
“Sudah, aku menyerah” sahut Xiaozi yang kini duduk lemas diatas batu setelah memuntahkan beberapa makanan sisa kemarin dari dalam perutnya.
Qiongqi tidak menyangka semudah itu untuk mengalahkan Xiaozi, hanya dengan menyebutkan kata kadal sudah membuatnya duduk lemas seperti itu tanpa perlu mengeluarkan tenaga dan keringat.
Qiongqi lalu memandang pada Pedang Pemburu Roh yang masih melayang di depannya, “Jadi anak ini tuanmu sekarang?” tanya Qiongqi pada Pedang Pemburu Roh
“Iya, dia telah membangunkanku dari istirahatku yang panjang. Aku telah bersumpah mengabdi pada siapapun yang membangunkan ku” sahut Pedang Pemburu Roh.
Qiongqi itu melihat ke arah Xiaozi, “Dia terlihat lemah, bagaimana mungkin bisa menjadi kuat seperti tuan kita dulu” kata Qiongqi kembali.
“Kamu tidak akan menduganya, kamu hanya melihat sisi luar darinya” sahut Pedang Pemburu Roh.
“Benarkah?” sahut Qiongqi menjadi tertarik dengan hal itu.
Pedang Pemburu Roh terbang ke arah Xiaozi, “Qiongqi, kamu bisa menguji kekuatannya. Aku tidak akan mencampurinya.”
Qiongqi tertawa mendengar kata-kata Pedang Pemburu Roh itu. “Hahaha... baiklah, jika dia bisa menahan kekuatanku. Aku akan mengabdi juga padanya” sahut Qiongqi.
Pedang Pemburu Roh kemudian menjauh dan berdiri di tengah-tengah mereka.
Qiongqi menoleh pada Pedang Pemburu Roh, “Lalu jika aku menang? Apa yang aku dapatkan?” tanya Qiongqi
“Kamu bisa pergi dari sini dan aku akan melupakan soal mengencingi itu” sahut Pedang Pemburu Roh.
Qiongqi memikirkan soal penawaran itu lalu berkata ”Aku rasa itu cukup adil. Baiklah. Aku tidak akan mengendurkan kekuatanku. Aku akan menyerangnya dengan kekuatan penuh” sahut Qiongqi bersiap
TRANGG!
Sebuah batu meluncur mengenai Pedang Pemburu Roh dan membuatnya bergetar mendengung. Tampak mata Xiaozi menatap kesal pada Pedang Pemburu Roh.
“Seenaknya saja membuat perjanjian tanpa bertanya padaku” kata Xiaozi kesal
Xiaozi lalu berdiri sambil meregangkan badannya sebentar lalu bersiap. “Baiklah, karena Lingjian sudah membuat keputusan atas namaku. Aku akan mengikutinya. Aku juga bisa mencoba kekuatanku saat ini” sahut Xiaozi yang juga bersiap.
“Hehehe... nak, aku tidak akan mengalah. Bersiaplah menahan kekuatan penuhku” kata Qiongqi yang menyeringai dan memunculkan lagi hawa membunuhnya.
Hawa membunuh Qiongqi meningkat dari sebelumnya, kekuatannya kini sudah mencapai puncak dan bersiap untuk menyerang Xiaozi. “Bersiaplah nak. Jangan salahkan aku kalau kamu terluka” kata Qiongqi lagi.
__ADS_1
“Majulah” Xiaozi telah mempersiapkan kekuatan penuh kultivasinya yang berada di level Berlian tingkat 1.
Qiongqi itu lalu menyerang Xiaozi dengan menggunakan kepalanya yang menghantam ke arah Xiaozi. Xiaozi menggunakan kedua tangannya untuk menahan kekuatan Qiongqi yang dialirkan pada kepalanya itu.
BUMMM!
Ledakan kekuatan terdengar membuat Pedang Pemburu Roh bergetar dan terpelanting ke belakang.
Qiongqi juga tampak terpental ke belakang oleh ledakan itu. Hanya Xiaozi yang masih berdiri tegak di tempatnya sambil menepuk-nepuk kedua tangannya. Dia tersenyum melihat hasil pelatihannya telah berhasil. “Guru Luo, aku telah berhasil” gumam Xiaozi
Qiongqi yang terjatuh di tanah mencoba berdiri dengan sedikit gemetar, lalu dia berjalan ke arah Xiaozi dan menundukkan kepalanya memberi hormat pada Xiaozi.
“Tuan, Qiongqi mengabdi padamu” kata Qiongqi itu dengan wajah tegas dan sungguh-sungguh.
Pedang Pemburu Roh kemudian terbang dan mendengung mengelilingi mereka berdua. “Hahaha... kini bertambah lagi satu teman kita” kata pedang itu.
