
Mereka pun berangkat menuju Tanah Api wilayah kekuasaan jendral monster Sanme.
Tanah Api, sesuai namanya merupakan tanah yang tandus dan banyak aliran lahar di sekitarnya yang meluap di permukaan tanah. Tanah sekitarnya terasa berwarna merah oleh hawa panas dari lahar tersebut. Tidak ada tanaman yang bisa tumbuh di daerah sepanas itu.
“Udara sekitarnya sangat menyengat kulit” gumam He Xian
Mendengar kata He Xian, Chen Yan kemudian memberikan pada mereka masing-masing pil pendingin tubuh untuk menjaga tubuh mereka dari hawa panas tersebut.
Di depan mereka tampak jalan yang cukup lebar menuju ke sebuah bangunan mirip pagoda bertingkat 5 di tengah benteng kota. Kota Tanah Api dihuni oleh para pasukan monster jendral Sanme. Sedangkan jendral Sanme dan para komandannya tinggal di bangunan pagoda bertingkat 5 tersebut.
“Tidak tampak penjaga di sekitar tempat ini” gumam Xiaozi saat melihat sekitarnya
Jarak mereka dengan benteng kota masih cukup jauh, namun di sepanjang jalan tidak tampak satupun penjaga monster yang terlihat.
“He Xian, keluarkan sihir untuk menutup diri kita dari pandangan musuh agar mereka tidak menyadari kedatangan kita” kata Xiaozi
He Xian segera mengeluarkan Sihir Halimunan untuk menyembunyikan tim pemburu monster dari penglihatan para penjaga di dalam benteng kota. Setelah itu, mereka leluasa untuk berjalan mendekati benteng kota tersebut.
Setiba di depan pintu benteng, mereka melihat hanya dua penjaga monster yang berdiri di depan pintu gerbang dan sebagian besar lainnya berada di atas benteng.
“Lingjian, keluarlah” kata Xiaozi. Pedang Pemburu Roh segera muncul di depan Xiaozi.
“Aku serahkan padamu untuk memancing keributan” perintah Xiaozi padanya.
“Siap. Aku paling suka memancing keributan” sahut Pedang Pemburu Roh yang kemudian bergerak menuju para penjaga benteng dan membunuhnya. Lalu Pedang Pemburu Roh langsung melayang naik untuk membuat keributan kembali di atas benteng kota.
AKH...
__ADS_1
Terdengar teriakan kematian di atas benteng kota yang membuat para monster siaga dengan adanya serangan.
“Qiongqi, hancurkan pintu benteng kota. Wuya bantu Pedang Pemburu Roh membuat keributan di atas benteng.” perintah Xiaozi kembali.
“Siap” sahut mereka berdua lalu segera menyerang sesuai rencana.
Xiaozi dan teman-temannya bergegas mengikuti Qiongqi yang akan menghancurkan pintu benteng kota. Sedangkan Wuya bergegas pergi ke arah atas benteng kota dan menyerang para penjaga membantu Pedang Pemburu Roh.
“Shan Mui, kamu dan yang lainnya segera menyelinap menuju penjara kota. Aku dan He Xian akan membuat keributan di tengah kota.” lanjut Xiaozi
“Baik” sahut Shan Mui
Setelah Qiongqi menghancurkan pintu benteng, Xiaozi dan He Xian segera berlari lalu membuat keributan di tengah kota. Tampak He Xian mengeluarkan kekuatan sihirnya untuk memanggil badai petir yang menyambar ke tengah kota.
Para pasukan monster terkejut mengetahui datangnya petir secara tiba-tiba, mereka pun panik dan berhamburan untuk mencari perlindungan. Namun Xiaozi sudah membabat habis mereka dengan pukulan tinjunya.
“Ada serangan!” teriak para monster yang melihat He Xian dan Xiaozi untuk memberitahukan para monster lainnya agar bersiap untuk bertarung.
Mendengar keributan itu, seorang Wanita berambut putih panjang dan berpakaian serba putih muncul dengan senjata panah miliknya. Melihat para pengacau, BaiLi wanita itu segera melepaskan anak panah ke arah mereka.
He Xian membentuk perisai perlindungan tubuhnya untuk menghalau anak panah tersebut sedangkan Xiaozi dan Qiongqi menggunakan tangannya untuk menangkis panah-panah tersebut.
