Pedang Pemburu Roh

Pedang Pemburu Roh
BAB 21 | Bertemu anggota tim yang ketiga


__ADS_3

Mata Shan Mui berbinar setelah Xiaozi setuju untuk bergabung dalam tim pemburu monster mereka.


“Apakah kamu hari ini masih ada kelas?” tanya Shan Mui


“Hari ini adalah hari terakhir aku mengikuti kelas” sahut Xiaozi yang bersiap untuk pergi ke ruang makan sebelum menuju kelas.


“Baiklah, setelah kelas berakhir aku akan menemuimu untuk mengajakmu bertemu anggota kita satu lagi” kata Shan Mui mengikuti ke ruang makan


Xiaozi hanya menganggukkan kepalanya menyetujui pengaturan dari Shan Mui. Dia tidak ingin terlalu banyak turut campur urusan tim. Dalam pikirannya hanya ada satu hal, menjadi lebih kuat agar bisa bertahan hidup di dunia ini dan kembali ke dunia asalnya.


Setelah menyelesaikan makannya, Xiaozi berpisah dengan Shan Mui dan kembali ke dalam kelasnya untuk mengikuti kelas hari terakhir.


“Baiklah, ini merupakan pelatihan terakhir dariku. Kalian tentu telah memilih untuk mengikuti tim pemburu monster masing-masing” kata kakek Tuo


“Kakek, kami berlima sepakat untuk membentuk tim sendiri bernama tim Lim Permon” tiba-tiba seseorang menyahut dengan nada gembira


Kakek Tuo menoleh ke arah Xiaozi menyipitkan matanya


“Kamu tidak ikut bersama mereka?” tanyanya


“Tidak kek. Nona Shan Mui telah mengajakku dalam tim pemburu monsternya” sahut Xiaozi datar


Mata kakek Tuo berkedut mendengarnya karena dia mengetahui karakter nona Shan Mui selama ini.


“Kamu yakin?” tanyanya kembali pada Xiaozi


“Apa maksud kakek?” Xiaozi jadi penasaran mendengar pertanyaan dari kakek Tuo padanya.


“Ah... tidak, aku hanya sekedar bertanya saja” sahut kakek Tuo sambil tersenyum menyembunyikan beberapa hal dalam hatinya.


Xiaozi menghela nafasnya, meskipun kakek Tuo mengatakan hal lain tentang Shan Mui, dia sudah memutuskan untuk bergabung dengannya. Jadi dia tidak akan mengingkari keputusannya. Lagipula dia memiliki alasan sendiri untuk bergabung dalam tim pemburu monster Shan Mui.


“Baiklah. Untuk hari ini mari kita melakukan evaluasi. Tunjukkan peningkatan ketrampilan kalian selama belajar di dalam kelas ini” lanjut kakek Tuo.


Kemudian semua murid pemula mulai menunjukkan peningkatan kemampuan mereka termasuk Xiaozi yang telah berhasil menguasai jurus Pedang Awan Apinya dengan baik.


“Bagus. Kalian semua sudah layak untuk menjadi pemburu monster” kata kakek Tuo itu selanjutnya.

__ADS_1


Kelima murid itu bersorak mendengar kata-kata kakek Tuo, mereka menjadi bersemangat untuk segera pergi berburu monster.


Hanya Xiaozi yang tidak terlalu bergembira dengan hal itu. Wajahnya masih datar tanpa ekspresi seperti memikirkan sesuatu.


“Baiklah. Kelas aku bubarkan hari ini. Selamat pada kalian semua sudah mendapatkan kualifikasi sebagai pemburu monster” lanjut kakek Tuo yang kemudian membubarkan kelas tersebut.


Ketika Xiaozi hendak pergi, kakek Tuo memanggilnya secara pribadi


“Xiaozi, apa yang kamu pikirkan? Mengapa kamu tidak terlihat senang telah menyelesaikan kelas ini?” tanya kakek Tuo padanya.


“Kakek, aku pernah menghadapi monster dan membunuh mereka sebelumnya saat berada di klan kadal gurun.” sahut Xiaozi


Mata kakek Tuo itu berkedut mendengarnya, dia pernah mendengar banyak monster yang terbunuh di klan kadal beberapa minggu yang lalu.


“Apakah itu kamu yang melakukannya?” pikir kakek Tuo


“Saat itu monster yang aku hadapi tidak terlalu kuat, dan setelah mendengar penjelasan darimu, aku menjadi tahu masih banyak lagi monster yang lebih kuat di luar sana” lanjut Xiaozi


“Aku hanya merasa kekuatanku masih belum cukup untuk menjadi seorang pemburu monster” gumamnya merasa rendah diri.


