
Penyihir merah tidak bisa melarikan diri karena He Xian telah menutup celah dengan kekuatan sihirnya. Dia membuat perangkap petir di sekitar penyihir merah Hongmin yang akan mengenainya jika dia berusaha untuk melarikan diri.
Jadi penyihir merah hanya bisa melawan mereka. Wuya yang berubah menjadi burung gagak raksasa kini berubah kembali ke bentuk paling kuat miliknya, yaitu gagak hitam bayangan. Bentuknya langsung seperti bayangan burung gagak yang mengeluarkan asap dari sekujur tubuhnya dan kecepatannya pun makin bertambah
Wajah penyihir merah menjadi hitam melihat dirinya kewalahan direbut oleh mereka. Dia lalu mengambil pilihan untuk mati bersama dengan He Xian yang tampaknya lebih lemah dari burung gagak itu.
Penyihir merah Hongmin segera mengumpulkan seluruh kekuatannya dan membuat bola api di ujung tongkatnya dan segera menyerang ke arah He Xian. Wuya yang melihat hal itu tidak membuang kesempatannya dan segera melesat secepat kilat menembus tubuh penyihir merah.
“Aaakh...” pekik penyihir merah dengan darah menyembur dari tubuhnya yang berlubang di tembus oleh kecepatan kilat Wuya yang berwujud bayangan itu. He Xian segera menyingkir dari tubuh penyihir merah dan melindungi dirinya dengan perisai sihir bersama teman-temannya.
BUMM!
Bola api meledak dari ujung tongkat penyihir merah dan membakar mereka yang berada di sekitarnya. Pasukan monster yang terkena ledakan api yang berkobar langsung mati mengenaskan, begitu juga dengan beberapa kawanan burung gagak yang berada di ledakan itu.
“Untung aku masih sempat melindungi diri dan teman-temanku dari ledakan itu” gumam He Xian dalam hatinya
Mata Jendral Wume berkedit mendengar ledakan tersebut. Dia mundur sekaligus menghindari serangan dari Xiaozi. “Sial, semua komandanku telah terbunuh. Aku akan menghabisi kalian semua” teriak Jendral Wume dengan mengerahkan seluruh kekuatannya dalam keadaan marah.
Tubuh Jendral Wume berubah membesar, otot-otot di tubuhnya makin besar dan menguat. Wajahnya berubah ke bentuk aslinya yang merupakan wajah macan kumbang. Xiaozi terkejud melihat wujud asli dari Jendral Wume.
“Huh, dasar monster. Berubahpun tidak akan mengubah hasil pertarungan ini” sahut Xiaozi yang membuat jendral Wume semakin marah.
“Dasar sombong!” teriak Jendral Wume sambil menyerang dengan ganas Xiaozi.
Xiaozi bukan asal omong kosong, dia belum memperlihatkan kekuatan aslinya pada Jendral Wume. Merasa dirinya berada di atas angin, Jendral Wume semakin garang menyerang Xiaozi.
“Cuma segini kekuatan jendral monster? Memalukan” ejek Xiaozi yang kemudian mengerahkan kekuatannya menjadi tahap Berlian tingkat 1
__ADS_1
Mata Jendral Wume terkejut melihat peningkatan kekuatan Xiaozi yang jauh melebihi kekuatannya. “Sialan, mengapa anak ini bisa sekuat ini dalam waktu singkat?” gumamnya dengan kesal
Jendral Wume menggigil ketakutan setelah mengetahui kekuatan asli dari Xiaozi, dia sekarang kewalahan untuk menghindari benturan langsung dengan Xiaozi. Namun Xiaozi tidak memberinya kesempatan untuk bernafas
Akhirnya Xiaozi memanggil Pedang Pemburu Rohnya. “Lingjian, kemarilah” teriak Xiaozi
Pedang Pemburu Roh saat mendengar panggilan dari tuannya langsung pergi ke genggaman tangan Xiaozi. Kemudian dengan Jurus Pedang Membelah Bumi dan Langit yang baru saja dikuasainya Xiaozi menebas ke arah Jendral Wume.
Jendral Wume tidak bisa bergerak, dia merasa seluruh tubuhnya telah dikunci oleh energi pedang yang mengarah pada dirinya. Matanya melotot melihat cahaya pedang Pemburu Roh yang menebas menyilang ke arahnya.
