Pedang Pemburu Roh

Pedang Pemburu Roh
BAB 88 | Gunung Naga – Penyatuan dengan Pedang Pemburu Roh


__ADS_3

RROOAARR...


Qiongqi mengaum menyerang ke arah Buas Brutal, membuat Buas Brutal mengelak serangan itu dan mundur beberapa langkah. Qiongqi menghadang di depan Shan Mui untuk menjaga dirinya. “Terima kasih Qiongqi,” kata Shan Mui


“Minumlah ini dulu.” Chen Yan menyerahkan pil obat pemulihan pada Qiongqi untuk mengobati lukanya.


Qiongqi segera meminumnya dan mulai mengatur nafas sebelum bertarung lagi. Buas Brutal merasa percaya diri sehingga membiarkan Qiongqi menyembuhkan dirinya terlebih dulu. Dia juga senang mendapatkan lawan yang lebih kuat.


Shan Mui segera membantu Xie Ling dan Chen Yan melawan pasukan monster lainnya. Mereka mulai menghabiskan para monster tersebut.


Wanita Giok Yi Nushi kewalahan mendapatkan serangan dari Wuya, dia tidak menyangka Wuya memiliki kekuatan yang melebihi dirinya. Setelah puluhan jurus, Wuya berhasil melukai lengan kanan Yi Nushi dan membuat Yi Nushi tidak bisa menggunakan pedang di tangan kanannya.


“Ukh! Wanita ini ternyata bukan manusia,” gumam Yi Nushi ketika melihat sosok Wuya sebenarnya.


Wuya terbang ke udara dengan wujud bayangan hitam gagak menyerang ke arah Yi Nushi kembali. Melihat hal itu Yi Nushi tidak bisa menahan langsung, dia memilih untuk berkelit dari serangan tersebut. Namun Wuya tiba-tiba mengubah arah serangannya, membuat mata Yi Nushi mendelik karena kali ini Wuya mengincar lengan kirinya.


BRAKK... Aaakkh...


Lengan kiri Yi Nushi kini yang patah oleh serangan Wuya. Yi Nushi merasa geram dan putus asa. Saat ini dia tidak lagi bisa menggunakan kedua tangannya untuk bertarung melawan Wuya.


“Terimalah kematianmu nak!” Teriak Wuya sambil memutar dan kali ini langsung menyerang dada Yi Nushi dengan telak.


CRASS...


Wuya menusuk dan menembus tubuh wanita giol Yi Nushi hingga tubuhnya terbelah menjadi dua bagian dengan wajah tak percaya telah dikalahkan.


Penyihir putih terbelalak melihat kematian Yi Nushi, dia sangat menyayangi wanita itu seperti anaknya sendiri. Penyihir Putih lalu mengamuk dengan kekuatan sihirnya, dia mengeluarkan badai petir menyerang seluruh orang disana. Tidak terkecuali pasukan monsternya sendiri.


He Xian dan Raja Penyihir kambing membuat sihir perlindungan untuk diri mereka dan teman-temannya.

__ADS_1


Wuya segera meraih Chen Yan dan Xie Ling meraih Shan Mui untuk menghindari badai petir tersebut.


Qiongqi dan Buas Brutal tidak mempedulikan badai petir itu menerjang tubuh mereka. Mereka masih berdiri saling bertatapan sebelum mulai menyerang.


He Xian segera mengeluarkan jurus sihir tingkat tingga yang dipelajarinya dari buku ratu ular, sementara Raja Penyihir Kambing mengeluarkan segel formasi iblis untuk mengikat tubuh Penyihir Putih agar tidak bisa bergerak beberapa detik.


“Cepat, serang dia!” Teriak Raja Penyihir Kambing pada He Xian.


He Xian mengetahui segel Raja Penyihir Kambing tidak bertahan lama pada Penyihir Putih. Dia tidak menyia-nyiakan kesempatan itu meskipun hanya beberapa detik saja.


BLAMM..


Serangan He Xian berhasil menghantam tubuh Penyihir Putih dan membuatnya muntah darah. “Ku-Kurang Ajar. Kalian beraninya main keroyokan,” teriak Penyihir Putih.


“Cih, sejak kapan dalam pertempuran ada aturan main seperti itu,” sahut He Xian yang kembali merapal serangan itu. Demikian juga Raja Penyihir Kambing yang ingin kembali menyegel Penyihir Putih.


“Aku harus melumpuhkan Raja Penyihir Kambing ini,” gumam Penyihir Putih dalam hatinya. Dia pun segera bergerak ke arah Raja Penyihir Kambing untuk merubuhkannya. Namun dia tidak menduga, Wuya tiba-tiba ikut dalam pertempuran itu dan langsung menyerang Penyihir Putih.


