
Mata Baili terbelalak hampir melompat melihat kekuatan serangan Xiaozi, dia tidak bisa menghindari serangan itu. Tubuhnya terasa ditekan oleh hawa kekuatan yang menekan sekitarnya.
Pukulan Xiaozi mengenai telak di dada wanita putih itu, tubuhnya terlempar jauh ke belakang dan tampak sekelebat sosok lelaki menangkap tubuh wanita tersebut. Lalu dia memeriksa tubuh wanita tersebut.
Wajah lelaki yang datang itu menjadi gelap melihat ke arah Xiaozi, wanita putih yang ditangkapnya telah menghembuskan nafas terakhirnya dengan mata terbelalak karena organ dalamnya hancur oleh pukulan Xiaozi.
Lelaki tersebut jendral monster peringkat 3 Sanme melihat ke arah Xiaozi dengan tatapan dingin dan sadis. “Kamu berani membuat kekacauan di kotaku serta membunuh komandan dan pasukanku. Aku akan membunuhmu” geramnya
Xiaozi memandang tajam tatapan jendral monster Sanme, dia tidak merasa takut berhadapan dengannya. “Jangan banyak omong kosong. Majulah jika kamu merasa bisa membunuhku” sahutnya
Jendral monster Sanme tidak banyak omong kosong lagi, dia segera menyerang ke arah Xiaozi dengan kekuatan tahap Giok tingkat 4 miliknya. Xiaozi tidak takut berhadapan dan beradu kekuatan dengan jendral monster Sanme. Namun kekuatan jurus jendral monster Sanme sangat ganas dan membuat kulit meringis karena anginnya.
Xiaozi tidak sempat untuk mengeluarkan jurusnya, dia hanya menghindari setiap serangan dari jendral monster Sanme.
“Cih, jurus jendral Sanme ini sungguh ganas. Aku tidak bisa mengambil nafas untuk mengeluarkan jurusku.” gumam Xiaozi. Xiaozi masih tetap menghindari sembari menunggu celah untuk menyerang balik.
Akhirnya celah itu datang saat kekuatan jendral monster Sanme sedikit mengendur, Xiaozi melihat waktu 2 detik lalu memanfaatkannya dengan mengerahkan kekuatan dan mengeluarkan jurusnya.
Dengan menggunakan niat pedang, Xiaozi menciptakan pedang dari udara sekitarnya. Bayangan seribu pedang Awan Api muncul dan menyerang ke arah jendral monster Sanme.
Kali ini gerakan jendral monster Sanme yang terkunci oleh serangan niat pedang dari Xiaozi. Wajah jendral monster Sanme semakin jelek melihat dirinya tidak bisa menahan serangan itu. Dia pun melompat kesana kemari menghindari energi ribuan pedang yang terbang ke arahnya
Jendral monster Sanme meringis kesakitan saat dua pedang berhasil menyabet lengan dan kakinya. Jendral monster Sanme mundur sambil menarik nafasnya.
“Kekuatan anak ini berada di atasku. Aku tidak bisa beradu kekuatan secara langsung dengannya” gumam jendral monster Sanme.
Kemudian Jendral monster Sanme mengeluarkan tombak pusakanya. Dia bersiap menggunakan senjata itu untuk melawan Xiaozi.
__ADS_1
Xiaozi segera bersiap untuk menghadang serangan jendral monster Sanme. Tampak jendral monster Sanme menyerang Xiaozi dengan jurus Tombak Bor Halilintar. Tombak pusaka itu terpilin berputar di tangan jendral Sanme, kemudian mengeluarkan suara dan percikan halilintar di sekitar mata tombak.
“Aku tidak bisa melawannya dengan tangan kosong” batin Xiaozi.
Xiaozi menyipitkan matanya melihat kedahsyatan jurus tersebut,”Lingjian, kemarilah” teriak Xiaozi memanggil pedangnya.
Pedang Pemburu Roh segera terbang dan kembali ke tangan Xiaozi sambil mendengung puas membantai para monster.
Xiaozi menggunakan Pedang Pemburu Roh untuk menangkis jurus Bor Halilintar dari jendral Sanme. Xiaozi lalu mengerahkan jurus kedua Pedang Membelah Bumi dan Langit. Ujung tombak pusaka jendral Sanme tampak beradu dengan ujung pedang Pemburu Roh.
TRANGG!
Suara dentang pedang dan tombak yang beradu memercikkan halilintar dan api ke sekitarnya. Xiaozi tidak mengendurkan serangannya, dia kembali menyerang ke arah jendral monster Sanme dengan menggunakan jurus pertama Pedang Awan Api.
