Pedang Pemburu Roh

Pedang Pemburu Roh
BAB 27 | Kerajaan Klan Ular – Bertemu biksu He Xian


__ADS_3

Ketika buah-buahan di meja mereka telah habis, mereka bertiga lalu pergi menuju gua di belakang kota kecil yang menuju wilayah dalam Kerajaan Klan Ular untuk mencari letak Istana Ular.


Saat memasuki gua yang cukup besar, mereka melihat di dalam gua tampak banyak sekali lorong-lorong yang diterangi remang-remang dan lubang-lubang di sepanjang dinding gua yang remang-remang


“Selamat datang di kota wilayah dalam kerajaan ular. Ssshh...” tiba-tiba seekor penduduk klan ular menghampiri mereka.


Klan ular tidak terlalu suka cahaya, jadi mata mereka merasa nyaman apabila cahaya remang-remang di dalam gua yang cukup lembab.


“Apakah ada yang bisa kami bantu kakak pemburu? Ssshh...” tanya penduduk klan ular tersebut.


Shan Mui dan Chen Yan saling memandang terkejut melihat keramahan penduduk klan ular. Mereka sebelumnya telah berencana untuk menyelidiki Istana Ular dengan diam-diam sebelum memutuskan untuk mengambil Mustika Ular.


“Kakak, apakah bisa mengantar kami menuju Istana Ular?” tanya Xiaozi tiba-tiba


Mata Shan Mui dan Chen Yan berkedut mendengar pertanyaan Xiaozi, mereka merasa dia terlalu gegabah kali ini dengan bertanya langsung tentang Istana Ular pada penghuni klan ular.


Benar saja, setelah mendengar pertanyaan Xiaozi, wajah penghuni klan ular itu mengkerut. Namun kemudian dia tersenyum kembali.


“Jadi kakak mau berkunjung ke Istana Ular? Mari saya antarkan. Ssshh... Tapi saya biasa mendapatkan bayaran untuk itu kakak. Ssshh...” sahut penghuni klan ular tersebut yang tersenyum


Xiaozi lalu mengeluarkan sebatang emas dan memberikannya pada penghuni klan ular tersebut.


“Apakah ini cukup” tanya Xiaozi


“Cukup kakak. Mari saya antarkan. Ssshh...” sahut penghuni klan ular tersebut dengan senang hati


“Semudah itu?” Shan Mui dan Chen Yan kembali saling memandang tidak percaya hal ini


“Semua dunia sama. Segalanya bisa diselesaikan dengan uang dan emas” bisik Xiaozi pada mereka sambil tersenyum


Mereka pun bertiga berjalan mengikuti penghuni klan ular itu yang akan mengantar mereka menuju Istana Ular.


Penghuni klan ular itu mengajak mereka menyusuri lorong di dalam gua tersebut menuju tempat yang lebih jauh ke dalam gua.


Ujung gua tampak cahaya lebih terang menerangi gua yang lebih luas. Di tengah gua yang sangat luas itu tampak bangunan Istana ular di dalam gua tersebut yang terang bercahaya dan cukup megah.


Ketiga pasang mata Xiaozi, Shan Mui dan Chen Yan terkagum-kagum pada keindahan di dalam gua tersebut.


Tampak lalu lalang penghuni klan ular di sekitar Istana Ular itu. Di depan gerbang istana berdiri dua orang penjaga yang melihat ke sekeliling istana dengan tatapan tajam.


“Apakah kakak ingin memasuki istana tersebut? Ssshh...” tanya pengantar dari klan ular itu.


“Bolehkah?” tanya Xiaozi

__ADS_1


“Boleh. Namun butuh emas seperti tadi kakak. Ssshh...” kata pengantar tersebut


Xiaozi kemudian mengambil kembali emas dari penyimpanan kakek tua ular itu dan memberikannya pada pengantar tersebut.


Pengantar itu lalu pergi mendekati kedua penjaga di depan gerbang lalu berbicara dan menyerahkan emas padanya sambil menunjuk ke arah mereka bertiga.


Kemudian pengantar itu kembali pada mereka bertiga.


“Kakak, mereka telah mengijinkan kalian untuk memasuki Istana Ular. Namun kalian hanya punya waktu 20 menit sebelum pergantian jaga mereka. Ssshh...” kata pengantar tersebut.


“Apa yang terjadi jika kami melewati waktu itu?” tanya Xiaozi untuk memperjelas


“Kalian akan butuh emas lagi untuk membayar penjaga berikutnya. Ssshh...” sahut pengantar tersebut.


