Pedang Pemburu Roh

Pedang Pemburu Roh
BAB 28 | Kerajaan Klan Ular – Segel Emas


__ADS_3

Wajah He Xian terlihat bangga pada dirinya setelah mengatakan itu. Kemudian dia duduk bersila untuk bermeditasi kembali.


“Siapa nama kalian?” tanya He Xian sambil memejamkan matanya hendak bermeditasi


“Aku Shan Mui”


“Aku Chen Yan”


“Namaku Xiaozi”


...


...


Mereka masing-masing memperkenalkan diri mereka pada He Xian, namun tidak terdengar kata-kata lain dari ruang tahanan sebelah.


Samar-samar mereka mendengar suara dengkuran halus dari mulut He Xian.


Wajah Shan Mui menjadi gelap mengetahui orang yang mereka ajak berbicara telah tertidur disaat seperti itu. Sedangkan Chen Yan justru tertawa geli melihatnya.


Xiaozi tidak terlalu mempedulikan hal itu. Dia kemudian membuka kitab kultivasi pedang langit nya dan lanjut berlatih meningkatkan kultivasinya.


“Aku membutuhkan pil obat kultivasi lagi” gumamnya sambil mengeluarkan pil kultivasi tingkat 7 kembali


Setelah meminum pil obat, dia merasakan energi di tubuhnya meningkat, namun lebih sedikit dari biasanya. Hal ini di karenakan nadi spiritual dalam tubuhnya telah mengembang sehingga pil kultivasi tingkat 7 hanya bisa mengisi sedikit energi dalam tubuhnya.


Kemudian dia mengeluarkan lagi pil kultivasi tingkat 7 miliknya hingga seluruh energi dalam tubuhnya terisi.


“Huh.. aku menghabiskan 6 pil kultivasi tingkat 7 untuk memenuhi energi dalam tubuhku” gumam Xiaozi kesal


Melihat apa yang dilakukan oleh Xiaozi, Chen Yan kemudian mendekatinya.


“Xiaozi, kamu terlalu banyak mengkonsumi pil kultivasi. Cara ini tidak efektif. Aku bisa membuatmu meningkatkan energi tubuhmu tanpa pil kultivasi” sahut Chen Yan


“Benarkah?” Xiaozi merasa kurang percaya dengan kata-kata Chen Yan


Wajah Chen Yan berubah ketika melihat Xiaozi tidak mempercayainya.


“Terserah kalau tidak percaya. Aku tidak akan membantumu” sahutnya kesal


“Aku percaya pada nona Chen, biarkan aku mengolah energi ini dulu. Aku akan memerlukan bantuanmu nanti” sahut Xiaozi yang kemudian segera mengolah energi dalam tubuhnya untuk menaikkan tingkat kultivasi miliknya.

__ADS_1


Butuh waktu cukup lama dan berulang-ulang melatih tubuhnya dalam membersihkan, membentuk, menyempurnakan dan menyerap hasil pengolahan energi tersebut dalam tubuhnya.


Dalam waktu 3 jam baru lah akhirnya Xiaozi berhasil menembus kultivasinya pada tahap perunggu tingkat 3.


Wajahnya terlihat bertambah cerah, namun energi dalam tubuhnya telah terhidap habis.


Tiba-tiba tercium bau makanan yang sangat lezat datang membuat perut mereka terasa lapar.


Tampak daging, ikan serta jenis makanan lainnya diberikan pada He Xian yang segera membuka matanya begitu tercium bau makanan.


“Hmm.. rupanya Istana ular benar-benar memanjakan tahanannya dengan makanan yang lezat” gumam Xiaozi yang senang setelah melihat menu makanan untuk He Xian


Namun begitu giliran mereka bertiga, mereka hanya disuguhi sayuran dan buah untuk mereka bagi bertiga.


“I... Ini mengapa berbeda sekali menu kami dengan orang itu” gumam Xiaozi dalam hatinya kesal


“Sialan! Aku sudah memberitahumu. Aku ini vegetarian. Aku hanya makan sayur dan buah saja” teriak He Xian yang marah pada penjaga.


Para penjaga tidak mempedulikan teriakan He Xian. Mereka sudah biasa mendengarnya berteriak seperti itu.


He Xian lalu menoleh ke arah makanan Xiaozi dan matanya berbinar ketika melihat sayuran dan buah-buahan untuk mereka.


“Namamu Xiaozi kan? Bolehkah aku menukar makananku dengan makananmu? tanya He Xian pada Xiaozi


Xiaozi tampak begitu gembira dan menikmati makanannya daripada Shan Mui dan Chen Yan.


