
Karena telah selesai menumpas Jendral Monster Junme untuk membebaskan para duyung dan manusia ikan dan juga membalaskan dendam Ratu Ular maka Xiaozi dan teman-temannya pun kembali menuju ke pelabuhan di kota kecil sebelumnya.
Xie Ling yang sudah tidak memiliki teman di pulau itu lalu ikut serta pergi bersama Xiaozi dan teman-temannya.
Saat perahu yang mereka tumpangi berada ditengah lautan, tiba-tiba muncul ombak yang cukup besar hampir membalikkan perahu mereka.
“Maaf, aku terlalu gembira,” tiba-tiba sebuah suara mendekati perahu mereka. Mata Xiaozi dan teman-temannya terkejut melihat beberapa kawanan putri duyung muncul yang dipimpin oleh Putri Mieren mengelilingi perahu mereka.
“Xiaozi, terima kasih atas bantuanmu. Kami tidak bisa membalasnya. Kami hanya bisa memberimu beberapa air mata ini untuk kenang-kenangan dari kami,” kata Putri Duyung Mieren sambil menyerahkan beberapa kristal bening pada Xiaozi.
“I-Ini Air Mata Duyung?” Xiaozi terkejut karenanya.
“Benar. Hanya itu yang bisa kami berikan untukmu Xiaozi. Semoga bermanfaat” kata Putri Mieren kembali
“Terima kasih Putri. Ini sangat berguna bagi kami,” sahut Xiaozi sambil membungkukkan tubuhnya memberi hormat pada para duyung itu.
Para duyung itu juga senang, mereka pun segera membantu mendorong perahu itu hingga mempercepat mereka tiba di pelabuhan kota timur. Para duyung lalu melambaikan tangan mereka setelah Xiaozi dan teman-temannya mendarat dari perahu dan pergi ke kedalaman lautan.
“Tuan, semua bahan telah lengkap. Apa yang akan kita lakukan sekarang?” Wuya bertanya pada Xiaozi.
“Mari kita membuka segel Pedang Pemburu Roh ini terlebih dahulu,” sahut Xiaozi.
Mereka pun pergi menuju Bukit Kematian untuk segera membuka segel Pedang Pemburu Roh dengan bantuan Guru Liu Ba.
Melihat kedatangan Xiaozi dan teman-temannya Liu Ba sedikit terkejut karena tidak melihat muridnya He Xian dan dua wanita lainnya. Wuya lalu menceritakan seluruh petualangan mereka setelah meninggalkan bukit kematian itu.
Guru Liu Ba mengerti setelah mendengarkan cerita dari Wuya. “Xiaozi, kamu harus meningkatkan kekuatan kultivasimu. Karena untuk membebaskan teman-temanmu tidak akan mudah.” kata Guru Liu Ba.
Xiaozi menyadari hal itu, itulah makanya dia pergi ke Bukit Kematian agar dapat berlatih kembali di ruangan khusus yang ada ditempat tersebut. Kali ini Xiaozi ingin menaikkan level gravitasi yang ada di ruang pelatihan khusus tersebut.
__ADS_1
Sementara Xiaozi berlatih di ruang pelatihan khususnya, Guru Liu Ba lalu mempersiapkan bahan dan formasi sihir untuk membuka segel dari Pedang Pemburu Roh.
Setelah mempersiapkan segala sesuatunya, dia tinggal menunggu Xiaozi untuk membangkitkan kekuatan dari formasi itu dan membuka segel Pedang Pemburu Roh. Hanya pemilik pedang yang bisa membuka segel tersebut dengan bantuan dari penyihir.
Beberapa jam kemudian, terdengar ledakan keras dari ruang pelatihan khusus. Tampaknya Xiaozi telah berhasil meningkatkan tahap kultivasinya.
“Aku berhasil menembus tahap Berlian tingkat 3.” Mata Xiaozi bersinar karenanya.
Kemudian dia memutuskan untuk beristirahat sebentar dan melihat persiapan dari Guru Liu Ba.
“Xiaozi, mari kita mulai membuka segel pedangmu,” ajak Guru Liu Ba.
Mereka pun segera menuju ruangan yang biasa digunakan oleh Guru Liu Ba dalam membangkitkan kekuatan sihirnya. Lalu dia meminta Xiaozi memberikan setitik darah pada pedangnya yang telah berada di tengah formasi tersebut.
