Pedang Pemburu Roh

Pedang Pemburu Roh
BAB 87 | Gunung Naga – Munculnya Raja Monster Xhame


__ADS_3

Seluruh Gunung Naga tampak sepi setelah pertarungan di puncak kediaman jendral Yime berakhir. Xiaozi dan teman-temannya segera mengatur nafas mereka setelah Chen Yan membagikan pil obat pemulihan pada mereka.


Sekitar 30 menit memulihkan diri, mereka pun bersiap untuk pergi dari tempat itu. Namun tiba-tiba bumi terasa bergetar seperti gempa. Xiaozi dan teman-temannya terkejut saling menatap. “Apa yang terjadi?” kata Shan Mui


Qiongqi dan Wuya yang tampak tiba-tiba menjadi tegang.


RROAARR...


Qiongqi tiba-tiba mengaum dengan keras dan wajahnya seperti bertemu dengan musuh kuat bebuyutannya. Tampak di lereng gunung sekelompok mahluk buas Tao Tie bergerak naik dengan pemimpin yang lebih besar.


Xiaozi dan teman-temannya terbelalak melihat kawanan Tao Tie yang datang itu. “Sialan, kenapa Tao Tie ini banyak sekali,” geram He Xian


“He Xian, pasang jebakan sihir untuk mereka!” Teriak Raja Penyihir Kambing yang telah merapal jurus sihir untuk membuat jebakan bagi kawanan Tao Tie itu. Mendengar hal itu He Xian pun segera mengikuti Raja Penyihir Kambing merapal formasi sihir untuk menjebak para Tao Tie tersebut.


Xiaozi menyeringai melihat kawanan Tao Tie itu, lalu dengan Pedang Pemburu Roh ditangannya dia segera menyerang ke arah kawanan itu. Pedang Pemburu Roh ditangan Xiaozi mengamuk dengan ganas membunuh para Tao Tie yang berada di depatnya.


Qiongqi segera melompat menyerang pemimpin dari Tao Tie itu, sementara Shan Mui bersama Xie Lin dan Chen Yan saling membahu bertahan dari serangan mereka dibantu oleh Wuya yang melindunginya.


“Gila, mereka lumayan banyak, aku harap teman-teman bisa menahan mereka,” gumam Xiaozi sambil membunuh para Tao Tie tersebut.


RROOAARR...


Qiongqi yang menyerang melawan pemimpin Tao Tie itu bertarung terpisah dari tempat itu, mereka berkekuatan seimbang dan merupakan musuh bebuyutan selama ini.


Sihir He Xian dan Raja Penyihir Kambing sangat efektif mengalahkan sebagian besar kawanan Tao Tie itu, sementara Xiaozi telah menumpuk mayat Tao Tie di sekitar dirinya.


“Baiklah, bersiaplah menerima jurus Pedang Pemburu Roh, Jalan Pembantaian.” Teriak Xiaozi yang kemudian melepas Pedang Pemburu Roh lalu mengendalikannya dengan kekuatan tahap Berlian miliknya.


Pedang Pemburu Roh menyerang ke arah kawanan Tao Tie yang tersisa langsung menusuk leher menembus kepala mereka dan membuat semuanya tewas mengenaskan.


Kemudian tampak pasukan monster lainnya menyusul di belakang mereka yang dipimpin oleh komandan Wanita Giok bernama Yi Nushi yang berkulit hijau. Kemudian tampak Seorang penyihir berpakaian putih mengendarai burung bangau raksasa terbang di langit lalu turun di depan Xiaozi dan teman-temannya.


“Penyihir Putih, Baifu.” Teriak Raja Penyihir Kambing dengan mata terbelalak.


Penyihir Putih Baifu adalah salah satu penyihir terkuat yang sejajar dengan Penyihir Hitam Liu Ba, Guru dari He Xian. Melihat kedatangannya He Xian sedikit gentar, namun dia memberanikan dirinya untuk melawan penyihir putih tersebut. He Xian kemudian bersiap untuk melakukan serangannya.

__ADS_1


Setelah itu muncul seorang yang tinggi besar dengan wajah keras diantara mereka. Orang itu disebut Buas Brutal. Kekuatan serangannya sangat buas dan brutal sehingga kawan dan lawan menyebutnya dengan nama Buas Brutal itu.


Mereka semua berhenti di depan Xiaozi dan teman-temannya, kecuali Tao Tie dan Qiongqi yang masih bertarung di kejauhan karena saling bermusuhan sejak lama.


“Hahaha... jadi kalian yang telah membunuh semua jendralku?”


Tiba-tiba suara keras menggetarkan lereng itu membuat tanah bergetar kembali. Tampak seseorang melayang di udara dengan tangan di punggungnya. Lalu dia turun dan berdiri di depan pasukannya.


“Raja Monster Xhame!” semua pasukannya berlutut begitu melihat kedatangan orang itu.