“Xiaozi, Aku lihat kultivasimu setara denganku yang berada di tahap perunggu tingkat 3 kan?” kata He Xian selanjutnya


“Aku baru saja menembusnya hari ini” sahut Xiaozi.


“Hahaha... benar, aku telah melihat usahamu hari ini” kata He Xian lagi


He Xian memperhatikan wajah Xiaozi dan seperti merasakan sebuah aura yang berbeda dari tubuh Xiaozi.


“Xiaozi, apakah kamu membawa sebuah benda yang memiliki aura tertentu?” tanya He Xian


“Hanya sebuah pedang” sahut Xiaozi pelan


“Pedang apakah itu? Bolehkah aku melihatnya?” tanya He Xian


Xiaozi lalu mengeluarkan Pedang Pemburu Roh miliknya dan memperlihatkannya pada He Xian.

__ADS_1


“Benar. Ternyata aura energi yang aku rasakan memang berasal dari pedang pusaka ini.” kata He Xian


Mata He Xian tiba-tiba melotot saat melihat sesuatu pada bilah pedang tersebut. Kemudian dia mendekatkan wajahnya untuk melihat pedang itu lebih jelas dari ruang tahanan sebelah


“Pedang ini dalam keadaan tersegel. Biarkan aku memeriksa segel tersebut” sahut He Xian


Kemudian He Xian merapalkan mantra, lalu menggerakkan jari tangannya mempertemukan kedua telunjuk tangan kanan dan kirinya lalu menempelkan di keningnya.


Mata He Xian tampak berubah menjadi putih lalu sebuah energi keluar dari keningnya berwarna hijau seperti asap yang mengepul menuju ke arah Pedang Pemburu Roh ditangan Xiaozi.


“Aarrggh... “ terdengar He Xian berteriak lalu menghentikan tindakannya dan mengatur nafas.


“Ini Segel Emas, kekuatanku belum cukup kuat untuk membuka segel tersebut.” kata He Xian.


“Segel Emas?” gumam Xiaozi


“Tuan, sepertinya yang dikatakan oleh biksu ini benar” sahut Pedang Pembunuh Roh


Mata He Xian terkejut “Tentu saja yang aku katakan benar” sahutnya kesal


“Ka.. Kamu bisa mendengar suaraku?” pedang itu bergetar mengetahui biksu He Xian bisa mendengarkan suaranya selain Xiaozi.


“Iya. Aku menguasai ilmu sihir meskipun kekuatanku masih tahap perunggu tingkat 3, namun aku bisa berbicara dengan roh” sahut He Xian


Xiaozi juga tidak menyangka biksu He Xian itu bisa berbicara dengan roh pedang miliknya. Dia memandang pedang Pembunuh Roh ditangannya.


“Kamu tahu cara membuka segel pedang ini?” tanya Xiaozi pada He Xian.


“Aku tahu, tetapi kekuatanku tidak cukup. Sepertinya hanya bisa minta bantuan pada Guruku untuk membuka segelmu” sahut He Xian


Guru He Xian adalah salah satu ahli sihir yang ada di dunia ini dengan kekuatan tahap Emas tingkat 2 bernama Liu Ba dengan julukannya Penyihir Hitam karena dia paling suka menggunakan segala atribut berwarna hitam termasuk pakaiannya.


“Dimana kami bisa menemukan gurumu?” tanya Xiaozi pada He Xian


“Guruku tinggal di Bukit Kematian wilayah tengah, dia suka berada di wilayah klan burung gagak” sahut He Xian


“Bukit kematian jaraknya cukup jauh dari sini.” tiba-tiba Shan Mui ikut menyahut pembicaraan mereka


Chen Yan juga sudah ikut duduk disamping Xiaozi untuk melihat pedang tersebut dari dekat. Tampak tubuhnya menempel pada lengan kanan Xiaozi sementara Shan Mui berada disisi kiri Xiaozi dan sedang melihat ke arah He Xian


Melihat Xiaozi diapit oleh dua wanita, He Xian menghela nafasnya lalu memejamkan matanya. Dia adalah seorang biksu penyihir yang vegetarian dan menahan nafsu untuk memperoleh pencerahan.

__ADS_1


“He Xian, kamu belum memberitahu kami kenapa kamu berada disini” kata Shan Mui padanya.


He Xian membuka matanya, “Aku sedang mencari tanaman rumput dewa di gunung Lushan kemudian ditangkap oleh Ratu Ular bersama para pasukannya”


__ADS_2