
Kakek Luo kemudian mengambil sebuah buku dari kotak penyimpanannya yang khusus dia sembunyikan di dalam kamarnya. “Kitab Pernafasan Pedang”.
Lalu kakek Luo memberikan buku itu pada Xiaozi,”Ini adalah bagian lebih lanjut untuk menguasai kekuatan pedang” katanya menjelaskan.
“Baiklah kakek, aku akan belajar padamu” sahut Xiaozi sambil menyerahkan 500 keping emas sesuai kesepakatannya.
“Aku sendiri akan membimbingmu sehingga kamu layak untuk menghadapi Raja Monster. Hahaha...” lanjut kakek Luo
Xiaozi hanya tersenyum kecil mendengar kata-kata yang menurutnya terlalu tinggi, “Melawan Raja Monster? Ah...” gumamnya dalam hati
“Orang yang melawanmu kemarin bernama Wume, dia salah satu jendral monster yang berada di peringkat 5, bawahan dari Raja monster Xhame” kata kakek Luo
Wajah Xiaozi menegang mendengar penjelasan kakek Luo, “Jendral peringkat 5 saja sudah sekuat itu. Bagaimana kekuatan peringkat di atasnya? Begitu juga kekuatan Raja Monster” gumamnya dalam hati
Kakek Luo lalu menunjukkan tempat tinggal untuk mereka berempat yang letaknya di sebelah rumah kakek tersebut, “Rumah ini kosong yang memiliki dua kamar. Kalian berempat bisa tinggal disana, masing-masing kamar berdua” kata kakek Luo.
“Xiaozi, apakah kita akan lama disini?” tanya Shan Mui pada Xiaozi
“Bukankah kita sudah menyelesaikan tugas dari aula perburuan monster?” sahut Xiaozi
“Iya. Tapi apakah kita tidak melanjutkan perjalanan mencari monster lain?” tanya Shan Mui kembali
Xiaozi lalu mengambil token pemburu monsternya, dia mencoba untuk mencari informasi apakah ada monster di dekat mereka. Tampak token itu memberikan beberapa informasi tentang monster yang tak jauh dari gunung Wushan.
“Sementara tinggal di tempat ini, kita juga bisa mencari beberapa monster yang berada di dekat gunung Wushan ini” kata Xiaozi yang menyerahkan informasi dari token itu pada Shan Mui
__ADS_1
“Baiklah. Ini monster Perunggu dan monster Perak. Aku rasa kami bertiga bisa mengalahkan mereka. Kamu teruslah berlatih dulu. Kita mungkin akan bertemu dengan Jendral monster di masa depan dan kamu harus sudah siap untuk melawan mereka” sahut Shan Mui
Xiaozi menganggukkan kepala atas pembagian tugas yang diatur oleh Shan Mui, mereka bertiga lalu berangkat ke tempat yang diinformasikan oleh token itu setelah menyiapkan kamar milik mereka di rumah kosong itu.
Setelah kepergian ketiga temannya, Xiaozi melanjutkan pelatihannya yang dibimbing langsung oleh kakek Luo. Xiaozi mendapatkan beberapa petunjuk untuk memudahkannya meningkatkan kekuatan kultivasinya.
Dengan mencoba tehnik dan bimbingan langsung dari seorang master sekuat kakek Luo, membuat Xiaozi dengan cepat menerobos tahap Perak tingkat 2. Xiaozi juga mempelajari buku yang diberikan oleh kakek Luo padanya.
Kitab Pernafasan Pedang adalah sebuah gabungan jurus dan penggunaan energi internal sehingga Xiaozi dapat lebih mudah memahami pedang. Dalam kitab pernafasan pedang dikenalkan tentang roh pedang, hawa pedang dan niat pedang.
Xiaozi mencoba petunjuk dari jurus dan tehnik pernafasan pedang pada Pedang Pemburu Roh miliknya dan hasilnya sungguh di luar dugaan. Kekuatan Pedang Pemburu Roh menjadi berlipat lebih kuat oleh jurus dari kitab pernafasan pedang.
Dalam kitab pernafasan pedang juga terdapat jurus tangan kosong yang menggunakan niat pedang, sehingga Xiaozi dapat membuat pedang dari apapun untuk menyerang musuhnya.
Ketiga temannya juga tampak sudah kembali dari perburuan monster dan kelihatan dari wajah mereka yang cukup kelelahan.