Xiaozi menyipitkan matanya melihat sosok Raja Monster Xhame yang tubuhnya seperti manusia namun di atas kepalanya memiliki dua buah tanduk. Dia juga memiliki ekor di belakang seperti cambuk dengan tiga mata tajam seperti trisula di ujung ekornya.


“Inikah sosok legendaris Raja Monster Xhame?” Xiaozi sedikit gentar saat melihatnya.


Raja Monster Xhame berjalan mendekati Xiaozi. “Aku dengar kamu berguru pada Luo Shan. Apa kabar lelaki tua itu?” tanya Raja Monster Xhame sambil tersenyum pada Xiaozi.


“Jendralmu telah membunuh guru Luo Shan. Itulah mengapa aku membasmi para jendralmu itu,” sahut Xiaozi dengan geram.


“Hahaha... ternyata begitu,” sahut Raja Xhame sambil tertawa.


Tiba-tiba Raja Monster Xhame langsung mendorong tubuh Xiaozi dengan telapaknya dan melesat ke kediaman jendral Yime.


BUMM...


Tembok kediaman jendral Yime berlubang oleh tubrukan tubuh Xiaozi yang di dorong oleh Raja Xhame secara tiba-tiba lalu membentur singgasana jendral Yime.


Ukh...


Xiaozi memuntahkan darah dari tubuhnya, dia tidak menyangka serangan tiba-tiba dari Raja monster Xhame padanya.


Seolah itu menjadi aba-aba, seluruh pasukan monster mulai menyerang teman-teman Xiaozi. Wuya langsung menghadapi Wanita Giok Yi Nushi dengan garang. Penyihir Putih menyerang ke arah He Xian dan Raja Penyihir Kambing.


Buas Brutal melawan Shan Mui, sementara Chen Yan dan Xie Ling sibuk melawan para pasukan monster yang datang.


Di tempat yang agak jauh, pertarungan Qiongqi dan Tao Tie sudah berada pada tahap akhir, kedua belah pihak terlihat mulai kewalahan. Tubuh mereka berdua sudah banyak luka namun semangat tempur mereka belum hilang.

__ADS_1


Mereka masih berusaha menarik nafas sebelum melanjutkan lagi pertarungan.


RROOARR...


Qiongqi meraung keras lalu menerjang ke arah Tao Tie. Melihat hal itu Tao Tie sedikit terkejut namun segera menyambut serangan Qiongqi. Mereka saling mencakar, menggigit tidak peduli tubuh mereka penuh oleh luka.


Qiongqi lalu tiba-tiba terbang di udara dengan kedua sayapnya dan mencengkeram punggung Tao Tie lalu membawanya terbang tinggi kemudian menghempaskannya ke tanah.


Tao Tie yang tidak bisa terbang terbelalak melihat dirinya tiba-tiba diangkat ke udara kemudian dijatuhkan oleh Qiongqi. Tao Tie menggerak-gerakkan keempat kakinya untuk menjaga dirinya turun dengan hantaman yang keras.


Qiongqi tidak membiarkannya jatuh dengan lembut, dia mendorong tubuh Tao Tie dengan menggunakan kepalanya ke arah punggung Tao Tie.


GRRRR...


Tao Tie itu geram melihat serangan Qiongqi namun dia tidak bisa melawannya di udara.


BAMM..


Tubuh Tao Tie melesak ke tanah dan menyebabkan tanah berguncang karenanya. Tampak Tao Tie dengan susah payah berdiri dengan luka yang tidak ringan di tubuhnya.


Saat dia mulai berdiri, matanya melotot kembali ketika tubuhnya diangkat lagi oleh Qiongqi ke udara. Tao Tie mengeluarkan sisa tenaganya berontak untuk melepaskan dirinya. Yang akhirnya di lepaskan oleh Qiongqi setelah berada tinggi di udara.


RRROOOAARRR...


Tao Tie meraung merasakan tubuhnya kembali terjatuh untuk kedua kalinya menghantam bumi. Qiongqi mempersiapkan dirinya untuk menggunakan kepalanya menghantam tubuh Tao Tie saat dia menyentuh tanah.


BAMM...


Tubuh Tao Tie kembali menghujam tanah dan kali ini Tao Tie kesulitan untuk bergerak. Wajahnya geram, namun sesaat kemudian dia merasakan desiran angin kencang dari atas. Matanya melotot melihat Qiongqi menukik dengan kepala nya hendak menghantam tubuhnya yang sudah tidak bisa bergerak itu.


RROOAARR... BUMM... KRAKK...


Mata Tao Tie seperti meloncat dari kelopak, darah menyembur dari mulutnya. Tulang dadanya hancur oleh hantaman kepala dari Qiongqi. Tao Tie mati mengenaskan oleh Qiongqi.


Qiongqi menarik nafasnya melihat musuh bebuyutannya telah mati didepannya itu. Dia lalu melihat ke arah pertarungan teman-teman lainnya. Tampak olehnya Shan Mui mulai terdesak oleh serangan Buas Brutal. Qiongqi segera bergerak untuk membantunya.

__ADS_1


__ADS_2