
Mendengar cerita dari Mei Shin dan Liu Jang, hati Shan Mui kembali terlihat sedih. Xiaozi menyadari hal itu, “Baiklah. Mari kita berlatih dulu di tempat ini untuk bersiap melawan pasukan jendral monster Sanme” katanya.
“Apa? Apa kalian sudah gila? Aku pikir kita akan menunggu bantuan untuk membantu kita menyerang mereka” sahut Mei Shin ketika mendengar strategi Xiaozi adalah melawan langsung jendral monster Sanme.
Mei Shin tidak mengetahui kekuatan dari tim pemburu monster Shan Mui, jadi dia meremehkan mereka. “Nona Shan, katakan padanya untuk jangan gegabah. Pasukan Jendral Monster Sanme bukan mudah untuk dikalahkan. Mereka memiliki banyak komandan yang kuat di bawah jendral monster Sanme.
Shan Mui menghela nafasnya, “Jika kita menunggu bantuan, mungkin kakak sudah tidak bisa bertahan lagi” helanya pelan
Teman-teman Shan Mui menyetujui usul dari Xiaozi, mereka pun mencari tempat masing-masing untuk meningkatkan kultivasi mereka. Namun berbeda dengan Xiaozi, Wuya dan Qiongqi, mereka hanya duduk dan sambil memakan kelinci hasil tangkapan Wuya dari dalam hutan. Wuya juga membawa banyak buah-buahan dari kebun klan manusia di desa itu.
“Orang-orang ini terlalu gegabah dan begitu santai. Aku rasa mereka tidak bisa di harapkan” bisik Mei Shin pada Liu Jang.
Liu Jang menganggukkan kepalanya setuju dengan pemikiran Mei Shin, “Kita sebaiknya menunggu bantuan yang datang daripada mengantarkan nyawa melawan pasukan jendral monster Sanme” sahut Liu Jang
Setelah seharian berlatih, tingkat kultivasi mereka tidak terlihat meningkat. Mereka cukup kecewa dengan hal itu terutama Shan Mui. Xiaozi berusaha untuk menenangkan mereka dan berpikir cara lainnya.
Kemudian dia menemukan sebuah cara,” He Xian, Wuya dan Qiongqi, aku mungkin akan mengandalkan kalian untuk pertarungan nanti” kata Xiaozi.
Dia lalu menjelaskan strategi yang baru saja terpikirkan olehnya. Mata He Xian dan Qiongqi tampak berbinar mendengar rencana Xiaozi. “Bagaimana?” tanya Xiaozi pada mereka bertiga.
“Baik, aku rasa itu bisa dilakukan” sahut Wuya setelah mendengar rencana Xiaozi.
“Aku mengandalkan kalian berdua, sementara aku akan langsung menyerang ke arah jendral monster Sanme” kata Xiaozi.
“Aku dan Chen Yan bagaimana?” tanya Shan Mui merasa sedih dirinya tidak dilibatkan oleh Xiaozi.
“Kalian mempunyai tugas untuk mencari dimana para tahanan berada. Namun He Xian akan membantu meningkatkan kultivasi kalin terlebih dahulu selama beberapa jam” sahut Xiaozi
“Baik” sahut Shan Mui dan Chen Yan bersamaan.
__ADS_1
Mata Mei Shin dan Liu Jang berkedut melihat perubahan sikap Shan Mui. Mereka seperti melihat orang lain pada dirinya.
“Benarkan ini Shan Mui yang kita kenal?” batin Mei Shin
Shan Mui yang mereka kenal dulu selalu ingin mengambil alih seluruh rencana dari idenya dan jarang menuruti saran orang lain. Namun Shan Mui yang sekarang terlihat penurut serta mengikuti saran dan rencana dari Xiaozi.
“Siapa Xiaozi ini?” gumam Liu Jang memperhatikan Xiaozi.
Setelah mematangkan rencana, Xiaozi lalu meminta mereka beristirahat semuanya. Besok adalah hari pernyerangan ke Tanah Api, wilayah kekuasaan jendral monster Sanme.
Malam itu Shan Mui tampak tidak bisa tidur, dia lalu pergi keluar rumah untuk mencari udara segar. Xiaozi yang melihatnya gelisah, lalu mengikutinya dari belakang.
“Ada apa nona Shan?” tanya Xiaozi pada Shan Mui.
