Pedang Pemburu Roh

Pedang Pemburu Roh
BAB 7 | Dikendalikan oleh Pedang Pemburu Roh


__ADS_3

“Tenang, ramalanku tidak pernah salah. Kita semua mengikutinya saja. Jangan terpengaruh oleh suara dari monster itu yang membuat kita terpecah belah” sahut kakek Shamo membantu Xiaozi menenangkan hati para klan kadal


“Yang kuat untuk bertarung, persiapkan diri kalian untuk melindungi keluarga dan teman kalian” lanjut Xiaozi memberikan perintah pada klan kadal.


“Siap!” teriak beberapa klan kadal yang pemberani dan berdiri di depan mereka untuk berjaga-jaga dengan membawa beberapa senjata.


Xiaozi merasa sedikit puas dengan pengaturannya ini. Ini baru pertama kalinya dia memimpin sebuah pertarungan.


Sejujurnya dalam hati Xiaozi merasa ketakutan saat ini, namun dia berusaha untuk menutupinya. Xiaozi memberanikan dirinya untuk maju melihat klan Monster yang datang ke kota kadal tersebut.


Kemudian dia melihat beberapa klan monster yang bertubuh kecil maju ke arah kota kadal. Wajahnya mirip musang namun bertubuh kelinci, ada yang mirip rubah namun bertubuh ular.


“I..Inikah klan monster? Ini seperti binatang yang cacat.” gumam Xiaozi melihat para klan monster tersebut.


Karena melihat ternyata tubuh klan monster itu kecil-kecil dan lucu-lucu, keberanian Xiaozi menjadi tumbuh. Lalu dia memimpin untuk menyerang terlebih dahulu ke arah mereka.


“Tuan, gunakan aku. Aku ingin memangsa mereka” kata pedang pemburu roh.


“Baik. Keluarlah!” kata Xiaozi yang kemudian memegang Pedang Pemburu Roh ditangannya.


Xiaozi segera pergi dan membantai klan Monster yang datang ke kota kadal itu.


“Hahaha.. lezat sekali roh mereka ini tuan. Tapi aku masih belum puas” kata pedangnya.


Dalam waktu 30 menit seluruh monster yang datang sudah habis dibantai olehnya sendiri.


“Kenapa para kadal itu diam saja melihat pertarunganku sendiri? Ini sama saja dengan mengorbankanku dan mereka mendapatkan hasilnya” gumam Xiaozi geram.


“Hehehe... gendut. Aku pikir kamu yang paling bodoh, ternyata anak ini jauh lebih bodoh darimu” tiba-tiba terdengar suara yang sedang berbincang


Mata Xiaozi berkedut ketika melihat beberapa sosok tinggi besar sudah mengelilinginya.


“Ini.. inikah klan monster sebenarnya?" gumam Xiaozi gugup dalam hatinya


“Hahaha.. benar, dia ternyata memang bodoh. Termakan umpan kita dan berani maju sendirian” sahut monster bertubuh gendut

__ADS_1


Xiaozi sudah di kelilingi oleh banyak monster dan tidak ada celah sama sekali untuk melarikan diri. Dia semakin kesal karena klan kadal ternyata cuma berdiam diri saja melihat dirinya menyerang maju sendirian.


“Kakek? Apakah kita tidak membantunya?” tanya Zizy pada kakek Shamo


“Kamu dengar sendiri perintahnya kan. Kita disuruh menjaga keluarga dan teman-teman kita disini” sahut kakek Shamo yang didengar oleh Xiaozi


“Benar Zizy, kita harus mengikuti perintahnya” sambung Zaim yang diiyakan oleh klan kadal lainnya.


Mata Xiaozi makin berkedut mendengar hal itu. Keringat dingin menetes disekujur tubuhnya.


“Sialan, ternyata perintahku salah pada mereka” Xiaozi makin kesal menyadari hal itu


“Jangan takut tuan, biarkan aku mengambil alih” kata pedang ditangan Xiaozi


“Apa maksudmu?” tanya Xiaozi pada pedangnya.


“Apa tuan bersedia aku mengambil alih untuk menyelamatkan tuan?” tanya pedang itu.


“Iya. Apapun lakukanlah, yang penting kita bisa selamat” perintah Xiaozi


“Siap. Sesuai permintaan tuan” sahut pedang tersebut.


