
Xiaozi menyerahkan keadaan di luar pada teman-temannya, dia langsung masuk ke dalam kediaman jendral monster Junme.
“Lingjian, kemarilah!” teriak Xiaozi memanggil Pedang Pemburu Roh
Pedang Pemburu Roh meraung dipanggil oleh tuannya Xiaozi dan langsung diraih oleh Xiaozi untuk membantai para monster yang menghalangi jalannya masuk menuju kediaman jendral monster Junme.
Saat akan masuk ke dalam kediaman, dia merasakan energi sihir yang kuat melindungi tempat itu. Xiaozi mundur sesaat untuk melihatnya lebih jelas. “Huh... formasi pertahanan” gumamnya
Xiaozi segera mengerahkan kekuatan tahap Berliannya lalu menggunakan niat pedang untuk menghancurkan formasi pertahanan sihir tersebut.
BLAMM!
Kuat dan lemahnya formasi sihir tergantung dari kekuatan penyihir yang membuatnya serta kekuatan tongkat milik mereka. Karena kekuatan penyihir hijau jauh dibawah Xiaozi dan kekuatan tongkatnya juga kalah dari pedang pemburu roh, maka Xiaozi dengan mudah menghancurkan formasi pertahanan sihir tersebut.
Tampak penyihir hijau yang terluka dalam di tengah aula akibat formasi pertahanannya dihancurkan oleh Xiaozi.
“Katakan, dimana kalian mengurung para duyung?” tanya Xiaozi padanya.
Penyihir Hijau tidak menjawab kata-kata Xiaozi, dia hanya merapal mantra dan menggunakan kekuatannya untuk menyerang ke arah Xiaozi, namun Xiaozi berhasil menangkis serangan itu dengan menggunakan Pedang Pemburu Roh.
Pedang Pemburu Roh menjadi kesal karenanya, “Tuan, biarkan aku membunuh orang itu” pinta Pedang Pemburu Roh yang kesal karena kena serangan tadi.
Pedang Pemburu Roh bergetar hebat, “Baiklah, kamu bunuh dia” sahut Xiaozi melepas Pedangnya untuk pergi menyerang Penyihir Hijau.
Mata Penyihir Hijau terbelalak saat melihat kilatan cahaya di pedang tersebut yang meluncur ke arahnya dengan kecepatan tinggi.
SLEB...
Pedang Pemburu Roh menembus tubuh penyihir hijau, Penyihir hijau tidak menyangka dirinya semudah itu dikalahkan oleh sebuah pedang. Dia belum sempat untuk merapal mantranya pedang itu sudah terlebih dahulu membunuhnya.
Xiaozi tersenyum melihat pedangnya itu, “Kamu memang tidak suka terlalu bertele-tele ya. Main hajar saja” kata Xiaozi pada pedang tersebut.
“Tuan, aku ini senjata. Membunuh semakin cepat bagiku semakin bisa beristirahat lebih cepat” sahut Pedang Pemburu Roh.
“Betul, tapi kita tidak mendapatkan apa-apa dari penyihir ini. Jika semua langsung dibunuh, kemana kita mencari para sandera itu jika mereka memiliki ruang rahasia?” kata Xiaozi kembali
“Benar kata tuan, tapi itu kan bukan tugasku. Hehehe...” sahut Pedang Pemburu Roh berdalih.
__ADS_1
Xiaozi hanya tersenyum mendengar kata-kata Pedang Pemburu Roh miliknya, dia menyadari perkataan pedangnya yang benar. Sebagai sebuah pedang, tugasnya adalah melindungi tuannya dan membunuh para musuh.
Xiaozi lalu pergi ke sekeliling tempat kediaman itu untuk menemukan keberadaan jendral monster Junme namun tidak menemukannya.
“Sial, kemana perginya jendral monster Junme ini. Apakah dia bersembunyi?” gumam Xiaozi kesal
Xiaozi juga tidak menemukan teman-teman putri duyung yang disandera oleh jendral monster Junme. Xiaozi menjadi semakin kesal karenanya.
“Tuan, aku akan menyelidiki sekitar tempat ini” ujar Wuya saat dia telah membereskan Elang Perak dengan cepat.
“Pergilah!” Perintah Xiaozi padanya
Saking kesalnya, Xiaozi keluar hendak mencari orang untuk bertanya, namun di luar tampak semua musuh sudah terbantai habis. Bahkan Raja Buaya tampak kini tubuhnya telah ditusuk oleh cakar Qiongqi dengan ganasnya lalu merobek tubuh Raja Buaya menjadi dua bagian.
“Ah, semua sudah menjadi tumpukan mayat. Kemana mencari para sandera itu?” pikir Xiaozi kesal
“Tuan, apa yang kita lakukan sekarang?” tanya Qiongqi selanjutnya
“Kita menyisiri sekitar wilayah ini untuk mencari tempat mereka menyembunyikan para sandera” sahut Xiaozi padanya
Setelah itu mereka berpencar untuk mencari keberadaan sandera tersebut dengan berhati-hati. Tingkat kesulitan mencari sesuatu di tempat yang tidak dikenal menjadi lebih tinggi. Belum lagi resiko jebakan dan adanya musuh yang mengintai membuat pencarian menjadi lebih lama.
