Pedang Pemburu Roh

Pedang Pemburu Roh
BAB 51 | Bukit Kematian – Hutan Roh


__ADS_3

Keesokan harinya tim pemburu monster sudah bersiap untuk berangkat, kali ini anggotanya sudah bertambah menjadi 6 orang. Tadinya Wuya tidak ingin ikut karena menjaga Guru Liu Ba, namun begitu mengetahui Qiongqi juga pergi bersama tim Pemburu monster Xiaozi, Wuya juga memaksa untuk ikut serta


“Klan kelelawar berada di sebelah barat klan burung gagak, mereka harus melewati sebuah hutan roh sebelum sampai ke kota klan kelelawar. Hutan Roh sebelumnya adalah tempat bermain dari para klan penyihir. Mereka sering pergi kesana untuk berbicara dengan para roh di dalam hutan.” jelas Wuya dalam perjalanan


“Hmm...” gumam Xiaozi mendengar penjelasan Wuya.


“Hutan Roh sebenarnya terletak di tengah-tengah wilayah dunia ini, yang dipercaya bahwa setiap mahluk dunia monster yang mati roh mereka akan berkumpul di Hutan Roh tersebut. Di tengah Hutan Roh terdapat Pohon Roh yang warna daunnya keemasan.


Pohon Roh itu berdaun sangat lebat, karena setiap roh baru dari orang yang mati akan membuatnya tumbuh satu lembar daun berwarna emas. Dan jika daun itu gugur berwarna coklat tua, roh itu telah dilahirkan kembali di dunia monster. Kepercayaan itu masih diyakini oleh para klan di seluruh dunia monster itu.” Wuya kembali menjelaskan dengan panjang lebar


“Hmm...” Xiaozi kembali bergumam kali ini agak lebih keras membuat mata Wuya berkedut mendengarnya


“Di depan Pohon Roh terdapat sebuah kuil yang dijaga oleh para pengikut roh yang terdiri dari 5 orang setiap generasi. Para pengikut roh ini adalah orang yang dipercaya sebagai perantara roh jika ada orang yang ingin berbicara dengan roh keluarga atau orang yang dekat dengan mereka.


Ada banyak yang berkunjung dari berbagai klan mendatangi kuil itu untuk sekedar berbicara dengan roh keluarga dekat mereka atau sekedar berdoa untuk memohon pada roh suci yang mereka percaya memberikan perlindungan pada diri mereka.” Wuya mengakhiri penjelasannya dengan menarik nafas panjang.


“Hmm...” Xiaozi tetap bergumam sambil melihat sekelilingnya.


“Apa maksudmu Xiaozi, kenapa kamu sejak awal bergumam seperti itu? Apa kamu tidak percaya dengan penjelasanku?” tanya Wuya


“Bukan begitu, apa yang kamu jelaskan sudah ada dalam catatan yang kami bawa semua. Guru Liu Ba sudah mencatatkan untuk kita. Kamu hanya mengulanginya untuk mencari perhatian. Dasar burung gagak” sahut Xiaozi terus terang sambil memperlihatkan catatan dari Guru Liu Ba pada Wuya.


Mata Wuya berkedut melihat tulisan di catatan itu persis sama dengan apa yang dia katakan sejak awal perjalanan. Wuya memandang pada Qiongqi yang tersenyum padanya. “Aahh...” wajahnya memerah. Dia merasa malu karena hal itu.


Keenam tim pemburu, Xiaozi dan teman-temannya tiba di hutan roh dan melihat antrian panjang dari berbagai klan untuk memasuki kuil roh tersebut.


“Gila juga antrian ini. Apa mereka membayar untuk melakukan pertanyaan itu?” gumam Xiaozi


“Apa tuan mau aku menanyakannya pada mereka?” tanya Qiongqi pada Xiaozi

__ADS_1


“Jangan. Wajah dan kulitmu terlalu mencurigakan. Biarkan Wuya yang bertanya pada mereka” sahut Xiaozi


Mendengar hal itu, Wuya merasa dia memiliki kesempatan untuk mengambil hati seluruh anggota tim. Kemudian dia bertanya pada salah satu orang di dalam antrian tersebut kemudian kembali lagi pada Xiaozi.


“Tuan, orang itu mengatakan bahwa mereka membayar sebanyak satu keping perak untuk setiap pelayanan di dalam kuil tersebut” kata Wuya dengan bangga.


