Pedang Pemburu Roh

Pedang Pemburu Roh
BAB 56 | Bukit Kematian – Qiongqi yang haus darah


__ADS_3

Jendral Wume terkejut melihat salah satu komandannya Niu Ji mati dengan mudahnya di tangan Xiaozi, begitu pula penyihir merah dan Lan Me.


Penyihir Merah lalu mengeluarkan kekuatan sihirnya yang di tingkat menengah untuk menaikkan kekuatan pasukan monster termasuk kekuatan Lan Me dengan menggunakan tongkat sihir miliknya.


“Cih, hanya menaikkan satu tahap saja” ejek Xiaozi melihat kekuatan Lan Me yang meningkat menjadi tahap Emas tingkat 3


Lan Me menyerang ke arah Xiaozi yang dianggapnya berada pada tahap Emas tingkat 2 sejak mengalahkan Niu Ji dalam satu jurus tadi. Dia mengeluarkan pedang ganda miliknya di tangan kanan dan kiri lalu menyilangkan di dadanya menebas ke arah Xiaozi.


Angin tebasan dua pedang berkekuatan tahap Emas tingkat 3 itu mengarah pada Xiaozi. Melihat serangan itu Xiaozi hanya tersenyum pada Lan Me. “Kamu terlalu gegabah” teriak Xiaozi


Xiaozi meningkatkan lagi kekuatannya menjadi tahap Giok tingkat 1 lalu menahan serangan pedang ganda itu dengan tangannya. Mata Lan Me berkedut melihat kekuatan Xiaozi yang kini meningkat lagi.


“Sialan. Kamu sengaja menyembunyikan kekuatanmu” teriak Lan Me yang berhenti dan merasa ketakutan.


Penyihir merah juga bergidik mengetahui kekuatan Xiaozi yang telah berada di tahap Giok tingkat 1. Dia berpikir keras untuk mencari cara mengalahkan Xiaozi dengan sihirnya.


“Hongmin, biarkan Xiaozi itu menjadi lawanku. Aku akan menghancurkannya” kata jendral Wume menggertakkan giginya.


Mendengar jendral Wume sendiri yang akan turun tangan melawan Xiaozi, Lan Me menjadi lega. Dia segera menyerang ke arah Qiongqi untuk membantu serigala merah. Namun tiba-tiba tiga buah senjata rahasia pisau mengarah kepadanya.


TRANG...TRANG...TRANG!


Ketiga pisau tersebut dihalau oleh Lan Me dengan kedua pedangnya. Matanya menoleh ke arah datangnya pisau itu. Tampak dua orang wanita muncul dari kuil pemujaan roh bersama seorang biksu dengan menggunakan tongkat sihirnya.


He Xian telah menggunakan ilmu sihir tingkat tinggi untuk menaikkan kultivasi Shan Mui dan Chen Yan satu tahap diatasnya. Sehingga Shan Mui kini berada di tahap Emas tingkat 2 dan Chen Yan di tahap Emas tingkat 1.


Mereka berdua segera menyerang ke arah Lan Me sesuai rencana strategi dari Xiaozi yang telah disusun sebelumnya. He Xian lalu berteriak kepada Wuya, “Wuya, kita serang penyihir merah bersama-sama” teriak He Xian

__ADS_1


Mendengar teriakan He Xian, Wuya lalu menoleh ke arah penyihir merah kemudian menyerang ke arahnya. He Xian juga sudah mengumpulkan kekuatan di tongkat sihirnya bersiap untuk menyerang Penyihir Merah.


Xiaozi tersenyum melihat semuanya berjalan sesuai rencana, pasukan monster masih dikacaukan oleh Pedang Pemburu Roh dan kawanan burung gagak.


“Jendral Wume, sekarang giliranmu. Aku akan menjemput kematianmu” teriak Xiaozi yang segera maju menyerang ke arah Jendral Wume.


Mendengar teriakan Xiaozi, wajah Jendral Wume menjadi gelap, dia lalu mengerahkan kekuatan maksimal miliknya yang berada di tahap Giok tingkat 2. Dan maju menyambut serangan Xiaozi.


Sementara itu, pertempuran Qiongqi dengan serigala merah sudah berjalan puluhan jurus. Tampak serigala merah sudah terluka beberapa gigitan Qiongqi di sekujur tubuhnya. Namun Qiongqi tidak mengalami luka sedikitpun. Jelas kekuatan Qiongqi berada jauh diatas kekuatan serigala merah Lang Huo.


Lang Huo terengah-engah dan menahan sakit di sekujur tubuhnya, Qiongqi menyeringai melihat mangsanya telah kehabisan tenaga. “Sekarang terimalah kematianmu” teriak Qiongqi menyerang dengan ganas.


