
Setelah kakek Tuo pergi meninggalkan kelas, tinggal mereka berenam di dalam kelas itu dan mulai melakukan diskusi.
“Xiaozi, apakah kamu mau bergabung dengan tim kami?” tanya salah seorang wanita pemula di kelas itu.
Xiaozi melihat ke arah mereka berlima lalu menggelengkan kepalanya.
“Maaf, aku masih belum ingin berburu monster. Aku akan meningkatkan dulu pelatihan kultivasi dan jurusku” sahut Xiaozi datar
“Kurang ajar. Dia menolak bergabung dalam tim ku. Mentang-mentang kekuatannya diatas kita semua” gumam laki-laki kekar dalam tim itu geram.
“Xiaozi, kamu yang paling kuat diantara kita, ayolah... bantu kita dalam satu tim” ajak wanita pemula satunya mendekati dan merayu Xiaozi
Wanita itu mengeluarkan tehnik rayuan tingkat tinggi miliknya yang telah di pelajarinya dari kelas “pemula berburu laki-laki tangguh” di sebelah ruangan ini yang sebelumnya pernah diikuti oleh Xiaozi.
Mata Xiaozi menoleh ke arah dua gundukan yang tepat berada di depan kedua matanya dan bau harum yang menyebar semerbak membuatnya tak sadar meneteskan darah dari lubang hidungnya.
Xiaozi memalingkan kepalanya sambil menutup mata.
“Maaf, aku tidak tertarik” sahutnya
Kemudian dia membuka matanya sedikit mengintip ke arah gundukan itu.
“Oough, besar sekali” gumamnya lagi dalam hati
Merasa rayuannya tidak mempan, wanita itu pun langsung pergi meninggalkannya dengan kesal.
“Oh syukurlah, jika dia lebih tangguh sedikit seperti Shan Mui, aku mungkin akan hanyut oleh rayuannya” gumam Xiaozi sambil menghembuskan nafas lega.
Karena kelas sudah dibubarkan, Xiaozi pun pergi meninggalkan kelas itu dan tidak mempedulikan mata sinis dari teman-teman sekelasnya.
Kali ini dia kembali simpang ke toko obat untuk membeli beberapa pil obat lagi meskipun dia masih punya simpanan pil obat di dalam cincinnya.
“Aku harus memiliki banyak stok pil obat kultivasi dan pil obat penyembuhan untuk berjaga-jaga” gumamnya sambil masuk ke dalam toko obat kemarin
Kali ini di dalam toko obat tidak dilihatnya lelaki yang kemarin menjaga toko tersebut, namun digantikan oleh seorang wanita yang cantik menjaga toko itu.
Aroma harum memancar saat dirinya mendekati wanita yang berada di balik meja itu. Pakaiannya sangat mewah memperlihatkan belahan yang cukup menggiurkan untuk diamatinya.
“Kenapa kota ini penuh dengan wanita cantik? Godaan ini terlalu besar buatku di dunia ini” gumam Xiaozi menghela nafasnya.
__ADS_1
Wanita cantik itu melihat datangnya Xiaozi lalu menyapanya.
“Selamat datang tuan. Apakah anda mencari pil penambah darah?” tanya wanita tersebut
“Pil penambah darah?”
Xiaozi bingung mendengar pertanyaan dari wanita tersebut, dia tidak menyadari wanita itu telah memperhatikannya sejak tadi masuk ke dalam toko.
“Aku lihat tuan mengalami pendarahan tanpa henti dari lubang hidung tuan. Mungkin sudah beberapa kali hal itu terjadi” sahut wanita tersebut tersenyum geli
“Astaga, aku lupa menghapus darah ini. Dan kini mengalir lagi” gumam Xiaozi
“Baik. Aku juga butuh pil penambah darah” sahut Xiaozi kemudian
Wanita itu lalu mengambil pil penambah darah dan meletakkannya di atas meja.
“Baiklah. Apa tuan juga memerlukan pil obat kuat?” tanya wanita itu kembali
“Sialan. Apa maksudnya menanyakan pil obat kuat ini?” gumam Xiaozi lagi.
Wanita itu menutup mulutnya saat tersenyum geli melihat ekspresi wajah Xiaozi di depannya.
“Obat kuat itu untuk...”
