Pedang Pemburu Roh

Pedang Pemburu Roh
BAB 53 | Bukit Kematian – Pengikut Roh


__ADS_3

Melihat salah satu dari 5 orang pengikut roh tertangkap, Xiaozi dan teman-temannya meyakini bahwa kematian penduduk desa ini memang berhubungan dengan kuil di depan Pohon Roh tersebut.


“Mari kita pergi menuju kuil tersebut bersama orang ini” kata Xiaozi yang segera menangkap dan mengikat orang klan kambing tersebut.


Xiaozi dan teman-temannya segera berangkat menuju kuil di tengah hutan roh yang masih dipadati oleh orang-orang yang berkunjung untuk mendapatkan pelayanan dari pengikut roh.


“Kalian semua pulanglah, kami ada urusan dengan pengikut roh di kuil ini” teriak Xiaozi pada seluruh orang yang berkunjung.


“Kalian jika ingin mendapat pelayanan, antri dong seperti kami” teriak orang dalam antrian. “Betul!” teriak orang di sebelahnya bersamaan.


BUMM!


Xiaozi kemudian melempar tubuh orang klan kambing pengikut roh yang ditangkap olehnya ke arah pintu kuil dan menghancurkannya. Orang klan kambing yang pengikut roh itu pingsan setelah tubuhnya membentur keras pintu kuil itu.


Orang-orang yang antri melihat kejadian itu segera panik dan membubarkan diri, lalu ada juga yang melihat dari kejauhan.


Xiaozi dan teman-temannya berdiri di depan pintu kuil yang telah hancur, “Keluarlah, atau kamu harus menyeret kalian untuk keluar” teriak Xiaozi dengan wajah marah.


“Siapa yang berani berbuat onar di wilayah kuil pengikut roh ini” teriak seseorang yang langsung menyerang ke arah Xiaozi.


Xiaozi menyipitkan matanya lalu mengerahkan kekuatannya untuk memantulkan serangan itu.


BUMM!


Tubuh penyerang itu terpental oleh kekuatan dahsyat dari Xiaozi dan kali ini menghantam dinding bagian depan dan jatuh pingsan juga.


“Kekuatan mereka lemah sekali. Biarkan aku menyerang mereka tuan” kata Qiongqi yang gatal ingin bertarung.


“Baiklah, kalian silahkan maju” perintah Xiaozi.

__ADS_1


Semua teman-teman Xiaozi melompat memasuki kuil para pengikut roh itu. Di dalam kuil hanya tersisa 3 orang lagi yang sedang melakukan pelayanan pada rakyat kecil di sekitarnya.


Orang-orang kecil yang meminta pelayanan segera di tarik keluar oleh Shan Mui, Chen Yan dan Wuya. Kemudian Qiongqi dan He Xian menyerang dua orang pengikut roh yang terdekat dengannya.


Dua orang pengikut roh itu tidak memiliki kekuatan terlalu tinggi, mereka dengan mudah di kalahkan oleh Qiongqi dan He Xian. Sementara seorang lagi di belakang sempat melarikan diri ke bagian dalam untuk melaporkan pada pemimpin mereka yang berada di dalam.


BUMMM!


Tampak dua orang terbang melayang dari bagian dalam kuil yang dihancurkan oleh mereka sebelum terbang keluar.


Kedua orang itu berdiri di dalam kuil dan melihat ke arah He Xian dan Qiongqi yang telah membunuh kedua orang pengikut roh di dalam kuil itu. Mata mereka menjadi merah dan wajahnya geram melihat hal itu.


“Siapa kalian berani berbuat onar di dalam kuil ini?” salah satu dari mereka berteriak marah.


“Orang yang mati tidak perlu tahu nama kami” teriak Qiongqi yang segera menyerang mereka dengan ganas.


Kedua orang itu lalu menyerang balik ke arah He Xian dan Qiongqi dengan ganas juga. Salah satu yang menyerang He Xian tidak memberikan kesempatan pada He Xian untuk membalas dan membuatnya terdesak. Tetapi yang satunya lagi tidak bisa mendesak pada Qiongqi karena kekuatan Qiongqi yang sangat kuat darinya.


