Pedang Pemburu Roh

Pedang Pemburu Roh
BAB 37 | Gunung Wushan – Wume, Jendral Monster Peringkat 5


__ADS_3

Xiaozi tidak mengerti kenapa pimpinan serigala itu menyerangnya dengan lebih ganas. Setiap menggerakkan pedang Pemburu Rohnya, dia mendengar suara mendengung dari Pedang Pemburu Roh yang terlihat gembira.


“Lingjian, ada apa? Mengapa kamu terlihat gembira?” tanya Xiaozi sambil mengayunkan pedang dan menyerang pimpinan serigala tersebut.


“Tuan, aku berbicara dengan pimpinan serigala ini. Dia hanya suruhan. Tapi aku menyukainya dan ingin melahapnya” sahut Pedang Pemburu Roh.


“Suruhan? Berarti ada seseorang atau monster lain yang memerintahkannya” gumam Xiaozi yang masih bertarung sambil menghindari cakaran pimpinan serigala tersebut.


Semakin lama pimpinan serigala itu tampak semakin menggila, Xiaozi akhirnya memutuskan menggunakan kekuatan puncak miliknya. Kekuatan tahap Perak tingkat 1 dia keluarkan dan dialirkan pada Pedang Pemburu Roh itu.


Mata serigala itu tampak terkejut melihat kekuatan Xiaozi, meskipun demikian dia masih menyerang Xiaozi dengan ganasnya. Kekuatan serigala itu berada di alam Perak tingkat 2, jadi dia tidak takut dengan serangan Xiaozi yang berada di bawahnya.


Namun dia melupakan bahwa Xiaozi menggunakan senjata pusaka, Pedang Pemburu Roh. Sehingga daya serangan nya menjadi lebih kuat satu tahap di atas kultivasi pengguna senjata. Jadi daya serangan Xiaozi menjadi tahap Emas tingkat 1 disaat dia menggunakan kekuatannya dengan Pedang Pemburu Roh.


Pemimpin serigala hitam yang tadinya beringas, kini terlihat menggigil saat salah satu kaki depannya terpotong oleh tebasan pedang Xiaozi. Dia pun melonglong dengan kerasnya seolah-olah menangis ketakutan.


Xiaozi dan Pedang Pemburu Rohnya tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut. Dia segera memotong leher pimpinan serigala itu yang tampak kelincahannya menurun karena satu kaki depannya terpotong.


CRASSS!


Leher pemimpin serigala itu terpotong langsung saat Pedang Pemburu Roh itu menyentuh lehernya dan menebasnya.


“Hahaha... darah dan auranya sangat nikmat” gumam Pedang Pemburu Roh yang bergetar sambil mendengung ditangan Xiaozi.


“Kamu sungguh mengerikan Lingjian. Untung kita bukan musuh” gumam Xiaozi bergidik saat melihat pedangnya yang puas.


Setelah pimpinan serigala itu mati, para kawanan arwah serigala itu langsung berubah menjadi asap dan lenyap. Di kejauhan tampak beberapa kawanan pemburu monster kebingungan melihat hal itu.


Shan Mui segera mengirimkan kepala pimpinan serigala itu untuk mendapatkan hadiahnya.


Ketika para kawanan pemburu lain mendatangi mereka, Shan Mui sudah mendapatkan pesan hadiahnya telah diterima. 100 emas telah terkirim pada akun tim Pemburu Monster Bintang Dunia.

__ADS_1


Para pemburu lainnya tampak kesal ketika hadiah mereka diperoleh oleh tim pemburu monster Xiaozi, mereka lalu bersungut-sungut hendak pergi meninggalkan tempat itu.


“Siapa yang berani membunuh binatang peliharaanku?” tiba-tiba sebuah suara muncul setelah itu


BLARR!


Melihat para kawanan pemburu lain itu berlari menyingkir dari tempat itu, sebuah kilatan petir menyambar ke arah mereka yang hendak kabur dan membuat tubuh mereka hangus terbakar.


“Kalian pikir bisa kabur setelah membunuh peliharaanku?” teriak suara itu kembali


Kawanan pemburu lainnya kini tidak berani bergerak, mereka hanya berdiri menggigil ketakutan setelah mendengar suara ancaman itu.


“Mereka yang telah membunuh binatang peliharaanmu” sahut salah satu pemburu itu sambil menunjuk pada Xiaozi dan teman-temannya.


BLARR!


Kilatan petir kembali menyerang ke arah datangnya suara yang berbicara tadi. Tubuh pemburu itu langsung hangus terbakar.


Kini tampak sebuah sosok berwarna merah kehitaman muncul melayang di udara dan melihat ke arah Xiaozi dan teman-temannya.


“Apa kalian yang membunuh serigala peliharaanku?” tanya sosok tersebut pada Xiaozi dan teman-temannya


“Benar. Aku yang membunuhnya” sahut Xiaozi tanpa takut menatap kepada sosok tersebut.