GGRROOOAARR!


Lang Huo yang belum sempat mengatur nafas merasa ketakutan melihat serangan ganas Qiongqi. Dia segera melarikan diri namun kecepatan Qiongqi yang berada diatasnya segera mengejar Lang Huo dengan terbang di atas tubuh Lang Huo yang sedang lari, lalu menukik menggigit leher Lang Huo.


Mata Lang Huo melotot merasakan urat lehernya putus oleh gigitan ganas dari Qiongqi.


GGRROOAAARR!


Lang Huo tewas dengan leher hampir putus, lalu Qiongqi mengibaskan tangannya merobek tubuh serigala itu hingga mati mengenaskan.


Qiongqi kemudian melihat sekelilingnya, dia memperhatikan pertempuran antara Shan Mui dan Chen Yan yang melawan Lan Me berlangsung seimbang. Dia berjalan ke arah mereka dan mengubah tubuhnya menjadi sosok manusia lagi.


Mata Lan Me berkedut melihat Qiongqi berjalan ke arahnya dan melihat tubuh Lang Huo yang tewas mengenaskan dibunuh oleh Qiongqi. Keringat dingin mengalir di sekujur tubuh Lan Me. Dia bermaksud untuk melarikan diri, namun kedua wanita Shan Mui dan Chen Yan menutup semua gerakan Lan Me untuk melarikan diri.


Lan Me hanya bisa menyerang kedua wanita itu dengan wajah putus asa. Meskipun Qiongqi tidak menyerang dirinya, namun tatapan mata ganas Qiongqi membuat Lan Me tidak bisa berkonsentrasi karena ketakutan.

__ADS_1


“Cih, meskipun mati. Aku akan mengajak salah satu dari kalian” teriak Lan Me yang putus asa.


Dia mengetahui Chen Yan memiliki kekuatan yang lebih lemah dan hanya menyerangnya dari jarak jauh dengan senjata rahasia. Lan Me segera bergerak ke arah Chen Yan dengan menggunakan tebasan pedang ganda miliknya.


“Chen Yan, awas!” teriak Shan Mui yang melihat hal itu.


Mata Chen Yan terkejut mengetahui Lan Me menyerang ke arahnya, dia tidak bisa menghindari serangan tersebut. Di saat kritis, Qiongqi yang sejak tadi mengamati pertarungan mereka kini bergerak untuk menyelamatkan Chen Yan.


Qiongqi berdiri di depan Chen Yan, dengan baju zirah yang dikenakan oleh Qiongqi tebasan pedang ganda Lan Me tidak bisa melukainya.


GGRROOAARR!


Qiongqi menjadi marah merasakan serangan Lan Me merusak sedikit baju zirahnya “Wanita sialan, kamu merusak baju zirahku” teriak Qiongqi


Mata Lan Me berkedut melihat baju zirah Qiongqi yang tidak rusak sama sekali, demikian juga Shan Mui dan Chen Yan terkejut. Baju zirah yang masih utuh dibilang rusak oleh Qiongqi.


“Sialan! Sepertinya mahluk ini hanya mencari alasan agar bisa membalas seranganku” gerutu Lan Me.


Benar saja. Dengan alasan baju zirahnya dirusak, Qiongqi menyerang ke arah Lan Me dengan ganas. Kekuatan Qiongqi dikerahkan pada kedua cakarnya. Lan Me mencoba untuk memblokir serangan itu dengan menggunakan kedua pedangnya.


TRANGG... TRANGG!


Pedang ganda Lan Me patah menjadi empat bagian terkena kekuatan cakar Qiongqi. Lalu dengan ganas Qiongqi menyerang Lanme dengan cakarnya dan merobek tubuh wanita itu dan membuatnya mari mengenaskan tanpa jasad utuh seperti serigala merah itu.


“Qiongqi ini sungguh ganas. Sungguh beruntung dia berada di pihak kita” gumam Shan Mui dengan mata berkedut. Demikian juga Chen Yan, dia merasa bersyukur telah diselamatkan oleh Qiongqi.


Mereka pun bertiga sekarang melihat pada pertarungan He Xian melawan penyihir merah yang juga sedang berlangsung seru.

__ADS_1


Penyihir merah telah menyadari semua teman-temannya telah mati, hanya tinggal dirinya dan jendral Wume. “Sial, aku harus melarikan diri dari tempat ini” gumamnya dalam hatinya sambil melihat sekelilingnya untuk mencari celah untuk lari.


“Jangan berpikir untuk lari. Kami tidak akan melepasmu yang berkhianat pada klan dan mengabdi pada monster” teriak He Xian yang malu sebagai sesama penyihir manusia.


__ADS_2