Shan Mui menghentikan langkahnya dan terdiam sesaat, “Xiaozi, aku mungkin akan membahayakan tim kita kali ini demi menyelamatkan kakakku” katanya lirih
Shan Mui tersenyum kecil mendengar perkataan Xiaozi, meskipun dia tahu Xiaozi akan melakukan hal itu. Namun tetap dia merasa was-was karena yang mereka hadapi adalah pasukan jendral peringkat 3 dari klan monster.
Kemudian Shan Mui membalikkan badannya menatap pada Xiaozi, “Xiaozi, berjanjilah padaku. Apapun yang terjadi, kamu harus mengutamakan keselamatanmu sendiri. Itu aturan dari pemburu pemula bukan” kata Shan Mui
Sebenarnya jika yang dikatakan oleh Shan Mui ini pada masa lalu, mungkin dia akan menurutinya. Namun dirinya yang sekarang sudah berbeda. Dia tidak mungkin akan menyelamatkan dirinya sendiri dan mengabaikan teman-temannya.
“Nona Shan, aku tidak bisa berjanji tentang hal itu. Kita pasti akan berhasil mengalahkan pasukan jendral monster Sanme. Percayalah” sahut Xiaozi memberi semangat pada Shan Mui
Xiaozi mendekati Shan Mui dan memeluk tubuhnya dengan lembut. Shan Mui membalas pelukan itu dan merasa nyaman saat bersama Xiaozi.
“Xiaozi, jika keadaan dalam bahaya, tinggalkanlah aku. Selamatkan dirimu sendiri” kata Shan Mui kembali.
“Aku tidak akan pernah melakukan hal itu. Jika dalam bahaya, kita hadapi bahaya itu bersama-sama” sahut Xiaozi sambil mengangkat dagu Shan Mui.
__ADS_1
Xiaozi memandang wajah sendu Shan Mui yang tampak sedih. Mata Shan Mui yang sayu dan bibir tipisnya yang sedikit terbuka membuat Xiaozi ingin mengecupnya. Dia pun segera mencium bibir tipis Shan Mui dan dibalas dengan ciuman hangat darinya.
Mata Mei Shin dan Liu Jang terbelalak melihat kejadian yang sejak tadi mereka lihat dari kejauhan. Tebakan mereka benar, “sepertinya orang bernama Xiaozi itu memiliki hubungan dengan nona Shan Mui.”
Malam ini Shan Mui merasa dirinya dicintai oleh Xiaozi, dia sangat bahagia meskipun hatinya masih sedikit sedih saat memikirkan kakaknya. Mereka pun kembali ke dalam rumah itu, tampak Mei Shin dan Liu Jang sudah berpura-pura tidur kembali.
Setelah melihat hal itu Mei Shin dan Liu Jang menjadi memahami mengapa Shan Mui berubah seratus delapan puluh derajat dari sikapnya dulu. “Ternyata nona Shan Mui menaruh hati pada pemuda bernama Xiaozi itu.”
“Ah, pantas saja dia tidak mau bertemu dengan pangeran Shang Ji saat dia mengunjunginya di kota Pelangi” gumam Mei Shin dalam hati
Keesokan harinya, mereka pun bersiap untuk pergi menuju Tanah Api menyerang pasukan Jendral Monster Sanme. Melihat persiapan mereka, Mei Shin dan Liu Jang bermaksud untuk mengurungkan niat mereka menyerang dan menunggu bantuan yang datang.
“Kalian tolong pikirkan kembali, kekuatan pasukan jendral monster Sanme tidak bisa dianggap remeh” rayu Mei Shin pada Shan Mui
“Kalian berdua tidak perlu ikut jika merasa takut. Tunggulah bantuan disini” sahut Shan Mui.
Teman-teman Shan Mui memandang dengan tatapan meremehkan pada Mei Shin dan Liu Jang yang begitu penakut menjadi pemburu monster.
Baru berjalan dua langkah tiba-tiba mereka mendengar suara yang datang mendekati mereka.
“Hahaha... ternyata kalian bersembunyi disini”
Raja Kelelawar muncul dengan tertawa bersama dua orang komandan dari pasukan jendral monster Sanme dan diikuti oleh beberapa puluh pasukan monster dibelakang mereka.
“Kelabang Emas dan Katak Beracun” teriak Mei Shin dan Liu Jang yang menggigil ketakuan melihat mereka berdua
Xiaozi dan teman-temannya menyipitkan mata mereka melihat Raja Kelelawar datang meminta bantuan pada jendral monster Sanme dan disetujui dengan mengirim hanya dua komandan saja.
“Mereka meremehkan kita” gumam Xiaozi. Namun matanya berbinar melihat kedatangan mereka.
__ADS_1