
Mata Xiaozi merasa risih ditatap oleh Wuya yang mereka ketahui adalah seekor burung gagak. “Ada apa kakak Wuya mencariku pagi-pagi sekali?” tanya Xiaozi
“Pagi matamu! Ini sudah mau siang” teriak Wuya kesal
“Maaf... Maaf, kami bangun kesiangan” sahut Shan Mui.
Xiaozi tidak menerima teriakan dari Wuya, dia juga kesal karena merusak acara berduaannya dengan Shan Mui, “Memangnya kenapa kalau bangun kesiangan?” tanya Xiaozi lagi.
“Emang kamu mau makan apa jam segini belum masak. Bukannya Shan Mui yang seharusnya memasak” teriak Wuya kembali.
Mata Xiaozi berkedut mendengar teriakan burung gagak itu lagi. “Dasar burung gagak! kalau berteriak gak pernah pelan” gumam Xiaozi.
“Namanya juga berteriak. Kenapa kamu yang sewot?” sahut Wuya melihat Xiaozi curiga.
“Apa yang kalian lakukan berdua disini sejak semalam?” goda Wuya menyelidikinya.
Mata Shan Mui berkedut, wajahnya berubah merah, “Ya...Ya, aku pergi memasak dulu” sahutnya sambil berlari menuju dapur yang berada di puing bagian lain.
Kini tatapan Wuya beralih pada Xiaozi, dia melihat wajah Xiaozi yang tampak tenang meskipun dia tahu Wuya sudah menebak apa yang terjadi secara dia yang menyuruhku memberikan buah itu kemarin.
“Jangan berpura-pura tidak tahu. Kamu yang mengaturnya. Jadi diam saja” kata Xiaozi tanpa menoleh pada Wuya.
Ekspresi wajah Wuya berubah, dia kemudian tersenyum melihat sikap Xiaozi, “Hihihi... aku memang dikenal sebagai mak comblang sebelumnya” sahut Wuya dengan bangga.
Xiaozi terlihat biasa saja dengan tindakan Wuya, dia sudah menebak maksud Wuya sebelum kejadian kemarin. Bukan Xiaozi namanya jika hal kecil seperti itu tidak diketahui olehnya.
“Lain kali jika kamu mengintip lagi, aku akan membuat gagak panggang untuk menu makan pagi” ancam Xiaozi dingin yang mengetahui Wuya telah mengintip mereka semalam.
Wajah Wuya kali ini yang berubah pucat dan berkeringat dingin oleh kata-kata dingin Xiaozi, “Aku akan pergi ke dapur membantu Shan Mui” sahut nya terburu-buru pergi sebelum Xiaozi berubah pikiran
“Ah, apa yang telah aku lakukan. Aku tidak ingin terikat oleh cinta sebelum aku menjadi layak bagi orang tuaku. Tapi aku tidak bisa mengendalikan diriku.” batin Xiaozi
Xiaozi mengingat masa lalunya di dunia asalnya, bahkan wanita yang dijodohkan dengannya tidak menerima dirinya setelah diusir oleh ayahnya dari keluarga Zhen.
Shan Mui adalah wanita yang baik, meskipun sedikit galak tetapi dia layak untuk dicintai. “Aku tidak akan mengecewakannya” gumam Xiaozi kembali
Tentang perjodohan Shan Mui dengan Pangeran Shang Ji sudah tidak mengganggu dirinya lagi dia kini sudah percaya diri untuk bisa mengalahkan Pangeran Shang Ji dengan kekuatannya sendiri.
__ADS_1
Xiaozi kemudian pergi membersihkan dirinya di sungai bagian belakang bukit kematian yang airnya cukup jernih. Setelah membersihkan diri, dia duduk di tepi sungai di atas bebatuan bermeditasi untuk melatih kultivasinya.
Semilir angin bertiup menerpa wajahnya yang tengah tekun berlatih, tidak terasa satu jam telah berlalu. Tiba-tiba dia merasakan ada hawa membunuh mendekatinya.
GGRROOAARR!
Seekor harimau bersayap datang mendekatinya dengan wajah menyeringai dan taringnya yang tajam dan besar. Matanya menyiratkan rasa haus darah melihat Xiaozi duduk di tepi sungai itu.
“Qiongqi? Mengapa bisa ada seekor Qiongqi disini?” gumam Xiaozi yang terbelalak karena terkejut oleh kedatangan seekor Qiongqi.
Qiongqi adalah mahluk buas yang suka memakan daging manusia. Wujudnya menyerupai seekor harimau namun memiliki sayap yang besar. Tubuhnya pun lebih besar dari harimau pada umumnya.
“Ah, aku lupa berada di dunia monster. Apapun bisa ada disini.” gumam Xiaozi baru menyadari keberadaan Qiongqi di dunia monster itu.
