Pedang Pemburu Roh

Pedang Pemburu Roh
BAB 75 | Lembah Iblis – Formasi Iblis


__ADS_3

Di dalam dunia kecil yang diciptakan dengan formasi iblis Raja Penyihir Kambing, Xiaozi bersama Wuya dan Qiongqi berada di sebuah hutan yang cukup lebat, namun mereka tidak bisa keluar dari dalam hutan tersebut.


Sepanjang perjalanan mereka hanya kembali memasuki hutan tersebut, sehingga membuat Qiongqi dan Wuya kesal dan mengamuk menghancurkan pepohonan disana.


Anehnya pohon yang dihancurkan itu kembali lagi menjadi pohon seperti semula. Dan ini membuat kekesalan Qiongqi dan Wuya semakin memuncak.


“Hentikan! Kalian hanya menghabiskan tenaga kalian saja,” seru Xiaozi pada mereka berdua.


Qiongqi pun menghentikan amukannya pada pepohonan itu. Dia berusaha menenangkan dirinya, “Tuan, apa yang harus kita lakukan?” tanya Qiongqi.


“Biarkan aku berpikir dulu sejenak” sahut Xiaozi.


Xiaozi mengeluarkan kitab Pernafasan Pedang yang didapatkannya dari Guru Luo, dia membuka bagian yang belum di pelajarinya,”Sebaiknya aku menggunakan kesempatan ini untuk melatih ilmu pernafasan pedang dari kakek Luo” gumamnya


Meskipun dia tidak tahu itu akan berguna untuk keluar dari tempat itu, namun Xiaozi tidak menyerah. Dia menggunakan kesempatan di dalam formasi iblis itu untuk meningkatkan ilmu pernafasan pedang yang dipelajarinya.


Melihat Xiaozi berlatih, Qiongqi kemudian menggunakan kesempatan itu juga untuk bermeditasi sendiri. Sementara Wuya terbang mencari celah melalui jalur udara. “Mungkin kunci formasi ini berada di atas” pikirnya sambil terus terbang ke keluar dari hutan menuju langit.


Saat dia terbang, pepohonan itu tampak juga semakin tinggi, Wuya terbang seperti tidak pernah bisa keluar dari dalam hutan menuju langit. “Sial, berapa tinggi lagi aku harus terbang” gumamnya kesal.


Wuya pun hinggap di salah satu dahan pohon disana untuk beristirahat. Dia berpikir keras mengingat-ingat formasi yang pernah dipelajarinya dari Guru Liu Ba sang penyihir hitam.


“Jalur darat tidak bisa keluar dengan berjalan kaki, demikian juga jalur langit terbang ke atas langit.” Matanya menyala melihat ke bawah tanah tempat mereka berpijak.


“Apakah jalur bumi?” gumamnya memikirkan kemungkinan tersebut.

__ADS_1


Wuya pun turun dari dahan pohon itu dan berdiri di atas tanah. Dia memperhatikan tanah sekelilingnya. “Harus melihat dari arah ketinggian. Tetapi aku tidak bisa melakukan sendiri di hutan yang luas ini” gumamnya lagi sambil melihat ke arah Xiaozi dan Qiongqi yang masih berlatih.


“Baiklah, aku tunggu mereka selesai berlatih” Wuya pun memejamkan matanya beristirahat sambil berkultivasi.


Sementara itu di Gunung Naga, tempat kediaman pasukan Jendral Monster Yime, dua orang komandannya datang menemui jendral monster Yime. Di sebelah jendral monster Yime berdiri seorang lelaki tua berpakaian biru yang disebut Penyihir Biru Lan Po sebagai penasehatnya.


Komandan yang datang adalah seorang wanita yang memiliki tubuh yang bagus namun sebagian wajahnya yang sebelah kiri ditutupi oleh topeng. Dia dijuluki wanita bermuka dua, Lin Lan.


Satu lagi komandan yang menyertai Lin Lan adalah seorang pria namun gerakan tubuhnya tampak seperti wanita. Penampilan pakaian dan tubuhnya kekar seperti lelaki biasa, namun wajahnya lebih terlihat cantik daripada tampan. Dia mengenakan pemerah bibir yang cukup mencolok dengan wajahnya yang putih dibedaki tebal.


Lelaki itu dijuluki Lelaki Gemulai, Guo Li. Meskipun terlihat berperilaku lembut, namun kekejamannya melebihi jendral monster Yime sendiri.


