
Wanita cantik yang di panggil nona Yin itu berjalan mendekati Xiaozi dengan gerakan yang gemulai, dari tubuhnya tercium aroma yang sangat wangi dan membuat orang yang menciumnya terbuai olehnya.
Xiaozi yang sudah biasa pergi ke rumah hiburan di dunia asalnya tidak terlalu terpengaruh oleh hal-hal itu. Dia hanya menikmati minuman keras yang disediakan oleh wanita bernama nona Yin tersebut.
“Tuan, apa yang ingin tuan lakukan padaku?” tanya nona Yin dengan senyumannya yang genit dan merebahkan tubuhnya yang wangi di dada Xiaozi.
Mata Xiaozi berkedut merasakan dua buah gundukan yang lembut menempel di dadanya sementara kedua tangan wanita itu menggelayut di leher Xiaozi. Wajah Xiaozi sedikit berubah menjadi merah namun tampak tidak berbeda karena akibat dari minuman keras yang diminumnya.
“Tuan, jika kamu letih, aku bisa memberikan pijatan ekstra dan sangat memuaskan” rayu nona Yin tersebut.
“Pijatan?” mata Xiaozi merasa tertarik dengan tawaran wanita itu
Dia merasa otot ditubuhnya juga harus diistirahatkan sekali-kali karena kelelahan bertarung beberapa hari ini.
“Baiklah. Apa yang harus aku lakukan?” tanya Xiaozi pada wanita itu
“Tuan bisa membuka pakaian atas tuan, lalu berbaring di ranjang itu. Aku akan memulai memijat punggung tuan” sahut nona Yin dengan lancar
Xiaozi ingin memulai untuk bertanya sesuatu, namun dia masih mencari saat yang tepat dan santai sambil bertanya pada nona Yin. Dia kemudian melepaskan pakaian atasnya lalu pergi berbaring di ranjang tersebut.
Nona Yin lalu membakar dupa untuk membuat aroma rileks agar Xiaozi merasa lebih tenang menikmati pijatannya. Lalu dia mengambil minyak dan melepaskan seluruh pakaiannya.
“Hmm.. aroma ini sangat menyegarkan. Benar-benar pelayanan yang bagus” gumam Xiaozi sambil menunggu
Xiaozi tidak mengetahui apa yang dilakukan oleh nona Yin karena masih tidur tengkurap di atas ranjang itu. Kemudian dia merasakan nona Yin naik ke atas ranjang langsung duduk di atas pinggangnya.
Wajah Xiaozi sedikit tertegun, namun dia tidak terlalu memperhatikan apa yang terjadi. Nona Yin lalu perlahan memijat bagian leher Xiaozi dengan lembut dan perlahan turun ke punggungnya.
“Nona, pijatanmu sangat enak sekali. Aku merasa otot-ototku menjadi lebih lentur karenanya.” kata Xiaozi membuka percakapan
“Ah tuan bisa saja. Aku sudah melakukan ini sejak lama, jadi boleh dibilang aku menguasai tehnik memijat yang memuaskan.” sahut nona Yin sambil terus memijat otot-otot di punggung Xiaozi yang sangat kencang dan padat.
__ADS_1
“Tuan, otot-otot tuan sangat kencang dan padat. Apa tuan seorang petarung?” tanya nona Yin sambil meraba otot-otot lengan Xiaozi
Xiaozi merasa sedikit geli dengan rabaan tangan nona Yin, namun dia berusaha untuk menahan dirinya. Namun tiba-tiba nona Yin merebahkan badannya di punggung Xiaozi. Mata Xiaozi terbelalak merasakan dua buah benjolan yang lembut menyentuh punggungnya dan terasa hangat.
Darah mengalir dari kedua lubang hidung Xiaozi,”Sialan, demi informasi apakah aku harus melewatkan hal ini?” gumam Xiaozi dalam hatinya dan badannya mulai terasa panas dingin.
“Ah...” Nona Yin mendesah di telinga Xiaozi seperti genderang perang menabuh detak jantungnya lebih kencang dari sebelumnya. “Sialan” gumam Xiaozi lagi dalam hatinya
“No..Nona Yin. Apakah ada berita baru akhir-akhir ini di seputar daerah ini? Ataukah ada pelanggan khusus yang pernah memesanmu sebelumnya?” tanya Xiaozi gugup
“Ugh...” Nona Yin menjawab pertanyaan Xiaozi dengan lenguhannya yang lembut.
