiba di tempat harta karun lainnya milik klan kelelawar. Ada banyak permata dan emas di dalamnya.
“Kita ambil dan bawa ini untuk bekal perjalanan nanti” kata Wuya yang juga disetujui oleh He Xian. Mereka pun mengambil harta berharga di gua tersebut dan menyimpan dalam cincin penyimpanan He Xian.
Setelah dirasa cukup penuh, mereka pun kembali menuju lorong semula untuk berkumpul dengan teman-teman mereka kembali.
Saat Xiaozi dan Shan Mui yang tiba terlebih dahulu, Xiaozi mencium bau anyir darah dari arah lorong tempat pergianya Qiongqi. “Ada apa di dalam sana?” gumam Xiaozi menunggu keempat temannya
Tak lama berselang, Qiongqi pun muncul bersama Chen Yan dari lorong gua itu. “maaf Xiaozi, kami tidak menemukan apa-apa disana selain tempat kelelawar itu beristirahat tidur.
“Itu karena mereka terbangun dan menyerang kami. Qiongqi lalu menghabisi mereka semua” lanjut Chen Yan.
Xiaozi menggelengkan kepalanya melihat ke arah Qiongqi yang tersenyum padanya. Meskipun dia tahu Qiongqi adalah hewan buas yang sangat ganas, namun dia yakin juga tidak akan sembarangan bertindak.
Kemudian tak lama berselang He Xian muncul dari lorong di sebelahnya bersama Wuya. Mereka tampak senang dengan apa yang diperoleh di dalam lorong gua tersebut.
“Maaf Xiaozi, di dalam sana tidak ada Kristal Merah. Namun kami menemukan banyak emas disana” kata He Xian yang tersenyum bangga.
Xiaozi juga menggelengkan kepalanya mendengar perkataan He Xian, “Tidak apa. Aku sudah menemukan Kristal Merah” sahut Xiaozi
“Berarti tugas kita telah selesai disini. Kita bisa melanjutkan untuk menemukan dua bahan sihir lainnya.” lanjut He Xian.
Xiaozi lalu mengajak teman-temannya untuk keluar dari dalam gua tersebut. Mereka telah membantai habis klan kelelawar di dalam gua tersebut.
__ADS_1
“Nona Shan, mana lebih dekat Tanah Api atau Pulau Duyung.” tanya Xiaozi
Shan Mui membuka peta yang dimilikinya dan melihat Tanah Api berada lebih dekat dari tempat itu ke arah barat daya.
“Aku rasa Tanah Api lebih dekat dari tempat ini” sahut Shan Mui
“Baiklah. Kita berangkat menuju Tanah Api. Periksa kekuatan dari tempat itu yang menurut Guru Liu Ba merupakan kediaman salah satu jendral monster Sanme.” lanjut Xiaozi.
Shan Mui segera meminta informasi melalui token pemburu. Lalu mereka mengirimkan informasi yang membuat mata Shan Mui terbelalak membacanya.
Tanah Api, wilayah kekuasaan Jendral Monster peringkat 3 yang bernama Jendral Sanme, kekuatan tahap Giok tingkat 4.
Komandan Tim Monster :
Kalajengking Gurun, ahli sihir tingkat menengah, kekuatan tahap Emas tingkat 2
Kelabang Emas, ahli racun tingkat tinggi, kekuatan tahap Emas tingkat 2
Wanita Putih, BaiLi, ahli panah, kekuatan tahap Emas tingkat 3
Katak beracun, ahli jejak, kekuatan tahap Emas tingkat 1
Xiaozi tertegun melihat kekuatan dari Jendral Monster Sanme dari informasi yang diberikan oleh token pemburu.
“Sepertinya kita harus meningkatkan dulu kultivasi kita sebelum menyerang ke Tanah Api.” kata Xiaozi
Seluruh tim menyetujui usul Xiaozi untuk berlatih terlebih dahulu sebelum menyerang kediaman Jendral Monster Sanme di wilayah Tanah Api.
“Xiaozi, kita bisa beristirahat di desa yang ada di depan ini” sahut Wuya yang sudah berkeliling menyelidiki sekitar tempat itu sejak tadi.
“Baiklah. Mari kita pergi ke desa tersebut sambil beristirahat” lanjut Xiaozi
__ADS_1
Mereka pun berangkat menuju ke arah desa yang dihuni oleh penduduk dari klan manusia yang dijadikan budak peliharaan oleh klan kelelawar.