Pedang Pemburu Roh

Pedang Pemburu Roh
BAB 50 | Bukit Kematian – Upgrade tongkat sihir He Xian


__ADS_3

Sore harinya, para tim pemburu monster kembali berlatih untuk meningkatkan kekuatan kultivasi mereka dan berlatih jurus-jurus mereka lagi. Sementara Guru Liu Ba tetap asik membaca buku sihir kesukaannya, Wuya berusaha lebih dekat dengan Qiongqi dan bermain bersamanya.


Wuya mengajak Qiongqi berjalan-jalan berkeliling di klan burung gagaknya. Akhirnya mereka saling mengetahui identitas asli masing-masing yang justru mereka menjadi semakin akrab berteman.


He Xian akhirnya bisa menembus tahap Perak setelah melalui pelatihan yang tekun dan menghadap Gurunya Liu Ba. “Guru, akhirnya aku berhasil menembus tahap Perak” teriaknya gembira bertemu dengan Gurunya.


Guru Liu Ba menghentikan membaca buku lalu menoleh ke arah He Xian dan memeriksa kultivasinya, “Bagus. Ikutlah denganku” ajak Guru Liu Ba


He Xian sudah tidak sabar menanti hadiah apa yang akan diberikan oleh Guru Liu Ba padanya. Dia pun mengikuti Gurunya dari belakang menuju ke sebuah ruangan yang biasa mereka pakai untuk mempraktekkan sihir.


Di atas meja tampak sebuah gambar formasi dan 4 buah bahan sihir yang sudah disiapkan dengan ditata sesuai letaknya di atas formasi tersebut.


“I... Ini formasi upgrade senjata?” teriak He Xian mengetahui formasi tersebut.


“Benar. Berikan tongkat sihirmu” kata Guru Liu Ba.


He Xian lalu mengeluarkan tongkat sihirnya dan menyerahkannya pada Guru Liu Ba yang kemudian meletakkannya di atas formasi tersebut.


Guru Liu Ba kemudian merapalkan mantra dan mengangkat kedua tangannya, tampak petir menyambar dari kedua tangan Guru Liu Ba. Kemudian Guru Liu Ba mengarahkan kedua tangannya di atas formasi tersebut.


Formasi upgrade senjata itu menyala setelah energi listrik dari petir di tangan Guru Liu Ba mengaktifkannya. Keempat bahan sihir itu larut dalam formasi tersebut dan menempel pada tongkat sihir He Xian yang berada di atas formasi itu.


“Formasi upgrade senjata ini salah satu tehnik yang dimiliki oleh Guru. Aku harus bisa mempelajarinya nanti” gumam He Xian mengamati dan mempelajari seluruh proses tersebut.


Kemudian tongkat sihir milik He Xian menyala dan makin lama semakin terang menyilaukan. Lalu setelah cahaya itu lenyap, tongkat sihir He Xian yang sebelumnya panjang kini menjadi lebih pendek sepanjang sebuah pedang. dan bentuknya lebih kecil serta ringan.


“He Xian, tongkat ini sudah di tingkatkan kekuatannya. Kamu akan lebih cepat mengumpulkan energi sihir dengan menggunakannya daripada tongkat sebelumnya” kata Guru Liu Ba yang kemudian mengambil tongkat sihir tersebut.


“Gunakanlah tongkat ini sebaik-baiknya untuk tujuan yang baik” pesan Guru Liu Ba sambil menyerahkan tongkat itu pada He Xian.


“Terima kasih Guru. Aku akan mengingat selalu pesan Guru” sahut He Xian sambil berlutut menerima tongkat sihir tersebut.

__ADS_1


Guru Liu Ba tahu muridnya tidak akan mengecewakan dirinya, dia sudah melihat He Xian menjadi lebih dewasa sekarang. Dia sudah siap untuk menentukan sendiri jalan hidupnya.


“Jika kalian sudah siap, sebaiknya mulai mengumpulkan bahan sihir untuk membuka segel pedang milik Xiaozi itu.” lanjut Guru Liu Ba


“Baik Guru. Aku akan berdiskusi dengan teman-teman untuk hal itu” sahut He Xian yang kemudian pamit bertemu teman-temannya dengan wajah gembira.


Di depan teman-temannya, He Xian memperlihatkan hadiah tongkat baru dari Guru Liu Ba dan mengujinya dengan mempraktekkan beberapa jurus sihir dengan menggunakan kekuatan tongkat baru tersebut.


“Kekuatan sihirmu pun bertambah kuat He Xian” kata Shan Mui


“Benar, juga dengan menggunakannya terlihat lebih ringan dan efektif” sahut He Xian.


