Pedang Pemburu Roh

Pedang Pemburu Roh
BAB 52 | Bukit Kematian – Monster penghisap Roh


__ADS_3

Wajah para penduduk desa tersebut menjadi ketakutan, mereka menggigil ketika mengetahui penyebab kematian sebenarnya dari para korban adalah karena ilmu sihir.


Xiaozi melihat bekas telapak tangan di dada para korban itu, “Qiongqi, Wuya, tolong cari jejak orang itu dari bekas telapak tangan ini” perintah Xiaozi pada mereka


“Baik tuan” sahut Qiongqi setelah mendengar tugas dari Xiaozi padanya.


Qiongqi adalah binatang buas yang memiliki juga penciuman yang tajam, dia bisa mencium bau yang bahkan berjarak puluhan mil jauhnya. Sedangkan Wuya adalah burung gagak yang spesialis mengenali mayat dan kematian, mereka tahu segala suatu jika keberadaan hawa kematian berada disekitar mereka.


Qiongqi mendekati para mayat itu lalu mendekatkan wajahnya pada bekas telapak tangan itu, begitu juga dengan Wuya. Kemudian mereka berdiri begitu merasa cukup mengidentifikasinya.


Qiongqi dan Wuya lalu berlari keluar rumah tersebut dan mulai bergerak menuju ke arah Hutan Roh.


“Xiaozi, apa kita tidak perlu mengikuti mereka berdua?” tanya He Xian setelah melihat kepergian Qiongqi dan Wuya.


“Tidak perlu. Chen Yan, apakah kematian mereka ini semua pada malam hari?” tanya Xiaozi pada Chen Yan.


Chen Yan bergerak mendekati dan menyelidiki para korban, “Benar Xiaozi, mereka semua terbunuh pada malam hari” sahut Chen Yan.


Xiaozi kemudian duduk di meja rumah itu, “Sebentar lagi malam, aku harap para penduduk bisa kembali ke rumah masing-masing dan bersembunyi. Serahkan monster itu pada kami” kata Xiaozi


“Baiklah. Terima kasih tuan pemburu” sahut para penduduk bersamaan sambil menunduk dan pergi dari tempat itu kembali ke rumah masing-masing untuk bersembunyi.


“He Xian, bersiaplah. Gunakan sihirmu untuk memasang jebakan perangkap sekaligus pelindung di sekeliling desa ini” kata Xiaozi.


He Xian lalu pergi berkeliling desa untuk memasang jebakan perangkap sihir sekaligus pelindung di luar rumah penduduk.


“Lalu tugasku apa?” tanya Shan Mui pada Xiaozi.


“Kamu masaklah dulu yang enak untuk kita makan sebelum mereka kembali. Nanti kita bisa makan bersama-sama” kata Xiaozi.


Chen Yan lalu pergi ke dapur bersama Shan Mui untuk membantunya memasak.

__ADS_1


Hanya tinggal Xiaozi yang duduk sendirian di tengah ruang tamu itu dengan pintu rumah yang sengaja di buka olehnya untuk memancing monster itu datang.


Xiaozi duduk bermeditasi mengatur nafasnya dan mengerahkan indra pendengaran serta penciumannya untuk mendeteksi apabila terjadi sesuatu perubahan pada keadaan sekitarnya.


Sekitar dua jam, penciuman Xiaozi mencium bau harum makanan yang berasal dari dapur dan mengganggu konsentrasinya. Dia lalu menghentikan meditasinya dan melihat Shan Mui dan Chen Yan datang menyiapkan makanan di atas meja.


Berikutnya He Xian yang datang setelah menyelesaikan pekerjaannya. Tak lama Qiongqi dan Wuya pun telah datang bersama-sama dari hasil penyelidikannya.


“Baiklah, semua sudah berkumpul. Mari kita makan terlebih dahulu” ajak Xiaozi dan mempersilahkan teman-temannya untuk bersantap.


Untung mereka berada di rumah salah satu korban yang mati itu dan lengkap dengan bahan-bahan makanan bahkan ada minuman arak yang sangat lezat di dapurnya.


Mereka pun makan dengan lahap. “Bagaimana pekerjaanmu He Xian?” tanya Xiaozi


“Aku sudah melakukan apa yang kamu perintahkan. Darimana pun monster itu datang, tidak akan lepas dari perangkapku untuk menjeratnya” sahut He Xian


“Qiongqi dan Wuya, apakah ujung penyelidikan kalian berakhir di kuil itu?” tanya Xiaozi  pada mereka berdua


“Bagaimana kamu mengetahuinya?” Wuya terkejut karena Xiaozi mengetahui tempat terakhir dari jejak yang berhasil mereka ikuti.