“Hmm... berarti apa yang di tulis di depan pintu kuil itu benar” sahut Xiaozi sambil berlalu


Semua mata melihat ke arah yang disebutkan oleh Xiaozi di depan pintu ada tanda yang bertuliskan “Setiap pelayanan wajib membayar 1 keping perak”.


Mata Wuya menjadi merah kembali, sementara para anggota tim pada tersenyum geli saat menyadari hal itu. “Sepertinya kamu sengaja mempermalukanku ya. Awas kamu Xiaozi” gerutu Wuya dengan wajah kesal


Shan Mui yang memperhatikan hal itu berjalan mendekati Xiaozi, “Xiaozi, kenapa kamu senang sekali menggoda Wuya? Dia akan semakin tidak suka padamu” bisik Shan Mui


“Entahlah, aku cuma senang aja melihat wajahnya yang sedang kesal karena aku goda. Dia terlalu lucu menurutku. Hihihi...” Xiaozi tersenyum memikirkan wajah Wuya yang sedang kesal.


“Berhenti!” teriak seseorang menghadang keenam tim pemburu itu. Kemudian muncul lagi puluhan orang lainnya dari berbagai klan yang turut menghadang perjalanan mereka.


“Ada apa menghentikan kami?” tanya Xiaozi pada orang-orang itu.


Xiaozi melihat orang-orang yang menghadang ini tidak memiliki tingkat kultivasi yang tinggi, mereka rata-rata adalah para penduduk klan biasa. Dan sama sekali tidak memiliki hawa membunuh.


“Kalian tim pemburu monster?” tanya orang yang tampak berasal dari klan kelinci pada mereka.


“Kenapa kalian bertanya lagi setelah aku menanyakan pertanyaan tadi?” tanya Xiaozi pada mereka


Wajah orang-orang itu sedikit bingung mendengar perkataan Xiaozi lalu mereka segera berlutut dan memohon pada Xiaozi.


“Tuan pemburu, tolonglah kami!” mohon mereka pada Xiaozi

__ADS_1


Mata Xiaozi berkedut melihat semua penghadang mereka berlutut memohon pertolongan padanya.


“Semuanya berdirilah. Ceritakan ada apa!” sahut Xioazi merasa iba pada mereka.


“Desa kami diluar hutan roh, akhir-akhir ini diserang oleh bangsa monster yang membunuh penduduk desa dengan menghisap darah mereka” sahut orang yang lebih tua di depannya


“Monster penghisap darah?” Shan Mui tertegun mendengarnya. Dia kemudian membuka token pemburu dan mencari informasi tentang hal itu.


Berdasarkan informasi dari token pemburu, monster penghisap darah tidak terdapat di tempat ini. Melainkan berjarak sekitar tiga desa lagi di sebelah selatan hutan roh ini. “Mengapa mereka bisa berada di tempat ini?” gumam Shan Mui tidak mengerti.


Sedangkan di desa dekat hutan roh ini berdasarkan informasi token tersebut tidak terdapat monster yang mengganggu.


“Apakah informasi itu dapat dipercaya dan terbaru?” tanya He Xian pada Shan Mui


“Selama ini semua informasi yang didapat selalu benar” sahut Shan Mui pada He Xian.


Chen Yan merenungkan perkataan penduduk desa itu. “Xiaozi, sebaiknya kita pergi ke desa itu dan melihat korbannya. Mungkin aku bisa memeriksa mereka” kata Chen Yan


“Baiklah. Antarkan kami ke desa kalian. Kami akan memeriksa para korban itu” kata Xiaozi.


Orang-orang desa itu merasa bersyukur para tim pemburu bersedia membantu mereka untuk memberantas monster penghisap darah yang meresahkan penduduk desa.


Saat tim pemburu Xiaozi tiba di desa tersebut, orang-orang desa segera mengajaknya ke salah satu rumah korban yang sepi dan membawakan mayat para korban lainnya dari monster penghisap darah itu. Tampak para korban kering dan hanya tersisa tulang yang terbalut kulit yang telah mengkerut.


Kemudian Chen Yan memeriksa salah satu dari mereka dan beberapa yang lainnya, lalu dia mengambil sebuah jarum dari cincin penyimpanannya dan menusuk bagian leher dari mayat tersebut.


Setelah titik di leher mayat itu ditusuk oleh Chen Yan, lalu tampak sebuah bekas telapak tangan di dada korban tersebut.


“Orang ini bukan mati karena darahnya dihisap, tetapi rohnya ditarik keluar oleh seseorang secara paksa dengan ilmu sihir” kata Chen Yan setelah melihat kesamaan pada para korban.

__ADS_1


__ADS_2