Qiongqi itu lalu menyerang ke arah Xiaozi dengan ganasnya, Xiaozi hanya bisa menghindari serangan binatang buas itu, “Tapi mengapa harus muncul Qiongqi di tempat ini?” kesalnya
Daerah Bukit Kematian adalah daerah yang memiliki kekuatan sihir di masa lalu, disana sebelumnya banyak terdapat binatang buas sihir seperti Qiongqi, Qilin, Phoenix, Naga, Tao Tie dan lain sebagainya. Namun kini mereka jarang sekali terlihat kembali kecuali saat ini ketika Xiaozi sedang beristirahat malah diganggu oleh kedatangan Qiongqi.
Melihat buruannya menghindari serangannya Qiongqi kembali menyerang Xiaozi dengan ganas, taringnya menyerang tempat Xiaozi berdiri dan menghancurkan batu itu.
Xiaozi tidak lagi bisa menahan diri, dia segera mengeluarkan Pedang Pemburu Roh miliknya. Segera pedangnya dikeluarkan dari cincin penyimpanan itu.
Melihat Pedang Pemburu Roh ditangan Xiaozi, mata Qiongqi itu menyipit, tampak dia mulai ragu untuk menyerang. Qiongqi masih mengeram dengan seringai di wajahnya, namun dia menghentikan serangannya setelah melihat Pedang Pemburu Roh ditangan Xiaozi.
“Siapa kamu?” tiba-tiba sebuah suara berbicara padanya. Xiaozi bingung mencari arah datangnya suara itu.
GGRROOAARR!
“Aku yang berbicara padamu” suara itu kembali terdengar
“Tuan, Qiongqi ini yang berbicara denganmu” kata pedang Pemburu Roh ditangan Xiaozi
Xiaozi terkejut mendengar ternyata seekor Qiongqi bisa berbicara padanya. “Ah, lagi-lagi aku lupa.” dia tersenyum pada dirinya sendiri
“Katakan siapa kamu, mengapa pedang itu bisa berada di tanganmu” kata Qiongqi kembali
“Kamu tahu aku?” pedang Pemburu Roh ikut menyahut.
__ADS_1
Qiongqi melihat pada pedang itu, “Tentu saja aku tahu kamu. Kita memiliki tuan yang sama sebelumnya. Apa kamu lupa?” Qiongqi menyipitkan matanya
Hawa membunuh Qiongqi perlahan mulai hilang, dia kini duduk dan berbicara pada Xiaozi dan Pedang Pemburu Roh.
“Aku dalam keadaan tersegel. Aku tidak ingat beberapa hal di masa lalu” sahut Pedang Pemburu Roh itu
“Benarkah kamu tidak ingat apapun? Kamu juga tidak ingat diriku?” Qiongqi bertanya kembali pada Pedang Pemburu Roh.
Pedang Pemburu Roh mendengung kemudian melayang dari tangan Xiaozi mendekati Qiongqi,”Benar. Aku benar-benar tidak ingat tentang dirimu”
Pedang itu mengelilingi Qiongqi melihatnya dari dekat dari kepala hingga ekornya seakan-akan ingin mengingat sesuatu.
Qiongqi itu bernafas lega mendengar Pedang Pemburu Roh tidak mengingat sesuatu tentang dirinya.
“Kenapa aku merasa kamu terlihat lega karena Pedang Pemburu Roh tidak mengingat dirimu?” pancing Xiaozi.
“Karena aku pernah...” kalimat Qiongqi tidak dia selesaikan, mata Qiongqi terbelalak melihat ke arah Xiaozi, “Kamu ingin memancingku untuk mengatakan hal itu ya” teriaknya
“Hal apa itu?” Xiaozi berpura-pura tidak mengerti.
“Saat aku mengencinginya...” teriak Qiongqi, tiba-tiba dia berkeringat dingin merasakan dirinya telah keceplosan berbicara. “Dasar anak ini memancingku lagi” geramnya
NGUNGGG!
Suara Pedang Pemburu Roh terdengar keras membuat tubuh bergidik, dia berputar-putar mengelilingi Qiongqi sambil menunjuk ke arah Qiongqi,” Si... Siapa yang pernah mengencingiku?” suara Pedang itu bergetar.
Qiongqi terlihat berkeringat menatap pedang Pemburu Roh sambil menelan salivanya.
Hanya Xiaozi yang geli melihat mereka berdua, kemudian dia tertawa sambil menutup mulutnya. “Hihihi... ini sangat lucu sekali. Biarkan aku membayangkan kejadian itu terlebih dulu” kata Xiaozi sambil membayangkan.
Pedang Pemburu Roh berbalik menoleh ke arah Xiaozi begitu juga Qiongqi, mereka melihat Xiaozi yang tertawa terpingkal-pingkal karena membayangkan bagaimana Qiongqi itu mengencingi Pedang Pemburu Roh.
“Ingat tuan, saat itu aku baru saja membunuh seekor kadal untuk di makan oleh Qiongqi” kata Pedang Pemburu Roh berbohong
“Uueeekkk... ka..kamu sengaja ya” Xiaozi muntah begitu mendengar kata kadal lagi.
Kali ini Pedang Pemburu Roh dan Qiongqi yang tertawa melihat wajah Xiaozi yang berubah menjadi hijau.
__ADS_1