Segera mereka bergegas membersihkan diri lalu beristirahat di rumah kosong tersebut. Xiaozi meneruskan latihannya tanpa mengganggu temannya yang sedang beristirahat.
Malam harinya sambil menikmati makanan yang dimasak oleh Shan Mui, mereka berempat pun tak berhenti bercakap-cakap. Xiaozi menceritakan tentang peningkatannya dan teman-temannya menceritakan tentang perburuan monster mereka.
“Xiaozi, aku akan beristirahat dulu beberapa minggu di tempat ini untuk memperdalam ilmu sihirku” kata He Xian. Selama perburuan monster, kekuatan sihir He Xian terlihat kurang efektif dan kuat, dia beberapa kali hampir terluka karenanya. Untung Shan Mui dan Chen Yan berhasil membantu dan menyelamatkannya.
“Itu bagus. Kekuatan sihir akan sangat besar pengaruhnya dalam perburuan monster. Jadi kamu harus menjadi lebih kuat lagi” sahut Xiaozi
“Kalian berdua juga harus meningkatkan kultivasi juga. Kita tidak tahu seberapa kuat musuh yang akan kita hadapi nanti” lanjut Xiaozi
__ADS_1
Chen Yan menganggukkan kepalanya, dari mereka berempat kekuatan kultivasinya lah yang terlemah saat ini sudah berada di tahap perunggu tingkat 1. Sedangkan Shan Mui dan He Xian sudah berada di tahap perunggu tingkat 4.
Kekuatan Xiaozi lebih kuat dari mereka yang saat ini sudah berada di tahap Perak tingkat 3. Dia ingin bisa menerobos tahap Emas sebelum melanjutkan perjalanan mereka berburu monster.
Sore itu, saat kakek Luo tengah beristirahat di teras rumahnya, tampak seekor burung gagak mendatanginya, “Luo Shan, dua orang jendral monster sedang dalam perjalanan menuju tempatmu ini. Mereka ingin menangkap anak yang telah membunuh peliharaan Wume” kata burung gagak itu pada kakek Luo
“Wuya, terima kasih atas informasimu. Sampaikan salamku pada penyihir hitam Liu Ba. Katakan muridnya juga berada di sini. Mereka akan segera pergi kesana” sahut kakek Luo pada burung gagak bernama Wuya itu.
“Baik. Kamu berhati-hatilah, Luo Shan” kata burung gagak itu yang langsung terbang kembali ke bukit Kematian tempat klan burung gagak.
Setelah kepergian burung gagak itu, Luo Shan melihat ke atas langit, “Sepertinya pergolakan akan segera terjadi di dunia ini” gumamnya.
Kakek Luo segera memanggil Xiaozi menemuinya,” Nak, duduklah” katanya pada Xiaozi. Kakek Luo menyesap teh nya dengan wajah tenang lalu memulai pembicaraan setelah Xiaozi duduk di bangku depan kakek Luo.
“Nak, dua jendral monster sedang dalam perjalanan ke tempat ini. Mereka hendak menangkap kalian. Aku mungkin tidak akan mampu melawan mereka berdua bersamaan” kata kakek Luo
Xiaozi tertegun mendengar perkataan kakek Luo, dia tidak menyangka perbuatan mereka berburu monster arwah serigala akan membuat marah jendral monster. Dia tidak tahu apa yang harus di lakukan.
“Guru, jika demikian kami akan pergi dari tempat ini agar tidak membuat lebih banyak masalah” sahut Xiaozi dengan wajah muram
“Kamu tidak mengerti nak. Mereka sudah sejak lama memang berniat untuk mencari masalah denganku, kejadianmu hanya alasan saja bagi mereka untuk membunuhku.” kata kakek Luo kembali
Kakek Luo kemudian berdiri dari tempat duduknya dan memandang ke arah halaman rumahnya,” Perjanjianku dengan Raja Monster berakhir sejak aku mengangkat dirimu menjadi muridku. Tapi aku tidak menyesalinya. Sudah saatnya dunia monster ini untuk berubah” lanjutnya.
Xiaozi menatap punggung kakek Luo lalu berlutut di belakangnya, “Guru, maafkan muridmu yang tidak berguna ini. Seandainya aku bisa lebih kuat lagi untuk membantumu melawan mereka” sahut Xiaozi sambil berlutut.
__ADS_1