“Sepertinya tuan juga memerlukan obat luka dan obat mual-mual melihat dari kondisi tubuh tuan” kata wanita itu
Xiaozi malas untuk membahas hal itu lagi lalu menyahut “Bungkusss!”
Setelah semua obat termasuk pil obat penyembuhan dan pil kultivasi di bungkus oleh wanita itu, Xiaozi pun pergi meninggalkan toko obat tersebut.
“Tuan, silahkan datang lagi. Namaku Chen Yan. Senang melayanimu berbelanja” teriak wanita itu.
“Tidak lagi. Aku tidak akan membeli obat lagi jika kamu di depan melayani pembeli” gumam Xiaozi menjauh.
Xiaozi merasa dirinya telah dirampok oleh wanita tersebut, tanpa disadarinya dia telah membeli banyak jenis obat dari toko tersebut.
“Sepertinya wanita itu menggunakan guna-guna pada aroma tubuhnya. Sehingga aku terlena jadi membeli barang-barang ini semua” gumamnya kesal
Ketika tiba di penginapannya, dia melihat Shan Mui telah berdiri di depan kamarnya dan melihat dirinya datang.
__ADS_1
Xiaozi kemudian membuka pintu kamarnya dengan ekspresi masih kesal pada wanita pelayan toko obat tadi, kemudian masuk ke dalam kamarnya dan meletakkan semua obat itu di atas meja.
Shan Mui kemudian mengikutinya masuk ke dalam kamar dan menutup pintu kamar itu. Matanya melihat ke arah Xiaozi yang sedang kesal kemudian melihat ke tumpukan obat di atas meja lalu tersenyum.
“Sepertinya kamu telah bertemu dengan Chen Yan” kata Shan Mui tersenyum geli
Xiaozi menoleh ke arah Shan Mui dengan ekspresi aneh.
“Kamu mengenalnya?” tanya Xiaozi yang masih kesal karena menghabiskan uang ibunya membeli terlalu banyak obat
“Tentu saja. Dia anak dari pemilik toko obat itu. Dia memang sangat pandai merayu para pembeli untuk membeli obat darinya” sahut Shan Mui sambil tersenyum geli.
Kemudian Shan Mui mendekatkan wajahnya melihat wajah Xiaozi lebih dekat.
“Apa maumu? Kenapa wajahmu mendekatiku?” tanya Xiaozi heran
“Jangan-jangan kamu telah tergoda olehnya” kata Shan Mui melihat mata Xiaozi
“Tergoda sih tidak juga. Tapi tertipu iya” sahut Xiaozi kesal
Shan Mui lalu melihat-lihat obat yang dibeli oleh Xiaozi dan mengambil salah satunya.
“Ini obat kuat lelaki” teriaknya lalu wajahnya berubah menjadi merah setelah melihat obat itu
Mata Xiaozi berkedut melihat Shan Mui mengambil obat itu. Wajahnya menjadi merah karena malu. Dia lalu merebutnya dan menyembunyikan di dalam cincinnya.
“Kamu jangan seenaknya mengambil barang-barang milik orang lain dong” kata Xiaozi ketus pada Shan Mui
Shan Mui memainkan jari-jarinya sambil menundukkan kepalanya dengan wajah memerah.
“Apa kamu bermaksud menggunakan obat itu padaku?” suaranya lirih dengan wajah tersipu
“Aaarrgghh!” Xiaozi berteriak dalam hatinya terkejut mendengar perkataan Shan Mui yang seenaknya menggoda seperti itu.
“Ka...kamu jangan berpikiran seperti itu. Aku masih belum memutuskan untuk lebih lanjut” sahut Xiaozi gugup.
Shan Mui lalu berbalik menatap ke arah Xiaozi dengan wajah sendu memelas.
“Mengapa? Apakah kamu tidak mau hubungan kita ke tahap lebih lanjut?” tanyanya dengan tatapan sendu itu sambil bibirnya yang mungil sedikit terbuka
__ADS_1
Xiaozi segera mengambil pil penambah darah dari tumpukan obat di depannya lalu meminumnya setelah menghapus darah yang keluar dari hidungnya.
“*Sialan, dunia ini adalah dunia penghisap darah. Sejak tiba disini aku terlalu banyak mengeluarkan darah. Pil ini sangat dibutuhkan di dunia in*i” gumam Xiaozi yang langsung menyimpan pil penambah darah tersebut dalam cincinnya.