BLAMM...


“Ja-Jahanam. Ini tidak adil” teriak Penyihir Putih lemah. Wuya menyerang kembali ke arah Penyihir Putih dengan melayang di udara hendak menukik turun. Raja Penyihir Kambing telah menyegel kembali Penyihir Putih, membuatnya tidak bisa bergerak beberapa detik lagi.


“Demi bangsa penyihir, aku menyingkirkan pengkhianat klan,” Teriak Wuya yang langsung melesat menembus tubuh Penyihir Putih dan membunuhnya dengan tubuh hancur.


Para monster yang masih tersisa menggigil ketakutan melihat para komandan mereka telah mati satu persatu. Mereka hanya berharap Buas Brutal bisa mengalahkan Qiongqi dan juga Raja Monster Xhame.


Namun apa yang terjadi, Buas Brutal tidak bisa melawan mereka. Teman-teman Xiaozi tidak lagi melihat pertarungan adil atau tidak. Mereka menyerang bersama-sama ke pada Buas Brutal dan membunuhnya.


Mata Buas Brutal tidak menyangka, dirinya yang terlalu percaya diri bisa memenangkan pertarungan satu lawan satu dengan lawannya. Namun dia tidak percaya lawan memilih menyerang dirinya bersama-sama. Dia pun tewas dalam ketidakpuasan.

__ADS_1


Sementara teman-teman Xiaozi telah membereskan semua komandan di luar kediaman jendral Yime dan kini hanya menyisakan para pasukan monster yang lemah saja.


Di dalam kediaman jendral Yime, pertarungan dahsyat terjadi antara Raja Monster Xhame dan Xiaozi. Raja Monster Xhame telah mencapai tahap Berlian puncak melawan tahap Mutiara awal dari Xiaozi.


Meskipun dari kekuatan kultivasi Xiaozi lebih tinggi dari Raja Xhame, namun pengalaman dan kekuatan serangan jurus Raja Xhame lebih mengerikan daripada Xiaozi. Dia hanya menyerang dengan menggunakan cakarnya sudah membuat Xiaozi yang terluka menjadi kewalahan.


“Cih, aku pikir kamu kuat. Ternyata cuma seperti ini,” kata Raja Xhame setelah berhasil menghantam dada Xiaozi kembali dengan telak.


BAMM..


Tubuh Xiaozi melayang menabrak singgasana jendral Yime lagi hingga hancur. Untung tubuh Xiaozi telah dilindungi oleh kekuatan tahap Mutiara, jadi lukanya tidak terlalu serius namun kekuatannya menurun menjadi tahap Berlian puncak tingkat 5 yang seimbang dengan Raja Xhame.


Xiaozi berdiri kembali dengan pedang ditangannya, “Tuan, sebaiknya kita bersatu. Rohku akan bersatu denganmu sehingga kekuatanku juga menjadi milik tuan.” Tiba-tiba Pedang Pemburu Roh berbicara pada Xiaozi.


“Apa maksudmu Lingjian?” Xiaozi tidak mengerti maksud Pedang Pemburu Roh


Raja Monster Xhame yang melihat Xiaozi berdiri lagi, segera menyerangnya dengan kecepatan tinggi. Raja Xhame memiliki keunggulan jurusnya yang ganas melebihi jurus yang dikuasai oleh Xiaozi.


Raja Monster Xhame menghantam tinjunya ke arah Xiaozi, namun Pedang Pemburu Roh menghalanginya dan membuatnya beradu kekuatan.


BLAMM...


Tinju itu menghantam Pedang Pemburu Roh dan membuatnya bergetar. “Tuan, kita harus bersatu. Dengarkan saranku ini,” Kali ini Pedang Pemburu Roh berbicara dengan lantang pada Xiaozi.


Meskipun Xiaozi tidak mengerti maksud Pedang Pemburu Roh, namun dia percaya kata-kata Pedangnya itu. “Baiklah. Lakukan penyatuan kita.” Xiaozi memberi perintah pada Pedang Pemburu Roh.


Pedang Pemburu Roh segera terbang ke atas kepala Xiaozi, Pedang itu mulai berkilau terang mengarah ke kepala Xiaozi. Xiaozi melihat ke arah Raja Xhame yang menonton kejadian itu dengan tenang. Dia merasa dirinya berada jauh diatas angin dan meremehkan lawannya.


BLARR...

__ADS_1


Sinar kemilau dari Pedang Pemburu Roh langsung masuk ke tubuh Xiaozi melalui dahinya.


__ADS_2