Qiongqi tetap tidak memberikan kesempatan padanya untuk mengambil nafas, kemudian dia menyerang lagi dengan ganas pada orang itu meskipun dia bersembunyi kembali ke dalam kuil. Qiongqi tidak mengejarnya, matanya beralih pada He Xian yang terlihat sedikit kewalahan melawan salah satu dari orang-orang tadi.


Melihat He Xian dalam keadaan terdesak, Qiongqi menjadi marah kemudian melompat membantu He Xian. Kali ini Qiongqi tidak membiarkan buruannya terlepas. Dia dengan kuat mencengkeram leher orang itu lalu mematahkannya dan membuang mayatnya ke lantai kuil tersebut.


Tidak ada satupun musuh di dalam kuil itu, teman-teman Xiaozi pun berkeliling untuk menemukan jika ada musuh yang masih bersembunyi dari mereka.


Sementara itu Xiaozi diluar kuil melihat bayangan seseorang berkelebat dari dalam kuil menuju Pohon Roh. Dia pun mengikuti orang tersebut yang kemudian berhenti di depan Pohon Roh. Dia terlihat berdoa dan memohon perlindungan pada Roh pelindung Pohon tersebut.


“Cih, kalian ternyata sekelompok pengecut, kalian hanya berani membunuh rakyat kecil” kata Xiaozi melihat buruannya sedang berlutut di depan pohon Roh.


Wajah orang yang berlutut itu menjadi gelap, amarahnya terasa sampai di ubun-ubun dia kemudian menyerang ke arah Xiaozi dengan sisa kekuatannya dengan garang.

__ADS_1


Xiaozi hanya dengan tenang menahan serangan telapak dari orang itu yang bermaksud untuk membunuhnya mengunakan telapak tangannya juga.


BUMMM!


Kedua tangan saling bertemu dan dua kekuatan saling berbenturan. Namun kekuatan Xiaozi lebih kuat darinya. Tubuh orang itu hancur dengan tulang-tulang yang patah di sekujur tubuhnya. Dia menyeringai dengan sisa kekuatannya terengah-engah berusaha berbicara.


“Kamu tidak akan bisa lolos karena membunuh kami dan mengacaukan pengikut roh yang sedang bertugas” kata orang itu dengan sisa tenaga miliknya.


“Ohya? Aku ingin lihat apakah aku bisa lolos nanti atau tidak” sahut Xiaozi.


Xiaozi kemudian mendekati orang itu dan meletakkan telapak tangan di kepala orang tersebut. Dia kemudian mengerahkan kekuatan alam Berlian dan menghancurkan tubuh orang itu. Pekik kematian dan darah muncrat di sekitar tempat itu bersamaan dengan melayangnya nyawa orang itu.


Tiba-tiba sosok tinggi besar dengan wajah yang merah muncul dan memandang tajam pada Xiaozi.


“Kamu telah membuat keonaran di wilayahku, Hutan Roh ini. Aku akan memberimu pelajaran” teriak orang itu sambil menyerang ke arah Xiaozi


“Ternyata kelima pengikut roh itu memiliki pendukung sepertimu” sahut Xiaozi yang melawannya dengan menggunakan pedang Pemburu Roh.


BUMM!


Benturan antara cakar dan pedang Pemburu Roh itu terjadi dan membuat sosok itu terbang kebelakang. Sementara Xiaozi terdorong mundur dua langkah.


Sosok itu tidak menerima dirinya kalah dari Xiaozi, dia kemudian mengerahkan kekuatan puncak miliknya di alam Emas tingkat 1 dan menyerang kembali ke arah Xiaozi.


Xiaozi hanya diam dan mengerahkan kekuatan tahap berlian tingkat 2 miliknya. “Ini kesempatanku untuk menguji kekuatan kultivasi Berlian tingkat 2 milikku.”


Tiba-tiba orang itu mengeluarkan senjata pusaka miliknya untuk menahan serangan Xiaozi. Melihat senjata pusaka itu, Xiaozi tidak gentar sedikitpun dia meneruskan serangannya ke arah orang itu.


BUGH!

__ADS_1


Tubuh orang itu terkena pukulan telak dari Xiaozi pada bagian dadanya. Orang itu merasakan bagian dadanya remuk oleh kekuatan Xiaozi. Dia tidak dapat menggerakkan badannya ketika melihat Xiaozi berjalan ke arahnya. Xiaozi Lalu menghantam tubuh orang itu dengan keras dan membuatnya tewas mengenaskan.


__ADS_2