“Hehehe... kalian semua harus mati untuk memuaskanku” kata Xiaozi yang telah diambil alih oleh jiwa pedang pembunuh roh


“Hahaha.. anak ini sombong sekali mau melawan kita semua? Hayo hajar dia. Patahkan tangan dan kakinya!” teriak pemimpin dari klan Monster besar yang telah mengepung Xiaozi


Para monster itu semua berhamburan menerjang Xiaozi, namun gerakan Xiaozi kali ini menjadi lebih kuat dari sebelumnya. Tubuhnya bergerak cepat dengan pedang ditangannya menebas seluruh monster yang berada di dekatnya.


Tak sampai 15 menit seluruh monster tinggi besar itu kini hanya bertumpuk di atas tanah. Bau darah segar tercium dari tanah yang dibasahi oleh darah para monster ini.


“Ini pemandangan yang aku lihat dalam ramalanku” kata kakek Shamo saat itu setelah melihat hasil pertarungan Xiaozi


“Hehehe.. aku sangat puas memakan roh monster kali ini. Terima kasih tuan telah memberiku kesempatan ini” kata pedang itu yang kemudian kembali pada tubuh pedangnya.


Kesadaran Xiaozi pun telah kembali, dia terkejut mendapati tubuhnya penuh percikan darah dari monster itu. Dan seluruh monster telah binasa oleh pedang ditangannya.

__ADS_1


“Apa yang telah terjadi?” kata Xiaozi terkejut karenanya


“Tuan mengijinkan aku mengendalikan tubuh tuan. Jadi aku membunuh mereka semua menggunakan tubuh tuan” sahut pedang pemburu roh tersebut


“Apa? Kamu bisa melakukan itu?” Xiaozi terkejut mengetahui hal tersebut


“Selama tuan bersedia, aku bisa melakukannya” sahut pedang pemburu roh itu lagi


“Jadi apabila aku tidak mengijinkanmu? Apa yang terjadi?” tanya Xiaozi


“Aku ucapkan selamat tinggal pada tuan. Aku mungkin akan menemukan tuan yang baru berikutnya” sahut pedang itu santai


Xiaozi menggigil mendengar kata-kata tersebut yang memang ada benarnya. Jika saja dia tidak mengijinkan pedang itu mengambil alih tubuhnya. Dia mungkin yang akan tergeletak berlumuran darah di tanah ini.


“Tapi kamu hanya akan mengendalikan tubuhku jika aku mengijinkanmu kan?” tanya Xiaozi memperjelas kembali


“Benar. Aku tidak akan mengendalikan tubuh tuan tanpa persetujuan tuan. Itu tidak sesuai prinsipku. Lebih baik aku mengucapkan selamat jalan pada tuan. Hehehe” sahut pedang tersebut


Xiaozi tidak memperpanjang masalah tersebut, selama dia memberi ijin, barulah pedang itu akan mengendalikan tubuhnya. Dia merasa sedikit tenang akan hal itu.


Ketika dia sudah merasa semua keadaan terkendali, Xiaozi kemudian berbalik untuk menemui klan kadal gurun yang masih berkumpul.


Dia mendapatkan sorak gembira dari para klan kadal itu.


“Sialan, kalian sama sekali tidak membantuku melawan mereka. Aku merasa dikadali oleh mereka” gumam Xiaozi menjadi kesal.


Keesokan harinya Xiaozi tidak mau lagi berdiam diri di kota kadal lebih lama, meskipun kakek Shamo dan Zizy merayunya untuk tetap tinggal.


Bukan hanya karena kejadian serangan monster semalam, namun alasan utamanya karena dia tidak merasa enak dengan makanan yang ada di kota kadal tersebut.


Xiaozi lalu pergi meninggalkan kota kadal menuju ke arah utara ke tempat klan manusia berada. Wilayah tengah yang didiami oleh para klan binatang bukanlah tempat yang cocok untuknya.


Setelah melewati gurun berpasir, dia pun tiba di kota babi. Kota ini terlihat lebih kacau dari kota kadal. Sepanjang jalan dia mencium bau busuk oleh kotoran dan bekas makanan.


“Sial, klan babi lebih jorok daripada klan kadal. Benar-benar kandang babi” gumam Xiaozi dalam hatinya.

__ADS_1


“Hei, kamu klan manusia. Mengapa masuk ke kota kami sendirian. Apakah kalian bermaksud untuk memata-matai kami?” tiba-tiba sebuah suara memanggilnya


Xiaozi menoleh dan melihat segerombolan manusia berkepala babi hutan mendekatinya.


__ADS_2