Pedang Pemburu Roh

Pedang Pemburu Roh
BAB 70 | Lembah Iblis – Penculikan


__ADS_3

Shan Mui, Chen Yan dan He Xian yang sedang bermeditasi tidak menyadari kehadiran Jiangshi di luar gua karena Qiongqi dan Wuya sudah bersiap untuk melawan mereka.


Asap yang mengalir masuk ke dalam gua berasal dari arah datangnya Jiangshi itu. Lalu di dalam gua tiba-tiba muncul 3 Yuan Gui. Hantu Yuan Gui itu adalah dari arwah para penambang yang banyak mati di tempat itu.  Hantu Yuan Gui itu kemudian bergerak ke arah ketiga teman Xiaozi lalu mempengaruhinya.


Tampak Shan Mui dan Chen Yan berhasil dipengaruhi oleh dua hantu tersebut, dan mereka pun pergi meninggalkan gua tersebut. Sementara satu Yuan Gui lainnya tidak berhasil mempengaruhi He Xian, karena dia langsung merapal mantra ketenangan jiwanya.


“Dimana Shan Mui dan Chen Yan?” gumam He Xian merasa khawatir setelah berhasil mengusir salah satu Yuan Gui.


He Xian lalu mencari mereka di dalam gua dan sekitar tempat mereka berkultivasi, namun tidak menemukannya. Dia lalu keluar untuk bertanya pada Qiongqi dan Wuya yang juga telah selesai mengalahkan 4 Jiangshi di luar gua.


“Qiongqi, Wuya. Apakah kalian melihat kepergian nona Shan Mui dan nona Chen Yan?” tanya He Xian pada mereka.


“Bukankah mereka sebelumnya bersama kamu di dalam?” sahut Wuya terkejut


“Selama kami berjaga di mulut gua ini, kami tidak melihat ada yang masuk dan keluar dari tempat ini” timpal Qiongqi


He Xian lalu mengajak mereka untuk mencari keberadaan Shan Mui dan Chen Yan. Akhirnya mereka menemukan mulut gua lainnya sebagai jalur keluar dari para Yuan Gui tersebut.


“Sialan, apa yang harus aku katakan pada Xiaozi nantinya” geram He Xian kesal pada dirinya.


Asap dari dalam gua juga tampak sirna perlahan, sedangkan di luar gua tampak 4 mayat hidup yang kali ini tidak akan bisa hidup lagi karena Qiongqi dan Wuya sudah mengatasi mereka dengan mencabik-cabik tubuh mereka menjadi beberapa bagian terutama bagian kepala telah terpisah dengan leher mereka.


Qiongqi menjadi geram setelah mengetahui hilangnya Shan Mui dan Chen Yan. Dia merasa bersalah karenanya. “Aku akan berkeliling mencari keberadaan mereka” kata Qiongqi sambil pergi mencari ke sekitar tambang tua dan desa-desa terbengkalai itu.


“He Xian, aku akan mencari tuan Xiaozi untuk segera kembali” sahut Wuya sambil berlalu mencari Xiaozi.

__ADS_1


Tinggal He Xian sendiri di mulut gua yang masih kesal dengan dirinya yang tidak bisa menjaga kedua wanita tim mereka. Dia segera membuka buku sihirnya untuk mencari sesuatu yang bisa digunakan untuk melacak keberadaan kedua temannya itu.


“Akhirnya aku menemukan satu ilmu sihir pelacakan di buku ini. Namun aku memerlukan bahan yang merupakan sesuatu benda milik mereka” gumam He Xian.


He Xian lalu mencari benda miliki mereka berdua atau salah satu dari mereka untuk bisa melacak keberadaan kedua wanita itu dengan menggunakan ilmu sihir pelacaknya.


Matanya tertuju pada sebilah pisau yang tadi digunakan oleh Chen Yan masih tertancap di dinding saat berlatih. He Xian pun mengambilnya dan segera hendak merapalkan mantra sihir pelacak


“He Xian, apa yang terjadi?” tanya Xiaozi dengan wajah cemas ketika telah kembali bersama Wuya.


