
Meskipun mereka terperangkap di dalam formasi iblis, namun tidak juga menyerah dan menghentikan pelatihan mereka. Xiaozi juga tidak menyerah seperti teman-temannya. Dia berlatih untuk menguasai jalan pedang yang merupakan puncak dari ilmu pernafasan pedang dari Guru Luo.
Setelah latihan beberapa jam, Xiaozi akhirnya bisa menguasai jalan pedang, namun dia belum mencoba menggunakan kekuatannya pada jurus tersebut.
Melihat Xiaozi telah menghentikan latihannya, Wuya segera mendekatinya.”Tuan, aku telah mencari celah dari formasi ini.” katanya.
Xiaozi menoleh ke arah Wuya menunggu kata-kata selanjutnya, “Apa yang kamu temukan?”
Qiongqi yang juga telah usai bermeditasi turut mendengarkan perkataan Wuya.
“Aku telah mencoba terbang ke langit untuk melihat celah disana, tetapi sama sekali tidak menemukannya. Kemudian aku melihat ke bawah, tanah yang kita pijak. Aku merasa kunci dari formasi ini terletak di dalam tanah ini” lanjut Wuya
Xiaozi dan Qiongqi mendengarkan dengan sungguh-sungguh perkataan Wuya, mereka lalu melihat ke tanah yang mereka pijak. “Bagaimana kita bisa menemukannya?” tanya Xiaozi
“Aku pikir kita bisa naik ke pohon dan mencari kunci formasi ini di dalam tanah. Hanya dari ketinggian kita bisa melihatnya lebih baik” sahut Wuya
Mendengar perkataan Wuya yang masuk akal, Xiaozi dan Qiongqi menyetujuinya. Mereka lalu melompat naik ke atas dahan pohon untuk mencari kunci formasi ini di dalam tanah.
“Jika melihat sesuatu yang aneh di atas tanah, itulah kemungkinan kunci dari formasi ini” jelas Wuya pada mereka.
“Baik” sahut Qiongqi.
Mereka pun bertiga melompat dari satu dahan pohon ke dahan pohon lainnya untuk mengamati tanah di bawah mereka dan mencari sesuatu yang terlihat aneh.
Setelah berkeliling, akhirnya Qiongqi melihat sesuatu di balik pepohonan yang tersembunyi. Dia memperhatikan beberapa batu di sekitar pohon itu terlihat aneh, seperti diatur sedemikian rupa.
“Tuan, coba lihat bebatuan itu” tunjuk Qiongqi pada Xiaozi
Xiaozi dan Wuya lalu menghampiri Qiongqi dan melihat ke arah yang ditunjukkan olehnya. Mata Wuya berbinar melihatnya, “Benar tuan. Itu bebatuan seperti sengaja ditempatkan tersembunyi disekeliling pepohonan. Itu kunci formasi iblis ini” teriak Wuya.
“Lalu, bagaimana membuka kunci itu?” sahut Xiaozi.
“Tuan, Pedang Pemburu Roh adalah pedang sihir meskipun dalam kondisi tersegel. Guru Liu Ba pernah menyebutkan itu padaku. Tuan bisa menggunakannya” sahut Wuya
__ADS_1
Xiaozi memanggil Pedang Pemburu Roh dan memandangnya,”Lingjian, aku serahkan padamu untuk menghancurkan kunci formasi iblis ini” gumam Xiaozi.
“Aku juga bisa mencoba jurus Jalan Pedang yang baru saja aku kuasai” pikir Xiaozi kembali
Lalu Xiaozi bersiap, dia segera mengerahkan kekuatan tahap Berlian tingkat 2 miliknya lalu mengeluarkan jurus Jalan Pedang yang baru saja berhasil dikuasainya. Kemudian dia mengalirkan kekuatan dan jurusnya pada Pedang Pemburu Roh dan menyerang ke arah bebatuan yang diperkirakan pusat dari kunci formasi iblis tersebut.
BUMMM!
Ledakan terjadi dan dunia kecil tempat mereka terkurung pun bergetar dan mulai runtuh secara perlahan.
Di tempat lain, jendral monster Ermai sedang bertemu dengan Raja Penyihir Kambing untuk membicarakan strategi selanjutnya. Tiba-tiba, dada Raja Penyihir Kambing terasa di pukul oleh kekuatan dahsyat. Matanya melotot karena kesakitan.
“Uhuk!” Raja Penyihir Kambing terbatuk dan memuntahkan darah segar dari mulutnya
Jendral monster Ermai terkejut melihat hal itu. “Apa yang telah terjadi?” teriaknya cemas
"Maafkan aku jendral. Sepertinya aku meremehkan ketiga orang itu. Mereka berhasil kabur dari formasi iblis yang aku buat” sahutnya dengan tatapan yang mulai memudar lalu dia jatuh pingsan.