Mata Xiaozi berkedut mendengar jawaban dari pengantar itu


“Sialan, ini pemerasan namanya” gumam Xiaozi dalam hatinya


“Baiklah kakak. Ssshh... Selamat berkunjung ke dalam Istana Ular. Ingat pesanku tadi kakak, hanya 20 menit waktunya. Aku akan menunggu kakak di tempat ini. Ssshh...” lanjut pengantar tersebut.


“Terima kasih kakak” sahut Xiaozi padanya


Mereka pun memasuki Istana Ular setelah kedua penjaga itu berpura-pura tidak melihat mereka masuk.


Begitu suara Shan Mui jatuh, tiba-tiba beberapa klan ular telah datang dan mengepung mereka dengan tombak di tangan dan ada yang membawa panah di kejauhan.


Mata Xiaozi berkedut geram melihat banyak senjata mengarah pada mereka bertiga.


“Siapa kalian berani memasuki Istana Ular tanpa ijin? Ssshh...” tanya pemimpin penjaga dari klan ular yang datang menghampiri mereka


Xiaozi berpikir mempertimbangkan kemungkinannya jika mereka melawan semua pengepung dari klan Ular tersebut.


Xiaozi mengingat tentang emas yang dikatakan oleh  pengantar tadi. Dia lalu mengeluarkan emas dan memberikannya pada pemimpin penjaga tersebut.


Mata pemimpin penjaga itu berubah saat itu. Dia mengambil emas yang diberikan oleh Xiaozi, memeriksa lalu menyimpannya.


“Tangkap mereka. Mereka berusaha untuk menyogok penjaga. Ssshh...” kata pemimpin itu.


“Emas ini kami sita untuk barang bukti. Ssshh...” lanjutnya


“Sialan. Kita belum mengetahui letak Mustika Ular namun sudah ditangkap oleh mereka” gumam Xiaozi kesal dalam hatinya


Xiaozi lalu melihat ke arah Shan Mui yang menggelengkan kepalanya. Jadi Xiaozi memutuskan mengurungkan niatnya untuk melawan.

__ADS_1


“Ah, baiklah” gumam Xiaozi dalam hatinya yang kemudian tidak jadi memberikan perlawanan.


“Jebloskan mereka ke dalam penjara. Ssshh...” teriak pemimpin penjaga tersebut.


Mereka lalu menggiring Xiaozi dan teman-temannya menuju penjara bawah tanah dan mengurung mereka disana.


Lalu para penjaga itu pergi meninggalkan mereka bertiga dalam ruang tahanan tersebut.


“Shan Mui, apa yang akan kita lakukan sekarang?” tanya Chen Yan pada Shan Mui


“Xiaozi, kenapa kamu tidak menyerang mereka tadi?” tanya Shan Mui kesal pada Xiaozi


Xiaozi menatap bingung pada Shan Mui.


“Bukannya kamu tadi menggelengkan kepala untuk melarangku menyerang?” sahut Xiaozi


Shan Mui memegang dahinya lalu mendesah perlahan


“Aku tadi menggelengkan kepala karena menyesali kita telah ditipu oleh klan ular sejak tiba di istana ular ini” kata Shan Mui


“Ah, aku salah membaca kode darimu” sahut Xiaozi


......


“Apa kalian telah ditipu oleh klan ular juga?” tiba-tiba terdengar sebuah suara di ruang tahanan sebelah mereka


Tampak seorang lelaki seusia dengan mereka duduk bersila di ruang tahanan sebelah mereka. Kepalanya botak layaknya seorang pendeta yang sedang bermeditasi.


“Siapa kamu?” tanya Chen Yan pada lelaki itu


“Namaku He Xian” sahut lelaki itu singkat


“Apakah kamu disini juga karena ditipu oleh mereka?” tanya Shan Mui pada He Xian


He Xian lalu berdiri dan berjalan mendekati ruang tahanan mereka yang letaknya bersebelahan.


“Kalian menjawab pertanyaanku dengan bertanya kembali” kata He Xian dingin


“Benar. Kami telah ditipu oleh pengantar dari klan ular. Apakah kamu juga sama telah ditipu oleh mereka?” sahut Shan Mui


“Mereka tidak bisa menipuku” sahut lelaki bernama He Xian itu dengan tenang


Ketiga pasang mata itu berkedut bersamaan mendengar jawaban dari He Xian

__ADS_1


__ADS_2