“Aku hanya menebaknya, tapi aku membutuhkan kepastian dari kalian berdua” sahut Xiaozi sambil tetap menyantap makanannya dengan tenang.


Xiaozi lalu menyelesaikan makanannya kemudian meminum sebotol arak setelahnya untuk menghangatkan badannya.


“Bersiaplah, sekitar 2 jam lagi kita akan mulai bekerja” kata Xiaozi selanjutnya.


“Bagaimana kamu mengetahui mereka akan datang dalam dua jam lagi?” tanya teman-teman Xiaozi.


Xiaozi lalu menunjuk pada para korban itu. “Mayat itu yang berbicara padaku” kata Xiaozi membuat teman-teman mereka menggigil mendengarnya.


“Kamu bisa berbicara dengan roh?” tanya He Xian terkejut

__ADS_1


Xiaozi memukul keningnya mendengar pertanyaan dari He Xian, lihatlah dua mayat ini tampak mati sekitar 22 jam yang lalu, dua mayat yang itu mati sekitar 46 jam yang lalu, berikutnya itu mati sekitar 70 jam yang lalu. Chen Yan apakah kata-kataku benar? tanya Xiaozi pada Chen Yan.


“Tepat sekali, kata-katamu benar Xiaozi” sahut Chen Yan setelah memeriksa kondisi dari para mayat tersebut.


“Lalu darimana kamu mengetahui mereka datang dalam dua jam lagi?” tanya He Xian kembali.


Xiaozi berjalan membuka pintu rumah itu untuk melihat ke arah keluar dan memancing musuh untuk datang ke tempat itu.


“Selisih waktu kematian korban adalah 24 jam, jadi mereka dibunuh setiap 24 jam pada pukul yang sama. Para monster ini terlalu disiplin pada waktu dan tidak takut jejaknya terbongkar oleh kita” sahut Xiaozi.


Wajah teman-teman Xiaozi tertegun dengan penjelasan dari Xiaozi. Mereka tidak menduga Xiaozi juga memiliki keahlian untuk menganalisa korban dan jejak dari monster itu.


“Xiaozi, bagaimana kamu bisa menebak jejak itu berakhir di kuil dalam hutan roh?” tanya Wuya padanya.


“Sebenarnya sangat sederhana, pertama aku merasakan hawa membunuh dari dalam kuil tadi siang. Kemudian tadi siang aku juga merasakan di dada para pengunjung kuil yang telah keluar dari pelayanan terdapat tanda seperti pada dada mayat-mayat ini.” sahut Xiaozi


“Jadi menurutku, tanda ini juga merupakan tanda untuk para target incaran mereka yang siap dihisap dan dibunuh” lanjut Xiaozi dengan senyumannya.


Shan Mui menatap kagum pada Xiaozi, demikian juga Chen Yan dan teman-teman yang lainnya.


“Tuan memang hebat” Qiongqi menyanjung Xiaozi dengan kekagumannya.


“Bagaimana kamu bisa merasakan tanda itu di dada para pengunjung setelah mendapatkan pelayanan?” He Xian masih bingung tentang beberapa hal itu.


“Ah, aku sulit menjelaskan hal itu. Aku tiba-tiba saja mendapat perasaan tentang tanda tersebut. Aku rasa sejak aku menerobos alam Berlian, perasaan dan kelima indraku menjadi lebih tajam dari sebelumnya” sahut Xiaozi.


He Xian tertegun, dia tidak menduga dengan peningkatan kultivasi dapat melakukan hal seperti itu. Hal ini membuatnya bertambah semangat untuk mengejar ketertinggalan dari Xiaozi dalam berkultivasi.


“Aku pasti bisa seperti itu suatu saat nanti” gumam He Xian dalam hatinya.


Dua jam hampir berlalu, tiba-tiba He Xian merasakan salah satu jebakannya mendapatkan seseorang yang terperangkap disana. Kemudian mereka berenam pergi ke tempat jebakan itu diantar oleh He Xian yang memimpin di depannya.

__ADS_1


Setelah tiba di lokasi perangkap, mereka menemukan seorang dari klan kambing terperangkap di dalam jebakan yang disiapkan oleh He Xian. Klan kambing itu tampak terkejut melihat kedatangan mereka berenam menemuinya yang dalam keadaan terperangkap.


“Apakah perangkap ini ulah kalian?” teriak orang dari klan kambing tersebut dengan marah.


__ADS_2