Sosok itu memandang tajam pada Xiaozi, lalu wajahnya berubah menjadi gelap karena kemarahannya yang sudah meluap.


“Cih, hanya kekuatan Perak tingkat 1 saja berani berlagak” katanya sambil menyerang ke arah Xiaozi.


Sebuah kilatan petir menyambar ke arah Xiaozi, namun Pedang Pemburu Roh nya telah menghadang terlebih dahulu. Dan He Xian tampak juga memberikan sihir perlindungan tambahan dari belakang Xiaozi pada Pedang Pemburu Roh itu.


Sehingga kekuatan gabungan mereka tampak menjadi bertambah kuat menghadang serangan tahap Emas tingkat 4 yang dikerahkan oleh sosok tersebut.

__ADS_1


Sosok itu menjadi geram melihat gabungan kedua kekuatan orang itu mampu menahan serangan tahap Emas miliknya. Kali ini dia tidak lagi bermaksud main-main. Sosok itu segera mengumpulkan kekuatan puncaknya yang berada di tahap Giok tingkat 1. Energi petir kembali terkumpul dan siap untuk menyambar kembali.


Mata Xiaozi dan He Xian terbelalak merasakan tekanan yang sangat kuat terkumpul pada tangan sosok tersebut. Mereka segera meningkatkan kekuatan dan menggabungkannya untuk menahan kekuatan yang sangat besar ini.


BLARR!


Kali ini petir yang lebih dahsyat sepuluh kali lipat dari sebelumnya menyambar ke arah mereka berdua. Cahaya yang sangat menyilaukan terpancar ke segala arah di tempat itu.


Seseorang telah berdiri di depan Xiaozi dan menahan serangan dari sosok tersebut. Wajahnya tidak terlalu tua dan tampak berumuran setengah baya berdiri dengan satu tangan kiri di punggungnya, sementara tangan kanannya menahan serangan petir dari sosok itu dan meredamnya.


Wajah Xiaozi tertegun merasakan kekuatan lelaki setengah baya itu yang sangat kuat dan mampu menahan serangan sosok itu dengan satu tangannya saja. Sedangkan mata sosok itu tampak berkedut melihat serangannya kali ini dipatahkan oleh kedatangan lelaki tersebut.


“Luo Shan, kenapa kamu turut campur urusanku? Anak itu telah membunuh peliharaanku. Jangan turut campur masalah ini!” teriak sosok tersebut yang mengenali lelaki setengah baya itu dengan nama Luo Shan.


“Wume, kamu berada di wilayahku. Aku selama ini tidak mencampuri urusanmu tentang serigala itu. Tapi jika kamu turut campur, aku terpaksa turun tangan juga” sahut lelaki bernama Luo Shan itu.


Luo Shan adalah seorang Guru yang tinggal di Gunung Wushan. Selama ini dia mengetahui peliharaan Wume yang seorang Jendral Monster peringkat 5, Serigala Arwah Hitam telah mengacaukan desa Lempung di kaki Gunung Wushan.


Tetapi karena perjanjiannya lima tahun lalu dengan Raja Monster Xhame, dia tidak turut campur masalah itu. Dan menyerahkannya dengan para pemburu monster untuk mengurusi masalah sepele tersebut.


Namun jika para Jendral Monster bawahan Raja Xhame turun tangan, dia pun terpaksa turut campur dalam masalah ini.


“Wume, kamu tentu mengetahui perbedaan kekuatan diantara kita. Apakah kamu ingin meneruskan masalah ini?” tanya Luo Shan kembali dengan menatapnya tajam.


Wajah Wume menjadi gelap mendengar perkataan dari Luo Shan. Lima tahun lalu Luo Shan dari klan manusia berhasil bertarung seimbang dengan Raja Xhame dan membuat perjanjian tidak saling mengusik kecuali wilayah mereka diusik oleh salah satu bawahan atau murid kuat mereka masing-masing.


“Kali ini aku melepaskanmu nak, suatu saat aku akan menagih kembali hutang ini berlipat-lipat” ancam Wume sambil menggerutu meninggalkan tempat itu.


Mata Xiaozi berkedut mendengar ancaman itu, seharusnya dia menggunakan aturan pemburu pemula nomer tiga untuk kabur saat melawan musuh kuat. Namun entah kenapa dia tidak melakukannya saat teman-temannya masih berdiri disana.


“Terima kasih tetua” kata Xiaozi sambil memberi hormat pada Luo Shan karena telah menyelamatkannya setelah kepergian Wume.

__ADS_1


Luo Shan lalu membalikkan badannya dan memandang wajah Xiaozi dengan teliti, “Nak, ikutlah denganku naik ke Gunung Wushan” sahutnya.


__ADS_2