
Mendengar pertanyaan dari Raja Kelelawar Bianfu, keempat jendralnya tidak berani menyahut.
“Tahukah kalian seberapa kuat pasukan Jendral Wume?” tanya Raja Kelelawar pada mereka.
Keempat Jendral itu menganggukkan kepalanya, “Kekuatan Jendral Wume yang beranda di posisi ke 5 dari Jendral Monster jauh diatas kita” sahut salah satu dari mereka.
“Bagus. Sekarang tahukah kalian seberapa kuat tim pemburu monster yang bisa memusnahkan mereka?” tanya Raja Kelelawar kembali.
Mata keempat Jendral kelelawar itu berkedut ria dengan rapi mendengar kata-kata Raja Kelelawar. Mereka melupakan hal itu. Kini tentunya Hutan Roh sudah dikuasai oleh Tim Pemburu Monster itu. Dan menyerang kesana berarti mengantarkan nyawa percuma.
“Aku punya perasaan, kita akan menjadi sasaran dari Tim Pemburu Monster ini berikutnya.” kata Raja Kelelawar berikutnya.
“Lalu apa yang harus kita lakukan Raja?” tanya salah satu dari jendral nya.
Raja Kelelawar merenung memikirkan tindakan mereka selanjutnya. Disamping kekuatannya, Bianfu juga dikenal dengan kepandaiannya. Dia adalah seorang ahli strategi, sehingga tidak ada klan lain yang bisa mengalahkan kepandaiannya.
Bianfu juga terkenal dengan instingnya yang tajam sehingga dia melakukan tindakannya selangkah di depan para musuh-musuhnya.
“Kalian berjagalah di sekitar wilayah kita. Aku akan pergi menemui Jendral Monster Sanme dan meminta perlindungan darinya” sahut Raja Kelelawar.
Jendral Monster Sanme adalah jendral peringkat 3 dari para jendral monster bawahan Raja Monster Xhame. Wilayah kekuasaan Jendral Monster Sanme berada di arah barat daya dari wilayah klan kelelawar yang disebut dengan Tanah Api.
Setelah memperhitungkan strategi dengan matang, satu-satunya cara terbaik adalah meminta perlindungan dari jendral monster Sanme. Raja Kelelawar langsung berangkat sendiri menuju tempat kediaman Jendral Monster Sanme.
Sementara Raja Kelelawar pergi meminta bantuan Jendral Monster Sanme. Tim Pemburu Xiaozi telah tiba di wilayah klan kelelawar. Jendral kelelawar yang mengetahui kedatangan tim pemburu Xiaozi segera berkumpul di markas mereka di dalam gua yang saling berhubungan.
“Apa yang harus kita lakukan sekarang? Raja tidak sedang berada disini dan dia masih mencari bantuan” kata salah satu jendral kelelawar
Tidak ada satupun yang bisa memberikan idenya, “Sebaiknya kita bersembunyi atau melawan?” tanya yang lainnya.
“Menurutku sebaiknya kita bersembunyi, jika keadaan mendesak. Kita terpaksa harus melawan mereka” sahut salah satu jendral
__ADS_1
Merekapun sepakat untuk melakukan hal itu dan bersembunyi di dalam gua tersebut.
Qiongqi yang memiliki penciuman tajam segera mengetahui letak dari gua tersebut. Dia yang paling berani selalu berada di depan memimpin perjalanan tim pemburu monster Xiaozi.
“Tuan, aku menemukan gua mereka” kata Qiongqi pada Xiaozi.
Xiaozi melihat ke arah gua tersebut, “Nyalakan obor! Kita akan memasuki gua ini dengan menggunakan obor.” kata Xiaozi
Kelelawar memang tidak menyukai cahaya atau panas. Itulah sebabnya mereka lebih suka keluar di malam hari. Mata mereka sebenarnya tidak terlalu bagus penglihatannya, namun untuk bergerak mereka biasanya menggunakan kekuatan suara untuk mengetahui posisi di sekitar mereka.
Xiaozi segera menyalakan obor bersama teman-temannya, Xiaozi melangkah lebih dulu diikuti oleh Qiongqi yang berjalan disampingnya untuk menjaga tuannya.
Cahaya dari obor menerangi gua yang tadinya gelap. Gua itu sangat dalam dan memiliki banyak lorong di dalamnya. Xiaozi lalu memerintahkan mereka untuk berpencar.
