
Setibanya di desa tersebut, penduduk desa yang melihat kedatangan mereka segera bersembunyi ke dalam rumah mereka. Mereka terlihat sangat ketakutan dengan kedatangan tim pemburu monster Xiaozi.
Tim pemburu Xiaozi pun keliling desa mencari tempat untuk beristirahat dan berlatih.
Sebuah warung makan yang melihat kedatangan mereka segera berbenah dan menutup warung mereka. “Kakek, kenapa kamu menutup warung begitu melihat kami?” tanya Xiaozi pada pedagang makanan yang tampak sudah tua.
Mereka tidak menjawab pertanyaan Xiaozi, namun masih terus berberes dan segera menutup warungnya. Xiaozi merasa aneh dengan kejadian itu, namun dia tidak berani memaksa mereka untuk berbicara dengannya.
“Mereka ketakutan oleh kedatangan kalian” tiba-tiba terdengar sebuah suara wanita yang datang mendekati mereka.
Kelompok tim pemburu monster Xiaozi menoleh ke arah datangnya suara wanita tersebut.
“None Mei?” tiba-tiba Shan Mui merasa mengenali suara itu
“Nona Shan? Mengapa kamu ada disini?” sahut orang bernama Mei itu yang terkejut melihat wajah Shan Mui bersama orang-orang itu.
Semua teman-teman Shan Mui melihat mereka berdua yang tampak saling mengenali satu sama lainnya.
“Wah, tak disangka kita bertemu dengan nona Shan Mui ditempat ini” seseorang juga datang mendekati Shan Mui dan wanita yang dipanggil nona Mei itu.
“Liu Jang? Kamu juga berada disini?” wajah Shan Mui terkejut melihat kehadiran kedua temannya di tempat itu.
Mei Shin, adalah orang yang dulu pernah dalam satu tim dengan Shan Mui sedangkan Liu Jang adalah teman masa kecil Shan Mui di kota Pelangi.
“Chen Yan, apa kamu mengenal mereka?” bisik He Xian di sebelah Chen Yan
“Mereka adalah teman satu tim pemburu monster Pangeran Shang Ji” sahut Chen Yan pelan.
He Xian hanya mengaggukkan kepalanya, dia merasa pernah mendengar nama Pangeran Shang Ji sebelumnya. Raut wajahnya tampak sedikit termenung untuk mengingat-ingat nama itu.
__ADS_1
“Siapa Pangeran Shang Ji?” bisik Qiongqi yang juga mendengar pembicaraan mereka
“Dia Putra Mahkota kerajaan wilayah utara, calon suami Shan Mui” sahut Chen Yan pelan.
Mata He Xian dan Qiongqi menyipit mendengar jawaban Chen Yan, “Calon suami Shan Mui?”
Wajah Xiaozi menjadi merah saat dia tanpa sengaja mendengar pembicaraan mereka. Tanpa sadar dia memegang lehernya, merasa tiang gantungan hendak melilit lehernya kembali. Dia pun meneguk saliva di mulutnya memikirkan hal itu.
Melihat Shan Mui berada disana bersama teman-temannya. “Nona Shan, ada yang ingin aku sampaikan padamu” bisik Mei Shin pada Shan Mui
Mei Shin lalu mengajak Shan Mui sedikit menjauh dari teman-temannya untuk berbicara sesuatu yang terlihat cukup penting dan pribadi.
“Nona Shan, maaf kami harus memberitahumu hal ini” tampak Mei Shin tertunduk muram sebelum dia bercerita.
“Ada apa nona Mei? Katakanlah” sahut Shan Mui cemas ketika melihat wajah Mei Shin yang tertunduk muram
Dan Shan Mui menjadi tidak sabar menunggu kata-kata dari Mei Shin, tampak kecemasan di wajahnya ketika melihat wajah muram Mei Shin.
“Nona Shan, beberapa teman-teman kita ada yang mati dan tertangkap oleh pasukan monster. Mereka yang tertangkap di kurung oleh Jendral Sanme di Tanah Api” kata Mei Shin berhenti sejenak untuk mengambil nafas.
Wajah Shan Mui menjadi tegang mendengar berita itu, dia tidak menyangka tim pemburu monster Pangeran Shang Ji akan berhadapan dengan jendral monster peringkat 3 jendral Sanme dalam perburuannya.
