
Mendengar Xiaozi tertawa dengan semangat membuat teman-temannya merinding. Kekuatan musuh paling kecil berada di tahap Perak tingkat 2 sedangkan, mereka berada di tahap Perak tingkat 1 sedangkan Chen Yan masih berada di tahap Perunggu tingkat 4.
Xiaozi tidak menyadari teman-teman mereka cemas dengan situasi ini. Tetapi Xiaozi tetap tenang menghadapinya.
“He Xian tenanglah, aku telah mempelajari jurus transfer energi dari Guru Luo sebelumnya. Aku akan meningkatkan kekuatanmu dan Shan Mui menjadi tahap Perak tingkat 3 dan Chen Yan menembus tahap Perak tingkat 1.” kata Xiaozi
“Lalu, bagaimana dengan kekuatanmu?” tanya Shan Mui yang tetap cemas mendengarnya.
Xiaozi berjalan perlahan mendekati mereka, “Kekuatanku berada di tahap Berlian tingkat 2. Bahkan jika aku memberikan energiku pada kalian, kekuatanku mungkin turun menjadi Berlian tingkat 1 atau paling jauh Giok tingkat 5. Aku rasa masih bisa untuk membunuh Jendral Wume, apalagi aku memiliki Pedang Pemburu Roh” lanjut Xiaozi.
Ketiga temannya menjadi sedikit lega mendengar penjelasan dari Xiaozi. Mereka kagum pada Xiaozi yang telah memikirkan cara seperti itu sehingga mereka bisa memperkecil jarak perbedaan kekuatan dengan musuh.
“Strategiku adalah, Qiongqi yang kuat akan menghadapi Serigala Merah. He Xian dan Wuya menghadapi Penyihir Merah. Shan Mui dan Chen Yan menghadapi Lan Me. Aku sendiri akan melawan Niu Ji dan jendral Wume.” kata Xiaozi menjelaskan strateginya.
“Aku sendiri yang akan membunuh jendral Wume untuk membalaskan dendam Guru Luo” geram Xiaozi dengan mata berapi-api.
“Mari kita segera bersiap” sahut Xiaozi yang memerintahkan mereka duduk bersila dengan kedua tangan ke depan.
Xiaozi kemudian mengerahkan tenaganya dan mentransfer energinya kepada He Xian untuk meningkatkan kekuatan kultivasinya ke tahap Perak tingkat 3. Selama 30 menit mentransfer energi, saat kekuatan He Xian sudah mencapai tingkat 3 Xiaozi segera menghentikannya.
“Selanjutnya kamu tinggal melatih sendiri untuk menyelaraskannya” kata Xiaozi pada He Xian.
He Xian menganggukkan kepalanya setelah merasakan kekuatannya yang telah meningkat ke tahap Perak tingkat 3.
Berikutnya adalah Shan Mui, Xiaozi melakukan hal yang sama seperti pada He Xian dan selama 20 menit kekuatan Shan Mui telah berhasil mencapai tingkat 3 dan Xiaozi tersenyum padanya. “Nona Shan, sekarang kamu bisa melatihnya seperti He Xian”
Shan Mui tersenyum merasakan kekuatannya saat ini sudah berada di tahap Perak tingkat 3 seperti He Xian.
Terakhir tinggal Chen Yan, Xiaozi kemudian melakukan hal yang sama pada Chen Yan, namun menembus tahapan yang berbeda memerlukan lebih banyak waktu. Sehingga 1 jam akhirnya baru bisa membuat kekuatan Chen Yan berada pada tahap Perak tingkat 1. Kemudian dia meminta Chen Yan untuk meneruskan sendiri penyelarasan kekuatannya yang baru.
__ADS_1
Xiaozi menghentikan seluruh kegiatannya dan mengatur nafasnya sendiri untuk merasakan kekuatannya yang telah turun menjadi tahap Berlian tingkat 1.
“Ah, syukurlah kekuatanku tidak jauh berbeda dari sebelumnya. Energi tahap Berlian sangat besar, sehingga bisa cukup untuk menaikkan kultivasi teman-teman beberapa tingkat” gumam Xiaozi dalam hatinya.
Ketika teman-temannya masih bermeditasi, tiba-tiba Wuya datang dengan tergesa-gesa diikuti oleh Qiongqi di belakangnya.
“Xiaozi, pasukan Jendral monster telah tiba. Sekitar 10 menit lagi mereka akan tiba di tempat ini” lapor Wuya pada Xiaozi.
Xiaozi dan teman-temannya terkejut mendengar hal itu. “Tenang saja. Aku akan mengulur waktu sebentar dengan mereka. Kalian teruskan dulu untuk menyelaraskan kekuatan kalian.” kata Xiaozi
Teman-teman Xiaozi menganggukkan kepala mereka lalu meneruskan meditasi mereka.