Xiaozi tersenyum lalu membelai kepala Qiongqi dengan lembut, “Terima kasih teman. Kalian semua temanku” sahutnya.
Mereka pun tertawa bertiga setelah memutuskan untuk menjadi teman selamanya.
“Bisa. Apakah tuan ingin aku berubah wujud menjadi wanita cantik dan aduhai seperti ini?” tanya Qiongqi yang kemudian berubah menjadi wanita yang sangat cantik dengan tubuh aduhai dan agak terbuka
******!
Darah muncrat dari lubang hidung Xiaozi melihat kelakuan Qiongqi. “Ka... Kalian benar-benar mahluk haus darah dari dunia ini. Kalian sengaja ingin membunuhku” kata Xiaozi sambil menutupi darah dari kedua hidungnya.
“Tuan kenapa?” Qiongqi tidak mengerti melihat keadaan Xiaozi.
Pedang Pemburu Roh mendekatinya dan berbisik “Tuan tidak tahan melihat tubuh wanita yang aduhai”
“Oooh” Qiongqi lalu merubah lagi tubuhnya menjadi lebih gemuk dengan wajah yang jelek mirip kepala seekor kadal.
“Ueeekkk... kenapa harus kepala kadal?” Xiaozi gemetar kembali
Xiaozi sudah tidak tahan lagi dengan kelakuan teman barunya itu. “Sepertinya dia sengaja membalas kekalahan pertarungan tadi” geramnya
“Sebaiknya kamu berubah menjadi laki-laki biasa saja” teriak Xiaozi yang sudah kesal dengan hal itu.
__ADS_1
“Aahh... tuan ternyata suka pada laki-laki?” Qiongqi tiba-tiba berteriak menggigil.
PLAKK!.
..
..
Xiaozi menampar mulut Qiongqi itu sehingga tampak gambar tangan merah di wajahnya. Wajah Xiaozi gelap, dia geram mendengar kata-kata Qiongqi itu yang berbicara sembarangan.
“Sudahlah, ayo kita kembali. Isi perutku sudah keluar semua. Makanan pasti sudah siap” ajak Xiaozi pada mereka.
Pedang Pemburu Roh telah kembali ke dalam cincin penyimpanan Xiaozi, Qiongqi telah berubah menjadi wujud seorang lelaki yang berkulit kuning dan belang-belang hitam berpakaian seorang petarung lengkap dengan baju zirahnya.
Ketika mereka berdua tiba di tempat makan, mata semua orang terkejut saat Xiaozi datang mengajak temannya. Hanya Guru Liu Ba yang mengetahui identitas asli Qiongqi dari melihat tubuhnya, dia terkejut melihat bagaimana Xiaozi bisa berteman dengannya.
Mata Wuya lain lagi, begitu melihat Qiongqi wajahnya langsung berseri-seri, matanya terlihat menyukainya. Dia tanpa segan duduk di sebelah Qiongqi bahkan sebelum diperkenalkan oleh Xiaozi.
“Kenalkan ini temanku namanya Qiongqi” kata Xiaozi dengan santai mengambil makanan.
“Hai, aku Qiongqi teman Xiaozi” sapa Qiongqi sambil tersenyum
Wuya yang langsung nempel duduk didekatnya kemudian menyiapkan makanan dengan lauk yang banyak untuk Qiongqi.”Aku Wuya, aku juga teman Xiaozi” sahutnya.
Mata Xiaozi berkedut mendengarnya, “Sejak kapan seorang pengintip menjadi temanku” sahutnya dingin.
Wuya berkeringat dingin mendengar kata-kata Xiaozi sedangkan yang lain tertawa meskipun tidak mengerti maksud dari Xiaozi tapi mereka mentertawakan sikap dan wajah Wuya yang terlihat lucu. Namun hanya Shan Mui yang wajahnya berubah menjadi merah mendengar hal itu.
“Apakah Wuya mengetahui kejadian itu?” gumam Shan Mui dalam hatinya.
Xiaozi lalu berjalan dan duduk di sebelah Shan Mui sambil memegang tangannya secara sembunyi dibawah meja dan membuatnya merasa tenang.
Chen Yan yang duduk di sebelah He Xian tampak senang mendapatkan teman baru Qiongqi, tentu perjalanan akan semakin seru nantinya.
Mereka pun menikmati makan siang dengan santai sambil tertawa bersama. Suasana Bukit Kematian saat itu tidak terlihat sunyi, suram dan menyeramkan tetapi justru terasa hangat dan hidup oleh kehadiran Tim Pemburu Monster Xiaozi dan teman-temannya.
Guru Liu Ba tersenyum mengingat masa lalu di tempat itu yang penuh dengan kehangatan dari klan penyihir di Bukit Penyihir.
__ADS_1