“Maaf, tuan. Itu termasuk dalam sihir tingkat tinggi, aku belum mempelajarinya” sahut Raja Penyihir Kambing.
Xiaozi termenung mendengar hal ini. Satu-satunya cara adalah mencari informasi dari Putri Duyung Mieren. Namun dia juga belum yakin apakah Putri Duyung Mieren bisa memberikan petunjuk dari keberadaan teman-temannya.
“Ah, sudahlah. Qiongqi, Wuya, Raja Penyihir Kambing. Kalian teruskan menyisir tempat ini. Aku akan bertanya dengan seorang teman tentang hal ini” kata Xiaozi selanjutnya.
“Baik tuan” sahut teman-temannya
Setelah itu Xiaozi langsung pergi menuju gua tempat dia menemukan Putri Duyung Mieren. Namun matanya terbelalak saat tidak menemukan putri Mieren disana.
“Kemana perginya putri Mieren? Bukankah dia tidak bisa keluar dari tempat ini?” gumam Xiaozi
“Satu-satunya kemungkinan, ada orang yang mengeluarkannya dari sini. Apakah jendral monster Junme telah memindahkannya?” pikir Xiaozi kesal
Xiaozi menjadi sangat kesal dengan keadaan ini. Dia benar-benar merasa menemui jalan buntu. “Sial, seandainya aku bisa mengorek informasi dari salah satu orang mereka” gumamnya.
__ADS_1
Xiaozi kemudian kembali ke pedesaan tempat lelaki tua itu untuk bertanya padanya. Namun matanya terkejut melihat keramaian di penginapan. Tampak orang-orang berkumpul saling berebut untuk masuk ke dalam sebuah kamar disana.
“Astaga, aku lupa wanita bernama Xie Ling itu” gumamnya.
Xiaozi lalu bergegas ke penginapan itu dan mengusir orang-orang yang berebut untuk masuk kedalam kamar.
“Pergi kalian semua! Apa yang kalian lihat-lihat! Aku akan membunuh kalian semua!” terdengar teriakan dari dalam kamar itu membuat Xiaozi tersenyum.
“Ah, rupanya dia sudah siuman” pikirnya
Xiaozi kemudian mengusir orang-orang dari dalam kamar itu dan tertawa geli melihat Xie Ling yang tidak bergerak dengan wajah merah padam.
“Xiaozi, aku akan membunuhmu! Aku akan merobek-robek tubuhmu!” teriak Xie Ling.
Xiaozi berjalan perlahan mendekatinya, dia segera mengenakan pakaian pada wanita tersebut. Hal ini membuat mata Xie Ling bertambah melotot pada Xiaozi.
“Aku sudah melihat semuanya kemarin, apa masih perlu malu juga?” goda Xiaozi
Xie Ling bersungut-sungut mendengar perkataan Xiaozi, hatinya semakin kesal padanya. “Ka-Kamu terlalu” ketusnya
“Aku tahu maksudmu kemarin, tapi aku bukan anak kemarin sore. Kamu tidak akan bisa mengalahkanku dalam hal ini. Ini adalah salah satu kekuatanku” sahut Xiaozi yang membuat wajah Xie Ling semakin gelap.
“Sial, aku sudah berkali-kali menembus puncak, tetapi kamu belum sekalipun. Ku akui kamu sungguh tangguh, nak” geram Xie Ling dengan wajah merahnya
Xiaozi tersenyum sepertinya memahami pikiran Xie Ling, kemudian dia membuatnya duduk dari tempat tidur setelah mengenakan seluruh pakaiannya.
“Baik, aku akan melepaskanmu jika kamu mau menurutiku. Atau kamu masih mau bertanding ulang denganku?” tanya Xiaozi
“Cih, aku tak sudi melakukannya lagi denganmu” sahutnya ketus
“Ok, aku akan melepasmu. Aku telah mengalahkanmu, seharunya kamu menuruti kata-kataku. Jika kamu berjanji, aku akan melepaskanmu” lanjut Xiaozi
Xie Ling merenungkan kondisi dirinya saat ini, meskipun dia memiliki tingkat kultivasi tahap Emas, namun dia menyadari kekuatan kultivasi Xiaozi berada diatas dirinya. Jadi percuma baginya untuk melawan Xiaozi sendiri.
“Aku harus kembali melapor pada jendral monster Junme dan bersama teman-teman meringkus orang ini” pikir Xie Ling.
“Kediaman jendral monster Junme terbakar, pasukan monster telah musnah!” terdengar suara orang-orang ramai bergembira di luar kamar penginapan itu
__ADS_1
Mata Xie Ling berkedut mendengar hal itu, dia tidak percaya mendengar berita tersebut. Namun Xiaozi hanya tersenyum melihat wajah Xie Ling yang tampak panik.
“I-Ini ulahmu” ujarnya panik