
Setelah Xiaozi membereskan dua orang di Pohon Roh, teman-teman mereka pun tampak berdatangan untuk menemuinya. Mereka melihat dua mayat mengenaskan tergeletak di bawah pohon roh tersebut.
“Xiaozi, apa yang akan kita lakukan selanjutnya?” tanya Shan Mui pada Xiaozi
“Kita kembali ke kuil pemujaan roh itu dan menunggu, mereka ini hanya para bawahan. Aku yakin orang di belakang mereka akan segera muncul. Kita berantas hingga ke akar-akarnya” sahut Xiaozi sambil memandang jijik melihat mayat pengikut roh tersebut.
Kelima teman-teman Xiaozi sependapat, mereka pun kembali ke kuil pemujaan roh untuk sementara tinggal di sana menunggu dalang utama di balik pembunuhan ini.
Di suatu tempat masih di tengah Hutan Roh bagian barat, seorang bawahan tampak tergesa-gesa melapor memasuki sebuah rumah yang tersembunyi cukup mewah di sebelah kolam air.
“Ada apa?” tanya seorang yang tinggi besar berwajah garang melihat kedatangan bawahan tersebut di depan pintu rumah tersebut.
Penjaga itu tampak berkeringat dingin melihat mata orang itu melotot ke arahnya.
“Tuan Niu, ampun para pengikut roh dari hutan roh belum menyerahkan energi roh seperti biasanya. Aku telah menyelidikinya, mereka tampaknya telah mati dibunuh oleh kelompok tim pemburu” lapor bawahan itu sambil menggigil ketakutan
“Cih, tugas kecil seperti itu saja tidak bisa mereka selesaikan. Dasar pecundang!” sahut orang tinggi besa yang dibanggil tuan Niu itu.
“Niu Ji, kamu jangan bertindak gegabah. Sebaiknya kita melaporkan hal ini pada jendral. Apa kamu berani menghadapi kemarahan jendral jika terjadi kesalahan?” seorang wanita setengah baya muncul dengan gerakannya yang gemulai melambai mendekati mereka.
Wajah Niu Ji menjadi tegang mendengar wanita itu menyebut kata jendral, “Lan Me, terserah padamu. Aku menunggu perintah jendral saja” ketus Niu Ji melihat ke arah wanita bernama Lan Me itu yang menyeringai padanya.
“Mari kita menghadap Jendral Wume” sahut Lan Me kembali sambil tangannya menggelayut di leher Niu Ji dan tubuhnya menempel pada tubuh Niu Ji.
Mata penjaga itu berkedut melihat adegan tersebut, dia menelan salivanya namun tidak berani berbicara sedikit pun.
“Kamu pergilah, kumpulkan pasukan untuk bersiap. Tunggu perintah dari kami” lanjut Lan Me sambil menunjuk ke arah bawahan tersebut.
“Baik nona Lan” sahut bawahan itu menundukkan kepalanya tidak berani melihat mata wanita bernama Lan Me itu.
Setelah bawahan itu pergi, Lan Me mengajak Niu Ji pergi menghadap jendral Wume ke dalam aula di tengah rumah tersebut. Tampak seorang berpakaian jendral sedang duduk di singgasananya dan dilayani oleh dua orang pelayan disisinya.
__ADS_1
Jendral Wume merupakan jendral monster bawahan Raja Monster Xhame yang menguasai wilayah sekitar Hutan Roh. Kekuatan kultivasinya saat ini sudah meningkat pada tahap Giok tingkat 2. Dia memiliki tehnik penyerapan roh untuk meningkatkan kekuatan kultivasi miliknya. Itulah menyebabkan dia menjadi jendral peringkat 5 di bawah Raja Monster Xhame.
Di sebelah kanannya tampak seorang tua berpakaian serba merah tengah berbicara dengan jendral Wume, ketika melihat kedatangan dua bawahannya mereka menghentikan pembicaraan dan menoleh ke arah Lan Me dan Niu Ji yang memasuki aula tersebut.
“Jendral, ada sesuatu yang ingin kami laporkan” kata Lan Me sambil memberi hormat pada Jendral Wume.
“Ada apa?” tanya Jendral Wume melihat ke arah wanita Lan Me tersebut.
Penyihir merah disebelah Jendral Wume adalah salah satu dari lima penyihir klan manusia yang bernama Hongmin, sejak penyerangan klan monster ke bukit penyihir dia ditawan dan akhirnya mengabdikan dirinya menjadi bawahan Jendral Wume.