“Mereka yang di tahan itu termasuk Pangeran Shang Ji dan juga kakakmu Shan Yuan beserta teman-teman kita dari kota pelangi” lanjut nona Mei Shin dengan gugup.
“Apa?” Wajah Shan Mui menegang seakan disambar petir mendengar kata-kata Mei Shin. Tubuhnya menggigil gemetar karena panik dan cemas mengingat Shan Yuan adalah kakak satu-satunya yang sangat menyayangi dirinya.
“Maafkan kami nona Shan” Mei Shin menundukkan wajahnya bersedih
Shan Mui tidak bisa menjawab, tatapannya kosong setelah mendengar kata-kata dari Mei Shin. Dia terhuyung-huyung mundur lalu berbalik dan menoleh ke arah Xiaozi. Seperti anak kecil dia segera berlari ke arah Xiaozi dan memeluknya. Dia membenamkan wajahnya di dada Xiaozi menyembunyikan kesedihannya.
__ADS_1
Xiaozi terkejut melihat hal itu, demikian juga teman-teman tim mereka. Mata Liu Jang dan Mei Shin berkedut tidak menyangka Shan Mui akan berlari ke pelukan Xiaozi.
Tampak tubuh Shan Mui bergetar dalam pelukan Xiaozi. Hanya Xiaozi yang mendengar isak tangis dari Shan Mui dan merasakan derai air mata yang hangat menetas membasahi dadanya.
Wajah Xiaozi menjadi gelap karena hal itu.” Ada apa nona Shan?” tanya Xiaozi dengan lembut sambil mengusap rambut Shan Mui. Xiaozi merasakan kesedihan di hati Shan Mui dan dia pun berusaha untuk menenangkannya.
“Kakak... Kakakku telah ditangkap oleh Jendral Sanme. Aku tidak tahu bagaimana nasibnya” sahut Shan Mui lirih.
Xiaozi mendorong perlahan tubuh Shan Mui dan menghapus air mata di wajah Shan Mui dengan punggung tangannya. “Jangan menangis, kakakmu orang yang kuat. Dia pasti mampu bertahan. Kita akan segera menyelamatkannya” janji Xiaozi sambil mengangkat dagu Shan Mui untuk menatap matanya.
Xiaozi menatap lembut mata Shan Mui dan berjanji untuk menyelamatkan kakaknya.”Iya, aku percaya padamu Xiaozi” sahut Shan Mui lirih sambil menenangkan dirinya
Setelah tenang, Shan Mui menghentikan tangisnya, wajah teman-teman dalam tim mereka tampak muram. Mereka turut merasakan kesedihan Shan Mui setelah mendengar kakaknya di tangkap oleh Jendral monster Sanme.
“Tuan, kita harus segera memusnahkan pasukan Jendral Sanme. Aku sudah tidak sabar” sahut Qiongqi geram mendengar hal itu.
“Aku sependapat tuan” sahut Pedang Pemburu Roh dari dalam cincin penyimpanan Xiaozi.
Xiaozi termenung memikirkan pasukan Jendral Sanme yang memiliki kekuatan yang jauh lebih besar dari pasukan Jendral Wume sebelumnya.
“Kita jangan bertindak gegabah. Kita harus menyusun strategi agar tidak pergi mengantarkan nyawa kesana” sahut Xiaozi yang selalu mengingat tiga aturan untuk pemula dalam perburuan monster dari Kakek Tuo.
Meskipun Xiaozi dan Qiongqi mampu melawan pasukan Jendral Monster Sanme, tetapi kekuatan lawan yang besar tentu akan membuat mereka kewalahan juga. Dan resiko lebih besar akan dihadapi oleh teman-teman mereka yang kekuatannya berada dibawah mereka.
Seperti kata Xiaozi, dia tidak ingin mengantarkan nyawa untuk melawan pasukan besar Jendral monster Sanme.
Mereka lalu mencari tempat untuk menyusun strategi menghadapi pasukan Jendral Monster Sanme. Mei Shin dan Liu Jang mengantarkan Shan Mui dan teman-temannya ke sebuah rumah kosong yang selama ini menjadi tempat persembunyian mereka di desa tersebut sambil menunggu bantuan yang tidak kunjung datang.
Di tempat itu, Mei Shin dan Liu Jang kemudian menceritakan kejadian yang mereka hadapi hingga tertangkapnya Pangeran Shang Ji dan Shan Yuan oleh pasukan Jendral monster Sanme.
__ADS_1