Pedang Pemburu Roh

Pedang Pemburu Roh
BAB 77 | Lembah Iblis – Anggota sementara


__ADS_3

Mereka berdua berdiri berhadapan dengan mengatur nafas masing-masing, tampak Xiaozi sedikit lebih unggul dari jendral monster Ermai yang meneteskan darah di sudut mulutnya.


“Aku minta sekali lagi, lepaskan teman-temanku. Aku akan melepaskanmu” teriak Xiaozi pada jendral Ermai.


“Hahaha... meskipun kamu membunuhku. Aku tidak akan melakukan hal itu” sahut jendral Monster Ermai sambil tertawa


Wajah Xiaozi menjadi sangat gelap, dia segera mengerahkan jurus Jalan Pedang yang baru saja dikuasainya dengan menggunakan Pedang Pemburu Roh. Baihu mengangkat pedangnya dengan kedua tangan di depannya dan mengacungkan ke arah jendral monster Ermai.


Meskipun gerakannya sederhana, namun tekanan kekuatan yang dihasilkannya sangat mengerikan dan membuat wajah jendral Ermai menjadi pucat setelah merasakan tekanan kekuatan pedang itu.


“Ugh... Anak ini sungguh luar biasa. Mungkin hanya Raja Xhame yang bisa menundukkannya” gumam jendral monster Ermai dalam hatinya.


Matanya berkedut menatap wajah Xiaozi yang terlihat dingin dan menatap dirinya dengan tajam. Keringat dingin mengalir di sekujur tubuh jendral Ermai. Ini pertama kalinya dia menghadapi musuh semenakutkan seperti Xiaozi.


Namun dia tidak menyerah, dia mengerahkan seluruh kekuatannya untuk menahan serangan dari Xiaozi.


Kedua kekuatan dahsyat memancar dari mereka berdua, orang-orang di sekitar mereka terpental oleh kekuatan itu. Mereka menabrak teman-teman mereka yang ada disana.


Suasana mencekam tampak saat kedua orang itu bersiap untuk saling menyerang. Bayangan pedang yang sangat besar terpancar dari tubuh Xiaozi memperlihatkan kekuatannya yang dahsyat. Sementara jendral monster Ermai membentuk bayangan pertahanan perisai yang besar untuk menahan serangan tersebut.


Mereka bersiap untuk mengadu kekuatan puncak masing-masing. Xiaozi segera menebaskan pedang Pemburu Roh ke arah jendral Ermai yang terlihat menahan dengan pedangnya di depan tubuhnya.


Jendral Ermai merasakan kekuatan yang sangat dahsyat menghantam pedangnya dan membuat tangannya terasa kebas. Bayangan perisai yang dibentuknya perlahan mulai retak oleh serangan bayangan pedang dari Xiaozi.


“Matilah kau” teriak Xiaozi yang sudah memuncak kemarahannya dengan menghentakkan kekuatannya ke arah jendral Ermai.


Mata jendral Ermai melotot ketika seluruh bayangan perisai nya hancur berkeping-keping. Dia tidak menyangka dirinya akan dikalahkan oleh anak pemula yang tidak dikenal. Tubuhnya ditembus oleh bayangan pedang besar itu dan membuat nya berdiri terpaku tak bergerak.

__ADS_1


BUGH!


Tubuh jendral monster Ermai terjungkal ke belakang sesaat setelah bayangan pedang itu menghilang. Jendral monster Ermai menghembuskan nafasnya yang terakhir dengan kematian yang mengenaskan oleh Xiaozi.


Seluruh pasukan monster yang melihat hal itu kabur melarikan diri mereka. Xiaozi sudah tidak memiliki tenaga lagi saat ini. Dia hanya memerintahkan pedang Pemburu Roh untuk menghabisi mereka semua.


Pedang Pemburu Roh mengejar para monster itu dan membunuh mereka semuanya. Qiongqi yang melihat musuh melarikan diri juga tidak kalah cepat dari pedang Pemburu Roh. Dia bersama Wuya berkelebat menyerang pasukan monster satu persatu.


Beberapa saat kemudian markas utama pasukan jendral monster Ermai di Lembah Iblis telah menjadi tumpukan mayat para monster. Qiongqi dan Wuya segera membersihkan sisa-sisa monster yang masih bersembunyi di dalam kediaman jendral Ermai dan juga mencari keberadaan ketiga teman mereka.


Setelah menyisir seluruh tempat itu, mereka tidak menemukan keberadaan ketiga teman mereka di tempat itu. Wuya datang sambil membawa seorang yang tampak gemetaran ditangannya.


