
Melihat kedatangan Raja Kelelawar bersama Kelabang Emas dan Katak Beracun, membuat Xiaozi merasa senang. Dia bisa menghemat waktu dengan membunuh sebagian kekuatan jendral monster Sanme terlebih dahulu.
Namun tidak demikian dengan Mei Shin dan Liu Jang. Mereka pernah melihat kedahsyatan serangan dan racun dari kedua komandan pasukan jendral monster Sanme itu. Belum lagi kekuatan Raja Kelelawar yang suka menghisap darah manusia. Mereka secara tidak sadar berjalan mundur hendak melarikan diri dari sana.
“Kalian tidak bisa melarikan diri dari sini. Tempat ini sudah kami kepung” teriak Kelabang Emas merasa diatas angin karena melihat Mei Shin dan Liu Jang bermaksud kabur.
Mendengar hal itu, Mei Shin dan Liu Jang tertegun menghentikan langkahnya. Dia menggigil ketakutan dengan rapi lalu menoleh ke arah Shan Mui dan teman-temannya.
“Mengapa mereka bisa begitu tenang di saat seperti ini?” gumam Mei Shin melihat ketenangan Shan Mui dan teman-temannya.
“Mereka pasti belum mengetahui kengerian pasukan dari jendral monster Sanme. Habislah kita kali ini tidak bisa kabur lagi” sahut Liu Jang merasa putus asa.
Xiaozi melangkah maju didampingi oleh Qiongqi disampingnya. Qiongqi selalu setia untuk melindungi tuannya, jadi dia akan bertarung habis-habisan jika ada orang yang hendak menyerang tuannya.
He Xian segera menyiapkan ilmu sihirnya untuk menghalau racun dari musuh agar tidak mengenai diri dan teman-temannya. Begitu juga Chen Yan, dia memberikan obat penawar racun bagi mereka semua, kecuali Xiaozi dan Qiongqi yang sudah berada di depan.
“Aku senang kalian datang. Aku akan menyambut kalian dengan meriah” kata Xiaozi yang membuat mata para komandan dan Raja Kelelawar berkedut mendengarnya.
“Lingjian, keluarlah” teriak Xiaozi.
“Aku siap untuk melakukan tugas” sahut Pedang Pemburu Roh dengan senang.
“Habisi seluruh pasukan musuh!” perintah Xiaozi tanpa menunggu waktu lagi
Mata Kelabang Emas, Katak Beracun dan Raja Kelelawar tidak berhenti berkedut. Mereka terkejut mendengar tim pemburu Xiaozi malah mendahului menyerang mereka. “I... Ini sangat tidak masuk akal” teriak Raja Kelelawar yang gugup
Pedang Pemburu Roh langsung melesat menembus pasukan musuh yang datang mengepung mereka. Xiongqi langsung menyerang ke arah Katak Beracun sementara Wuya mengejar Raja Kelelawar.
Xiaozi tidak membuang waktu langsung menyerang ke arah Kelabang Emas. Kelabang Emas terbelalak melihat kekuatan serangan dari Xiaozi. Dia pun mengerahkan seluruh kekuatannya dan juga jurus racun andalannya.
Xiaozi menutup seluruh lubang ditubuhnya untuk menghindari racun. Dengan Kekuatan Tahap Berlian tingkat 1 Xiaozi langsung menyarangkan pukulannya ke arah Kelabang Emas.
Gerakan Kelabang Emas terkunci oleh serangan Xiaozi yang jauh lebih kuat diatas dirinya. Mata Kelabang Emas melotot, keringat dingin mengalir di sekujur tubuhnya. Dia hanya bisa menahan serangan itu dengan kedua tangannya, meskipun dia tahu itu percuma. Keputusasaan tampak di kedua matanya.
__ADS_1
BUMM!
Tubuh Kelabang Emas hancur dalam sekali pukul oleh telapak Xiaozi. Seluruh mata pasukan monster terbelalak melihat kematian Kelabang Emas yang terlalu cepat.
Mata Mei Shin dan Liu Jang hampir melompat keluar karena melihat kedahsyatan dari kekuatan Xiaozi. Mereka pun saling menoleh tidak mempercayai penglihatan masing-masing.
“Ah, pertarungannya tidak seru” teriak He Xian pada Xiaozi.
Xiaozi hanya menyengir mendengarnya, “Aku malas berurusan dengan kroco terlalu lama” sahut Xiaozi yang membuat Mei Shin dan Liu Jang semakin tertegun mendengarnya.
“No... Nona Shan, apakah yang aku lihat ini nyata?” tanya Mei Shin pada Shan Mui di dekatnya
Plak!