“Jendral” sapa mereka berdua sambil memberi hormat pada jendral monster Yime.


“Bagaimana rencana kalian?” tanya jendral monster Yime pada kedua komandannya yang datang.


Wajah jendral monster Yime tampak senang mendengarkan laporan dari bawahannya itu. “Bagus! Raja Xhame telah memerintahkan semua jendral untuk menangkap atau membunuh tim pemburu monster ini. Mereka telah membunuh dua orang jendral monster Sanme dan Wume.” sahut jendral Yime


“Jendral, apakah kita akan membunuh ketiga orang ini?” tanya Guo Li dengan wajah menyeringai kejam.


“Jangan dulu. Kita membutuhkannya untuk memancing teman-temannya datang pada kita” sahut Jendral monster Yime.


Penyihir Biru yang sejak tadi mendengarkan pembicaraan mereka berjalan mendekati Jendral monster Yime. “Jendral, ketiga pemburu lainnya kini tengah masuk ke dalam formasi iblis yang dibuat oleh Raja Penyihir Kambing. Mereka tentu akan kesulitan untuk keluar dari tempat itu” kata Penyihir Biru Lan Po.


“Apakah menurutmu demikian? Apa menurutmu tidak ada celah untuk keluar dari dalam formasi iblis itu?” tanya jendral monster Yime.

__ADS_1


“Tentu saja ada jendral. Setiap formasi memiliki pintu keluarnya. Namun mereka harus menemukan kunci untuk bisa menemukan pintu keluar tersebut. Tetapi aku rasa Raja Penyihir Kambing tidak semudah itu meletakkan kunci formasinya” sahut Penyihir Biru Lan Po


Wajah jendral monster Yime mengkerut mendengarkan penjelasan dari Penyihir Biru Lan Po. Meskipun kekuatan pasukannya diatas kekuatan pasukan jendral monster Ermai, namun dia tidak menyangka Raja Penyihir Kambing bawahan jendral Ermai memiliki formasi yang begitu sulit.


“Baiklah. Kita tunggu bagaimana perkembangan ini. Apakah pemburu itu layak menjadi lawanku atau tidak” Jendral monster Yime tersenyum sambil mengambil gelas minuman dan meminumnya


“Lin Lan, biarkan ketiga orang itu tinggal di dalam kurungan penjara kita terlebih dulu. Tunggu perkembangan dari Lembah Iblis” kata jendral Yime kembali


“Siap jendral” sahut wanita bernama Lin Lan itu


Di dalam kurungan penjara, Shan Mui bersama Chen Yan dan He Xian tampak terluka ringan setelah ditangkap oleh komandan pasukan jendral Yime.


“Aku merasa malu dan tidak berguna bagi tim kita. Aku terlalu lemah” kata He Xian kesal pada dirinya.


Wajah Shan Mui dan Chen Yan juga terlihat jelek mendengar kata-kata He Xian. Mereka bertiga merasa selama ini selalu menjadi beban bagi Xiaozi, mereka menundukkan kepala merenungkan diri mereka. Rasa percaya diri mereka runtuh karena ditangkap kembali oleh pasukan monster.


“Sebaiknya kita memanfaatkan kesempatan ini untuk berkultivasi. Kita harus bisa meningkatkan kekuatan kita. Kekuatan lawan tidak bisa kita anggap remeh” sahut Shan Mui.


“Benar. Aku juga tidak ingin terus menerus menjadi beban bagi Xiaozi. Kita harus berjuang dan terus berlatih” timpal Chen Yan.


He Xian memandang wajah kedua wanita yang bersamanya itu, dia merasakan perasaan yang sama dengan mereka. “Benar, hanya dengan menjadi lebih kuat akan membuat kita bisa lebih berguna bagi tim ini” gumamnya dalam hati


“Baiklah. Mari kita berlatih, meskipun kita berada di dalam penjara ini. Tapi kita masih bisa melatih kultivasi kita” sahut He Xian yang kembali bersemangat.


Mereka pun mulai berlatih kultivasi dengan memanfaatkan waktu di dalam penjara untuk meningkatkan kekuatan mereka masing-masing.

__ADS_1


Kembali ke dalam formasi iblis, Xiaozi yang telah membaca dan mempelajari ilmu pernafasan pedang akhirnya mulai memahami jalan pedang. Dia menghentikan meditasinya lalu memanggil Pedang Pemburu Roh.


“Lingjian, mari kita berlatih” kata Xiaozi menatap pada Pedang Pemburu Roh


__ADS_2