Pedang Pemburu Roh

Pedang Pemburu Roh
BAB 40 | Gunung Wushan – Mewariskan kultivasi


__ADS_3

“Berdirilah nak! Aku bermaksud untuk memberikan seluruh kultivasiku padamu” kata kakek Luo


Xiaozi terkejut mendengar hal itu, “Guru, kekuatan guru akan melemah jika melakukan itu. Aku tidak mau menerimanya Guru.” sahut Xiaozi


“Dengarkan aku dulu. Meskipun aku tidak mewariskan kekuatanku padamu, mereka tetap akan membunuhku dan menangkap kalian. Kekuatanku akan musnah sia-sia. Dan tidak akan ada yang bisa membalas kematianku” kata kakek Luo menjelaskan


Xiaozi tertegun mendengarkan perkataan dari kakek Luo. Dia tidak mengerti kenapa kakek Luo begitu pesimis dan merasa akan kalah bertarung melawan mereka.


“Saat bertarung melawan Raja Monster Xhame, kami sama-sama terluka parah. Meskipun semua orang mengatakan kami seimbang. Namun akulah yang sebenarnya kalah dari pertarungan itu.” jelas kakek Luo


“Lukaku hingga saat ini masih belum sembuh. Dan aku tidak bisa meningkatkan kekuatanku lagi karenanya. Itulah mengapa aku berniat untuk mewariskan kekuatanku padamu nak. Agar kamu bisa lebih cepat meningkatkan kekuatanmu dan membalaskan dendamku” lanjut kakek Luo


Tubuh Xiaozi bergetar mendengar kata-kata kakek Luo, wajahnya menjadi murung, namun apa yang dikatakan oleh kakek Luo benar dan masuk akal. Kekuatan kakek Luo yang berada di tahap Berlian 1 akan sia-sia jika dia terbunuh oleh jendral monster yang akan datang.


“Aku dengar, Raja Monster saat ini sudah berada di tahap Berlian 4. Dia bukan tandinganku lagi yang berada di Berlian 1, aku juga tidak bisa meningkatkan lagi kultivasiku. Jadi, aku hanya bisa mengandalkanmu nak” kata kakek Luo selanjutnya.


Meskipun Xiaozi tidak ingin menerima kultivasi dari kakek Luo, tetapi demi membalaskan dendamnya. Dia harus melakukannya. Xiaozi pun mengangguk ragu, “Guru, lalu apa yang akan terjadi padamu?” tanya Xiaozi


“Setelah aku memberikan kekuatanku padamu, aku akan berada di tahap perak sesuai dengan kultivasimu. Aku hanya memberikan kekuatanku yang berada di atas kultivasimu. Aku harap kamu menerimanya dan pergi dari sini. Pergilah ke tempat penyihir hitam, gurunya He Xian” sahut kakek Luo


Xiaozi hanya bisa pasrah menyetujui hal itu. Kemudian mereka berdua pergi ke dalam kamar khusus untuk berlatih. Kakek Luo kemudian duduk bersila di depan Xiaozi yang juga bersila  dengan posisi berhadap-hadapan.


“Berikan kedua telapak tanganmu!” kata kakek Luo.


Xiaozi kemudian menjulurkan kedua tangannya pada kakek Luo yang juga disambut dengan uluran kedua tangan kakek Luo. Kedua telapak saling bertemu dan mereka mulai menutup mata masing-masing.

__ADS_1


“Lemaskan badanmu, rasakan aliran tenagaku memasuki tubuhmu dan biarkan dia berkumpul di titik-titik energi yang aku arahkan” kakek Luo memberikan petunjuknya


Xiaozi mengikuti petunjuk yang diberikan oleh kakek Luo. Dia merasakan energi mengalir dari kedua tangan kakek Luo menuju ke tubuhnya melalui kedua telapak tangan tersebut.


Energi itu terasa sangat nyaman, lalu segera menuju titik-titik energi dalam tubuh Xiaozi dan berkumpul di sana. Aliran energi tersebut semakin lama semakin besar dan banyak, Xiaozi merasakan tubuhnya menjadi lebih besar dan penuh oleh kekuatan.


Pengalihan kekuatan itu berlangsung selama 4 jam, akhirnya kakek Luo menghentikan aliran energinya. Terlihat tubuh kakek Luo menjadi sedikit menua dan rambutnya semakin banyak yang berwarna putih.


“Guru, apakah guru baik-baik saja?” tanya Xiaozi khawatir padanya.


Kakek Luo mengangkat tangannya, “Jangan khawatir nak. Kekuatan tahap Berlian tingkat 1 ku sudah berada di dalam tubuhmu. Sekarang aku hanya berada di tahap perak tingkat 3.”