Chen Yan dan Shan Mui senang melihat He Xian memiliki senjata baru tersebut. “Dimana Xiaozi?” tanya He Xian yang tidak melihat Xiaozi bersama mereka.


“Dia selalu berlatih di ruang pelatihan khusus itu. Dia memang sangat gila dalam pelatihan” sahut Shan Mui.


“Baik. Kita harus menemuinya. Ada yang harus kita bicarakan berempat” kata He Xian kemudian.


BUMMM!


Terdengar suara dari dalam ruangan pelatihan khusus itu. Merek bertiga segera berlari untuk melihat apa yang terjadi. Tampak Xiaozi keluar dari dalam ruangan itu dengan sedikit kelelahan di wajahnya.


“Apa yang terjadi Xiaozi?” tanya Shan Mui khawatir padanya.


Chen Yan segera mempersiapkan obat untuk diminumkan oleh Xiaozi agar dia bisa memulihkan kondisinya. Setelah meminum obat itu dan mengatur nafasnya, Xiaozi pun tersenyum pada teman-temannya.


“Aku berhasil menembus tahap Berlian tingkat 2” sahut Xiaozi


“Apa? Kamu sudah menembusnya?” Mata He Xian melotot tidak percaya kekuatan Xiaozi menjadi semakin jauh darinya.


He Xian yang baru saja menerobos memasuki tahap Perak tingkat 1, namun Xiaozi telah menerobos tahap Berlian tingkat 2. “Sungguh gila orang ini” gumam He Xian dalam hatinya.

__ADS_1


“Kita sudah berkumpul. Katakan apa yang ingin kamu sampaikan He Xian?” tanya Shan Mui selanjutnya.


He Xian lalu mengajak teman-temannya mencari tempat yang nyaman untuk duduk dan berbicara.


“Menurut Guru, kita harus segera mencari bahan sihir untuk membuka segel Pedang Pemburu Roh milik Xiaozi” kata He Xian


Shan Mui, Chen Yan dan Xiaozi melihat He Xian dengan wajah serius. Mereka merasa memang sudah saatnya untuk pergi berburu monster kembali sambil menemukan bahan sihir untuk membuka segel Pedang Pemburu Roh Xiaozi.


“Baiklah. Kita akan pergi menuju klan kelelawar untuk mendapatkan Kristal Merah terlebih dahulu” kata Xiaozi.


Kemudian dia sadar, dia lagi-lagi mendahului Shan Mui yang sudah dia anggap sebagai ketua Tim sebelumnya. Lalu dia melihat ke arah Shan Mui yang malah tersenyum padanya.


“Baiklah, karena ketua tim sudah memutuskan untuk kita. Mari kita semua berangkat” Shan Mui tersenyum pada mereka semua.


Mata Xiaozi berkedut melihat perubahan sikap Shan Mui. Sebelumnya dia selalu galak padanya dan sulit untuk menerima perintah orang lain. Tetapi kini, tampak Shan Mui yang terlihat berbeda dari sebelumnya. Wajahnya semakin berseri-seri dan terlihat lebih dewasa dalam bersikap.


Dia sebelumnya selalu bersikap aneh pada Chen Yan, namun kini dia terlihat lebih bersahabat dengannya.


“Apakah jurusku itu berhasil menaklukkannya?” gumam Xiaozi dalam hatinya.


Xiaozi tidak mengetahui bahwa kejadian malam itu memberikan perubahan yang sangat besar bagi seorang gadis seperti Shan Mui. Dia yang sebelumnya galak, kaku dan susah menerima perintah orang lain. Kini menjadi lebih lembut dan hangat pada semua orang.


Xiaozi lalu menarik tangan Shan Mui dan berjalan menjauhi teman-teman mereka.


“Kamu kenapa? Apakah kamu sakit?” bisik Xiaozi pada Shan Mui


Shan Mui tersenyum geli melihat wajah Xiaozi yang terlihat kebingungan. Kemudian dia berbisik ke telinga Xiaozi, “Karena aku milikmu”


Kemudian Shan Mui pergi dengan hati berbunga-bunga kembali pada teman-temannya.


Mata Xiaozi berkedut mendengar hal itu, dia masih tertegun berdiri di tempatnya “Apa yang telah aku lakukan” batinnya

__ADS_1


Seorang playboy seperti Xiaozi, dia paling takut jika seorang wanita berubah menjadi tergila-gila karena cinta padanya. Di dunia asalnya dulu, Xiaozi pasti lari dari wanita yang mengucapkan kata-kata itu padanya.


__ADS_2