“Tuan, aku menemukan Raja Penyihir Kambing yang tersisa di tempat ini” kata Wuya sambil melempar tubuh Raja Penyihir Kambing ke arah Xiaozi.


“Tuan, ampuni aku. Aku hanya bawahan. Aku akan memberitahumu dimana teman-teman kalian berada” sahutnya untuk menyelamatkan diri dari kemarahan Xiaozi.


“Teman-teman kalian telah ditangkap oleh komandan pasukan jendral monster Yime” sahut Raja Penyihir Kambing.


Mendengar hal itu wajah Xiaozi tampak tertegun. Jendral monster Yime adalah peringkat teratas dari lima jendral monster. Jendral monster peringkat dua Ermai saja sudah sulit dia kalahkan karena seimbang, apalagi jendral monster Yime.


Wajah Wuya juga tampak gelap mendengar hal itu,”Benarkah apa yang kamu katakan itu?” tanya Wuya pada Raja Penyihir Kambing


“Benar. Aku berani bersumpah untuk itu. Saat aku memasang formasi iblis, aku menemukan mereka membawa pergi teman-teman kalian” lanjut Raja Penyihir Kambing.


“Dimana posisi jendral monster Yime?” tanya Xiaozi pada Raja Penyihir Kambing


“Markas Jendral monster Yime berada di Gunung Naga, sangat dekat dengan ibukota kerajaan monster” sahut Raja Penyihir Kambing lagi

__ADS_1


Mendengar hal itu membuat wajah Xiaozi makin tenggelam, menyerang Gunung Naga bisa dikatakan bunuh diri untuk saat ini, apalagi berdekatan dengan Ibukota kerajaan tempat Raja Xhame berada.


“Ini sama saja dengan menghadapi mereka bersamaan” gumam Xiaozi merasa kepalanya semakin pusing.


“Tapi tuan tenang saja, jendral Yime lebih menyukai perbudakan. Jadi dia tidak akan membunuh teman-teman kalian selama masih bisa dipekerjakan di tambang Gunung Naga” sahut Raja Penyihir Kambing kembali


“Perbudakan?” Xiaozi terkejut mendengar hal itu lagi.


“Benar, Tambang Gunung Naga adalah pertambangan Emas dan Batu Spiritual. Banyak budak dari hasil penaklukan jendral monster Yime dipekerjakan di tambang tersebut. Jadi selama masih bisa dipekerjakan, ketiga teman kalian akan tetap hidup” lanjut Raja Penyihir Kambing


Setelah mendengarkan penjelasan dari Raja Penyihir Kambing, Xiaozi merasa sedikit lega. Dia memikirkan langkah apa yang akan dia lakukan selanjutnya.


”Baiklah. Aku membiarkan kamu hidup, dengan syarat kamu mengikuti perintahku dan membantuku dengan sihirmu selama temanku berada di tangan Jendral monster Yime” kata Xiaozi kemudian.


Meskipun Raja Penyihir Kambing tidak ingin melawan klan monster, tetapi saat ini hidupnya berada di tangan Xiaozi, jadi dia pun terpaksa menyetujuinya.


Namun Xiaozi tidak bodoh, dia memerintahkan Wuya dan Qiongqi untuk selalu mengawasi gerak gerik Raja Penyihir Kambing dan Qiongqi dengan senang hati mendapatkan tugas itu.


“Baik Tuan. Aku akan menjaganya” sahut Qiongqi sambil menjilati bibir dengan lidahnya dan tersenyum pada Raja Penyihir Kambing.


Raja Penyihir Kambing merasa merinding melihat kelakuan Qiongqi, dia menelan saliva nya merasakan hawa membunuh terpancar dari tubuh Qiongqi meskipun dia tampak tersenyum padanya.


“Baiklah, kita segera menuju ke Pulau Duyung sesuai rencana semula. Setelah menjadi kuat dan melepaskan segel Pedang Pemburu Roh, kita akan menyelamatkan teman-teman kita” sahut Xiaozi


Mereka pun berempat berangkat menuju ke pulau Duyung yang terletak di arah timur Lembah Iblis.


Sementara itu Yan Gang yang bersembunyi telah berhasil meningkatkan kekuatannya menjadi tahap Giok tingkat 3, dia segera kembali ke markas Jendral monster Ermai dan menemukan tumpukan mayat disana.

__ADS_1


Wajahnya terlihat biasa saja, meskipun dia menjadi bawahan jendral monster Ermai, tetapi dia lebih menyukai hidup bebas melakukan apapun yang diinginkannya dengan mengandalkan kekuatannya tanpa perintah orang lain.


__ADS_2