“Sekarang, kamu harus melanjutkan untuk berlatih mengolahnya terlebih dahulu. Setelah itu maka kekuatanmu sudah berada di tahap Berlian tingkat 1. Kamu selanjutnya tinggal meneruskan untuk meningkatkan kultivasi diatas tahap Berlian” kata kakek Luo.


Kemudian kakek Luo mengeluarkan cincin penyimpanan miliknya, “Di dalam cincin ini terdapat banyak keping emas dan juga barang-barang yang bagus untuk mu berlatih dan bertambah kuat. Aku memberikannya padamu, daripada nanti di ambil oleh jendral monster itu” lanjutnya


“Bagus! Setelah kamu menjadi kuat. Ingatlah untuk membalaskan dendamku. Termasuk kalahkan Xhame untukku” kata kakek Luo.


“Baik Guru. Aku berjanji!” sahut Xiaozi


“Hahaha... Pedang Pemburu Roh tidak salah memilih tuannya, demikian juga kitab kosong itu. Aku harap dengan kekuatanku bisa membuatmu melakukan perubahan pada dunia ini” tawa kakek Luo sambil pergi meninggalkan Xiaozi yang masih meneruskan berlatih.


Sementara Xiaozi meneruskan melatih kekuatan baru dalam tubuhnya dengan mengalirkan energi itu ke seluruh tubuhnya, mengolahnya lalu belajar memanfaatkannya dalam jurusnya. Kakek Luo pergi menemui ketiga teman-teman Xiaozi di rumah sebelahnya.


“Nak, kalian sebaiknya segera bersiap. Pergilah secepatnya sebelum dua jendral monster tiba disini” kata kakek Luo yang membuat teman-teman Xiaozi terkejut mendengarnya.

__ADS_1


“Kakek? Lalu bagaimana denganmu?” tanya Shan Mui cemas.


“Aku akan tetap disini untuk menghalangi mereka mengejar kalian. Pergilah ke belakang gunung, ada jalan tersembunyi untuk turun menuju sungai Yingze dan kalian bisa menyeberanginya menuju wilayah klan binatang.” kata kakek Luo kembali


Wajah Shan Mui, Chen Yan dan He Xian tertegun mendengar hal itu. Dia tidak menyangka masalah secepat ini datang bahkan berakibat juga pada kakek Luo karena mereka.


“Tidak perlu khawatir, kalian cukup membalaskan saja dendam kematianku nanti pada mereka” senyum kakek Luo yang terlihat pasrah namun masih tetap tenang.


“Kalian pergilah menemui Guru He Xian, dia akan membuka segel Pedang Pemburu Roh Xiaozi. Meskipun kekuatan kultivasi penyihir hitam tidak sekuat kultivasi milikku, tetapi kekuatan sihirnya sangat luar biasa. Kalian akan aman berada dalam perlindungannya” lanjut kakek Luo


He Xian mengerti yang dimaksud oleh kakek Luo, mereka harus bersembunyi dulu dari kejaran para jendral monster yang memburu mereka. Jadi bersembunyi di kediaman gurunya adalah pilihan yang terbaik.


“Benar, Guru memiliki lapisan perlindungan di sekitar tempat kediamannya. Tidak sembarang orang bisa menembusnya. Kita akan aman berada disana” sahut He Xian menyetujui rencana kakek Luo.


“Pergilah! Xiaozi sebentar lagi akan bergabung bersama kalian” kata kakek Luo


Segera mereka berkemas-kemas membawa barang-barang mereka kembali sebelum kedua jendral monster itu tiba di sana. Malam itu pun mereka segera pergi meninggalkan gunung Wu Shan setelah berpamitan dengan kakek Luo Shan.


“Guru, aku akan kembali kemari mengunjungimu setelah menjadi kuat” kata Xiaozi sebelum pergi.


“Pergilah. Kalian harus tetap hidup dan menjadi kuat. Balaskan dendamku pada para monster itu” sahut kakek Luo.


Wajah Shan Mui dan Chen Yan meneteskan air mata mereka, He Xian dan Xiaozi menahan air mata mereka agar tidak terjatuh lalu memalingkan wajah mereka melihat kegelapan yang jauh di depan mereka.


Setelah sekitar 1 jam mereka pergi, tampak dua jendral monster datang melayang di depan rumah kakek Luo.

__ADS_1


“Luo Shan, keluarlah. Aku ingin bicara padamu” sahut seorang jendral monster di sebelah jendral Wume


__ADS_2