Dua kilatan cahaya menyilang membelah tubuh Jendral Wume menjadi beberapa potongan. Dia bahkan tidak sempat berteriak untuk terakhir kalinya. Hanya matanya yang melotot dan mulutnya menganga saat tebasan pedang tersebut mengenainya.
Darah menyembur ke segala arah setelah tubuh jendral Wume terbelah.
Mata pasukan monster yang tersisa tampak putus asa dan ketakutan melihat kekuatan Xiaozi. Mereka sudah tidak memiliki lagi niat untuk bertempur. Namun Xiaozi tidak melepaskan mereka hari ini.
Pedang Pemburu Roh juga terbang semakin garang mendengar perintah itu. Seluruh teman-temannya membantai pasukan monster yang masih tersisa. Bahkan yang melarikan diri tidak akan luput dari serangan Pedang Pemburu Roh dan juga kawanan burung gagak.
Benar-benar pembantaian monster. Dalam tempo beberapa menit, seluruh pasukan Jendral Wume telah musnah di Hutan Roh tersebut.
“Guru Luo, aku telah membalaskan dendammu. Semoga kamu menyukainya” gumam Xiaozi sambil melihat ke arah langit
Kemenangan berada di Tim Pemburu Monster Bintang Dunia. Shan Mui segera mengirimkan hasil dari pertempuran itu pada token pemburu dan menunggu hasil dari perolehan hari ini.
TING!
Suara token pemburu monster saat menerima berita hasil dari perburuan ini. Mata Shan Mui terkejut melihat poin yang diterima oleh Tim mereka, 8000 poin dan hadiah emas sebesar 1.420 keping emas.
__ADS_1
“I...Ini berarti Tim Pemburu Monster kita telah menembus level 10, hadiahnya juga luar biasa” Shan Mui gugup melihat angka yang tertera pada token pemburu mereka.
“Kita sekarang adalah Tim Pemburu Monster level 10” teriak Chen Yan kegirangan bersama Shan Mui dan sangat bersemangat.
Xiaozi dan He Xian tidak mengerti maksud mereka. “Apakah level 10 itu artinya bagus?” tanya Xiaozi dengan pandangan bingung.
Shan Mui berlari ke arah Xiaozi dan langsung memeluknya di depan teman-teman mereka, hal ini membuat darah tersembur dari kedua hidungnya.
“Hfff...Ka..Kamu mau membunuhku” teriak Xiaozi yang segera mundur
Teman-teman mereka tertawa melihat hal itu, namun wajah Shan Mui menjadi merah karena saking senangnya dia melupakan situasi dimana mereka berada.
Setelah itu, Tim Pemburu Monster Xiaozi melanjutkan perjalanan mereka menuju wilayah klan kelelawar untuk mencari Kristal Merah.
Wilayah Klan Kelelawar, berada di pinggir tebing yang tak jauh dari markas Jendral Wume yang merupakan tempat kesukaan serigala merah berlatih sebelumnya.
Di dekat wilayah klan kelelawar terdapat desa kecil yang di huni oleh beberapa ratus keluarga klan manusia yang hidup dari berkebun. Mereka adalah para budak yang dipelihara oleh klan kelelawar.
Saat kelelawar itu berhasil meningkatkan sihir mereka, lalu mereka melakukan mutasi dan berubah menjadi mahluk seperti manusia namun bisa terbang dengan wujud kelelawar lagi.
Pemimpin klan kelelawar bernama Bianfu adalah mahluk haus darah yang suka meminum darah para klan manusia. Sedangkan para kelelawar sangat menyukai buah-buahan dari kebun tersebut.
Bianfu memiliki 4 orang jendral kelelawar yang juga sangat haus darah. Mereka kemudian memelihara klan manusia agar bisa menghisap darah mereka saat sudah dewasa pada umur tertentu.
“Raja, aku dengar Jendral Wume dan pasukannya telah dimusnahkan oleh Tim Pemburu monster. Kita bisa segera menguasai wilayah itu” kata salah satu jendral kelelawar
Bianfu termenung mendengar perkataan salah satu jendralnya itu. Dia lalu berdiri dan berjalan mendekati para jendralnya. “Apa kalian yakin tempat itu aman untuk kita kuasai?” tanya Raja Kelelawar Bianfu.
__ADS_1