“Jendral, sekelompok tim pemburu monster telah menghabisi para pengikut roh di dalam Hutan Roh.” sahut Lan Me dengan sedikit gugup bersiap akan kemarahan Jendral Wume.
Jendral Wume berdiri dari singgasananya, matanya menjadi merah mendengar berita itu. Dia melampiaskan kekesalannya pada barang-barang disekitarnya. Para pelayan yang melayaninya segera membereskan barang-barang itu lalu pergi dari aula tersebut.
“Sebelumnya Serigala Hitam kesayanganku yang mengumpulkan roh juga telah dibunuh. Sekarang para pengikut roh yang mengumpulkan roh untukku juga dihabisi. Aku akan memberantas semua pemburu monster di seluruh wilayah dunia ini.” geramnya dengan mengepalkan kedua tangannya.
“Panggil Serigala Merah dari pelatihannya. Kita habisi para pemburu monster tersebut di Hutan Roh” perintah Jendral Wume pada penjaga yang berdiri di samping pintu aula.
“Siap laksanakan jendral” sahut penjaga itu segera pergi menemui Serigala Merah.
Tempat pelatihan kesukaannya adalah tebing di pinggiran Hutan Roh yang merupakan daerah bebatuan yang sangat terjal.
“Tuan Lang, Jendral memanggilmu untuk menghadap” kata penjaga yang menemuinya sambil memberi hormat.
Serigala merah membuka matanya dari meditasinya saat mendengar jendral memanggil dirinya, “RRR... Aku segera kesana” sahutnya sambil menggeram.
Penjaga tersebut tidak berani menatap mata serigala merah, dia hanya menundukkan kepalanya dan undur diri kembali menemui jendral Wume.
Setelah berapa saat, serigala merah mengatur nafasnya kembali lalu bangkit dari meditasinya dan pergi menemui Jendral Wume.
“Lang Huo menghadap Jendral” sapa Serigala Merah memberi hormat pada Jendral Wume.
__ADS_1
“Bagus. Semua sudah hadir. Kalian bersiaplah. Kita akan menghadapi para pemburu monster yang merusak rencanaku di Hutan Roh.”perintah Jendral Wume.
“Siap Jendral” sahut keempat komandannya itu serempak.
Sementara jendral Wume menyiapkan pasukannya, Xiaozi dan teman-teman pemburu monsternya tengah beristirahat di dalam kuil pemujaan roh dengan waspada. He Xian memanfaatkan waktunya untuk meningkatkan kultivasinya, sementara Wuya dan Qiongqi berada di luar kuil mengawasi setiap pergerakan yang mendekati mereka.
“Nona Shan, tolong cari informasi tentang Hutan Roh ini pada token pemburu” kata Xiaozi
“Baik” sahut Shan Mui yang langsung meminta informasi tentang Hutan Roh pada token pemburu.
Mata Shan Mui terbelalak ketika melihat data informasi yang dikirimkan kembali oleh token pemburu tersebut. Dia gugup menyerahkan informasi itu pada Xiaozi.
“Jendral monster Wume” mata Xiaozi tertegun melihat informasi tersebut.
Informasi yang diberikan adalah sebagai berikut :
Hutan Roh, Wilayah kekuasaan Jendral Monster Wume, kekuatan tahap Giok tingkat 2.
Komandan Tim Monster :
Penyihir Merah Hongmin, kekuatan tahap Emas tingkat 1, Ahli Sihir tingkat menengah
Lan Me, wanita kekuatan tahap Perak tingkat 3, Ahli Pedang Ganda
Niu Ji, klan badak, kekuatan tahap Perak tingkat 2, kekuatan fisik tubuh baja.
Lang Huo, serigala merah klan serigala, kekuatan tahap Perak tingkat 4, kecepatan cakar ganas.
Serigala Hitam, saudara serigala merah, terbunuh oleh Tim Pemburu Monster Bintang Dunia
“Informasi ini cukup detail. Organisasi Pemburu Monster memang luar biasa dalam mengumpulkan data informasi” gumam Xiaozi setelah membaca informasi tersebut.
__ADS_1
He Xian menghentikan pelatihannya demikian juga Chen Yan, mereka terkejut mendengarkan data informasi yang diberikan oleh token pemburu tersebut.
“Hahaha... rupanya aku bisa membalaskan kematian Guru Luo lebih cepat dari perkiraanku” kata Xiaozi dengan wajah bersemangat.