Pedang Pemburu Roh

Pedang Pemburu Roh
BAB 29 | Kerajaan Klan Ular – Kekuatan Ratu Ular


__ADS_3

Mendengar jawaban dari He Xian, Shan Mui menjadi mengetahui bahwa kekuatan Ratu Ular pastilah sangat kuat karena bisa menangkap seorang yang memiliki kekuatan kultivasi tahap perunggu tingkat 3 seperti He Xian.


“Benar. Kekuatan Ratu Ular diatas kekuatanku. Kultivasinya berada di tahap Perak tingkat 1” sahut biksu He Xian yang kemudian menghela nafasnya.


“Namun jika kita menyerangnya bersama-sama, kita masih memiliki kesempatan untuk menang” sahut Shan Mui


He Xian menggelengkan kepalanya, “Aku tidak bisa mengeluarkan kekuatan sihir maksimalku tanpa tongkat sihir milikku. Tongkatku telah direbut oleh Ratu Ular” katanya


Xiaozi yang mendengarnya berpikir sebaiknya dia memanfaatkan kesempatan ini untuk meningkatkan kultivasinya terlebih dahulu sebelum menyerang Ratu Ular yang berada di tahap Perak tingkat 1. Setidaknya dia harus menyamai tingkat kultivasinya dengan Ratu Ular.


“Kalian harus tahu. Ratu Ular salah satu dari tiga Klan binatang yang menguasai kekuatan Sihir tingkat tinggi. Kekuatan sihir mereka setara dengan Lima Penyihir klan manusia termasuk Guruku. Meskipun tingkat kultivasinya lebih lemah dari Guruku” kata He Xian kembali


“Dengan kekuatan sihir tingkat tinggi miliknya, kekuatan kultivasi Ratu Ular setara dengan kekuatan kultivasi tahap Emas tingkat 1. Kekuatan Sihir tingkat tinggi mampu meningkatkan daya serang menjadi 1 tahap diatas kekuatan kultivasi asli penggunanya” lanjut He Xian


Wajah Shan Mui mengkerut mendengar penjelasan He Xian dan membayangkan bahwa mengambil Mustika Ular akan menjadi sangat sulit.


Xiaozi pun menyadari hal itu setelah ikut mendengarkan penjelasan dari He Xian


Untuk para penyihir, kekuatan sihir ibarat jurus bela diri bagi petarung bela diri. Dengan jurus bela diri yang kuat, seorang  petarung bela diri dapat meningkatkan kekuatan kultivasinya melebihi kekuatan kultivasi asli mereka.


Demikian juga bila menggunakan senjata pusaka seperti pedang Pemburu Roh ditangan Xiaozi akan dapat meningkatkan kekuatan kultivasi dari pemiliknya.


“Sesungguhnya, dengan pedang pusaka Pemburu Roh ditangan Xiaozi, kekuatan kultivasi Xiaozi saat bertarung akan meningkat pada tahap Perak tingkat 3, karena tambahan kekuatan dari pedang Pemburu Roh tersebut membuat kekuatan Xiaozi naik 1 tahapan” kata He Xian.


“Dan apabila segel pedang itu bisa dibuka, kekuatan pedang Pemburu Roh akan membuat peningkatan 2 tahapan dalam pertarungan Xiaozi” lanjutnya


Perkataan He Xian membuat wajah Xiaozi menjadi cerah, dia menjadi bertambah semangat untuk meningkatkan kekuatan kultivasinya.


“Jika aku mengeluarkan jurus Pedang Awan Api menggunakan pedang Pemburu Roh, berarti kekuatan serangku akan meningkat hampir 2 tahapan dalam pertarungan” kata Xiaozi


“Kemungkinan untuk bertarung seimbang dengan Ratu Ular bisa saja terjadi” lanjut Xiaozi


Shan Mui dan Chen Yan menganggukkan kepalanya setelah mengingat jurus pedang yang pernah dikeluarkan oleh Xiaozi saat melawan Orka.

__ADS_1


“Betul. Tapi kalian melupakan satu hal. Kekuatan sihir itu tidak biasa. Disamping mampu meningkatkan kekuatan serang penyihir itu sendiri. Dia juga dapat meningkatkan kekuatan serang orang yang akan dia sihir untuk meningkatkan kekuatan orang tersebut.”


“Jadi, dengan sihirnya Ratu Ular bisa meningkatkan kekuatan para jendral pasukannya disamping dirinya sendiri” lanjut He Xian.


Sorot mata Xiaozi yang tadinya bersemangat kini agak ragu untuk melawan Ratu Ular sebelum dia meningkatkan kekuatannya.


“Jika demikian, aku harus bisa menembus tahapan Perak terlebih dahulu untuk bisa mengalahkan Ratu Ular” gumamnya dalam hati.