He Xian lalu menjelaskan kejadiannya saat mereka sedang bermeditasi sehabis pelatihan jurus. Dia kemudian diganggu oleh sosok hantu Yuan Gui yang hendak meminjam tubuhnya. Saat berhasil mengalahkan Yuan Gui itulah dia menyadari Shan Mui dan Chen Yan telah menghilang.


“Kemungkinan Yuan Gui berhasil memasuki tubuh mereka dan membawa tubuh itu pergi dari tempat ini” lanjut He Xian.


Xiaozi merenung memikirkan kemungkinan tersebut, namun yang jadi masalah adalah bagaimana mengendalikan Yuan Gui dan Jiangshi tersebut.


“Sial, aku pikir dengan berada di dalam gua, kalian akan aman apalagi ada Qiongqi dan Wuya yang berjaga di mulut gua” sahut Xiaozi


“Tuan, sepertinya para Yuan Gui itu adalah hantu dari para penambang yang telah mati di tempat ini. Jadi mereka tahu betul seluk beluk tambang tua ini. Mereka ternyata keluar melalui mulut gua lainnya dan tidak melewati kami” sahut Wuya sedih


Xiaozi mendengar penjelasan Wuya yang masuk akal, dia pun pergi menuju mulut gua lain yang ditunjukkan oleh He Xian dan Wuya.


“Sial, apa yang harus kita lakukan sekarang” tanya Xiaozi


“Xiaozi, aku telah menemukan sihir untuk melacak keberadaan mereka. Aku baru saja mau mencoba belakukannya” sahut He Xian sudah mulai bersiap.

__ADS_1


Mata Xiaozi berbinar seperti melihat harapan, dia kemudian menyetujui usul He Xian tersebut. He Xian lalu merapal mantra dengan menggunakan pisau milik Chen Yan yang telah ditemukannya.


Kemudian tampak asap bercahaya mengepul dari pisau tersebut, kemudian menampilkan sebuah titik cahaya yang berpendar dan bergerak perlahan ke arah menuju mulut gua tadi. Mereka bertiga lalu mengikuti gerakan titik cahaya itu yang kemudian terbang perlahan keluar dari gua tersebut.


“Wuya, panggil Qiongqi dan ikuti kami” perintah Xiaozi pada Wuya.


“Baik tuan” Wuya lalu pergi memanggil Qiongqi untuk menyusul mereka nantinya.


He Xian dan Xiaozi bergerak mengikuti arah dari titik cahaya tersebut yang menuju ke sebuah jalan tersembunyi dan memasuki hutan ke arah tenggara gua tambang.


Titik cahaya itu tidak berhenti dan menuju ke sebuah lembah di depannya. Mata Xiaozi dan He Xian melotot melihat ke arah lembah tersebut.


“Ini Lembah Iblis” gumam Xiaozi.


He Xian menghentikan mantra pelacakannya dan sinar itupun menghilang. Dia berdiri disamping Xiaozi memandang ke arah Lembah Iblis tersebut. “Apa yang harus kita lakukan sekarang?” tanya He Xian


“Kita tunggu kedatangan Qiongqi dan Wuya. Jelas kita akan menyusup ke Lembah Iblis itu. Kamu aktifkan kembali nanti mantra pelacakan tadi” saran Xiaozi.


“Baik” sahut He Xian


Setelah beberapa saat, Qiongqi dan Wuya telah datang berkumpul dengan mereka. Lalu He Xian mengaktifkan kembali mantra pelacak dari pisau milik Chen Yan. Mereka lalu mengikuti arah terbangnya sinar tersebut menuju ke sebuah rumah yang terletak di Lembah Iblis itu.


He Xian lalu menghentikan mantra itu lagi. “Sepertinya sinar ini akan menuju rumah tersebut” bisiknya


“Wuya, pergilah melihat keadaan di rumah itu” perintah Xiaozi pada Wuya.

__ADS_1


“Baik” sahut Wuya yang segera terbang menjadi burung gagak pergi ke rumah tersebut untuk melihat keadaan disana.


Di rumah tersebut, tampak beberapa orang penjaga berkeliling disekitar rumah itu. Kedatangan Wuya tidak terlihat oleh mereka. Wuya pun berjalan perlahan sebagai burung gagak menyelinap ke dalam rumah itu.


__ADS_2