“Hahaha... percayalah nak. Kamu harus yakin dengan dirimu sendiri. Kamu memang harus terus berlatih meningkatkan kultivasimu sendiri. Bertarung juga merupakan bagian dari pelatihan untuk meningkatkan kultivasi.” sahut kakek Tuo


“Daerah timur?” Xiaozi tertegun mendengarnya.


“Benar. Aku mempunyai kakak seperguruan yang berada di daerah Gunung Wushan di timur kota Pelangi. Kamu bisa pergi kesana dan belajar lebih lanjut untuk meningkatkan kekuatanmu” kata kakek Tuo


Xiaozi menyipitkan matanya melihat pada kakek Tuo yang tersenyum padanya.


“Kakek, terima kasih atas saranmu. Tapi apakah kamu yakin aku bisa bertemu dengan kakak seperguruanmu?” sahut Xiaozi tidak percaya


“Apa maksudmu nak?” kakek Tuo tidak mengerti


“Melihat usia kakek yang sudah setua ini, apakah tidak mungkin kakak seperguruanmu yang lebih tua telah tiada” kata Xiaozi datar.


Perkataan Xiaozi memang masuk akal, namun hal itu membuat wajah kakek Tuo menjadi gelap setelah mendengarnya.


“Sialan, kakak seperguruanku masih sehat dan kuat. Aku yakin dia masih ada disana” sahut kakek Tuo ketus hampir terbatuk.

__ADS_1


“Baiklah jika kamu memaksa. Aku tidak ingin perjalananku ini sia-sia saat tiba disana” jawab Xiaozi dengan santai sambil berlalu.


“Kurang ajar, kamu menyumpahi kakakku mati?” teriak kakek Tuo yang mengejarnya


Xiaozi mempercepat langkahnya untuk segera berlalu meninggalkan kakek Tuo yang sedang kesal karenanya.


Dia lalu kembali ke penginapannya untuk menunggu kedatangan Shan Mui yang bermaksud mengajaknya menemui seorang anggota tim lainnya.


“Xiaozi, kamu telah kembali. Apa kelasmu sudah berakhir?” tanya Shan Mui yang sudah datang menghampirinya


“Sudah. Hari ini berakhir lebih cepat karena hanya evaluasi dari hasil pelatihan selama ini saja” sahut Xiaozi


“Baguslah. Sore ini aku berjanji bertemu dengan anggota tim kita yang ketiga di taman bunga sebelah utara kota Pelangi ini” sahut Shan Mui


“Baiklah. Ayo kita pergi” sahut Xiaozi pada Shan Mui


Mereka pun pergi menuju taman bunga yang berada di bagian utara kota Pelangi.


Ketika tiba di taman bunga tersebut, Xiaozi melihat banyak pasangan pria dan wanita yang berkunjung ke tempat tersebut sambil berpegangan tangan dengan mesra.


Wajah Shan Mui menjadi merah karenanya yang diam-diam melirik para pasangan itu lalu melirik ke arah Xiaozi.


“Jangan bilang kamu ingin aku memegang tanganmu dengan mesra” gumam Xiaozi dengan mata berkedut pura-pura tidak melihat hal itu


Meskipun Shan Mui berharap, namun Xiaozi masih tetap berpura-pura tidak menyadari hal itu.


Kemudian mereka pun duduk di sebuah bangku taman sambil menunggu anggota tim yang ketiga.


Mata Shan Mui melihat kesekeliling untuk mencari sosok yang ingin ditemuinya. Sedangkan Xiaozi cuek menutup matanya untuk beristirahat dan menikmati udara segar di taman bunga tersebut sambil mencium baru bunga yang beraroma harum.


Tiba-tiba hidungnya mencium bau harum semerbak lain yang sepertinya dikenali olehnya.


“I... Ini, bau harum ini sepertinya pernah aku mencium aromanya” pikir Xiaozi yang kemudian membuka matanya hendak mencari arah dari aroma tersebut.


“Ah, sepertinya kalian telah lama menungguku” tiba-tiba sebuah suara datang mendekatinya


Mata Xiaozi kembali berkedut begitu terbuka dari istirahatnya, kali ini dia merasa mengenali suara tersebut lalu dia menoleh ke arah datangnya suara itu.

__ADS_1


“Ka... Kamu?” teriak Xiaozi terkejut melihat seorang wanita cantik yang dikenalinya datang.


“Halo tuan, kita bertemu lagi” sahut wanita itu dengan senyuman manisnya


__ADS_2