Pedang Pemburu Roh

Pedang Pemburu Roh
BAB 25 | Bertemu Kakek Tua Ular


__ADS_3

SSSSSSSHH!


Tiba-tiba muncul seekor ular dengan setengah badan atas manusia dari dalam gua tersebut yang besar badannya sebesar tubuh manusia dewasa yang memanjang dari perut hingga ke ujung ekornya yang melilit di dalam gua.


“Siapa kalian yang mengganggu tidurku, sssshh...” kata ular bertubuh setengah manusia itu


Badan manusia ular itu adalah laki-laki tua dengan rambutnya yang sudah berwarna putih dan matanya menatap tajam ke arah mereka.


“Kakek, maafkan kami yang mengganggu tidurmu” sahut Xiaozi merasa bersalah namun tetap waspada tidak lengah jika tiba-tiba manusia ular itu menyerangnya.


“Apakah ini juga ada hadiahnya?” bisik Chen Yan disamping Shan Mui


“Entahlah, aku belum pernah mendengar jenis monster seperti ini” sahut Shan Mui


Manusia ular itu merayap mendekati Xiaozi dan berdiri tepat di depannya. Matanya menatap tajam pada Xiaozi meneliti wajahnya.


“Sssshhh... kamu bukan orang dari dunia ini ya.. sssshh” kata manusia ular itu


Xiaozi terkejut mendengar kata-kata manusia ular tersebut, dia tidak menyangka mahluk itu mengetahui asalnya.


“Bagaimana kamu mengetahuinya?” tanya Xiaozi padanya


“Ssshh... Karena aku juga berasal dari duniamu... Sshhh” sahut manusia ular itu


“Apa?” Xiaozi terkejut mendengar jawaban dari manusia ular tersebut.


“Jangan bercanda kek. Maaf, aku tidak pernah mendengar manusia bertubuh ular di duniaku” cengir Xiaozi tidak percaya pada manusia ular tersebut


Manusia ular itu semakin mendekati Xiaozi dengan tubuh ularnya yang sekarang telah berdiri tepat di depan Xiaozi.


“Ssssh.. Hahaha... Ssshh... Hahaha... “ manusia ular itu tertawa lucu di telinga Xiaozi


“Sebaiknya jangan tertawa sambil mendesis kek. Maaf, aku jadi tidak tahan mendengarnya. Hihihi... “ Xiaozi pun jadi tertawa karenanya


“Bodoh. Aku ingin menasehatimu nak. Jangan sampai kamu menjadi sepertiku di dunia ini. sssshh...” sahut manusia ular itu kembali

__ADS_1


Xiaozi menghentikan tawanya, wajahnya menegang mendengar kata-kata kakek tua ular itu.


“Kakek dulu juga manusia?” tanya Xiaozi padanya


“Ssssh.. Benar. Aku dulu manusia terganteng, kuat dan perkasa di dunia kita. Ssshhh... Aku punya 4 wanita di dunia kita... di masa lalu “ sahut kakek tua ular itu


Mata Xiaozi berkedut mendengarnya. Dia melihat ke wajah kakek tua itu dan membayangkan wajah masa mudanya lalu menggelengkan kepalanya.


“Kakek masih kalah ganteng denganku. Aku di usia 17 tahun sudah memiliki lebih dari 10 wanita di dunia kita” sahut Xiaozi dengan wajah acuh tak acuh


Mata kakek tua ular itu berkedut mendengar cerita dari Xiaozi itu.


“Ssssh... Benarkah? Ternyata soal wanita kamu adalah masternya... Suhu aku mengaggumimu! Ssssh... ” sahut kakek tua ular itu membungkukkan kepalanya pada Xiaozi


Mata Shan Mui dan Chen Yan berkedut mendengar percakapan tidak berguna diantara kakek tua ular dan Xiaozi itu. Wajah mereka berdua menjadi merah padam.


“Kakek lihat sendiri, di dunia ini pun aku sudah mendapatkan dua wanita cantik ini yang mengikutiku kan” sahut Xiaozi semakin bangga pada dirinya


Kakek tua ular itu menoleh tajam ke arah Shan Mui dan Chen Yan yang tersenyum terpaksa padanya karena ketakutan.


“Ssshhh...hahaha... ternyata kamu memang benar-benar suhu soal wanita. ssshhh...” tawa kakek tua ular itu sambil mendesis


Shan Mui berjalan perlahan ke arah Xiaozi kemudian...


PLETAKK!