Shan Mui menampar pipi Mei Shin. “Aah... Kenapa kamu menamparku?” protes Mei Shin
“Sakit tidak?” tanya Shan Mui kesal
“Berarti yang kamu rasakan sama dengan yang kamu lihat. Ini nyata” sahut Shan Mui dengan santai.
Qiongqi juga tidak membutuhkan waktu lama untuk membunuh Katak Beracun. Tubuh Katak itu sudah hancur dikoyak oleh cakarnya. Hanya Wuya yang terlihat masih bertarung melawan Raja Kelelawar yang sudah mulai ketakutan melihat kedua bantuannya mati ditangan tim pemburu monster.
“Wuya, aku akan menemanimu berjalan-jalan nanti jika bisa membunuhnya lebih cepat” teriak Qiongqi menggoda Wuya.
Teriakan Qiongqi memberikan semangat tambahan pada Wuya, diapun mengubah tubuhnya menjadi wujud yang paling kuat miliknya Gagak Hitam Bayangan. Raja Kelelawar merasa putus asa, dia ingin kabur dari tempat itu, namun jalannya selalu bisa di tutup oleh Wuya yang kecepatannya melebihi dirinya.
Wuya tidak membuang kesempatan, “Ingat janjimu Qiongqi” teriak Wuya sambil menukik dan menembus tubuh Raja Kelelawar dengan paruhnya. Tubuh raja Kelelawar hancur oleh serangan Wuya dan darah tersembur kemana-mana.
“Ah, kamu mengotori tubuhku” kata Qiongqi melihat semburan darah dari Raja Kelelawar nyaris mengenainya.
Melihat ketiga komandan mereka telah mati mengenaskan dengan cepat di tangan para pemburu monster. Pasukan monster yang tersisa segera berlarian tunggang langgang. Namun Lingjian, Pedang Pemburu Roh tidak membiarkan hal itu. Dia langsung menyambar mereka semua untuk mengisap roh-roh mereka menjadi suplemen kekuatan Pedang Pemburu Roh.
“Me... Mereka monster yang sebenarnya” gumam Mei Shin yang tertegun melihat kekuatan tim pemburu monster Shan Mui
__ADS_1
Liu Jang juga sependapat dengan Mei Shin, mereka belum pernah melihat kekuatan sedahsyat itu dari para pemburu monster lainnya. Mereka mendadak merasa ngeri berada di dekat teman-teman Shan Mui.
“Akhirnya berakhir juga” kata Xiaozi dengan senyuman puas.
“Kalian tidak menyisakan satupun untuk kami” sahut He Xian.
“Loh, bukannya kalian sendiri sejak tadi hanya diam saja” ejek Xiaozi padanya
“Aku kalah cepat dengan kalian dan pedangmu itu” sahut He Xian menghela nafasnya.
Suara tawapun meledak melihat wajah He Xian yang cemberut karena tidak dapat membantu dalam pertempuran itu.
Mei Shin dan Liu jang saling menoleh, melihat mereka malah tertawa gembira setelah melakukan pembantaian itu, “Mereka benar-benar monster” gumam mereka bersamaan sepakat.
Xiaozi lalu melihat tajam ke arah Mei Shin dan Liu Jang membuat jantung mereka berhenti berdetak.
“Kalian berdua apa masih mau tinggal disini atau ikut kami pergi menyelamatkan teman-teman kalian?” tanya Xiaozi pada mereka berdua.
Mereka tampak ragu-ragu kembali mendengar pertanyaan dari Xiaozi. Melihat hal itu Xiaozi menjadi kesal pada mereka.
“Ayo pergi!” hardiknya pada kedua orang itu
“Baik!” sahut mereka serempak karena ketakutan
“Hahaha...” Semua anggota tim pemburu monster Xiaozi mentertawakan tingkah kedua orang itu, terutama Xiaozi yang berpura-pura galak pada mereka.
Wajah Mei Shin dan Liu Jang menjadi merah karena malu, namun mereka benar-benar ketakutan setelah mendengar Xiaozi membentak mereka tadi.
“Sekarang tinggal Jendral monster Sanme, Kalajengking Gurun dan Wanita Putih BaiLi. Aku rasa, He Xian, Qiongqi dan Wuya bisa menghadapi mereka bersamaku. Kalian berempat segera menyelamatkan para tahanan” sahut Xiaozi pada Shan Mui, Chen Yan, Mei Shin dan Liu Jang.
“Baik” sahut Shan Mui dan yang lainnya.
Shan Mui mengerti bersama Chen Yan, menyelamatkan kakak Shan Mui lebih penting baginya.
__ADS_1