Wajah jendral monster Ermai menjadi gelap melihat hal itu. Dia seketika menjadi marah dan menghancurkan segala suatu yang ada disekitarnya.
Para penjaga monster jendral Ermai segera sibuk berlarian di Lembah Iblis untuk mencari keberadaan Yan Gang.
Saat mereka tengah sibuk mencari keberadaan Yan Gang, Xiaozi bersama Qiongqi dan Wuya telah keluar dari formasi iblis yang dibuat oleh Raja Penyihir Kambing.
“Kita langsung menyerang jendral monster Ermai. Kita tidak bisa menunda lagi. Mereka berani menangkap teman-teman kita, mereka harus mati” geram Xiaozi sambil mengepalkan kedua tangannya.
Qiongqi juga meraung meluapkan amarahnya, disamping karena penculikan teman-temannya, dia juga kesal karena dikurung dalam formasi iblis itu. Wuya juga sama seperti Qiongqi yang marah karena hal itu.
Mereka pun bertiga langsung pergi menuju benteng markas besar jendral monster Ermai. Mereka membantai semua pasukan monster yang ditemui di dalam perjalanan menuju markas besar jendral Ermai.
Tiba di depan benteng, Qiongqi dan Wuya mengamuk, demikian juga Pedang Pemburu Roh membantai semua pasukan monster di atas benteng itu. Sementara Xiaozi berjalan mendekati pintu benteng yang masih tertutup lalu menghancurkannya.
BLAMMM!
__ADS_1
Pintu benteng hancur berkeping-keping oleh hantaman tinju Xiaozi. Kemudian Xiaozi berjalan perlahan memasuki benteng markas utama jendral monster Ermai.
Di dalam kediaman jendral Ermai, semua pasukan monster penjaga terkejut mendengar ledakan pintu benteng tersebut. Lalu teriakan para penjaga benteng yang histeris memekikkan telinga mereka.
Mata jendral monster Ermai berkedut mengetahui serangan dari pemburu monster telah berani mendatanginya. Wajahnya menjadi gelap, dia menggertakkan giginya.
“Kurang ajar! Beraninya menyerang ke wilayahku. Apa kalian sudah bosan hidup!” Amarahnya memuncak, jendral Ermai lalu menghunus pedangnya dan melompat ke arah Xiaozi yang dilihatnya berjalan dengan santai menuju ke kediamannya.
“Lepaskan teman-temanku!” sahut Xiaozi pada jendral Ermai.
Jendral monster Ermai menyipitkan matanya mendengar perkataan dari Xiaozi, “Anak ini mengira aku yang menculik teman-temannya” pikirnya.
“Mengapa aku harus melepaskan mereka? Sebentar lagi kamu akan menyusul mereka” sahut jendral monster Ermai membuat Xiaozi bertambah marah.
“Baiklah. Aku akan membebaskan mereka sendiri. Terimalah kematianmu!” seru Xiaozi sambil bersiap untuk menyerang.
“Cih, kamu terlalu sombong dan omong besar” sahut jendral Ermai yang sudah bersiap dengan pedangnya.
“Lingjian!” teriak Xiaozi memanggil Pedang Pemburu Rohnya yang kemudian langsung melesat ke tangan Xiaozi.
Kemudian Xiaozi tidak membuang waktu lagi langsung menyerang ke arah jendral monster Ermai.
BUMMM!
Ledakan terdengar lagi saat kekuatan Xiaozi membentur kekuatan jendral monster Ermai. Tampak Xiaozi terpental ke belakang satu langkah, sementara jendral monster Ermai terdorong hingga berlutut dua langkah.
“Sialan, anak ini tidak omong kosong. Kekuatannya sedikit diatasku” gumam jendral Ermai.
Namun jendral monster Ermai juga bukanlah jendral abal-abal, meskipun kekuatannya kalah satu tingkat dari Xiaozi, namun kekuatan jurus dan pengalamannya jauh diatas Xiaozi.
Tampak pertarungan berlangsung sengit dan seimbang. Kedua belah pihak tidak memberikan kesempatan pada lawan untuk menarik nafas.
Puluhan jurus telah berlangsung dan beberapa kali benturan kekuatan pun terjadi. Mereka berdua terlihat mulai kelelahan dan mengucurkan darah dari sudut mulut mereka.
__ADS_1
“Jendral monster Ermai, memang bukan sembarang jendral” puji Xiaozi dalam hatinya.
Saat tubuhnya terpental oleh benturan kekuatan, Xiaozi memanfaatkan kesempatan itu untuk menarik nafasnya. Demikian juga jendral monster Ermai, setelah benturan terakhir mereka berdua berdiri sedikit jauh sambil mengatur nafas masing-masing.