Dia mendaratkan tinjunya ke kepala Xiaozi membuat mata Xiaozi terbelalak tidak percaya. Begitu juga kakek tua ular itu terkejut melihat hal itu.


“Wanita ini ternyata sangat kejam diluar kecantikannya.Sssshh...” gumam kakek tua ular itu dalam hatinya


“A.. Apa yang kamu lakukan?” tanya Xiaozi sambil memegang kepalanya yang sakit dijitak oleh Shan Mui.


“Hentikan bicara omong kosongmu!” sahut Shan Mui dengan wajah dingin


“Kakek, maafkan kami mengganggu tidurmu. Kami tidak sengaja berteduh ditempat ini karena hujan” lanjut Shan Mui sambil menundukkan kepalanya pada kakek tua ular itu.

__ADS_1


“Sssshh... Baiklah, kalian boleh berteduh disini. Aku ingin bernostalgia dulu dengan anak ini tentang dunia asal kami. Ssshhh...” sahut kakek tua ular itu kembali.


“Nak, kemarilah masuk ke dalam gua. Aku ingin berbicara secara pribadi denganmu. Ssshhh...” lanjutnya sambil memasuki gua itu lebih ke dalam lagi.


Mendengar hal itu, Xiaozi termenung. Namun dia sudah tidak merasakan hawa membunuh lagi dari tubuh kakek tua ular itu. Jadi dia memutuskan untuk mengikutinya.


Di dalam gua yang ternyata cukup luas, kakek tua ular itu melilitkan tubuhnya untuk menopang tubuh manusianya dan melihat kedatangan Xiaozi mendekatinya.


“Ada apa kakek?” tanya Xiaozi setelah berada di depannya.


“Aku ingin meminta bantuanmu untuk melepas kutukanku ini. Ssshhh... ” sahut kakek tua ular itu padanya


Xiaozi tidak mengerti maksud kakek tua ular tersebut lalu dia mengambil tempat untuk duduk mendengar penjelasannya.


“Kutukan? Ceritakan lah kek.” sahut Xiaozi


Kakek tua ular itu lalu menceritakan kisahnya sejak awal hingga mendapatkan kutukan menjadi manusia ular ini.


“Namaku Wang She, seorang seniman bela diri cukup kuat di dunia kita. Saat itu aku melarikan diri dari dunia kita karena aku telah bermesraan dengan istri seorang jendral kerajaan, dan tidak sengaja terdampar di dunia ini melalui sebuah pintu di dalam gua tersembunyi. Ssshhh... ” kakek tua ular itu memulai ceritanya


Xiaozi membayangkan kejadian yang sama pada dirinya saat memasuki dunia ini.


“Lalu di dunia ini aku pun menjadi pemburu monster untuk bertahan hidup. Hingga saat itu aku pun jatuh cinta pada putri ular dari kerajaan klan ular. Sssshh... ” sahut kakek tua ular itu


Mata Xiaozi berkedut mendengar cerita kakek tua ular itu dan membayangkan kakek itu bermesraan dengan seekor ular.


“Salah kakek sendiri, kenapa kakek bisa menyukai seekor ular?” sahut Xiaozi kembali menyumpahinya.


PLETAK!


“Aduh...” Xiaozi berteriak kesakitan kepalanya dijitak kembali oleh kakek tua ular itu


“Dengarkan ceritaku dulu. Putri ular itu bukanlah seekor ular. Melainkan seorang putri manusia yang sangat cantik dan lemah lembut. Ssshhh... ” wajah kakek tua ular itu menjadi merah mengingat wajah putri ular tersebut.


“Ratu Ular tidak menyetujui hubungan kami. Lalu kami pun melarikan diri dari kerajaan ular dan bersembunyi untuk hidup bersama di dunia ini. Ssshh...” kata kakek tua ular itu

__ADS_1


“Aku yang terlalu naif tidak bisa menjaga wanitaku dan membuatnya terbunuh oleh monster di dunia ini dan aku pun terluka parah. Ssshhh...” lanjutnya


“Ratu Ular menjadi naik pitam setelah menemukanku yang terluka dan anaknya yang mati terbunuh. Dia lalu mengamuk dan mengubah anaknya menjadi Mustika Ular lalu mengambil bagian bawah tubuhku dan menyimpannya dalam Mustika Ular tersebut. Dia mengutukku menjadi manusia ular seperti ini. Ssshhh... “ kata kakek tua ular itu dengan wajah sedih


__ADS_2