Wuya yang memiliki kecepatan tinggi sulit untuk dipanah oleh wanita putih tersebut. Segera Wuya bergerak menyerang ke arah wanita putih tersebut.
Merasa dirinya diincar oleh Wuya, wanita putih itu lalu menghindar dan mengeluarkan senjata tombak miliknya. Dengan tombak yang panjang itu dia mengeluarkan jurusnya untuk menghalau Wuya.
Tampak Wuya kesulitan menghadapi wanita putih tersebut karena tombak itu menghalanginya untuk mendekati wanita tersebut.
__ADS_1
Qiongqi yang melihat hal itu segera berlari untuk membantu Wuya. “Serahkan wanita ini padaku” teriak Qiongqi yang langsung menyerang para wanita tersebut.
Melihat Qiongqi mendatanginya dengan ganas, wanita putih ini kemudian mengeluarkan perisai untuk menangkis serangan dari Qiongqi.
“Sial, wanita ini memiliki cara bertempur yang sangat kuat. Aku kesulitan untuk menyerang padanya karena dia menggunakan perisai itu” gumam Qiongqi yang mengerahkan cakarannya namun berhasil ditangkis dengan perisai oleh wanita tersebut. Bahkan wanita itu menggunakan tombaknya untuk menyerang balik Qiongqi.
Wanita putih BaiLi ini berasal dari klan rusa dengan sepasang tanduk tampak terlihat diatas kepalanya. Wajah wanita ini sangat dingin, meskipun kultivasinya hanya di tahap Emas tingkat 3, namun tehnik bertempurnya sangat tinggi
“Cih, kamu sungguh luar biasa” puji Qiongqi setelah melihat kekuatan bertarung wanita itu.
Melihat Qiongqi tidak dapat mendekati wanita itu, Xiaozi segera membantu menggantikannya,”Qiongqi kamu pergilah bersama He Xian untuk menyambut Kalajengking Gurun yang akan segera muncul” kata Xiaozi
Qiongqi mengerti maksud Xiaozi, kemudian dia berlari mengikuti He Xian yang sedang menghancurkan kota dengan kekuatan petirnya.
Benar saja dugaan Xiaozi, Kalajengking Gurun segera muncul begitu merasakan kekuatan sihir yang tengah menyerang kota Tanah Api. Matanya menatap tajam ke arah He Xian, lalu dia mengeluarkan kekuatan untuk menghalau badai petir tersebut.
Melihat serangannya dipatahkan oleh Kalajengking Gurun, membuat He Xian merapal ilmu sihir lainnya untuk menyerang ke arah Kalajengking Gurun. Qiongqi yang melihat Kalajengking Gurun segera melompat ke arahnya.
Serangan Qiongqi sangat ganas, sehingga memaksa Kalajengking Gurun mundur dan menggunakan kekuatan sihirnya untuk membuat baju zirah pelindung dirinya. Qiongqi menyipitkan matanya melihat baju zirah di tubuh Kalajengking Gurun.
“Kamu pikir baju zirah itu bisa menghalangiku untuk membunuhmu?” ejek Qiongqi
Mata penyihir Kalajengking Gurun terkejut mendengar kata-kata Qiongqi. Ekornya yang memiliki sengatan tajam dan beracun menyerang balik ke arah Qiongqi. Merasakan serangan dari Kalajengking Gurun, Qiongqi menghindarinya.
Sementara itu Xiaozi yang menghadapi wanita putih BaiLi berada di atas angin, berkali-kali pukulannya yang ditahan dengan perisai tersebut membuat perisai itu menjadi retak dan lama kelamaan akan hancur oleh pukulan Xiaozi.
“Sialan, lelaki ini sangat kuat. Aku tidak bisa menahan pukulannya dengan perisai ini” gumam wanita itu dalam hatinya.
__ADS_1
Benar saja, pukulan Xiaozi berikutnya berhasil menghancurkan perisai di tangan kiri wanita itu. Melihat perisainya hancur, wanita itu menjadi lebih garang untuk menyerang Xiaozi.
Xiaozi tidak mau membuang banyak tenaga melawan para bawahan. Dia mengerahkan kekuatan tahap Berlian tingkat satu miliknya untuk segera menuntaskan pertandingan melawan wanita putih BaiLi.