Pedang Pemburu Roh bergetar saat Xiaozi setelah menerima setetes darahnya. Guru Liu Ba lalu membaca mantra dan kemudian tampak kilatan cahaya petir muncul dari angkasa ke arah Pedang Pemburu Roh.
Xiaozi lalu memegang Pedang Pemburu Roh ditangannya. Tampak aliran energi petir mengalir dari pedang tersebut menuju lengan Xiaozi hingga ke kepalanya.
Xiaozi melihat gambaran gerak dan jurus dari Pedang Pemburu Roh yang telah terbuka segelnya. Xiaozi seperti sudah menguasai seluruh jurus Pedang Pemburu Roh itu. Dia lalu mengerahkan kekuatannya untuk bertukar kekuatan dan menselaraskan kekuatannya dengan kekuatan Pedang Pemburu Roh.
Cahaya pedang itu lalu meredup setelah kekuatannya selaras dengan kekuatan Xiaozi.
“Terima kasih Guru Liu Ba. Kini aku sudah bisa menguasai jurus dari Pedang Pemburu Roh ini,” kata Xiaozi sambil memberi hormat pada Guru Liu Ba.
“Kamu harus berhati-hati dalam menghadapi Jendral monster Yime untuk membebaskan teman-temanmu.” pesan Guru Liu Ba
“Saat itu kekuatan jendral monster Yime berada di tahap Berlian tingkat 2 sedangkan Raja monster Xhame berada pada tahap Berlian tingkat 4. Kini kita tidak tahu kekuatan asli mereka apakah sudah meningkat lagi,” lanjut Guru Liu Ba
Mendengar hal itu, wajah Xiaozi kembali bersemangat dia ingin lagi meningkatkan kekuatannya berlatih di dalam ruang pelatihan khusus itu sampai maksimal.
__ADS_1
Kali ini dia ingin mencoba kekuatan dari jurus Pedang Pemburu Roh juga.
Keesokan harinya, setelah beberapa kali berlatih, kekuatan Xiaozi telah meningkat menjadi tahap Berlian tingkat 5 akhir.
“Ah, sudah berhasil sampai tingkat 5 ini cukup melelahkan.” Xiaozi lalu menggunakan pil obat penyembuhan untuk menyembuhkan stamina tubuhnya.
“Kini saatnya aku menggunakan pil kultivasi untuk menerobos ke tahap Mutiara.” Xiaozi segera meminum pil kultivasi untuk menerobos ke tahap Mutiara. Namun sebelum itu dia beristirahat terlebuh dahulu.
“Xiaozi, kapan kita akan berangkat?” tanya Qiongqi yang sudah tidak sabaran.
“Menghadapi jendral monster Yime tidak semudah sebelumnya. Dia berada dekat dengan ibukota kerajaan monster. Ini akan membuat serangan kita tercium cepat oleh Raja monster Xhame,” sahut Xiaozi
“Menghadapi dua kekuatan monster tidaklah mudah. Kita harus meningkatkan kekuatan kita untuk bersiap melawan mereka.” Xiaozi bersemangat untuk berlatih dan menjadi kuat.
Qiongqi mengerti yang dimaksud oleh Xiaozi, dia juga akan meningkatkan kekuatannya. Karena mereka tidak tahu seberapa kuatnya musuh mereka nantinya.
Tiga hari melakukan pelatihan di ruang khusus dan menggunakan tingkat gravitasi maksimal membuat Xiaozi akhirnya berhasil meningkatkan kekuatan kultivasinya pada tahap Mutiara awal.
“Akhirnya aku berhasil. Tunggulah aku teman-teman, aku akan segera membebaskan kalian,” gumamnya dalam hati
Setelah berpamitan dengan Guru Liu Ba, Xiaozi bersama Qiongqi, Wuya, Raja Penyihir Kambing dan Xie Ling segera pergi menuju ke Gunung Naga, markas jendral monster Yime.
Ibukota kerajaan monster berada di belakang Gunung Naga, jadi Gunung Naga adalah gerbang untuk memasuki Ibukota kerajaan monster.
Gunung Naga terletak di selatan klan binatang dan merupakan daerah perbatasan antara klan binatang dan klan monster. Gunung Naga itu sesuai namanya adalah karena berbentuk kepala naga yang di dalam perut Gunung banyak menghasilkan emas dan batu spiritual.
Para monster menambang emas dan batu spiritual itu untuk memperkaya diri dan juga memperkuat kekuatan mereka.
Xiaozi dan teman-temannya yang sudah berjalan sekitar 5 hari akhirnya tiba di kaki gunung Naga.
__ADS_1