Jendral monster Sanme memutar tombak di depan tubuhnya untuk menjadi perisai pelindung dari serangan pedang. Kemudian dia melompat ke atas dengan masih memutar tombaknya.
“Ugh, serangan yang luar biasa” Xiaozi malah memuji lawannya
Sebelum serangan tombak jendral monster Sanme mengenai dirinya, Xiaozi telah menggunakan kekuatan tahap Berlian tingkat 1 yang dialirkan ke Pedang Pemburu Rohnya untuk menangkis serangan ganas jendral monster Sanme.
“Ah, pengalaman bertarung jendral peringkat 3 memang berbeda, aku harus menunggu celah kembali sebelum menyerangnya dengan serangan puncak jurus Roh Pedang Langit.
Saat celah 2 detik itu muncul, Xiaozi langsung menyerang ke arah jendral monster Sanme dan membuatnya kewalahan menghadapi jurus Roh Pedang Langit. Jendral monster Sanme tidak bisa menangkis dengan tombaknya seperti tadi. Karena jurus Roh Pedang Langit ini di kerahkan oleh Xiaozi bersifat lembut namun penuh dengan kekuatan.
Jendral monster Sanme tedesak oleh serangan Xiaozi, dia hanya bisa menghindari serangan tersebut. Namun Xiaozi tidak membiarkannya untuk menghindar lagi. Xiaozi mengerahkan kekuatan maksimalnya dan mengubah arah serangan Roh Pedang Langit.
Xiaozi melepas Pedang Pemburu Roh yang telah diberikan kekuatan kultivasi maksimal miliknya dan jurus Roh Pedang Langit. Pedang Pemburu Roh seperti hidup sendiri menyerang ke arah jendral monster Sanme yang terbelalak melihatnya.
__ADS_1
“Ugh, Pedang ini terlalu kuat. Aku tidak bisa menghindarinya.” gumam Jendral monster Sanme.
Xiaozi tidak menyia-nyiakan kesempatan itu. Saat jendral monster Sanme tengah sibuk menghindari serangan pedang Pemburu Roh, Xiaozi menyarangkan pukulannya ke arah dada jendral monster Sanme.
Menghadapi dua serangan dahsyat sekaligus, membuat mata jendral monster Sanme melotot. Kali ini dia benar-benar tidak bisa menghindari serangan dari Xiaozi yang langsung menghantam dadanya.
“Arghh...” Jendral monster Sanme menyemburkan darah segar dari mulutnya, kemudian Pedang Pemburu Roh menebas lehernya hingga terputus. Jendral monster Sanme mati mengenaskan dengan kepala terpenggal.
Di pertarungan lain, Kalajengking Gurun yang berhadapan dengan Qiongqi dan He Xian tampak kewalahan juga. Baju zirah yang dibuat dengan sihirnya telah dihancurkan oleh Qiongqi. He Xian juga telah beberapa kali menyarangkan pukulan sihir padanya.
“Ugh!” Kalajengking Gurun menyemburkan darah dari mulutnya. Matanya meringis menahan sakit di dadanya. Dia lalu melihat sekelilingnya, tampak kota Tanah Api telah menjadi genangan darah monster. Dia melihat wanita putih dan jendral monster Sanme telah mati.
Kalajengking Gurun mencoba untuk berdiri namun dadanya terasa semakin sakit.
“Sial, aku tidak percaya harus mati ditangan kalian” geram Kalajengking Gurun.
Dia kembali mencoba merapalkan ilmu sihirnya, namun kekuatannya telah menurun jauh, sehingga kekuatan sihir miliknya tidak berpengaruh banyak dalam menyerang Qiongqi.
Dia merangkak mundur ketika Qiongqi berjalan perlahan mendekatinya.
“Ampun. Jangan bunuh aku. Aku akan mengabdi padamu” teriaknya memohon ampunan sambil berlutut.
“Maaf aku tidak butuh abdi sampah” sahut Qiongqi sambil menebas leher Kalajengking Gurun dengan cakarnya.
Kematian Kalajengking Gurun menjadi akhir dari pasukan jendral monster Sanme. Kota Tanah Api telah jatuh ditangan tim pemburu monster Xiaozi.
Shan Mui dan teman-temannya telah berhasil menyelamatkan kakaknya Shan Yuan dan juga pangeran Shang Ji beserta teman-teman mereka lainnya dari kota Pelangi.
__ADS_1
Xiaozi memandang lega melihat Shan Mui yang telah tersenyum kembali melihat kakaknya telah bebas.