Xiaozi kemudian menoleh ke arah Chen Yan, “Nona Chen, aku mohon bantuanmu untuk mengisi energi dalam tubuhku tanpa aku meminum pil obat kultivasi” pintanya


Chen Yan tersenyum mendengar permintaan Xiaozi, kemudian dia merangkul lengan Xiaozi yang membuat mata Xiaozi berkedut merasakan dua gundukan lembut menempel pada lengannya.


“Baiklah Xiaozi” bisik Chen Yan ditelinga Xiaozi dengan nada mesra dari bibirnya yang tipis merekah membuat tubuh Xiaozi menggigil geli mendengarnya.


Bukan hanya mata Xiaozi yang berkedut, wajah Shan Mui juga menjadi gelap karena kesal melihat sikap Chen Yan yang mesra pada Xiaozi.


“Sial, rupanya aku sendiri mengajak ular dalam timku ini” gumamnya dalam hati menyesali keputusannya mengajak Chen Yan


He Xian juga berkedut melihat kejadian itu, lalu menutup matanya sambil membaca kitab suci pencerahan dalam hatinya agar tidak terganggu oleh nafsu dalam hati dan pikirannya sendiri.


Chen Yan kemudian mengeluarkan jarum perak akupuntur miliknya, lalu menusuk titik-titik di punggung Xiaozi dengan jarum tersebut lalu mengaktifkannya.


Tubuh Xiaozi merasakan ledakan energi perlahan mengisi seluruh nadi spiritual miliknya hingga benar-benar penuh.


Wajah Xiaozi gembira setelah merasakan tubuhnya penuh energi untuk melanjutkan pelatihannya meningkatkan kultivasi tubuhnya.


Kemudian dia membuka kembali kitab Kultivasi Pedang Langitnya dan melatih untuk menembus kultivasinya ke tingkat berikutnya.


Setelah melakukan pelatihan selama 3 jam, akhirnya Xiaozi bisa menembus tingkat ke 4 dari kultivasi tahap Perunggu. Xiaozi tampak gembira telah berhasil meningkatkan lagi kultivasinya.


“Aku tidak menyangka tubuhku lebih cocok dengan kultivasi di dunia ini daripada kultivasi dunia asalku” gumam Xiaozi dalam hatinya.


Xiaozi lalu beristirahat sebentar dengan membaca buku dari Kitab Kultivasi Pedang Langitnya.

__ADS_1


“Xiaozi, apakah kamu perlu untuk membuka lagi halaman baru di kitab tersebut?” tanya Chen Yan dengan gerakan tubuh yang menggodanya.


“Aku bisa membuat pedangmu berdiri kembali agar memudahkan mu untuk membuka halaman kosong di kitab tersebut” lanjutnya hendak mendekati Xiaozi


“Aduhhh...” tiba-tiba Chen Yan meringis kesakitan setelah mendapati lengannya dicubit oleh Shan Mui dengan keras.


Tampak wajah Shan Mui sangat kesal melihat gelagat Chen Yan yang ingin menggoda Xiaozi di depan matanya.


“Kamu cemburu ya nona Shan?” tanya Chen Yan padanya sambil meringis mengusap lengannya yang sakit.


“Tidak. Aku hanya merasa sikapmu tidak pantas ditempat ini” sahut Shan Mui


Chen Yan mengkerutkan keningnya melihat wajah Shan Mui yang berubah merah.


“Kenapa tidak pantas?” tanya Chen Yan tidak mengerti


“Karena ada biksu He Xian disini” sahut Shan Mui dengan tenang.


Chen Yan melirik ke arah biksu He Xian, kemudian tertawa geli ketika melihat dia melakukan penenangan diri dengan merapalkan kitab pencerahan.


“Hihihi... baiklah, jika begitu aku akan melakukannya nanti saja jika tidak ada biksu itu” sahut Chen Yan dengan santainya


“Tidak boleh juga” sahut Shan Mui kembali dengan dingin.


Wajah Chen Yan menjadi gelap melihat Shan Mui yang sedang mencari gara-gara dengannya.


“Kamu kenapa? Pertama Xiaozi bukan siapa-siapamu, jadi kamu tidak cemburu kan? Lalu kedua katamu karena ada biksu He Xian. Lalu kenapa aku tidak boleh mendekati Xiaozi jika kedua hal itu tidak ada?” protes Chen Yan pada Shan Mui


“Karena ada aku” sahut Shan Mui lagi.


“Jadi kalau tidak ada kamu, aku boleh melakukannya kan. Hehehe...” sahut Chen Yan tertawa kecil membuat mata Shan Mui berkedut karena kehabisan alasan lagi


"Aku tidak akan membiarkanmu melakukan itu" gumam Shan Mui dalam hatinya

__ADS_1


__ADS_2