Wajah Xiaozi sudah seperti terbakar oleh perlakukan nona Yin ini. Pelayanan yang dilakukan olehnya sungguh luar biasa.
Dia membalikkan tubuh Xiaozi dan mulai memijat bagian dada Xiaozi dengan lembut menggunakan tubuhnya kembali. Xiaozi memejamkan matanya berusaha untuk membuang pikiran anehnya agar bisa fokus pada pertanyaannya.
“Hah... Ada seorang bernama Yan Gang sempat mengunjungi rumah hiburan ini. Ah... Dia memesanku dengan tiga orang lainnya. Ugh...” nona Yin menjelaskan sambil mendesah dan menutup matanya.
“Nona Yin, kemana orang itu pergi?” tanya Xiaozi mulai menikmati gerakan memijat nona Yin yang aneh itu.
Tubuh nona Yin meliuk seperti ular naik dan turun, tehnik pijatannya sangat luar biasa menurut Xiaozi. Dia belum pernah merasakan tehnik memijat seperti itu di dunia asalnya.
“Orang ini sangat profesional” gumam Xiaozi dalam hatinya.
“Ugh... dia mengatakan akan menuju tambang tua untuk menunggu tim pemburu itu” sahutnya sambil terus bergerak diatas tubuh Xiaozi.
“Nona Yin, hentikan pijatanmu. Terima kasih atas informasimu” sahut Xiaozi sambil memberikan 5 keping emas pada nona Yin atas informasinya.
Meskipun wajah nona Yin tampak kecewa karena pelayanannya belum selesai, namun setelah melihat 5 keping emas itu, dia tersenyum puas, “Jangan lupa kembali lagi tuan. Dengan senang hati aku akan melayanimu lagi” teriaknya pada Xiaozi yang segera pergi setelah mengenakan pakaian atasnya.
Xiaozi segera pergi dari rumah hiburan itu dan kembali ke penginapannya. Setibanya di dalam kamar dia memikirkan tentang informasi yang baru saja diterimanya.
__ADS_1
“Yan Gang. Sepertinya dia salah satu komandan dari pasukan jendral monster Ermai” gumam Xiaozi mengingat nama itu.
“Aku harus berhati-hati saat memasuki tambang tua itu” gumamnya kembali.
Keesokan harinya, Xiaozi memanggil teman-temannya untuk mengadakan rapat membahas informasi yang didapatkan olehnya semalam.
“Teman-teman, aku mendapatkan informasi semalam bahwa seorang komandan jendral monster Ermai yang bernama Yan Gang telah menunggu kita di tambang tua.” Xiaozi memulai pertemuannya itu.
“Darimana kamu mendapatkan informasi itu?” tanya Shan Mui sambil mengernyitkan dahinya.
“Tidak penting berita itu dari siapa. Yang penting kita harus waspada saat memasuki tambang tua itu” lanjut Xiaozi.
Shan Mui menyipitkan matanya memandang ke arah Xiaozi. Merasa dirinya diselidiki oleh Shan Mui, Xiaozi mengalihkan pandangannya ke teman-temannya yang lain.
“Apakah ada pertanyaan?” tanya Xiaozi pada mereka
Shan Mui mengangkat tangannya hendak bertanya kembali, namun Xiaozi berpura-pura tidak melihatnya sementara teman yang lain melihat ke arah Shan Mui.
“Ah, Silahkan Shan Mui” kata Xiaozi sambil mendesah.
“Mendengarkan informasi harus dari sumber yang terpercaya. Jika boleh tahu siapa yang telah memberitahukan informasi itu padamu?” tanya Shan Mui yang membuat mata Xiaozi berkedut karenanya.
Xiaozi tidak mungkin mengatakan dirinya pergi ke rumah hiburan semalam pada Shan Mui. Dia pasti akan marah besar padanya.
“Semalam aku mengejar seseorang berpakaian hitam yang ternyata anak buah dari Yan Gang yang sedang mengintai penginapan kita” sahutnya asal-asalan.
“Tuan, setelah aku berjalan-jalan dengan Wuya, aku tidak melihat siapapun di sekitar penginapan kita” kata Qiongqi dengan wajah tidak mengerti.
“Kejadian itu terjadi saat kamu dan Wuya sedang berjalan-jalan” sahut Xiaozi kesal.
“Sudahlah, intinya pasukan jendral monster Ermai sudah bersiap untuk menghadang kita. Jadi sebaiknya kita berhati-hati. Selanjutnya persiapkan perlengkapan kita. Kita segera berangkat” lanjut Xiaozi
__ADS_1