Xiaozi bersama Qiongqi dan Wuya segera keluar untuk menghadang pasukan dari jendral Wume. Xiaozi segera mengeluarkan Pedang Pemburu Roh nya untuk digunakan.
“Lingjian, kamu akan puas mendapatkan roh dari pasukan monster hari ini. Aku serahkan semua pasukan kecil untuk kamu bantai” kata Xiaozi pada pedangnya.
“Hahaha... tuan memang paling mengerti diriku” sahut Pedang Pemburu Roh merasa senang.
Qiongqi menggeram melihat munculnya banyak monster mendekati mereka, wajah Wuya juga menampakkan ekspresi garang bersiap untuk melakukan serangan.
Bersamaan dengan munculnya pasukan monster itu, tampak Niu ji dan Lang Huo memimpin mereka di barisan depan. Sementara Lan Me dan Hongmin berjalan berdampingan di belakang Jendral Wume.
Jendral Wume berkedut saat melihat Xiaozi berdiri di kejauhan. “Anak kurang ajar. Rupanya kamu lagi yang merusak rencanaku” teriak Jendral Wume ketika melihat lebih jelas wajah Xiaozi yang tersenyum padanya.
“Wume, aku juga ingin membuat perhitungan padamu tentang Guru Luo Shan” teriak Xiaozi dengan tenang.
Wajah Jendral Wume gelap ketika mendengar nama Luo Shan, masih teringat dalam benaknya dia terluka saat Luo Shan meledakkan tubuhnya waktu itu.
“Serigala merah. Orang itulah yang telah membunuh saudaramu Serigala Hitam” teriak Jendral Wume memberitahukan hal itu pada Lang Huo serigala merah.
__ADS_1
Wajah Serigala merah menjadi garang mendengar hal itu, dia bersiap untuk menyerang maju. “Jendral, ijinkan aku untuk maju membunuhnya terlebih dulu” teriak Lang Huo
“Habisi mereka!” perintah Jendral Wume kepada pasukannya
Mendengar aba-aba dari jendral monster, seluruh pasukan monster segera menyerang ke arah mereka bertiga.
“Lingjian, pergilah” perintah Xiaozi pada pedangnya.
Pedang Pemburu Roh segera terbang dengan kecepatan kilat menyerang para monster, menembus tubuh pasukan monster hingga tewas. Mata Jendral Wume berkedut melihat pasukannya kacau oleh sebilah pedang yang seperti memiliki roh itu.
Serigala merah Lang Huo segera maju menyerang ke arah Xiaozi, namun serangannya di tahan oleh Qiongqi. Mereka pun terlibat dalam pertempuran. Serigala merah merubah wujudnya menjadi sosok serigala raksasa berwarna merah dengan berambut api.
GGRROOAARR!
Demikian juga Qiongqi merubah wujud aslinya yang lebih besar lagi dari serigala merah berupa harimau dengan sayap yang besar. Wuya juga tidak kalah ganasnya, dia berubah menjadi sosok gagak raksasa yang dengan ganas menyerang pasukan monster tersebut dengan menyambar kesegala arah.
Wuya kemudian memanggil kawanannya, tampak ribuan burung gagak berdatangan dan menyerang ke arah pasukan monster membunuh mereka satu persatu. Pekik kematian dan darah bertebaran di hutan roh itu.
Semua monster termasuk Jendral Wume bersama komandan lainnya bergidik menyaksikan wujud asli Qiongqi yang ganas dan burung gagak raksasa bersama kawanannya.
“Sial, bagaimana anak itu bisa berteman dengan seekor Qiongqi dan burung gagak itu” geram Jendral Wume kesal.
Niu Ji yang melihat hal itu menyerang ke arah Xiaozi yang dianggapnya lebih lemah dari dua binatang sihir itu. Dia langsung mengerahkan kekuatannya yang berada pada tahap Perak tingkat 2 pada seluruh tubuhnya yang berubah menjadi sekeras baja.
Xiaozi menyipitkan matanya dia hanya mengerahkan kekuatan tahap Emas tingkat 2 dan hawa pedang langit langsung menusuk tubuh baja Niu Ji.
DESHHH!
Meskipun tubuh Niu Ji sekeras baja, namun kekuatannya yang berada di tahap Perak tingkat 2 bukan lah tandingan kekuatan tahap Emas tingkat 2 yang dikerahkan oleh Xiaozi. Tubuh Niu Ji ditembus oleh hawa pedang yang dikerahkan oleh Xiaozi dan menyisakan lubang berdarah di dadanya.
__ADS_1
Mata Niu Ji terbelalak tidak menyangka dirinya menghembuskan nafas terakhir dengan begitu cepat. Perbedaan kekuatan ini sungguh nyata. Niu Ji tewas dalam satu jurus Xiaozi.