Xiaozi pergi bersama Shan Mui, Qiongqi bersama Chen Yan dan He Xian bersama Wuya. Mereka masing-masing memilih lorong untuk di masuki. “Berhati-hatilah” pesan Xiaozi pada teman-temannya.
Semakin jauh ke dalam gua, sepertinya jalan semakin menurun. Gua itu tampak semakin dalam menuju ke bawah. Xiaozi menemukan sebuah pintu batu diujung lorong lalu mendorongnya. Di balik pintu batu itu terdapat banyak barang berharga. “Ini mungkin tempat penyimpanan benda berharga milik mereka” gumam Xiaozi
Mereka hanya mengandalkan cahaya obor untuk menerangi dalam gua. “Sepertinya tempat ini sudah di ujung. Kita tidak menemukan Kristal Merah itu” kata Shan Mui
“Hmm... sebaiknya kita bertanya pada mereka” sahut Xiaozi
“Mereka?” Shan Mui tidak mengerti apa maksud Xiaozi.
Xiaozi lalu mengerahkan energinya dan memukul ke arah salah satu dinding.
BAMM!
“Aakhh..” terdengar teriakan saat Xiaozi memukul ke arah dinding itu. Shan Mui terkejut melihat dua sosok seperti manusia terjatuh dari dinding gua itu.
Dua orang jendral kelelawar yang bersembunyi di ruang harta mengerang kesakitan oleh serangan Xiaozi. Mereka memegang perut masing-masing sambil menggertakkan gigi mereka.
__ADS_1
“Siapa kalian?” tanya salah satu jendral tersebut
“Aku tim pemburu monster. Kami datang kemari untuk mencari Kristal Merah” sahut Xiaozi
Mata kedua Jendral itu berkedut lagi saat mendengar kata Kristal Merah. Mereka menatap ke arah Xiaozi dengan wajah marah.
“Kristal Merah adalah benda berharga kami. Aku tidak akan memberitahumu dimana tempat benda tersebut” sahut salah satu jendral
“Baiklah. Jika kalian tidak mau memberitahu, aku akan mencarinya sendiri” sahut Xiaozi.
“Jadi karena kalian sudah tidak berarti untukku, aku aku akan membunuh kalian” lanjut Xiaozi dingin yang kemudian mengumpulkan kekuatannya dan mengirimkan energi yang lebih besar ke arah salah satu jendral itu.
Jendral yang terkena pukulan energi dari Xiaozi segera tewas menjadi mayat di depan jendral satunya.
Wajah jendral itu berubah pucat melihat salah satu temannya telah menjadi mayat dalam satu pukulan. “Ini sungguh mengerikan” gumam jendral itu dalam hatinya.
“Ah, tenanglah aku akan mengirimmu segera untuk menyusulnya” Kata Xiaozi yang segera memberikan tekanan pada jendral kelelawar itu dengan kekuatannya.
Jendral kelelawar itu merasa ketakutan, dia tidak bisa bergerak. Hanya mulutnya yang bisa mengeluarkan kata-kata. “Aku akan bicara. Jangan bunuh aku. Aku bisa mengantarmu ke tempat Kristal Merah itu” teriak jendral yang masih hidup itu
Xiaozi menyeringai mendengar kata-kata dari jendral itu. “Apa kamu berpura-pura tahu tempatnya agar bisa selamat dari kematian. Aku tidak percaya padamu” sahut Xiaozi berpura-pura tidak percaya.
“Percayalah, aku mengetahuinya.”Sahut jendral kelelawar itu dengan sungguh-sungguh.
Xiaozi menilik wajah jendral kelelawar itu.”Baik. Aku ingat kata-katamu itu. Jika di tengah jalan kamu berani mengkhianatiku. Aku akan membuat jasadmu tidak bisa dikenali lagi” ancam Xiaozi pada jendral kelelawar tersebut.
“Tidak. Aku tidak berani” sahut jendral kelelawar itu lagi.
Dia kemudian mengantarkan Xiaozi pergi ke lorong lainnya yang juga menuju ke arah bawah. Diujung lorong itu tampak cahaya berwarna merah yang semain dekat semakin jelas terlihat.
Di ujung lorong itu di atas dinding gua, terdapat sebuah kristal berwarna merah darah yang menyala di ruang dalam gua tersebut.
__ADS_1